Jurnal Balikpapan

Jurnal Balikpapan | Suara Balikpapan

Komisi III DPRD Pangkajene Kepulauan, Pelajari Pengelolaan CSR Kota Balikpapan

Selasa, 23 Juli 2019
BALIKPAPAN-Sedikitnya delapan orang anggota Komisi III DPRD Kab. Pangkajenen Kepulauan, Sulsel dan seorang staf berkunjung ke DPRD Balikpapan. Untuk mempelajari tata kelolah CSR (Corporate Social Responsibility).

Dalam kunjungan kerja (kunker)  DPRD Pangkajene Kepulauan ini diterima Wakil Ketua DPRD Balikpapan Sabaruddin Panrecalle dan Syarifuddin Oddang serta Syukri Wahid. Didampingi, Sekwan DPRD Balikpapan Abdul Azis dan Kabag. Umum Makmur, di ruang Sekwan DPRD Balikpapan, Selasa (23/07/2019).

Ketua Komisi III Bag. Pembangunan DPRD Pangkajene dan Kepulauan Patola Husain menyampaikan, beberapa kegiatan perusahaan di wilayah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, hingga kini, CSRnya belum tergarap maksimal.

Temasuk kegiatan pertambangan, bahkan beberapa kegiatan perusahaan pertambangan, pihaknya melakukan penutupan. Dinilai tidak bernilai profit bagi daerah, ungkap Patola disela diskusi bersama DPRD Balikpapan.

Menurutnya, kota Balikpapan memiliki acuan pengelolaan CSR melalui forum CSR dapat berjalan maksimal. Termasuk, penggodokan perda tentang CSR akan memberikan kepastian pengelolaan CSR setiap perusahaan beroperasi di Balikpapan.

"Tentu hal ini akan menjadi acuan kami nanti di daerah kami. Agar dana CSR bagi daerah dapat tersalurkan sesuai dengan keinginan masyarakat," ungkapnya.

Sementara Wakil Ketua DPRD Balikpapan Sabaruddin Panrecalle menyampaikan, dana CSR saat ini, dapat tersalurkan dengan baik dikarenakan adanya forum CSR Balikpapan, sedang aktif melakukan komunikasi dengan pihak terkait.

"Meskipun, aturanya melalui perda masih dalam tahap penggodokan. Harapanya, kedepan perda ini dapar berjalan maksimal agar, dana CSR dapat tersalurkan lebih baik lagi," ungkapnya.

Senada disampaikan, Wakil Ketua DPRD Balikpapan Syarifuddin Oddang, bahwa dengan pembentukan forum CSR dapat membantu pemkot Balikpapan dalam pengelolaan dana CSR setiap perusahaan.


Hal ini diamini anggota DPRD Balikpapab, Syukri Wahid, dana CSR memang dinilai salah satu kewajiban bagi perusahaan dalam hal pembinaan lingkungan di wilayah kerjanya.

"Dengan forum CSR Balikpappan, dapat membantu pemkot Balikpapan, atas keinginan perusahaan menyalurkan dana CSRnya ke masyarakat. Termasuk, kegiatan atau iven tertentu, CSR banyak membantu," tandas Syukri Wahid.

Penulis: Ahmad Yani

KPU Balikpapan, Plenokan Pembubaran PPK dan PPS se-Balikpapan

Selasa, 23 Juli 2019
BALIKPAPAN-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Balikpapan resmi membubarkan PPK dan PPS se-Kota Balikpapan yang bertugas pada  pileg dan pilpres tahun 2019, yang diselenggarakan Hotel Binakutai, Senin (22/07/2019).
Ket. Poto: Noor Thoha
Ketua KPU Balikpapan

Selain PPK dan PPS, KPU Balikpapan mengundang Intansi Pemerintahan, serta seluruh Stackholder lainnya.

Ketua KPU Balikpapan, Noor Toha mengatakan, Kegiatan ini adalah tahapan  terakhir dalam pemilihan legislatif, masa periode PPK dan PPS itu 6 bulan sebelum pemilu, dan 2 bulan setelah pemilu, karena kemarin pemungutannya di bulan 4, otomatis bulan 5 dan 6 sudah selesai.

