Jurnal Balikpapan

Jurnal Balikpapan | Suara Balikpapan

Pihak Pertamina Tidak Beri Solusi Kelangkaan Solar di Balikpapan

Sabtu, 8 Desember 2018
BALIKPAPAN-Kelangkaan BBM jenis solar di Balikpapan, masih dirasakan para sopir truck. Sudah dua bulan ini, kelangkaan solar belum dapat teratasi. Membuat pihak sopir geram melihat kondisi ini.
Foto: Antrian panjang truck di SPBU Kampung Baru.(ay/jb)
Tidak hanya itu, pihak asosiasi pengusaha trucking juga sangat khawatir kondisi ini bisa terjadi dan berlarut-larut. Pihak Pertamina seakan melakukan pembiaran. 

Ketua asosiasi trucking dan logistik Balikpapan, Saifuddin sebelumnya mengeluhkan keadaan kelangkaan BBM ini. Kondisi ini membuat pengusaha trucking mengalami kerugian.

"Mestinya pihak pertamina sebagai regulator harus memberikan solusi mengenai kondisi kelangkaan solar saat ini. Tidak melimpahkan tanggung jawab ke distributor atau agen saja," ungkapnya.

Menurutnya, pihak pertamina jangan menutup mata, dan melakukan pembiaran. Hampir semua tempat pengisian BBM solar mengalamj antrian panjang dan harus menunggu antrian selama 24 jam. 

Kondisi ini, sangat merugikan para sopir dan pemilik barang khususnya, di pelabuhan.

Tidak hanya itu, akibat kelangkaan solar ini juga berdampak pada komunitas kapal speed boad wilayah kampung baru.

Seorang sopir Udin menuturkan, kelangkaan solar menyulitkan kita untuk melakukan bongkar muat di pelabuhan.

"Kami juga sangat dirugikan, mestinya kami harus muat lima kali. Saat ini paling kami bisanya muat dua kali saja," ujarnya.

Ia berharap, pihak pertamina harus buka mata. Jangan melakukan pembiaran. Seakan tidak mau tahu, kondisi ini, sangat menyengsarakan sopir angkutan.

Sebelumnya, media ini melakukan konfirmasi ke pihak pertamina namun, hingga saat ini, pihak pertamina belum memberikan jawaban resminya.

Penulis: Ahmad Yani

XL Axiata Kembangkan XL Home

Sabtu, 8 Desember 2018
Kembangkan XL Home,
XL Axiata Gandeng NETFLIX dan Perluas Jangkauan
ke 5 Kota Besar
JAKARTA-PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) saat ini terus fokus untuk mengembangkan bisnis layanan data sebagai wujud komitmen untuk menjadi penyedia layanan data pilihan di Indonesia.


Selain terus mendorong pengembangan layanan mobile data, XL Axiata kini juga mendorong pengembangan layanan fixed broadband/fiber broadband XL Home. Menjawab minat pasar yang terus berkembang untuk layanan internet rumah, XL Axiata memperkaya manfaat layanan dengan menggandeng penyedia layanan hiburan internet terkemuka di dunia, Netflix.

Selain itu, kini semakin luas pula masyarakat yang bisa mendapatkan layanan ini dengan bertambahnya jangkauan ke 5 kota baru selain area Bodetabek. Kota-kota baru tersebut adalah Jakarta, Denpasar, Banjarmasin, Balikpapan, dan Makassar.

Dengan dua langkah strategis ini, XL Axiata berharap, semakin banyak manfaat yang bisa dinikmati oleh pelanggan dari XL Home, sekaligus semakin luas masyarakat Indonesia termasuk pelanggan XL Axiata yang akan bisa memanfaatkan layanan internet super cepat dan stabil untuk di rumah.
Direktur Corporate Strategy & Business Development XL Axiata, Abhijit Navalekar mengatakan, “XL Axiata sangat antusias dalam mengembangkan layanan fiber broadband ini.

Banyak manfaat yang bisa kami tawarkan kepada masyarakat Indonesia melalui layanan XL Home ini, karena dengan akses internet yang cepat dan stabil akan meningkatkan produktivitas seperti download, upload maupun streaming video tanpa hambatan. Kami menyambut gembira kerjasama dengan Netflix, sehingga pelanggan bisa menikmati berbagai pilihan tontonan berkualitas tinggi baik film, serial TV, dokumenter maupun tayangan keluarga dan anak-anak yang berkualitas dari berbagai penjuru dunia di Netflix langsung di TV melalui XL Home Entertainment Box dan didukung oleh internet super cepat dan stabil untuk mengakses konten secara nyaman.”


Gaurav Pradhan, Director Business Development Netflix mengatakan, “Kami sangat senang dapat bekerja sama dengan XL Axiata untuk XL Home dan mempermudah penggemar hiburan di Indonesia untuk mengakses layanan kami.

