Kebakaran di Perum Prevab Balikpapan

Minggu, 22 April 2018
BALIKPAPAN-Sebuah rumah terbakar di Perum Prevab Jalan RE. Martadinata Telaga Sari Balikpapan Tengah. Kebakaran terjadi sekitar pukul 20.30 (wita), Minggu (22/4/2018). Api yang cepat menjalar. Dengan cepat mengahunguskan sebuah rumah kayu di RT 52 Kelurahan Telaga Sari.
Foto: Kebakaran di Perum Prevab Martadinata (ay/jb)
Seorang saksi mata Jefri mengatakan, dirinya tidak mengetahui persis asal api. Hanya secara tiba-tiba membesar. 

“Kami tidak tahu persis titik awal api, kok tiba-tiba membesar,” ungkapnya.

Dua unit mobil Damkar (pemadam kebakaran) milik BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Balikpapan tiba di lokasi. Dengan waktu tidak lama api yang sempat membesar segera dipadamkan. 

Belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran itu. Pemilik rumah selamat namun, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Adapun, arus lalu lintas sekitar lokasi berjalan lancar,  sempat dipenuhi masyarakat untuk melihat kebakaran tersebut.(ay)   

Jalan Santai KPU Balikpapan, Berjalan Sukses

Minggu, 22 April 2018
BALIKPAPAN-Dalam rangka memperingati satu pemilu 2019, KPU Balikpapan mengadakan jalan santai di halaman Kantor KPU Balikpapan. Ratusan masyarakat dan pengurus partai peserta pemilu turut serta dalam jalan santai, Minggu (22/4/2014).

Sehari sebelumnya KPU Balikpapan menggelar seni budaya di Lapangan Merdeka Pertamina Balikpapan juga dalam rangkaian peringatan satu tahun pemilu 2019.
Foto: Jalan santi KPU Balikpapan (ron/jb)

Jalan santai itu juga sebagai sosialisasi pilgub (pemilihan gubernur) Kaltim (Kalimantan Timur)2018.
Sebuah agenda, besar yang melibatkan semua elemen masyarakat untuk mensukseskan jalannya  pilgub  yang akan datang.

Adapun, undangan hadir membludak memenuhi halaman KPU Balikpapan. Mulai instansi pemerintahan, turut hadir Asisten I Bagian Pemerintahan Saiful Bahri. Termasuk  Kapolres Balikpapan Wiwin Firta,  Panwaslu, Kesbangpol, PPK, PPS, dan kaum disabilitas turut memerriahkan acara tersebut.

Kemeriahan acara jalan santai tersebut, dihibur dengan tari-tarian dari adik-adik dari SD Negeri 012 Balikpapan. Dengan tarian asal Banyuwangi sementara, SD Negeri 010 Balikpapan menyayikan lagu kasidah.

Ketua KPU Balikpapan Noor Thoha mengatakan, tujuan dari jalan santai adalah untuk mengenalkan para kontestan yang ikut dalam ajang pilgub (pemilihan gubernur) 2018. Serta wagub (wakil gubernur) Kaltim (Kalimantan Timur). Agar masyarakat Balikpapan pada umumnya lebih mengenal sosok siapa yang mampu untuk memimpin Kaltim kedepan.
Foto: Noor Thoha Ketua KPU Balikpapan (dok/jb)
Senada dikatakan Komisioner KPU Balikpapan Endang Susilowati, rangakain acara pagelaran seni dan jalan santai diselenggarakan KPU Balikpapan merupakan agenda nasional, serentak seluruh Kabupaten/ Kota yang menyelenggarakan pilkada atau pilgub. Agar pesan tersampaikan ke masyarakat luas sebagai pemilik hak suara dalam pilgub, pileg atau pilpres mendatang.