"Nah, kemarin kita tidak punya anggaran untuk melakukan pembuburan, oleh sebab itu kita gabungkan acara ini dikegiatan pleno terbuka, yang tadi pagi diselenggarakan. Maka hari ini kita memberikan secara simbolis kepada PPK dan PPS dibubarkan," ungkapnya.

"Setelah pembubaran ini, nanti kita akan bentuk ulang untuk persiapan Pilkada Balikpapan, tapu tetap ada proses lagi," tambahnya.

"Dan untuk pembentukan nantinya, akan dilaksanakan 6 bulan sebelum pilkada dan 2 bulan setelah pilkada, itu adalah tahapan umum," jelasnya.

"Selain itu, tidak ada penambahan jumlah PPK dan PPS tetap sama, sesuai dengan indeks jumlah Kecamatan dan Kelurahan," tuturnya.

"Yang ada nanti kita usulkan kenaikan honornya, dan mudah-mudahan disetujui, kalau kemarin itu dibawah UMR, dan untuk pilkada nanti kita samakan dengan UMR, yang saat ini kita sedang perjuangkan," tandasnya.

Penulis: Fadil
Editor: Ahmad Yani

Yes Or No PPDB Berbasis Zonasi

Oleh : Danang Agung  (Wakil Ketua KAHMI Kota Balikpapan)

PENERIMAAN Peserta Didik Baru (PPDB) on line tahun 2019 baru saja usai. Masalah klasik beberapa murid tidak dapat diterima di sekolah negeri yang diinginkan masih kembali menyeruak.  Padahal  melalui sistem zonasi ini memiliki efektivitas, yang mendekatkan siswa dengan komunitasnya dan denga sekolahnya.

Kebijakan sistem zonasi juga tidak hanya mengurus siswanya, tetapi juga mengatur bagaimana sistem rotasi guru dan pengembangan kapasitas unggulan guru di berbagai sekolah. Sehingga, muara yang diharapkan adalah pemerataan pendidikan baik secara kualitas maupun kuantitas.
Ket. Poto: Danang Agung
Wakil Ketua KAHMI Balikpapan
Padahal sistem ini sudah beberapa tahun lalu telah diterapkan  tujuannya untuk tranparansi dan menghilangkan makelar siswa pada saat PPDB dilakukan, menghilangkan kastanisasi sekolah favorit, praketek-praktek kecuarangan lainnya didunia pendidikan. Namun lacur, PPDB on line kembali harus memakan korban.

Berbagai media menyoroti puluhan calon siswa bahkan mungkin ribuan yang gagal bersekolah untuk mengecap pendidikan disekolah negeri. Mimpi mereka kandas oleh sistem zonasi.

Menurut penulis permasalahan substansi penerimaan siswa baru untuk semua jenjang pendidikan SD –SMA bukan pada mekanisme penerimaannya, namun lebih pada daya tampung sekolah dan kualitas sekolah.

Sehingga ketika mekanisme apapun dipakai, mau daftar langsung atau On line berbasis zonasi, goal seharusnya adalah bagaimana siswa tersebut bisa bersekolah.

Tidak ada boleh seorang anakpun yang ingin memperoleh layanan dasar pendidikan di sekolah negeri terganjal hanya karena sistem penjaringannya.

Jika banyak anak yang tidak bisa masuk ke sekolah negeri lantaran sistem ini diberlakukan, hal ini menunjukan pemerintah telah mengabaikan hak-hak dasar warga negara (UUD 1945 (1) Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan.

Karena amanah konstitusi “Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayai”.  Jadi, ketika ada anak umur sekolah dan anak  lulus sekolah, dia harus dijamin ketersediaan pendidikan untuk layanan dasar di sekolah negeri. Jika tidak, pemerintah dapat disebut gagal, abai atau melanggar UUD 1945, karena telah menelantarakan tanggung jawabnya.

Penulis ingin mengingatkan kita semua pada UUD 1945 pada Pasal 31 yang menyatakan:
(1) Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan.
(2) Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya.


Inilah substansi dan roh pendidikan nasional Indonesia. Tujuannya mencerdaskan kehidupan berbangsa dan meyamaratakan kualitas pendidikan negeri di seluruh Indonesia (walaupun ini masih dalam tahapan ide dasar).

Jadi hemat penulis, jangan sampai PPDB on line berbasis zonasi merupakan cara menghadang masyarakat untuk menikmati layanan pendidikan dari pemerintah yang  merasa terbebani jika banyaknya masyarakat yang bersekolah di negeri.