Masyarakat Indonesia kini dapat lebih mudah menikmati koleksi film, serial TV, film dokumenter, serta acara keluarga dan anak berkualitas tinggi dari berbagai negara di kenyamanan ruang tamu mereka sendiri.

Para pelanggan juga bisa menikmati film-film Indonesia yang hebat seperti “Ada Apa Dengan Cinta? 2”, “Filosofi Kopi”, dan juga film original kami dari Indonesia, “The Night Comes for Us” dengan kualitas gambar berdefinisi tinggi dan bebas iklan.”

Abhijit Navalekar menambahkan, perluasan wilayah jangkauan memang sudah menjadi rencana pengembangan XL Home. Bahkan, perluasan ini juga tidak akan berhenti di 5 kota saja.

Rencana pengembangan tahap selanjutnya sudah ditetapkan. Pengembangan wilayah jangkauan ini merupakan respon atas terus meningkatnya minat masyarakat untuk bisa mendapatkan layanan internet yang lebih cepat dan stabil melalui fiber broadband. Jakarta, Denpasar, Banjarmasin, Balikpapan, dan Makassar merupakan kota-kota dengan permintaan yang tinggi untuk layanan yang dimaksud.

Menurutnya, XL Home mampu memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan tersebut dan bahkan memberikan manfaat tambahan lainnya, berupa layanan hiburan yang lebih baik dari penawaran produk lainnya.
Ada tiga variasi paket, yang ditawarkan oleh XL HOME, yaitu paket Family dengan harga Rp. 349.000, paket Super User dengan harga Rp. 499.000, dan paket Ultimate dengan harga Rp. 999.000, dengan kecepatan mulai dari 100Mbps hingga 500Mbps, tanpa batas. Dengan kualitas akses yang seperti itu, memungkinkan pelanggan untuk bisa mengakses, mengirim maupun mengunduh data dengan ukuran besar, streaming music, video maupun film, hingga main game online tanpa hambatan.

Dengan berlangganan XL Home pelanggan langsung mendapatkan perangkat XL Home Entertainment Box dengan teknologi Android terbaru yang disertifikasi oleh Google. Dengan perangkat itu, pelanggan akan bisa mengakses ribuan konten, aplikasi dan saluran televisi lokal maupun internasional.
XL Home Entertainment Box memungkinkan pelanggan untuk memilih sendiri hiburan yang diminatinya dan hanya membayar konten atau saluran televisi yang dipilihnya. Ini yang membedakan dengan layanan broadband lainnya, dimana pilihan paket dan kontennya kurang fleksibel, sehingga pelanggan membeli paket dengan konten atau tayangan yang belum tentu dikehendaki.

Karena XL Home juga membidik segmen keluarga muda, maka produk ini juga memperhatikan sisi keamanan bagi anak-anak di bawah umur. Layanan ini menyediakan fitur yang bisa mengatur Kidz Mode, dimana orang tua dapat mengendalikan jenis tontonan bagi anak-anak mereka.
Selain Netflix, pelanggan XL Home juga memiliki keleluasaan mengakses konten-konten yang ada dalam IFLIX, CATCHPLAY, dan yang akan datang adalah beIN SPORTS CONNECT untuk konten olahraga dan EROS NOW untuk tayangan bollywood.

Selain itu, juga tersedia berbagai saluran televisi lokal maupun internasional yang disediakan oleh DENS TV, UCAST TV, dan IVIDEOSMART, seperti Bloomberg, Entertainment Weekly, Sports Illustrated, Automoto TV, Simply K-Pop, dan hingga puluhan channel tv lokal lainnya, serta tentunya pelanggan bisa  menikmati semua konten dari YOUTUBE langsung di TV. Pelanggan juga bisa mengakses dan unduh ribuan aplikasi dari Google Play Store melalui perangkat XL Home Entertainment box. Tidak ketinggalan, tersedia juga tayangan ramah anak dari DA VINCI KIDS dan IFLIX KIDS.
Rilis: Group Head Corporate Communication XL Axiata              
Editor: Ahmad Yani

Menghadapkan Perwali Dengan Masalah Real LGBT

Isu LGBT nampaknya masih menjadi momok yang mengkhawatirkan bagi masyarakat di Balikpapan. Pasalnya Perwali ( Peraturan Walikota) yang di harapkan mampu mengatasi persoalan LGBT ini tak urung mencapai tahap penyelesaian bahkan seolah jalan ditempat.
Foto: Siti Subaidah
Pemerintah kota Balikpapan mengaku faktor kehati-hatianlah yang menjadi kendalanya. Tidak ingin mengambil langkah buru-buru, pemkot Balikpapan dalam hal ini memerlukan waktu untuk mengkaji rencana penerbitan perwali tersebut.