“Dengan kegiatan itu juga diharapkan partisipasi masyarakat Balikpapan dalam pilgub, pileg dan pilpres mendatang lebih maksimal untuk memberikan hak suaranya. Karena ikut andil juga partai peserta pemilu,” tandas Endang.(ron)   

Ditanya Program 100 ribu Lapangan Kerja, Ini Jawaban Rusmadi

Minggu, 22 April 2018
BONTANG- Salah satu program unggulan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim, Rusmadi Safaruddin adalah membuka lapangan kerja bagi 100 ribu pencari kerja. Namun, program ini diragukan dan dipertanyakan oleh salah satu pemuda, Kurniawan (24), ketika bertemu Rusmadi di Desa Guntung Kota Bontang, Minggu (22/4/2018).

Menjawab pertanyaan kritis anak muda itu,  Rusmadi memberi apresiasi begitulah semestinya pemuda zaman now. Harus berani dan kritis.
Foto: Rusmadi bersama warga Desa Guntung Bontang (dok/jb)
"Saya mengapresiasi sikap kritis masyarakat. Kelak ketika menjadi gubernur saya juga menempatkan diri pada pemimpin yang menerima kritik. Saya memerlukan kritik agar kebijakan yang kita laksanakan berjalan lebih baik," ujar Rusmadi.

Mantan Sekdaprov itu menjelaskan, mengenai pembukaan lapangan kerja dilakukan berdasarkan potensi daerah provinsi Kaltim yang begitu besar. 

"Dari sektor perkebunan, saya sudah programkan perluasan sawit 50 ribu hektar. Ini saja menyerap 50 ribu pekerja. Belum lagi, izin lahan sawit yang sudah dikeluarkan pemerintah seluas 3,3 juta hektar. Saat ini yang sudah ditanam baru 1,1 juta hektar. Sehingga, masih ada 2,2 juta hektar belum ditanam dan ini bakal menyerap 1 juta tenaga kerja, dengan perkiraan setiap 2,2 hektar bisa digarap 1 orang," kata Rusmadi. 

Bila diberi amanah menjabat Gubernur Kaltim, Rusmadi akan mengajak Bupati bersikap tegas agar 2,2 juta hektar yang belum ditanam, izinnya dicabut dan diberikan kepada perusahaan lain yang mau investasi kebun sawit.
Foto: Warga Desa Guntung-Bontang (dok/jb)
"Izin lahan sawit ini ada di Bupati, dan saya ketika menjabat Gubernur Kaltim akan turun evaluasi kebun sawit yang tak ditanam. Sesuai UU No 39 Tahun 2014 tentang perkebunan, izin sawit bisa dicabut jika 3 tahun belum ada penanaman sebesar 30 persen total luas lahan," ujar Rusmadi. 

Meski demikian, Rusmadi meminta generasi muda seperti Kurniawan tidak harus mencari lowongan kerja. Tapi, harusnya membuka lapangan kerja dengan berwirausaha. "Adik kita Kurniawan ini orang cerdas,  lulusan diploma. Pasti bisa buka usaha yang membuka lapangan kerja," kata Rusmadi, memotivasi. 

Selain ditanya program 100 ribu lowongan kerja, Rusmadi juga diminta solusi dari warga Sidrap yang memiliki KTP Kota Bontang. Padahal, wilayah Sidrap masuk Kabupaten Kutai Timur. 

"Jika saya Gubernurnya, saya panggil Bupati dan Walikota. Harus jelas, Sidrap mau masuk Kutai Timur, ya di Kutai Timur. Kalau mau masuk kota Bontang, harus jelas di kota Bontang. Tapi, secara pribadi saya berpendapat, layanan pemerintah yang terdekat yang paling ideal mengambilnya," kata Rusmadi. 

Lebih lanjut Rusmadi menegaskan, sebagai kepala daerah, mestinya harus bertanggung jawab atas persoalan dihadapi warganya. 

"Ini soal kehidupan, ketika tahun pertama saya jabat Gubernur, Insya Allah persoalan (Sidrap) selesai. Nggak boleh itu, tiap ada Pilkada baru menjadi lumbung suara," katanya. 

