Jurnal Balikpapan

Jurnal Balikpapan | Suara Balikpapan

SDN 013 Selatan, Terapkan PPK Untuk Ciptakan Peserta Didik Berkualitas

Jumat, 14 Desember 2018
BALIKPAPAN-Untuk menciptakan peserta didik yang berkualitas dari aspek akademi maupun non akademik, idealnya harus dibina dari usia dini yakni pembentukan karakter dan sikap.
Foto: Tuwanriyanto
Atas dasar itu SDN 013 Kecamatan Balikpapan Selatan telah melaksanakannya sejak delapan bulan lalu yakni menerapkan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) saat dipimpin Tuwanriyanto, MPd.

Menurut mantan Kepala SDN 002 Balikpapan Kota ini, kegiatan yg dilakukan dalam Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) adalah, setiap hari Kepala Sekolah dan Dewan Guru menyambut peserta didik dipintu gerbang untuk bersalaman atau berjabat tangan. 

Tepat pukul 07.00  WITA peserta didik dan guru berbaris di halaman untuk melaksanakan do'a bersama, dilanjutkan dengan hormat bendera.

Setelah itu menyanyikan lagu Indonesia Raya tiga stamza, menyanyikan lagu wajib, dilanjutkan menyanyikan lagu mars PPK, tepuk PPK dan salam PPK. 

Kemudian ditutup dengan pengucapan Visi sekolah. Selanjutnya para peserta didik masuk kedalam kelas untuk melaksanakan KBM (Kegiatan Belajar Mengajar).

Sedangkan untuk kegiatan hari Jumat lanjut Tuwanriyanto setelah melaksanakan Shalat Duan dan Tauziah, melakukan kerja bhakti dilingkungan sekolah yakni Jum'at Bersih.

"Kami fokus melaksanakan PPK dulu, karena merupakan modal dasar membentuk kepribadian peserta didik. Jika PPK sudah tertanam pada diri maka untuk yang lainnya bisa dengan mudah dibentuk," tegas Tuwanriyanto dengan senyum.

Disamping PPK masalah kedisiplinam dewan guru mengalami perubahan, lanjut Tuwanriyanto. Dimana pukul 07.00 WITA semua dewan guru sudah berada di lingkungan sekolah.

"Alhamdulillah para dewan guru mempunyai tingkat kedisiplinan yang sangat tinggi. Semoga semua ini membawa berkah untuk seluruh warga sekolah dan lingkungan sekitar," pinta Tuwanriyanto yang hobby memelihara kumis ini.

Penulis: Edy
Editor: Ahmad Yani

Pangdam VI/Mlw Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW

Kamis, 13 Desember 2018
BALIKPAPAN-Keluarga Besar Kodam VI/Mlw yang terdiri dari ratusan prajurit dan PNS Kodam VI/Mlw serta Ibu-Ibu Persit KCK PD VI/Mlw mengikuti kegiatan peringataan Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H / 2018 M, dengan penceramah pengasuh pondok pesantren Al-Fakhriyah dari Tanggerang Banten Habib Jindan bin Naufal bin Jindan, bertempat di Masjid Soedirman, yang berada di lingkungan Makodam VI/Mlw Kamis (13/12/2018).
Dihadapan para anggota Kodam VI/Mlw serta Habib Jindan bin Naufal bin Jindan Pangdam VI/Mlw  mengatakan, peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW yang tiap tahun kita laksanakan sejatinya adalah merupakan ungkapan dan wujud rasa kecintaan yang mendalam kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wasallam yang telah membawa risalah kebenaran bagi umat manusia. 

"Melalui peringatan ini, mari kita resapkan kembali nilai-nilai luhur ajaran Islam ke dalam hati kita, sehingga akan semakin meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT ,” ujarnya Pangdam.

Menurutnya, Hikmah dan pelajaran perjuangan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wasallam bagaikan sumber mata air yang tidak pernah kering. 