Lantaran hingga kini, pemerintah masih gagap mengatasi kekurangan ruang belajar,  jumlah guru dan fasilitas pendukung pendidikan lainnya. Kualitas pendidikan kita memang belum merata, tapi itu bukan alasan mengkebiri setiap warga negara yang ingin mendapatkan hak pendidikannya.

Pemerintah melalui instansi terkait dan sekolah harusnya memberi ruang dan kemudahan masyarakat menikmati pendidikan dan menjamin ketersediaan layanan dasar pendidikan. Sehingga tidak ada kata, masyarakat yang tidak diterima bersekolah di sekolah negeri.

Masyarakat tidak diberi penghalang dan kerumitan dalam bentuk apapun, termasuk bagaimana masuk dalam sekolah yang diinginkan. Baik pada saat mendaftar hingga  proses belajar, selama itu masih merupakan layanan dasar pendidikan. Dan, menjadi catatan penting, pemerintah wajib membiayai, begitu amanat UUD 1945.

Beberapa daerah pada saat PPDB on line berbasis Zonasi ini diberlakukan menuai kritik dan protes. Amuk masyarakat dalam skala kecil mewarnai system ini diberlakukan. Namun tidak menutup kemungkinan amuk itu akan menjadi bara api yang akan memberanggus system yang sebenar bagus tapi masih perlu pendalaman penerapannya. Amuk masayarakat dapat berubah menjadi caos tak terkendali, yang amat disayangkan jika ini harus terjadi

Sistem PPDB on line berbasis Zonasi melahirkan kecuarangan-kecurangan baru. Dimana laku curang jual beli kursi, siswa titipan, intimidasi dari penguasa yanag awalnya hanya terjadi di wilayah sekolah. Namun saat ini, system Zonasi membuat masyarakat melakukan kecurangan dengan memanipulasi Kartu Keluarga (KK) untuk pindah domisili mendekati zonasi sekolah yang dituju. Kecurangan ini melibatkan instansi lain yakni Catatan Sipil didaerah yang rela untuk disuap guna merubah atau membuat KK sesuai keinginan orang tua siswa.

Bagaimana dengan Pemerintah Balikpapan yang sudah lama menerapakan wajib belajar 12 tahun (SD, SLTP dan SLTA).  Kota ini artinya tidak ingin mendapatkan warga usia sekolah  tidak bersekolah.   Tapi catatan media beberapa hari ini “ Ada yang Mengurung Diri, Hingga Di PHP-In Oknum Dewan” (Balikpapan Pos 16 Juli 2019),  “Puluhan Pelajar Masih Menggantung” (Kaltim Post 17 Juli 2019), lantaran tidak diterima disekolah walau  berada di zonasinya.

Bahkan anak yang kelebihan usia harus  tidak diperkenankan melanjutkan pendidikan kejenjang berikutnya dan hanya dapat mengkuti pendidikan melalui Paket B.

Pembatasan usia untuk masuk SMP itu saja  sebenarnya telah melanggar hak anak untuk mendapatkan pendidikkan khususnya di sekolah negeri. Apalagi mengkebiri keinginan masyarakat yang akan menggunakan haknya mendapatkan pendidikan sesuai amanah UUD 1945. Bukan kah itu merupakan pelanggaran hak pula bagi warga negara.

Terkait kecurangan, penulis mencium aroma pula dikota ini, beberapa masyarakat menceritakan bagaimana harus merubah Kartu Keluarga (KK) baik lokasi tinggal ataupun diubah masa terbitnya menjadi lebih dari enam bulan agar sesuai dengan peraturan.

Agar anaknya bisa mulus masuk sekolah negeri orang tua harus mengeluarkan fullus, nilai nya dari ratusan ribu hingga puluhan juta. Hingga ada ungkapan masa penerimaan masuk sekolah menjadi waktu “panen” bagi sekolah. Namun kecurangan itu sulit dibuktikan, ia  ibarat kentut,  bau busuknya mudah terendus tapi sulit dicari pelakunya. 