Rusmadi juga tak lupa akan perhatikan kota Bontang yang memiliki potensi perikanan. Dengan sebagian besar nelayan di Desa Guntung, dirinya akan dorong pemerintah membantu perahu dan mesin. 

Selain itu, program bea siswa bagi anak-anak nelayan di Desa Guntung akan diprioritaskan seperti anak-anak di desa lainnya di Kaltim. 

"Saya lebih perhatikan anak-anak di desa di Kaltim untuk dapatkan beasiswa," kata Rusmadi.(#4TimMedia)

Murid SMP Negeri 17 Karang Joang Balikpapan Sungkem ke Guru

Minggu, 22 April 2018
BALIKPAPAN-Tradisi sungkem anak kepada orang tua biasanya dilakukan pada momen perayaan idul fitri atau pernikahan. namun kali ini berbeda dengan para siswa-siswi SMP Negeri 17 Karang Joang, Balikpapan Utara, Jum'at (20/4/2018) lalu.

Sungkeman yang dilakukan di sekolah tersebut adalah sungkem siswa-siswi kelas 9 kepada guru mohon doa restu karena tidak lama lagi akan mengikuti Ujian Negara Berbasis Komputer (UNBK).
Foto: Suwiyadi Kepsek SMP Negeri 17 Balikpapan (ton/jb)
Sekolah yang boleh dibilang jauh dari perkotaan terus melakukan upaya persiapan pelaksanaan Ujuan Negara Berbasis Komouter. 

Kepala Sekolah SMP Negeri 17 Balikpapan, Suwiyadi saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan, sekolahnya merupakan baru pertama kali, melaksanakan UNBK sendiri atau mandiri. Sebelumnya, mengikuti ujian ke sekolah lain. Semua peralatan perangkat komputer sudah siap digunakan untuk UNBK.

"Kami hanya menyediajan 80 komputer sebagian dipinjam dari orang tua siswa dan guru.Untuk keamanan dua petugas jaga malam dan empat guru (pria) ikut mengawasi komputer. Jadi guru piket itu tidur di sekolah, soalnya di kawasan Km 16 sangat rawan pencurian. Maka perlu dilakukan jaga malam hanya khusus pengawasan 80 unit komputer yang akan digunakan untuk UNBK,” ungkapnya.

“Peserta ujian dari SMP Negeri 17 ini hanya 228 anak, harapannya semoga pelaksanaan UNBK tahun ini dapat berjalan sukses tanpa gendala. Semua siswa dapat meraih hasil terbaik," tandsnya.(ton)

RT 52 Celebration Balikpapan regency, Ganti Pohon Bintaro dengan Tanaman Mangga

Minggu, 22 April 2018

BALIKPAPAN-Warga Perumahan Balikpapan Regency Blok Celebration Rt.52 Sepinggan Baru, Balikpapan Selatan adakan kegiatan kerja bakti gotong royong. Warga berdatangan untuk ikut berpartisipasi sekaligus jalin silahturahmi melalui kegiatan gotongroyong, Sabtu (21/4/2018) pukul 15.00 Wita.

Bahu membahu dengan galih lubang untuk persiapan tanam pohon mangga. Warga terlihat antusias membuat lubang tanaman dengan cangkul, sebanyak 26 lubang dapat terselesaikan.
Foto: Warga RT 52 Balikpapan Reegency (ton/jb)
Sementara pohon bintaro dipangkas atau dipotong di sepanjang Blok i-6 hingga tuntas. Bahkan ibu-ibu tidak mau ketinggalan sibuk menyediakan beraneka jajanan.

Kerjabakti langsung dipimpin oleh Ketua Rt.52 nampak penuh keakraban dan mencerminkan bahwa warga celebration peduli terhadap kebersihan lingkungan.