Upaya untuk berkonsultasi dengan berbagai pihak seperti MUI, tokoh agama dan organisasi masyarakat dirasa perlu oleh pemkot Balikpapan guna mendengarkan pendapat beberapa pihak terkait persoalan LGBT ini.  

Anggapan bahwa perilaku LGBT merupakan hak asasi manusia rupanya menjadi batu sandungan yang membuat pemkot Balikpapan ragu-ragu dalam mengambil sikap.

Hal ini tentu sangat disayangkan karena masyarakat sudah menanti-nanti payung hukum untuk menjerat para pelaku LGBT utamanya di Balikpapan.

Adanya hak asasi manusia ini seolah-olah menganggap bahwa orientasi seksual para pelaku LGBT patut untuk dhargai.

Bahkan sampai ada anggapan jangan sampai kita mengkriminalisasi orientasi seksual seseorang karena itu sudah masuk ranah privasi.

Walaupun sudah jelas dampak yang ditimbulkan akan melebar luas di masyarakat. Namun nampaknya hal ini kurang menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah untuk segera menggolkan perwali ini.

Hak asasi manusia menjadi tameng pelindung bagi kaum LGBT saat ini. Padahal harusnya HAM ini digunakan untuk menjaga masyarakat bukan malah merusak masyarakat.

HAM sendiri lahir dari sistem demokrasi yang menjamin berbagai kebebasan manusia, termasuk didalamnya kebebasan berperilaku. Alhasil, atas nama HAM maka sulit untuk menghukum atau mengkriminalisasi pelaku LGBT. Menghukum mereka sama saja dengan melanggar HAM.

Oleh sebab itu permasalahan ini tidak akan menemui titik penyelesaian selama standar berfikir yang seperti ini yang dipakai.

Adanya stigmatisasi ketidak adilan dan kesetaraan bagi LGBT membuat masyarakat semakin bingung dalam menentukan sikap kepada para pelaku LGBT. Akhirnya terjadi kerancuan berfikir ditengah-tengah masyarakat kita antara menerima atau menolak keberadaan mereka.

Hal ini pun makin diperparah oleh banyaknya tokoh yang mendukung bahkan menghimbau agar mereka (pelaku LGBT) dirangkul dan diayomi padahal kerusakan sudah nampak nyata dihadapan kita terlebih kepada generasi atau kaum milenial yang semakin hari semakin alay dan bingung dalam menentukan identitas dirinya.

Belum lagi dari sisi kesehatan yang menyebutkan bahwa angka penderita HIV AIDS semakin bertambah pertahunnya dan kebanyakan berasal dari pasangan gay.

Dan hal yang paling berbahaya adalah depopulasi atau berkurangnya jumlah penduduk dalam hal ini generasi penerus yang harusnya menjadi tonggak pembangunan bangsa karena jelas pasangan gay dan lesbian tak akan pernah menghasilkan keturunan.

Maka cukuplah sudah kita bermain-main dengan persoalan ini. Menentukan sikap  tegas wajib dilakukan karena jikalau tidak, tinggal menunggu kehancuran generasi. Pertanyaannya siapkah kita?

Yang harus disadari benar saat ini adalah segala bentuk peraturan yang terlahir dari sistem demokrasi tidak akan pernah memberi solusi tuntas terlebih dalam permasalahan ini. Peraturan yang ada nantinya hanya akan mengatur keberadaan dan aktivitas mereka bukan menghilangkan perilaku menyimpang tersebut apalagi menghukum para pelakunya.

Akhirnya peraturan tersebut bisa dikatakan menjadi salah satu alat untuk melegalkan LGBT dan mengakui keberadaan mereka. Inilah solusi yang ditawarkan demokrasi.

Solusi yang tidak akan menyelesaikan masalah hingga ke akarnya sampai kapan pun. Bahkan bisa jadi menimbulkan permasalahan baru karena setelah pelegalan atas keberadaanya, pasti akan muncul keinginan-keinginan lain dari mereka salah satunya pernikahan sesama jenis.

Cukuplah sepenggal kisah nabi Luth menjadi pembelajaran bagi kita bahwa segala sesuatu yang melanggar syariat Allah akan menemui kebinasaan. Wallahu a'lam bishawab***

Penulis: Siti Subaidah-Pemerhati Lingkungan dan Generasi

Kodam VI Mulawarman Borong Empat Tropy

Kamis, 6 Desember 2018
BALIKPAPAN-Rapat Paripurna Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD)TMMD 2018 di GOR A. Yani Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (5/12/2018) kemarin.