Sebenarnya pemerintah memahami permasalahan substansi dari penerimaan siswa baru  menjadi polemik tiap tahunnya. Padahal setiap tahun pula pemerintah merancang pembangunan melalui Anggran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Sudah silih berganti kepeminpinan kepala daerah, namun belum ada solusi konkrit bagaimana mengatasi masalah penerimaan siswa baru yang saban tahun selalu terjadi. Legislatif dan esekutif belum padu melihat dan menjadikan pembangunan sumber daya manusia melalui pemenuhan layanan dasar pendidikan bagi masyarakatnya sesuatu yang urgensi.

Mengurai permasalahan PPDB memang tidak semudah membalikan telapak tangan, namun bukan berarti tidak bisa. Yang dibutuhkan hanyalah kemauan besar dari pemerintah untuk memberikan hak layanan dasar pendidikan bagi masayarakatnya. Kita semua sadar bahwa pendidikan adalah investasi panjang dan terbesar yang harus kita siapkan sejak dini. Generasi bangsa ini harus bersekolah mengenyam pendidikan, agar mereka menjadi generasi-generasi terdidik yang menjadi SDM unggul untuk menjaga kedaulatan negara dan bersaing dengan negara lainnya kedepan.

Sehingga system apapun yang diterapkan dalam penerimaan siswa baru, muaranya adalah bagaimana masyarakat dapat menikmati pendidikan tersebut dengan mudah. Tidak menimbulkan depresi, kecewa, berlinang air mata dan menjadi amuk yang harusnya jauh dari tujuan pendidikan nasional kita. Bagi penulis Yes, jika System PPDB On line berbasis Zonasi  tujuannya adalah mempermudah bagi masyarakat untuk bersekolah. Namun No, bila system tersebut malah mengkebiri hak masyarakat untuk mengenyam pendidikan dinegeri, sebagaimana amanah konstitusi.***

Meriahnya Puncak HUT Ke-61 Kodam VI Mulawarman

Senin, 22 Juli 2019
BALIKPAPAN-Puncak peringatan HUT Ke 61 Kodam VI/Mlw, bertajuk Bakti Mulawarman Untuk Rakyat berlangsung sangat meriah. Ribuan Anggota Kodam VI/Mlw dan Masyarakat tumpah ruah memadati Lapangan Merdeka Balikpapan, Minggu (21/07/2019).

Sejak pukul 06.30 Wita Anggota Kodam VI/Mlw dan Masyarakat berbondong-bondong menyaksikan rangkaian acara yang digelar di lapangan Merdeka yang merupakan salah satu ikon kota Balikpapan.

Pangdam VI/Mlw Mayjen TNI Subiyanto, Kapolda Kaltim Irjen Pol Priyo Widyanto serta Pejabat Jajaran Kodam VI/Mlw dan Polda Kaltim lainnya, serta Pejabat Jajaran Forkopimda dan undangan lainnya turut serta menyaksikan acara tersebut.

Setelah tandem MC Choky Sitohang dan MC Ririz membuka acara, Aksi atraktif dan tangkas display drum band dari Yon Kav. 17/Ananta Dharma menjadi pembuka kemeriahan acara.

Untuk dapat melakukan display drum band tidaklah mudah, dibutuhkan tekhnik keterampilan, ketangkasan dan kesatuan visi dalam membentuk kekompakan tim dari berbagai jenis instrumen alat musik dan nada yang dimainkan.

Hal tersebut sangat menentukan kesatuan gerak dan keselarasan musikalitas yang dimainkan. Sehingga, dibutuhkan fokus dan konsentrasi serta latihan yang rutin yang selalu dilaksanakan oleh para prajurit Yonzipur 17/AD.

Selanjutnya, penampilan tak kalah memukau atraksi Military Free Style Work Out para Anggota Prajurit TNI dari Brigif 24/BC tak kalah garang dan semakin membuat yang hadir saat itu semakin semangat. Serta, kagum akan kemampuan dan kehebatan yang dimiliki para prajurit tersebut.

Dibutuhkan latihan intensif untuk menguasai tekhnik Free Style tersebut yang terdiri dari berbagai gerakan yang melatih kelompok otot besar, seperti berlari, berdiri, menggenggam maupun mendorong.

Latihan ini dilakukan berirama dan didukung dengan peralatan latihan. Seperti, latihan beban tubuh yang dimaksudkan untuk meningkatkan kekuatan, kebugaran, dan fleksibilitas tubuh melalui gerakan. Seperti menarik, mendorong, menekuk, melompat, atau berayun menggunakan atau mengangkat berat badan seseorang sebagai beban.