Menurut ketua Rt.52 Yandhi Yudhi, jenis pohon mangga yang akan ditanam di kawasan celebration adalah jenis pohon mangga irwin kalau berbuah warnanya ungu.

"Penanaman pohon mangga merupakan program  warga setempat. Jadi ini harus terlaksana. Mohon dukungan dari warga. Tanpa ada dukungan mustahil program akan berjalan sesuai rencana. Kami pun mengucapkan terimakasih kepada semua warga yang terlibat kerjabakti sabtu sore tersebut, mudah mudahan kedepannya tetap bersatu padu membangun lingkungan menjadi lebih baik," terang Yandhi.

Menarik perhatian, bagaimana tidak, salah satu pengurus Rt 52, Johanes tergopoh gopoh membawa pohon mangga miliknya dari rumah hanya untuk ditanam di kawasan tersebut padahal penanaman pohon irwin belum dilakukan.

"Aku mengawali tanam pohon manggaku di dekat pos sekuriti, bibit pohon mangga jenis kiojay setinggi 30 cm seharga Rp.75.000 bahkan, kalau sudah tinggi bisa sampai harga antara Rp600.000-Rp800.000, Kalau berbuah besar-besar, makanya kutanam disini (dekat pos sekuriti, red)," pungkas Johanes.(ton)

KPU Balikpapan Pleno DPT Pileg 2019

Minggu, 22 April 2018
BALIKPAPAN-Ketua KPU Balikpapan Noor Thoha menyampaikan, memasuki tahun politik pileg (pemilihan legislatif) dan pilpres (pemilihan presiden), pihaknya akan melaksanakan beberapa ivent. Selain, penetapan DPT (daftar pemilih tetap) dan penentuan dapil (daerah pemilihan) KPU Balikpapan juga menjalankan agenda nasional seperti, sosialisasi parpol peserta pemilu melalui gelar budaya.
Foto: KPU Balikpapan konfrensi pers pleno DPT (ay/jb)
“Gelar budaya dilaksanakan Sabtu, (21/4/2018) dan jalan santai di laksanakan di Kantor KPU Balikpapan Minggu, (22/4/2018). Dengan melibatkan masyarakat Balikpapan. Harapannya masyarakat Balikpapan paham dan mengetahui nomor, lambang partai peserta pemilu 2019,” ungkap Noor Thoha, saat konfrensi pers Pleno DPT di Menara Bahterah, Kamis (19/4/2018).

Sementara Wiyanto Komisioner KPU Balikpapan mengatakan, dalam pileg 2019 mendatang Balikpapan memiliki sebanyak 45 kursi legislatif, enam kecamatan di Balikpapan dengan jumlah penduduk 619,983 jiwa.

Adapun jumlah kursi perdapil untuk Dapil (daerah pemilihan) 1 (satu) Balikpapan Kota memiliki 6 (enam) kursi, Dapil 2 (dua) Balikpapan Tengah 8 (delapan) kursi, Dapil 3 (tiga) Balikpapan Barat memiliki alokasi 6 (enam) kursi, untuk Dapil 4 (empat) Balikpapan Utara sebanyak 11 (sebelas) kursi dan Dapil 5 (lima) Balikpapan Timur sebanyak 5 (lima) kursi. Serta Dapil 6 (enam) Balikpapan Selatan akan memiliki 9 (sembilan) kursi legislatif.

“Data yang ada sekarang merupakan data valid di KPU dan terkoneksi dengan data KPU pusat. Meskipun, ada pergerakan angka nantinya tidak akan merubah jumlah data pemilih. Bagi masyarakat telah memiliki E-KTP secara otomatis memiliki hak pilih. Meskipun, perlu dilakukan pengecekan data di lapngan dan koordinasi dengan pihak Disdukcapil,” pungkas Wiyanto.(ay)   




Rusmadi-Safaruddin Akan Prioritaskan Infrastruktur Desa

Minggu, 22 April 2018
TANJUNG HARAPAN- Irjen Pol (Purn) Safaruddin terus “menyisir” pemukiman warga pesisir di Kabupaten Paser. Setelah dari Desa Tanjung Aru dan Lori, Kecamatan Tanjung
Harapan, Kabupaten Paser, mantan Kapolda Kaltim itu menumpang perahu kayu menuju Desa Selengot.