Menjadi sejarah dan kenangan sendiri buat Kodam VI/Mlw, karena empat tropy dan penghargaan dibawa pulang Kodam VI/Mlw dalam lomba jurnalistik TMMD ke-103 tahun 2018.
Foto: penerimaan penghargaan.(dok/jb)
Tropy dan penghargaan yang berhasil di bawa pulang adalah juara pertama kategori wartawan media elektronik (Rahman Hidayat) dari TVRI wilayah Kodim 0906/Tgr Korem 091/ASN, Juara kedua Kategori wartawan media cetak/online (Yusni Hardi) dari mata banua (cetak) wilayah Kodim 1003/Kdg Korem/Ant, Juara III ketiga kategori wartawan media cetak/online  Muhammad (Rifqi Hidayatullah)  dari Kaltim Post (cetak) di wilayah Kodim 0906/Tgr Korem/ASN dan Juara kedua Kategori Kepala Penerangan (Kapen) jajaran TNI AD (Kapendam VI/Mlw). 

Rahman Hidayat dari wartawan TVRI Kaltim berhasil meraih juara pertama dengan judul karya jurnalistiknya Membentang harapan bersama TNI melepas keterisoliran Melintang. 

Yusni Hardi dari wartawan dari mata banua meraih juara kedua dengan judul karya jurnalistiknya pengapdian tanpa batas di bukit melintang sedangkan Muhammad Rifqi Hidayatullah wartawan dari Kaltim Post dengan judul karya jurnalistiknya buka isolasi, TNI bangun kemanungalan bersama warga, Desa. 

Melintang tak lagi water world,
Penyerahan tropy dan penghargaan berlangsung saat acara rapat Paripurna TMMD 2018 di GOR A. Yani Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (5/12/2018) kemarin, oleh Inspektur Jenderal TNI (Irjen TNI) Letjen TNI Muhammad Herindra, M.A., M.Sc., yang mewakili Panglima TNI kepada masing-masing pemenang.

Kapendam VI/Mlw Kolone Kav Dino Martino menyampaikan ucapan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua rekan-rekan media/wartawan di wilayah Kaltim, Kaltara dan Kalsel yang telah mengharumkan nama Kodam VI/Mlw ditingkat nasional dalam lomba karya jurnalistik kegiatan TMMD ke 103. 

"Ini prestasi luar biasa yang dihasilkan rekan-rekan media sebagai mitra penerangan Pendam VI/Mulawarman dalam meliput kegiatan  TMMD baik kegiatan fisik maupun nonfisik. ” tegas Kapendam.

Kapendam berpesan kepada seluruh rekan-rekan media yang belum bisa meraih juara lomba dalam lomba tersebut agar tidak berkecil hati, karena masih ada kesempatan pada tahun 2019 mendatang. 

Kerjasama antara rekan rekan media agar bisa ditingkatkan lagi di masa yang akan datang.

"Untuk bisa menghasilkan karya karya jurnalistik yang terbaik dalam mengharumkan nama Kodama VI/ Mulawarman di tingkat Angkatan Darat,“ ungkap Kapendam.

Rilis: Pendam VI/Mlw
Editor: Ahmad Yani

Kapendam VI/Mlw Juara II Lomba Jurnalistik TMMD Ke-103

Kamis, 6 Desember 2018
BALIKPAPAN-Inspektur Jenderal TNI (Irjen TNI) Letjen TNI Muhammad Herindra, M.A., M.Sc., mewakili Panglima TNI menyerahkan tropy dan penghargaan kepada Kapendam VI/Mlw Kolonel Kav Dino Martino.

Pemenang juara II Lomba Karya Jurnalistik Kategori Kepala Penerangan (Kapen) jajaran TNI AD dalam pirogram Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103 Tahun 2018.
Foto: Kapendam VI/Mlw menerima penghargaan.(dok/jb)
Penyerahan tropy dan penghargaan berlangsung saat acara Rapat Paripurna TMMD 2018 di GOR A. Yani Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (5/12) kemarin.

Kegiatan TMMD ke 103 yang dilaksanakan Kodam VI/Mlw terdapat empat Satkowil yang terlibat yaitu Kodim 0906/Tgr, Kodim 0910/Malinau, Kodim 1002/Barabai dan Kodim 1003/Kandangan. 

Selama pelaksanaannya seluruh Kodim yang terlibat TMMD mengajak rekan media, baik elektronik, cetak maupun online untuk membantu kuantitas dan kualitas pemberitaan TMMD.

Usai menerima tropy dan penghargaan, Kapendam VI/Mlw Kolonel Dino Martino mengatakan prestasi yang telah dicapai merupakan keberhasilan kita bersama seluruh anggota Pendam VI/Mulawarman.

Selain itu prestasi yang baik sebagai juara II lomba karya jurnalistik yang diselenggarakan oleh Sterad ini tak lepas peran dan dukungan Bapak Pangdam, Kasdam serta para prajurit Kodam VI/Mlw. 