Semakin kita gali perikehidupan Rasulullah, semakin terasa indah dan agung nilai-nilai luhur ajaran Islam yang diajarkan.
Nilai-nilai luhur itulah yang mampu membimbing kita untuk menapaki kehidupan di dunia yang penuh tantangan dan cobaan
Pada kesempatan yang sama, Habib Jindan bin Naufal bin Jindan dalam ceramahnya mengatakan perilaku dan tindakan Nabi besar Muhammad SAW adalah teladan bagi semua orang, teladan bagi semua golongan, teladan bagi para pengikutnya dalam membetuk moral dan akhlak di muka bumi ini.

Beliau berpesan kepada segenap prajurit Kodam VI/Mlw agar senantiasa meniru sifat-sifat Nabi Besar Muhammad SAW beberapa aspek untuk membangun masyarakat sejahtera, salah satunya adalah moral dan akhlak.

Rilis: Pendam VI/Mlw
Editor: Ahmad Yani

Menham Temui Prajurit TNI di Kota Tarakan

Kamis, 13 Desember 2018
BALIKPAPAN-Menteri Pertahanan (Menhan) ke-25 Republik Indonesia Bapak Ryamizard Ryacudu melaksanakan kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Utara Rabu (12/12/2018).
Foto bersama Menham dan TNI di Tarakan.(dok/jb)
Menhan beserta rombongan tiba di Lanud Anang Busra Tarakan pada pukul 11.20 Wita menggunakan pesawat Boeing VIP TNI AU.

Agenda utama Menhan dalam pelaksanaan kunjungan adalah memberikan pembekalan kepada 400 prajurit TNI TNI Se-kota Tarakan.

Dihadapan 400 prajurit TNI, Menhan menegaskan bahwa kedatangan  ke Tarakan untuk melihat tempat latihan yang diadakan 3 negara di Kalimantan Utara.

Sebagai bagian dari upaya kerjasama antar negara  untuk m menghadapi ancaman-ancaman yang kita akan hadapi ke depan baik yang berhubungan  dengan taktik, strategi dalam pertahanan di wilayah perbatasan negara.

Pada kesempatan tersebut disampaikan   oleh Menhan bahwa pertahanan negara harus diperkuat  untuk menghadapi ancaman itu sendiri, ancaman kompleks dan multidimensional serta ancaman nyata dan belum nyata. 

"Ancaman nyata yang saat ini ada diantaranya seperti terorisme dan radikalisme separatisme dan pemberontakan bersenjata, “kata Menhan. 

Ancaman Nyata menjadi prioritas untuk ditangkal dan kemungkinan dapat di alami oleh negara - negara kawasan, baik secara sendiri - sendiri atau yang bersifat lintas negara.

Dalam menghadapi berbagi potensi ancaman yang mampu menggangu keutuhan NKRI, di perlukan konsep pembangunan pola pikir seluruh rakyat Indonesia melalui penanaman wawasan kebangsaan yang berlandaskan pancasila sebagai ideologi negara.

Agar tidak mudah di pengaruhi dan terprovokasi oleh upaya pencucian otak dari kelompok tertentu, Ungkap Jenderal (Purnawirawan) yang juga mantan Kasad.

Menhan menjelaskan secara detail untuk desain strategi pertahanan negara juga diarahkan dengan konsep perang rakyat semesta atau total warfare yang melibatkan pembangunan seluruh komponen bangsa. Yang dilandasi oleh penanaman nilai-nilai kesadaran bela negara yang Iahir dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia disertai pembangunan kekuatan TNI beserta alutsistanya sebagai komponen utama pertahanan negara. 

Hanya satu kata kunci kekuatan kita dalam menghadapi masuknya berbagai potensi ancaman fisik dan nonfisik. 