Untuk sampai ke Desa Selengot, walau masih berada di kecamatan Tanjung Harapan, tranportasi termudah dan dekat adalah dengan menumpang perahu kayu. Hal itulah yang dilakukan Safaruddin. Bersama rombongan dia memilih melintasi laut, dari pada lewat darat yang kondisi jalannya sangat parah.
Foto: Safaruddin (dok/jb)
Perjalanan naik perahu kayu dari Tanjung Aru ke Desa Selengot ditempuh selama 2 jam. Tapi Safaruddin tetap bersemangat setibanya di desa berpenduduk sekitar 800 jiwa itu. 

“Ini juga kampung-kampung nelayan yang jauh dari perhatian pemerintah.  Seolah pemerintah tidak hadir. Ini yang bakal saya benahi nanti bersama Pak Rusmadi ketika beliau menjadi gubernur dan saya sebagai wakilnya,” ucap Safarunddin.

Begitu tiba di Dermaga, sambutan antusias ibu-ibu majelis taklim diiringi pukulan rebana membuat suasana penyambutan jadi meriah. Warga sudah menunggu sejak pukul 15.00, untuk bertemu dan mendengan apa saja keunggulan pasangan Rusmadi-Safaruddin jika terpilih menjadi gubernur dan wakil gubernur.

Usai itu Safaruddin “diarak” untuk bertemu dengan masyaraakt nelayan. Satu per satu warga menyalami ketika didatangi langsung oleh mantan Kapolda Kaltim itu. Selain menjadi nelayan, warga setempat banyak yang berbisnis sarang burung.
Foto: Safaruddin bersama warga Desa Selengot-Paser (dok/jb)
Desa Selengot, menurut Safaruddin, bukan baru kali itu dikunjunginya. Kunjungan pertama adalah ketika dia menjadi Kapolda Kaltim. Dia prihatin dengan kondisi desa mereka, yang kurang menikmati kue pembangunan.

“Jawaban semua itu adalah Kaltim Bermartabat. Kita harus mengubah cara-cara pemerintahan masa lalu,” kata Safaruddin.

Kaltim Bermartabat sudah disusun Rusmadi-Safaruddin bersama dengan tim pakar dari berbagai kalangan. Diantaranya terdapat Dasacita atau 10 program yang menjadi konsentrasi pasangan ini kelak ketika memimpin Kaltim.

Program-program itu adalah Kaltim Aman tanpa korupsi, Kaltim Religius, Kaltim Cerdas, Kaltim Sehat, Kaltim Swasembada Pangan, Kaltim Kreatif, Kaltim Lestari, Kaltim Mulus dan Kaltim Tanpa Banjir dan Kaltim Membangun Desa.

“Untuk masyarakat nelayan kita bantu dengan alat pendektersi ikan, jaring dan kapal,” ujar Safaruddin. Usai bersilaturahmi dengan warga, Safaruddin kembali ke Desa Lori, Tanjung Aru, Tanjung Harapaan.(#4TimMedia)

Pandangan Cendikiawan, dengan Program Dasacita

Minggu, 22 April 2018
SAMARINDA- Satu lagi cendikiawan mengkritisi Dasacita yang menjadi program andalan “Kaltim Bermartabat” yang diusung pasangan calon nomor 4, Rusmadi-Safaruddin. Menurut Dana Adisukma, ST,.M.Si, Pakar Tata Ruang yang berdomisili di Samarinda, ada risiko besar program tersebut tidak dapat diwujudkan jika konsep tata ruang wilayah Kaltim tidak dilakukan dengan benar.