Dalam kesempatan tersebut disampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh teman media baik cetak, online dan elektronik yang telah bekerjasama dengan Pendam dalam mempublikasikan berbagai kegiatan Kodam VI/Mulawarman dan meminta ke depan akan lebih banyak lagi prestasi dan pencapaian di bidang jurnalistik baik melalui berita di media cetak maupun elektronik.

Keberhasilan menyabet juara ketiga lomba karya jurnalistik kategori Kapen ini, tentunya tak lepas dari kerja keras seluruh anggota Pendam VI/Mulawarman dalam mempublikasikan kegiatan TMMD bekerja sama dengan wartawan dari wilayah Kalimantan Timur dan Selatan dalam kegiatan tahun ini. 

“Ini adalah capaian hasil kerjasama anggota dan rekan media sebagai mitra penerangan Pendam VI/Mulawarman  yang terus mempublikasikan seluruh kegiatan TMMD baik kegiatan fisik maupun nonfisik di seluruh media yang ada,” ujar Kapendam.

Ditambahkan oleh Kapendam, pada TMMD Reguler ke-103 tahun 2018 ini, kategori Kepala Penerangan merupakan kali perdana dilombakan, karena pada TMMD sebelumnya hanya melombakan kategori Dansatgas (Dandim) dan wartawan (elektronik dan cetak/online).

Kapendam berharap capaian juara kedua ini dapat memacu kinerja seluruh anggota Pendam Mulawarman untuk terus mengharumkan nama Kodam VI/Mulawarman dan berharap tahun depan TMMD ke 104 Pendam VI/Mlw bisa meraih prestasi kembali.

Untuk juara pertama dan ketiga kategori Kapen dalam lomba karya jurnalistik program TMMD ke-103 kali ini diraih oleh Kapendam I/Bukit Barisan dan Kapendam Jaya.

Rilis: Pendam VI/Mlw
Editor: Ahmad Yani

Polda Kaltim MoU Bersama Ditjen Perbendaharaan Negara

Kamis, 6 Desember 2018
BALIKPAPAN-Polda  Kalimantan Timur laksanakan kesepakatan bersama dengan DJBPN (Ditjen Perbendaharaan) Provinsi Kaltim dan DJKN (Ditjen Kekayaan Negara ) Provinsi Kaltimtara melalui penandatanganan MOU di Hotel Platinum Balikpapan, Rabu (5/12/2018).
Foto: Penandatanganan MoU.(dok/jb)
Dalam acara tersebut dihadiri, Wakapolda Kaltim Brigjen Lukman Wahyu, Kakanwil DJBPN Provinsi Kaltim Midden Sihombing, Kakanwil DJKN Provinsi Kaltimtara Surya Hadi, SH, Pejabat Utama Polda Kaltim, serta Kabag Sumda dan Kabag Renmin Jajaran Polda Kaltim.

Dalam sambutannya, Wakapolda Kaltim mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk peningkatan kualitas pengelolaan keuangan Negara pada Kepolisian Daerah Kalimantan Timur.

Dan bertujuan persamaan persepsi agar pengelolaan Polri mengalami perubahan kearah lebih baik. 
Foto bersama Ditjen Keuangan Negara bersama jajaran Polda Kaltim.(dok/jb)
Hal tersebut, juga searah dengan kebijakan pimpinan Polri, dimana didalam pengelolaan keuangan Negara harus bergerak kearah lebih baik dengan diikuti peningkatan kinerja organisasi Polri dalam melaksanakan tugas pokoknya.

“Untuk itu diharapakan kepada Kanwil DJBPN dan Kanwil DJKN dapat membantu Polda Kaltim dalam rangka peningkatan kualitas keuangan Negara," ungkapnya.

Semoga kesepakatan ini dapat segera ditindak lanjuti serta dijadikan acuan dalalam pengelolaan negara di jajaran Polda Kaltim.

"Sehingga, pengelolaan keuangan negara dapat berjalan dengan tertib, taat kepada peraturan perundang-undangan, efisien, efektif, transparan," pungas Kabid Humas polda Katim  Kombes Pol Ade Yaya Suryana.

Penulis: Abidin
Editor: Ahmad Yani

Kegiatan Pembinaan Teritorial Kodam VI/Mlw di Tahun 2018, Dapat Peringkat ke-II Terbaik

Rabu, 5 Desember 2018
BALIKPAPAN-Dalam pelaksanaan Rapat Evaluasi Program Kerja Bidang Teritorial  tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Staf Teritorial Mabesad pada hari Selasa 4 Desember 2018 di Mabesad yang lalu Kodam VI/mulawarman mendapat peringkat ke dua . 