"Yaitu dengan cara memperkuat identitas dan jati diri bangsa serta membangun persatuan dan kesatuan yang kokoh dan bersinergi dari seluruh komponen bangsa melalui penanaman nilai-nilai Pancasila,“ ungkapnya.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam penyambutan  Menhan diantaranya Wagub Kaltara Bapak H. Udin Hianggio, Pangdam VI /Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto,  Kabinda Kaltara Brigjend  TNI Rudi Supriyanto, Danlantamal XIII Tarakan Laksamana Pertama TNI Judjianto, M.Si., M.A., Kapolda Kaltara Brigjen  Pol Drs. Indrajit, S.H, Perwakilan Kemhan Kaltara Kolonel Inf Agus Marsono, Dansatbrimobda Kaltara Kombes Pol Heri Sulesmono., S.IK. ,Danbrigif 24/Bc  Letkol Inf Willy Brodus, Dandim 0907 Tarakan.
Serta Kadisops Lanud Anang Busra ,Danpomal Lantamal XIII/Tarakan Danyonmarhanlan XIII Tarakan dan sejumlah pejabat lainnya.

Setelah memberikan pembekalan kepada para prajurit TNI, Menhan melaksanakan Kunjungan ke Markas Komando (Mako) Pangkalan Utama TNI AL XIII (Lantamal XIII) Tarakan di Jl. Yos Sudarso No.10 Kelurahan Selumit Pantai, Kecamatan Tarakan Tengah dan meninjau perkembangan Maritime Command Centre (MCC) yang ditempatkan digedung Mako Lantamal XIII. MCC adalah Pusat Komando Militer milik Indonesia di Tarakan yang merupakan kerjasama tiga negara (Trilateral) yaitu Indonesia, Malaysia dan Philipina (Indomalphi).

Selesai kunjungan ke MCC di Mako Lantamal XIII, Menhan meninjau Table Top Exercise di Yonif 613 Tarakan serta menyaksikan demo Pemantauan daerah medan latihan pertempuran kota Trilateral Indomalphi.

Rilis:Pendam VI/Mlw
Editor: Ahmad Yani

PHM Gelar Latihan Tanggap Darurat

Rabu, 12 Desember 2018
BALIKPAPAN-PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), selaku operator Wilayah Kerja Mahakam dengan dukungan SKK Migas dan Dit Jend Migas Kementrian ESDM, mengadakan Large Scale Exercise (LSE) 2018 atau latihan skala besar menghadapi situasi darurat, Rabu (12/12/2018).
Foto: Crew PHM latihan tanggap darurat.(dok/jb)
Latihan yang dimulai pukul 08.00 WITA ini digelar di pusat operasi WK Mahakam Balikpapan, Kalimantan Timur, dengan melibatkan team tanggap darurat dari lapangan-lapangan produksi terkait dan juga Management Response Team kantor PHM Balikpapan dan Jakarta.

Untuk memastikan jalur komunikasi, latihan ini  melibatkan pula sejumlah pemangku kepentingan, seperti Direktorat Teknik dan Lingkungan Migas - Ditjen Migas Kementerian ESDM, SKK Migas Jakarta dan Perwakilan Kalimantan Sulawesi, Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Samarinda, serta wartawan. Selain itu juga melibatkan Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT), Pertamina Hulu Indonesia (PHI) dan Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) sebagai observer.  

“Latihan skala besar adalah kegiatan rutin yang diadakan  di Wilayah Kerja Mahakam. Tujuannya untuk menguji kesiapan dan efektifitas komunikasi dalam menangani kondisi kedaruratan,” ujar Sunaryanto, Executive Vice President of Operation & East Kalimantan District Manager.