Tak kalah seru, aksi penuh heroik pertandingan Crossfit dari para Prajurit TNI AD Kodam VI/Mlw yang baru perdana digelar di Balikpapan. Membuat keseruan acara semakin meningkat, olahraga Crossfit dengan berbagai tantangan halang rintang ini bertujuan untuk memperoleh kondisi fisik dan stamina yang prima.

Para peserta dituntut cermat mengatur ketahanan ritme stamina dan fisik untuk melewati berbagai tantangan halang rintang. Seperti berlari, mengangkat beban, mendorong beban, pull up dan halang rintang menantang lainnya.

Meskipun ada peserta yang harus tertatih-tatih. Namun, dengan tekad yang sudah berkobar dijiwa Gawi Manuntung Waja Sampai Kaputing. Para peserta Crossfit terus berjuang habis-habisan sampai tuntas hingga garis finish.

Aksi menarik lainnya juga ditunjukan para finalis Body Contes dan Armwrestling (Panco) Competition yang sebelumnya berjuang dengan segala upaya dbabak penyisihan dan pada penampilan final ini seluruhnya maksimal berjuang dengan penuh sportivitas.

Pada Kesempatan itu Atlet Binaraga Indonesia Ade Ray yang telah malang melintang hingga ke tingkat Internasional yang juga hadir saat itu, didaulat memberikan Coaching Klinik.

Dijelaskan oleh Ade Ray bahwa, Olahraga Binaraga dan Panco mengedepankan aktivitas gerak tubuh.

Sehingga, untuk memperoleh postur tubuh ideal, dilakukan latihan pengencangan otot tubuh. Seperti, push up, sit up dan gerak tubuh lainnya.

Selain itu, diperlukan asupan gizi dan konsumsi makanan. Seperti jenis makanan berserat mengandung protein dan kalori yang seimbang serta yang paling utama adalah hindari  merokok.

"Jenis olahraga ini memang populer dilakukan kalangan TNI Polri, namun kedepan juga diharapkan olahraga jenis ini dapat dilakukan oleh seluruh kalangan," jelas Ade Ray.

Usai memberikan Coaching Klinik, Ade Ray meminta, para pemenang Body Contes untuk melakukan aksi The Best Style Pose bersamanya dan membuat pekik histeris masyarakat yang kagum atas performa menawan tersebut.

Pada kesempatan itu Pangdam VI/Mlw Mayjen TNI Subiyanto juga berkenan mengalungkan medali kepada juara Crossfit kategori tim.

Sebagai Juara 1 diraih oleh Yonif Raider 614/Rjp Waktu 16 Menit 36 Detik. Juara 2 oleh Yonif 621/Mtg waktu 16 Menit 50 Detik dan Juara 3 oleh Yonif Raider 613/Rja waktu 18 Menit 20 Detik.

Dalam acara tersebut, terdapat kejutan pemberian kue ulang tahun oleh bapak Kapolda Kaltim Irjen Pol. Priyo Widyanto yang dilanjutkan pemotongan kue secara simbolis kepada Pangdam VI/Mlw Mayjen TNI Subiyanto dan untuk simbolis pemotongan kue juga dilaksanakan Ibu Kapolda kepada ibu wiwid subiyanto.

Hal ini menunjukkan sinergi kedua institusi di wilayah Kaltim terjalin sangat erat dalam menjaga keamanan untuk menunjang roda perekonomian dapat berjalan dengan baik di wilayah.

Gemuruh suara masyarakat turut menyanyikan lagu selamat ulang tahun milik band Zamrud bergelora dilapangan merdeka.

Meskipun lapangan saat itu diguyur hujan, namun  suasana penuh kegembiraan Para Prajurit Kodam VI/Mlw menyatu satu sama lainnya dengan masyarakat tak membuat seluruhnya beranjak pergi meninggalkan tempat.

Dalam acara tersebut pengunjung juga dihibur dengan penampilan band berbakat asal Samarinda Zerosixpark dan Artis Duo Sonia serta penampilan solo artis vokalis Angkasa Band.

Tak hanya itu saat MC kondang Choky Sitohang dan MC Ririz memanggil Artis Dangdut papan atas Ibukota Janeta Janet. Pekik semangat dan masyarakat semakin menggetarkan lapangan merdeka.