Berdasarkan hasil penilaian yang telah dilaksanakan staf teritorial Markas besar Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat  (TNI AD).
Walaupun tidak mendapat peringkat terbaik namun hal memberikan kebanggaan kepada seluruh warga Kodam VI/Mlw.

Karena penilaian yang dilakukan berdasarkan hasil pelaksanaan Binter oleh satuan di jajaran Kodam VI/Mulawarman sepanjang tahun 2018.
 
Dalam acara tersebut, penyerahan trophy dan penghargaan langsung diserahkan Aster Kasad Mayjen TNI Supartodi kepada Aster Kasdam VI/Mlw Kolonel Inf Jones Sasmita Muliawan, S.I.P pada akhir acara Rapat Paripurna TMMD 2018 di Gedung AH Nasution Mabesad,  Jakarta Pusat Selasa (04/12/2018) lalu.

Dalam kegiatan tersebut Aster Kasdam VI/Mlw Kolonel Inf Jones Sasmita Muliawan, S.I.P. menjelaskan tropy dan penghargaan yang diberikan oleh Mabes TNI AD sebagai juara II dengan kriteria penilaian terhadap berbagai kegiatan teritorial yang  meliputi pelaksanaan Binter Program dan Non Pogram. 

Untuk kegiatan  Binter yang  terprogram terdiri dari pencapaian keberhasilan di bidang kegiatan komunikasi sosial kreatif, penyerapan anggaran, kegiatan Pramuka SWK, dan TMMD. Sedangkan untuk kegiatan Non Program yang  meliputi penilaian cetak sawah, serapan gabah dan luas tambah tanam (LTT), kegiatan kerjasama/sinergitas dengan Pemda, Kementerian, Lembaga dan masyarakat. 

Ditambahkan oleh beliau, untuk memenuhi predikat terbaik tidaklah mudah sehingga keberhasilan yang dicapai Kodam VI/Mlw patut kita syukuri sebagai bagian dari upaya dan kerja keras seluruh satuan jajaran dalam melaksanakan berbagai kegiatan Pembinaan Teritorial.

Atas dukungan dan kerjasama segenap aparat teritorial serta seluruh stekholder termasuk masyarakat Kaltim, Kasel dan Kaltara maka  kita bisa membawa pulang Tropy dan penghargaan ini.

Sementara itu Kapendam VI/Mlw Kolonel Kav Dino Martino  menambahkan untuk peringkat pertama  diraih dari Kodam Iskandar Muda sedangkan peringkat ke   III adalah  Kodam IV /Diponegoro.  

Pada kesempatan tersebut Aster Kasdam VI/Mulawarman kepada segenap prajurit Kodam VI/Mlw terutama satkowil agar lebih giat lagi bekerja supaya ditahun 2019 yang akan datang sehingga Kodam VI/Mlw bisa lebih memperoleh hasil yang lebih baik di tahun depan.

Tidak lupa disampaikan terima kasih dan penghargaan yg tinggi  kepada seluruh prajurit  dan masyarakat sehingga kerjasama yang sudah terbina dan berjalan baik dapat meningkat di masa yang akan datang.

Rilis: Pendam VI/Mlw
Editor: Ahmad Yani

Forum TJS SKK Migas-KKKS Wadah Berbagi dan Informasi Program Kemasyarakatan

Rabu, 5 Desember 2018
BALIKPAPAN-KKKS Wilayah Kalimantan dan Sulawesi menggelar Forum Tanggung Jawab Sosial 2018 di hotel Jatra Balikppaan (4-5/12). Kegiatan ini diikuti pemerintah provinsi , Kabupaten/kota, akademisi dan penerima program TJS dari KKKS. 

Melalui kegiatan ini diungkapkan Senior Manager Kehumasan SKK Migas Kalsul Sebastian Julius, SKK Migas selaku lembaga Pengawas dan Pengendali KKKS berkewajiban untuk mendorong dan memastikan pelaksanaan Program Tanggung Jawab Sosial (TJS) KKKS berjalan secara efektif dan efesien dengan tata kelola yang baik (good governance).


Namun disisi lain, pemangku kepentingan di daerah perlu lebih memahami aturan dan mekanisme pelaksanaan TJS Hulu Migas berkaitan dengan sistim kontrak bagi hasil antara Pemerintah dengan KKKS. 

“Untuk itu SKK Migas merasa perlu melakukan upaya peningkatan kompetensi pelaksana TJS SKK Migas – KKKS dan para pemangku kepentingan lainnya dalam  mensinergikan  program TJS sesuai  kebutuhan dan perkembangan isu sosial di daerah operasi hulu migas” papar Sebastian.