Dalam LSE 2018 ini diskenariokan terjadi kebocoran jalur pipa kondensat ukuran 14 inchi River Crossing (RC) 6 yang berada di area fasilitas produksi NPU (North Processing Unit) di Lapangan Tunu, yang berada di kawasan rawa-rawa di Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Dalam insiden itu terdapat 1 (satu) korban terjatuh ke dalam air, serta terjadi tumpahan kondensat. Selain berlatih menangani korban, dalam latihan itu para petugas membersihkan dan menghalau tumpahan kondensat yang bergerak menuju ke area sensitive dan mengarah ke tambak-tambak milik masyarakat.
Foto: Latihan tanggap darurat.(dok/jb)
Sejumlah peralatan tanggap darurat dikerahkan, diantaranya 3 Fire Fighting boat, 1 anti polution boat, 6 sea truck boat untuk evakuasi dan pembuatan exlusion zone.

Sebanyak 850 meter (16 joints) oil boom digelar untuk menangkap sekam padi yang ditebar sebagai pengganti dan gambaran tumpahan kondensat. Software Motum dan GIS dioperasikan untuk mensimulasikan arah gerak tumpahan kondensat.

Semua pihak yang terlibat dalam latihan harus berkoordinasi dengan baik untuk mengatasi kejadian tersebut.

Rilis: Communication Division
PT Pertamina Hulu Mahakam
Editor: Ahmad Yani

Remaja Terpapar, Judi Online

Generasi dengan segala macam permasalahnnya butuh perhatian besar saat ini. Bagaimana tidak, berbagai penyimpangan perilaku  yang notabene merupakan perilaku yang biasa dilanggar oleh orang dewasa kini kerap dilakukan oleh para remaja kita.
Foto: Siti Subaidah
Sebut saja judi online, aktivitas ini sebagaimana kita ketahui adalah aktivitas yang biasa dilakukan oleh orang dewasa namun adanya perkembangan zaman dan teknologi menjadikan hal ini mudah diakses oleh siapa saja termasuk anak-anak kita.

Maka merupakan PR besar buat orang tua, masyarakat dan negara untuk mengembalikan mereka ke jalur semula.

Berita tentang maraknya judi online oleh kaum remaja ditanggapi serius oleh pihak kepolisian dengan melakukan razia di jam-jam tertentu yang disinyalir banyak para remaja sedang bermain judi online.

Dan memang banyak terjaring anak-anak dibawah umur yang sedang bermain game online dan judi online di warnet-warnet yang beroperasi 24 jam.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Pemkot Balikpapan, Muhaimin pun akhirnya angkat bicara terkait hal ini. Dirinya mengatakan bahwa pembinaan dan pengawasan disekolah sejatinya telah diberlakukan sangat ketat.

Namun kembali lagi, ketika pelajar berada di luar jam sekolah maka peran orang tua yang sangat penting untuk mengawasi.

Upaya yang telah dilakukan oleh instansi terkait sebagai bentuk kepedulian terhadap generasi dalam hal ini dengan merazia warnet-warnet di sejumlah tempat layak di apresiasi. Akan tetapi jika kita melihat secara faktual maka upaya razia ini pun tidak memberikan efek yang berarti.

Terbukti masih saja ada anak-anak yang kedapatan bermain judi atau game online sampai larut malam walaupun sering diadakan razia. Warnet-warnet pun masih banyak yang membolehkan anak-anak menggunakan jasa internet di jam-jam yang telah di larang dalam Perwali  No 13 Tahun 2016 tentang Warnet.

Razia hanya akan memberikan peringatan pada individu tapi tidak dapat memutus mata rantai perjudian online yang merusak generasi karena perjudian online adalah permainan lintas dunia yang merupakan buah dari arus globalisasi internet.

Begitu pun dengan Perwali No 35 Tahun 2013 Tentang jam belajar yang diterbitkan oleh Pemkot Balikpapan yang menyatakan bahwa jam belajar dilaksanakan setiap pukul 18.00-21.00 pada hari senin-jumat, nyatanya  pun tidak diindahkan oleh para remaja kita dan hal ini pun tak memberikan solusi tuntas terhadap permasalahan ini.