Meskipun masih ditengah guyuran hujan, tak melunturkan semangat masyarakat untuk tetap menyemarakkan peringatan Hut Kodam VI/Mlw ke 61 yang ditutup dengan gerak bersama melalui tari gemu famire bersama seluruh yang hadir saat itu.

Sumber: Pendam VI/Mulawarman.
Editor: Ahmad Yani

Kunker DPRD Sidoarjo Nilai PAD Balikpapan, Berjalan Maksimal

Senin, 22 Juli 2019
BALIKPAPAN-Sebanyak 14 orang rombongan DPRD Kabupaten Sidoarjo, melaksanakan kunker (kunjungan kerja), di DPRD Balikpapan, Senin (22/07/2019).
Ket. Poto: Penyerahan cinderamata DPRD Balikpapan
Bersama DPRD Sidoarjo. Senin (22/07/2019). 
Dalam kunker ini, DPRD Sidoarjo ingin mengetahui tata kelolah keuangan DPRD Balikpapan, demikian juga tata kelolah daerah Balikpapan.

Ketua Komisi B DPRD Sidoarjo H. Bambang Pujianto menyampaikan, kunjungan ini untuk mengsinkronkran tata kelolah keuangan DPRD Sidoarja dan Pemkab Sidoarjo. Kita ketahui, kota Balikpapan memiliki PAD dibawah Sidoarjo, namun pengelolaanya, dapat maksimal ke anggota DPRD Balikpapan.

"PAD kami sebesar Rp.1.7 triliun dan APBD Rp.5 miliar, kalau dibandingkan Balikpapan, bagi kami belum maksimal," ungkap Bambang.

Sementara rombongan DPRD Sidoarjo diterima Kabag. Persidangan Asgem. Ia menyampaikan, terima kasih kepada rombongan telah berkunjung ke DPRD Balikpapan, dan menukar informasi, tentang tata kelolah keuangan.

"Mengenai tata kelolah keuangan DPRD Balikpapan, termasuk gaji, perjalanan dinas, perumahan dan dana reses. Telah diatur dalam Tatib DPRD Balikpapan. Namun, tetap mengacu kepada kemampuan keuangan daerah," ungkap Asgem.

Lanjut Bambang Pujianto, agar DPRD Balikpapan, melakukan kunjungan balasan ke DPRD Sidoarjo. Pihaknya juga menyampaikan terima kasih atas kedatanganya di DPRD Balikpapan.

Penulis: Ahmad Yani

KPU Balikpapan, Pleno Perolehan Suara Pileg 2019

Senin, 22 Juli 2019
BALIKPAPAN-KPU (Komisi Pemilihan Umum) Balikpapan menetapkan perolehan suara Pileg (pemilihan legislatif) 2019, di Benakutai, Senin (22/07/209).
Ket. Poto: Penandatanganan SK oleh KPU Balikpapan
Pleno penetapan perolehan suara pileg 2019 ini, dihadiri perwakilan partai peserta pemilu. Ketua DPRD Balikpapan, Abdollah serta PPK Kecamatan Balikpapan.

Ketua KPU Balikpapan, Noor Thoha menyampaikan, penetapan ini merupakan hasil perolehan suara bagi calon legislatif pada pileg April lalu.

Ketua KPU Balikpapan, Noor Thoha menyampaikan nama anggota caleg, mendapatkan suara sah terbanyak. Sesuai SK Nomor: 238/PK.01-BA/02/KPU/2019 tentang, Penetapan Perolehan Kursi Partai Politik dan Calon Terpilih Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Pemilihan Umum 2019, sebagai berikut:

Untuk Dapil I Balikpapan Kota yakni,  Doris Eko Rian Desyanto (Golkar), H. Haris, S. Ip, (PDIP), Fadilah, SH (Golkar), Srihana, SE (Demokrat), Hasanuddin, S. Sos (PKS), Ir. Siswanto Budi Utomo (Gerindra).

Dapil II Balikpapan Tengah, Andi Arif Agung, SH (Golkar), H. Aminuddin (Gerindra), Riri Saswita Diano, A. Md (PDIP), Wiranata Oey (PDIP), Nelly Turuallo, SE (Golkar), Sandy Ardian, ST (PKS), Ardiansyah (PPP), H. Ali Munsyir Halim, SE (Demokrat).