Ditambahkannya Secara umum, tujuan diselenggarakannya Forum TJS 2018 ini adalah untuk meningkatkan kompetensi pelaksana TJS SKK Migas – KKKS dan para pemangku kepentingan lainnya dalam  mensinergikan  program TJS sesuai  kebutuhan dan perkembangan isu sosial di daerah operasi hulu migas.

Secara khusus, dengan adanya Forum TJS 2018 ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi para Praktisi TJS Industri Hulu Migas dalam melaksanakan pembahasan bersama Stakeholder terkait dengan :
a. Menyamakan persepsi antara SKK Migas-KKKS dan Pemangku Kepentingan Utama yang ada di wilayah sekitar operasi Migas berkaitan dengan regulasi dan peran pemerintah dalam mendukung industry hulu migas, serta manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sehingga tercapai keselarasan pemahaman mengenai kegiatan TJS.
b.Perkembangan pola pelaksanaan TJS melalui tinjauan akademik dan praktek-praktek terkini pelaksanaan program TJS secara global.  Diharapkan para narasumber dapat memberikan perkembangan terbar tinjauan akademis tentang pelaksanaan TJS dan best practice apa yang telah dilakukan yang telah terbukti membawa perbahan positif di masyarakat yang lebih efektif dan efisien.
c.Berbagi pengalaman mengenai pola pelaksanaan TJS di luar lingkungan usaha hulu industry migas dan KKKS diluar Kalsul dalam upaya bench marking kualitas pelaksanaan TJS industry hulu migas di Kalsul danmendapatkan lesson learned dari teori dan best practice yang ada
d. Berbagi pengalaman dalam kaitan upaya upaya yang diperlukan dalam pencapaian Proper Emas bersama KKKS yang telah berhasil mencapai proper Emas

Kami juga sampaikan Acara Forum TJS 2018 direncanakan akan dilangsungkan pada tanggal 4-5 Desember 2018 ini diikuti dan dihadiri oleh SKK Migas,  KKKS, Praktisi TJS, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota, akademisi serta penerima program TJS dari KKKS

OUTPUT yang diharapkan diantaranya, Sharing Knowledge, dukungan pemerintah terhadap pelaksanan program TJS, sharing terkait konsep CSR dari praktisi / akademisi dan SDG’S (Sustainable Development Goals)

“Melalui Acara Forum TJS 2018 ini kami harapkan bisa menjadi wadah saling berbagi informasi dan pemahaman terkait program-program TJS yang bermanfaat dan dapat diapalikasikan di masyarakat. Sehingga antara pemerintah daerah, masyarakat dan pelaku kegiatan hulu migas dapat bersinergi dalam mensukseskan program-program  pembangunan pemerintah dan program TJS yang KKKS lakukan”tutup Sebastian

Rilis: Humas SKK Migas
Editor: Ahmad Yani

Tingkatkan Keselamatan Pengemudi, Bandara SAMS Balikpapan, Beri Pelatihan ke Komunitas Pengemudi

Rabu, 5 Desember 2018
Tingkatkan Keselamatan Mengemudi di Sisi Udara, PT Angkasa Pura I (Persero) Balikpapan Laksanakan Pelatihan Kepada Komunitas Bandara

BALIKPAPAN-Dalam meningkatkan pemahaman tentang keselamatan dan memberikan latihan terhadap prosedur mengemudi di sisi udara, PT Angkasa Pura I (Persero) cabang Bandara Internasional Sultan AJi Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan laksanakan Pelatihan  Keselamatan Mengemudi di Sisi Udara, Selasa, (4/12/2018) lalu.
Foto bersama managemen Bandara SAMS Balikpapan dalam pelatihan pengemudi.(dok/jb)
Pelatihan ini dilaksanakan di Gedung Serbaguna kantor Administrasi PT Angkasa Pura I (Persero) Balikpapan dihadiri komunitas Bandara dan dibuka secara langsung oleh Hari Tugas Purwono selaku SMS Accupational Safety Health Section Head PT Angkasa Pura I (Persero) Balikpapan.

Hari Tugas mengatakan aktivitas kerja disisi udara yang sangat rutin, harus memperhatikan aspek-aspek keselamatan utamanya mengemudi disisi udara khususnya di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan. 

“Mengemudi merupakan salah satu bentuk aktivitas berbahaya dan memiliki resiko tinggi dan sangat berpotensi menimbulkan kerugian baik pada perusahaan, karyawan, maupun yang beraktifitas disekitar kita," dalam sambutannya. 

“Untuk itu para Airlines dan Ground Handling juga harus memperoleh pelatihan ini guna peningkatan pemahaman yang sesuai dengan peraturan keselamatan sehingga resiko mengancam keselamatan aktivitas disisi udara dapat kita hindari," imbuhnya.