Menurut alumni Magister Geografi UGM ini, RPJMD merupakan instrumen perencanaan terpenting di daerah, dimana di dalamnya dimuat implementasi visi misi Kepala Daerah ke dalam Kebijakan Rencana dan Program (KRP) beserta pembiayaannya. Visi dan misi ‘Kaltim Bermartabat’ jika Rusmadi-Safaruddin menjadi gubernur dan wakil gubernur, maka masuk sebagai KRP daerah.
Foto: Dana Adisukma (dok/jb)
Program itu seperti tertuang dalam Dasacita, yakni Kaltim Aman tanpa korupsi, Kaltim Religius, Kaltim Cerdas, Kaltim Sehat, Kaltim Swasembada Pangan, Kaltim Kreatif, Kaltim Lestari, Kaltim Mulus dan Kaltim Tanpa Banjir dan Kaltim Membangun Desa.

Jika benar benar perencanaan tata ruang adalah semangatnya otonomi daerah, kata Dana, perencanaan dari bawah atau bottom up berbasis masyarakat harusnya segera disahkan oleh pemerintah pusat.

”Tapi faktanya tidak, kementrian di pemerintah pusat memiliki kepentingan sendiri dan mengabaikan, daerah yang katanya sudah otonom,” katanya.

Banyak contoh yang membuat terjadinya benturan pusat-daerah.Menurut dia, UU Tata Ruang nomor 26 Tahun 2007 masih menyisakan persoalan tidak berujung dan sulit diselesaikan, karena kepentingan berbagai  kalangan. 

“Misalnya, RTRW Kaltim  menempatkan kawasan tertentu sebagai kawasan permukiman, ternyata tidak disetujui oleh kementrian, karena kawasan yang sama merupakan kawasan pertambangan,” katanya.

Ditambah lagi dengan terbitnya  Permendagri No 7 tahun 2018 tentang Pembuatan dan Pelaksanaan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS)  dalam Penyusunan RPJMD. Aturan itu jelas makin mempersulit posisi gubernur, bupati dan walikota dalam menetapkan tata ruang yang berbasis kepentingan daerah.

“Sejauh ini UU 2007 maupun Permendagti 2018 ini  bertujuan untuk mendukung pencapaian pembangunan berkelanjutan. Hanya secara pengukuran, indikator yang ada dalam  KLHS merupakan ruang bergaining,” katanya.

Itu sebabnya Dana menyebut Dasacita Rusmadi-Safaruddin penuh tantangan di depan. Terutama dari pemerintah pusat yang punya agenda yang sering bertentangan dengan perencanaan daerah.

“Semua itu akan jadi slogan semata, jika tata ruangnya tidak menjadi panglima pembangunan dan jika tidak memasukkan sosial engineering sebagai upaya memanusiakan manusia dalam perencanaan,” ujarnya. Apalagi kalau dalam proses perencanaannya tidak melibatkan stakeholder.

Dalam pandangan Dana Adisukma, tata ruang tidak hanya diterjemahkan sebagai produk hukum, atau hukum tata ruang. Sosial engineering atau rekayasa sosial sangat diperlukan sebagai upaya memasukkan aspek  manusia dalam subyek tata ruang. 

Menurut pakar ini, kreatifitas dan inovasi serta keberanian, political will pasangan Rusmadi-Safaruddin  lewat Dasacita yang paling memungkinkan untuk mengakselerassikan kepentingan tata ruang wilayah dalam pencapaian pembangunan berkelanjutan seperti aspek  ke 10 dalam Dasacita, Kaltim Lestari.