Dapil III Balikpappan Barat suara sah terbanyak, Hj. Fitriati (Golkar), Alwi Alqadri, HP (Golkar), Rahmatia GM (Gerindra), Taufik Qul Rahman (PKB), Budiono (PDIP), Kamaruddin (Nasdem).

Sementara Dapil IV Balikpapan Utara, Abdollah, S. Sos (Golkar), drg. Syukri Wahid, S. KG (PKS), H. Iwan Wahyudi, S. Kom (PPP), Drs. Syarifuddin Oddang, MH (Hanura), Asrori (Demokrat), Muhammad Taqwa, S. Pi (Gerindra), Fadlianur (PDIP), Muhamad Najib R (PDIP), Hj. Kasmah, S. Sos (Golkar), Puryadi (Nasdem), Amin Hidayat (PKS.

Selanjutnya, Dapil V Balikpapan Timur yakni, H. Sabaruddin P, SS (Gerindra), Yohanis Patiung, ST (PDIP), Suriani (Golkar), Subari (PKS), H. Nurhadi Saputra, SH. MH (PPP).

Caleg suara sah terbanyak untuk Dapil VI Balikpapan Selatan yakni, Danang Eko Susanto (Gerindra), Thohari Aziz, SH (PDIP),  H. Johny NG (Golkar), Hj. Suwarni, SH (Golkar), Parlindungan (Nasdem), Laisa Hamsah (PKS), Capt. M. Hatta Umar, M. MH (Perindo), Simon Sukaen, SE (Hanura) dan Mieke Henny, S. Pd (Demokrat).

Penulis: Fadli
Editor: Ahmad Yani

TMMD 105 Buat Jalan Pakai Tanah Uruk

Minggu, 21 Juli 2019
SAMARINDA-Pekerjaan di lokasi TMMD ke-105 Kodim 0901/Smd Kelurahan Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang, dengan pembuatan badan jalan sepanjang satu kilometer.

Pembuatan jalan memakai tanah uruk, hingga kini didatangkan ke lokasi, Minggu( 21/07/2019).

Pengerasan jalan yang menuju Jln. Rapak Indah II memang membutuhkan tanah urug banyak. Sehingga, material terus digelontorkan ke lokasi, kata Pasiter Dim 0901/Smd , Kapten Inf. Sujadi.

Dari pantauan, kegiatan TMMD, tampak silih berganti truk-truk pembawa tanah untuk pengurukan jalan yang menghubungkan dua kelurahan.

Seorang sopir truk Tarminto (36), melakukan droping material mengungkapkan, permintaan droping tanah uruk jalan memang diutamakan untuk kegiatan TMM.

"Karena memang harus segera diselesaikan, hingga sebelum TMMD berakhir," kata Tarmindo.

"Program dari TNI dalam pembangunan jalan sarana lainya ini,  jelas akan berdampak positif  bagi kemajuan desa kami,” tandasnya.

Sumber: Pendam VI/Mulawarman
Editor: Ahmad Yani

TMMD 105 Gelar Syukuran Pemasangan Kubah Mushallah Kelurahan Karang Asam

Minggu, 21 Juli 2019
SAMARINDA-Mewujudkan kemanunggalan TNI dengan Rakyat, serta menanamkan hubungan yang emosional Satgas TMMD Kodim 0901/Smd bersama warga melaksanakan tasyakuran dan pemasangan Kubah Mushola yang bertempat di Kelurahan Karang Asam Ulu Kecamatan Sungai Kunjang, Minggu(21/07/2019).

Kehadiran Satgas TMMD Kodim 0901/Smd ditengah-tengah warga untuk memberikan motivasi dan renovasi dalam kegiatan warga. Yakni, tasyakuran dan pemasangan Kubah Mushola.

Dalam kegiatan tersebut, juga dihadiri Ketua-Ketua RT dari 41 Kelurahan Karang Asam. Dan seorang warga Kel. Karang Asam Isak dan anggota Satgas TMMD ke 105 Kodim 0901/Smd.

Kegiatan tersebut, untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT yang mana mengadakan tasyakuran dan pemasangan Kubah Mushola Baitulmuttaqin.

Pada kesempatan yang sama Serda Nanang Kosim anggota Satgas mengatakan, dengan adanya kegiatan ini mewujudkan kebersamaan dan komunikasi yang baik antara TNI dengan Rakyat.