Pelatihan Keselamatan Mengemudi di sisi udara dilaksanakan selama dua hari yakni tanggal 4 – 5 Desember 2018, penyelenggaraannya bekerjasama dengan PT Safe Tra Indonesia dan sebagai Narasumber Fauzan Karim, SKM.

“Nantinya saya harapkan dapat mengikuti Pelatihan  Keselamatan Mengemudi di Sisi Udara dengan baik, agar penerapannya dilapangan sesuai harapan," harap Hari tugas.

Sementara itu, Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan dalam aktivitas pengoperasiannya melayani 86 penerbangan perharinya, 21 rute penerbangan dan muatan kargo sebesar 5,2  ton perbulan. Hal ini menunjukkan aspek keselamatan kita harus terus tingkatkan.

Rilis: Communication SAMS Sepinggan Balikpapan Airport
Editor: Ahmad Yani

Pentingnya Edukasi Bela Negara, Duni Pendidikan

Selasa, 4 Nopember 2018
BALIKPAPAN-Rapuhnya nilai-nilai patriotesme, merupakan ancaman bagi negara. Untung saja, kita memiliki ideologi negara pancasila, sebagai pemersatu bangsa, hal tersebut terungkap dalam acara seminar bela negara, oleh Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI) Kaltim di aula pemkot Balikpapan, Sabtu, (1/11/2018) lalu.
Foto bersama IARMI usai Seminar Bela Negara, di aula pemkot Balikpapan.(ay/jb)
Seminar menghadirkan Pangdam VI Mulawarman, diwakili Staf Ahli Bidang Sosial Budaya, Kol. Inf. Eben Ezer L. Tobing. Dalam paparanya, kita masih merasakan Indonesia, namun gejalah-gejalah rapuhnya jiwa patriotisme mulai dirasakan.

Menurutnya, kesatuan Indonesia bukan tanggung jawab TNI saja. Melainkan tanggung jawab kita semua sebagai anak bangsa. Menjadi keharusan setiap pribadi mencintai negara sendiri.

"Kita harus memiliki langkah nyata mencintai negara sendiri," ungkapnya.

Ia mencontohkan sebuah negara yang telah menolak berbagai produk negara lain dan memakai produknya sendiri. Sementara kita hal itu tidak dilakukan, maka perlu ada upaya berbagai lapisan masyarakat untuk arah tersebut," katanya.

Sementara Gubernur Kaltim diwakili Staf Ahli Politik, Hukum dan Keamanan Aff. Sembiring. Ia menyampaikan, beberapa gejolak yang lalu membuat elemen pemerintahan bekerja ekstra agar gesekan di masyarakat tidak terjadi. Upaya, penggantia ideologi negara dan ancaman lainnya, menjadi perhatian semua elemen pertahanan negara. 

"Kegiatan seminar ini, sudah tepat kita laksanakan. Ini juga merupakan kepedulian IARMI sebagai kader bangsa, telah menjiwai arti bela negara yang sebenarnya," ungkapnya.

Menariknya paparan disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltara, DR. Sigit Muryono mewakili Gubernur Kaltara. "Edukasi bela negara telah dilaksanakan dalam dunia pendidikan, mulai dari SD, SMP dan SMA kegiatan siswa diisi dengan kepramukaan. Hal ini adalah bentuk edukasi bela negara," ungkapnya.

Menurutnya, Resimen Mahasiswa (Menwa) dilingkungan perguruan tinggi, sebelumnya, menjadi basis pembinaan bela negara. Meski diperhadapkan berbagai isu negatif, sebenarnya Resimen bukanlah militerisasi kampus. Namun, pembangunan karakter jiwa patriotisme bangsa.

"Maka itu pentingnya kembali menghidupkan Menwa di kampus-kampus saat ini. Semoga saja hal ini menjadi dasar agar perguruan tinggi di Kaltimtara Menwa dapat berkiprah kembali," tegasnya.

Senada disampaikan, DR. Jamal Amin, MSi mewakili Rektor Unmul. "Perlunya Menwa aktif kembali di kampus-kampus perguruan tinggi. Demi, keutuhan bangsa dan NKRI agar semua elemen masyarakat dapat memahami jelas arti bela negara melalui perguruan tinggi," ungkapnya.

"Keinginan untuk menjadikan mata kuliah kewiraan di perguruan tinggi juga menjadi upaya menimbulkan kesadaran bela negara bagi setiap mahasiswa. Demikian juga tingkat sekolah menengah dan atas agar mata pelajaran pendidikan pancasila dapat dipelajari kembali," ungkapnya.

Ia menegaskan, semoga gagasan dalam seminar ini menjadi langlah kedepan agar Menwa dapat berkiprah kembali di perguruan tinggi, khususnya di Kaltimtara.

Penulis: Ahmad Yani

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website