Ada beberapa pendapat, bahwa KLHS tidak perlu masuk dalam RTRW karena merupakan dokumen keharusan pembangunan berkelanjutan. Juga ada konsekuensi pembiayaan, karena selama ini implementasi KLHS dibiayai kementrian,

Kelemahan pelaksanaan KLHS, lanjutnya,  sebenarnya sudah menjadi catatan banyak pihak, oleh karena itu munculnya PP 46 Tahun 2016 sebenarnya bagian dari upaya perbaikan sistem KLHS, bahkan Kementrian LHK langsung menindaklanjutinya dengan menerbitkan Permen LHK No 69 tahun 2017 tentang  Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2016 Tentang Tata Cara Penyelenggaraan Kajian Lingkungan Hidup Strategis.

“Tentu saja secara substansi lebih baik, tapi tampaknya perbaikan ini belum cukup menyakinkan Kemendagri bahwa RPJMD akan betul-betul mengarusutamakan pembangunan berkelanjutan. Nah saya yakin Cak Rus sangat paham ini, karena beliau lama di perencanaan dan memiliki nalar akademik mumpuni,” tambahnya.(#4TimMedia)

Eni Miliki Cadangan Gas Terbesar di Kaltim

Minggu, 22 April 2018
TOMOHON (MANADO)-Kepala Divisi Formal SKK Migas Didik Sasono Setiadi mengatakan, Eni Muara Bakau salah satu anggota kontraktor Migas memiliki potensi cadangan gas terbesar di Kalimantan Timur. Hal itu disampaikan dalam rangkaian kegiatan Temu Media dan Forum Kehumasan digagas SKK Migas-KKKS Kalimantan-Sulawesi di Manado Rabu, (18/4/2018) lalu.
Foto: Didik Sasono Setiadi (kiri) (ay/jb)
Kegiatan itu, sejumlah anggota SKK Migas ikut andil dalam kegiatan tersebut, termasuk Eni Muara Bakau. 

Didik Sasono Setiadi mengharapkan, Eni Muara Bakau dapat melaksanakan kegiatannya dengan lancar. Sebagai lokomotif gerakan ekonomi bagi daerah, termasuk dalam kegiatan hulu dapat menjalin kerjasama yang baik dengan staekholder di daerah.

“Mengenai angka pasti penguasaan gas dikelolah Eni, kami tidak membawa datanya. Yang jelas Eni Muara Bakau salah satu kontraktor SKK Migas memiliki cadangan gas terbesar di Kaltim,” ungkapnya.

Didik menaruh harapan, agar kedepan Eni dapat melaksanakan kegiatan hulunya, berjalan lancar. Sebagai penggerak ekonomi khususnya di daerah, sehingga potensi SDA (sumber daya alam) dimiliki dapat dimanfaatkan dengan maksimal.(ay)      

Gelar Budaya KPU Balikpapan di Lapangan Merdeka Pertamina

Sabtu, 21 April 2018
BALIKPAPAN-Dalam menyongsong  satu tahun pemilu legislatif dan pilpres KPU Kota Balikpapan mengadakan pagelaran seni dan budaya dilaksanakan secara serentak di seluruh Propinsi dan Kabupaten/Kota, Sabtu (21/4/2018).

Untuk Kota Balikpapan acara berlangsung dengan meriah berpusat di Lapangan Merdeka Pertamina. Kemeriahan mewarnai lokasi acara meskipun diguyur hujan deras.
Foto: Peserta gelar budaya (ron/jb)
Plt. Walikota Balikpapan Rahmad Masud hadir dan membuka acara pagelaran seni budaya.
Pagelaran Seni Budaya itu diikuti masing-masing partai politik peserta pemilu 2019, dengan membuka posko-posko disekitaran acara tersebut.

Partai politik tersebut dihadirkan untuk memperkenalkan kepada masyarakat Balikpapan, agar mengenal nomor, lambang dan nama partai.

Sebagaimana Komisioner KPU Balikappan Endang Susilowaty mengatakan, hal itu sebagai ajang sosialisasi KPU Balikpapan ke masyarakat Balikpapan, agar dalam pileg dan pilpres 2019 dapat berjalan aman dan sukses.(ron)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website