"Kebersamaan dan kominikasi yang baik terwujud melalui kegiatan-kegiatan di kewilayahan," ungkap Nanang.

Ia berharap, dengan dipasangnya Kubah Musholo Baitulmuttaqin, renovasi Mushola dapat terselesaikan dengan cepat. Sehingga, warga lebih giat lagi dalam menjalankan Ibadah Shalat.

Sumber: Pendam VI/Mulawarman
Editor: Ahmad Yani

Satgas TMMD 105 Kodim 0901/Smd Tak Kenal Lelah

Minggu, 21 Juli 2019
SAMARINDA-Meskipun libur akhir pekan, personel TNI  tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) TMMD ke 105 Kodim 0901/Smd, tetap bekerja dan bertugas seperti biasa. Mereka melakukan pembuatan jalan, dan pembuatan badan jalan, Minggu (21/7/2019).

Para anggota Satgas TMMD ke 105 tetap bekerja penuh semangat dibantu beberapa warga sekitar serta elemen masyarakat lainnya.

Komandan Satgas TMMD ke 105, Letkol Inf M. Bahrodin S.I.P Komandan Kodim 0901/Smd, menyebutkan, tetap bekerja para Satgas TMMD meski,  hari libur atau akhir pekan di hari Minggu ini.  Sudah menjadi komitmen para anggota Satgas TMMD sejak awal.

Hal itu kata Letkol Inf M. Bahrodin S.I.P, dilakukan demi selesainya target atau sasaran fisik yang hendak dicapai dalam TMMD ke 105 di Kelurahan Lok Bahu Kecamatan Sungai Kunjang Samarinda.

Adapun sedang dikerjakan, pembuatan badan jalan baru penghubung jalan antara Jln. M. Said Kelurahan Lok Bahu menuju Jln. Rapak Indah Kelurahan Karang Asam Ulu.

Ditargetkan sasaran fisik yang dikerjakan sejak  10 Juli  itu rampung sebelum 1 Agustus 2019 .

"Jadi meskipun hari libur di akhir pekan, semua anggota Satgas TMMD ke 105, akan tetap bekerja menyelesaikan sasaran fisik baik pembuatan badan  jalan. Maupun sasaran tambahan pembuatan 2 buah Pos kamling dan seuah Rumah warga akan dibedah," ungkap M. Bahrodin.

Menurutnya, sama sekali tidak ada kendala dengan tetap bekerjanya para Satgas TMMD di hari libur atau hari Minggu ini.

"Anggota TNI sudah biasa menghadapi hal ini dimana tetap bertugas atau bekerja di hari libur. Jadi sama sekali tidak ada kendala. Kami akan libur jika seluruh sasaran dan kegiatan TMMD selesai," tandas Bahrodin.

Sumber: Pendam VI/Mulawarman
Editor: Ahmad Yani

TMMD 105 Jalin Kebersamaan Bersama Warga Kampung Kuin Kecil

Minggu, 21 Juli 2019
BANJARMASIN-Sebagai masyarakat yang menganut adat ketimuran budaya silaturahmi di negeri ini cukup tinggi.

Rasa persatuan dan persaudaraan begitu nampak diantara warga. Tak terkecuali warga binaan Babinsa Mantuil, kini kampungnya dijadikan sasaran TMMD ke 105 Kodim 1007/Banjarmasin.

Adanya satgas TMMD ke 105 tinggal di rumah penduduk membuat situasi keakraban antara masyarakat dengan personil satgas kian nampak.

Undangan-undangan dari warga kampung untuk personil satgas hilir mudik silih berganti.

Seperti yang terlihat di rumah seorang warga Kampung Kuin Kecil, Arifin sedang melaksanakan acara 7 bulanan sang buah hati.

Personil satgas TMMD nampak sedang menikmati hidangan sambil bersenda gurau bersama penduduk setempat.

"Memang personil Satgas TMMD sengaja kami undang untuk meramaikan acara kami. Kaena mereka sudah kami anggap sebagai bagian dari warga kampung Kuin Kecil," ujar Arifin.

"Semoga keakraban ini tetap terjalin meskipun TMMD sudah berakhir," tandasnya.

Sumber: Pendam VI/Mulawarman
Editor: Ahmad Yani

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website