Orang tua yang dihimbau untuk meningkatkan perannya dirumah guna mengawasi putra-putri mereka tampaknya juga tidak memberikan dampak besar karena anak-anak kita tak hanya hidup lingkungan keluarga tapi mereka pun bersosialisasi dengan lingkungan baik itu dunia nyata maupun dunia maya yang kerap sebagian besar waktu mereka dihabiskan dilingkungan tersebut.

Untuk menyelamatkan generasi kita dari paparan virus globalisasi ini  adalah dengan satu kata yaitu “Sinergi”, karena tidak bisa memutus permasalahan ini dari satu lini saja.

Maka semua lini harus ikut ambil bagian menyelamatkan generasi baik itu orang tua, masyarakat dan negara. Memfokuskan titik penyelesaian hanya pada satu lini saja sama dengan menambal ban bocor terus menerus tanpa memperhatikan bahwa jalan yang dilewati banyak paku yang bertebaran. Maka sinergilah yang paling dibutuhkan.

Pertama dalam lingkup keluraga, orang tua punya peran utama membentuk kepribadian anak dimasa awal sampai dikatakan sebagai madrasatul ula atau sekolah pertama bagi anak. Disinilah fokus orang tua memberikan pemahaman dan pendidikan akhlak serta memberikan tauladan dan contoh pribadi yang sesuai dengan aqidah islam. Penanaman aqidah dan pembentukan kepribadian islam inilah yang nantinya akan menjadi bekal bagi anak untuk bisa menempatkan sikap dan perilakunya ketika bergaul di masyarakat.

Kedua, dalam lingkup masyarakat. Masyarakat memiliki peran memberi edukasi atau pembelajaran yang mencerdaskan anak dan tentunya amar ma'ruf nahi munkar atau saling menasehati dan memberikan pengawasan terhadap hal-hal yang condong membawa anak kearah negatif.

Ketiga, dalam lingkup negara. Negara berfungsi sebagai wadah penerapan sistem islam yang menjaga seluruh masyarakat dari berbagai kerusakan yang ditimbulkan oleh pemahaman sekuler kapitalis terutama dalam hal digitalisasi modern. Negara menjadi penangkal dan penyaring utama dalam hal masuknya konten-konten yang bermuatan negatif kepada masyarakat. Selain sebagai penangkal dan penyaring berbagai konten dan situs,  hal yang tak kalah penting yakni penerapan sanksi terhadap pihak-pihak yang ikut terlibat dalam bisnis judi online ini. Sehingga ada efek jera yang timbul yang dapat meminimalisir praktek judi online ini agar tidak semakin berkembang.

Upaya ini lah yang harus disinergikan di semua lini kehidupan, baik itu orangtua, masyarakat dan negara. Karena jika salah satu saja absen maka dapat dengan mudah membuka ruang dan celah yang dapat menjadikan generasi kita terpapar virus negatif akibat digitalisasi modern layaknya judi online. Wallahu a'lam bishawab.***

Penulis: Siti Subaidah






Rahmad Masud, Ingin Sungai Depan Puskib di Pagar

Selasa, 11 Desember 2018
BALIKPAPAN-Sungai atau parit depan Puskib jalan Ahmad Yani, kerab menelan korban saat hujan. Dinilai Wakil Walikota Balikpapan Rahmad Masud perlu dipagar. Agar aman bagi anak-anak sekitar, utamanya saat turun hujan.
Foto: Rahmad Masud Wawali Balikpapan.(ay/jb)
Menurutnya, pagar akan menjadi penghalang dan pengaman bagi anak-anak. Selain, parit Puskib terbilang lebar, dan seringnya meluber ke jalan raya saat turun hujan.

"Kalau dipagar setidaknya menjadi penghalang atau pengaman bagi warga sekitar, khususnya anak-anak di seputaran Puskib," ungkap Wawali.

"Parit yang sudah dipagar itu di jembatan Mariyati. Selain, kelihatan bagus, juga menjadi aman bagi warga sekitar," tuturnya.

Adapun mengenai anggaran akan dilakukan pembahasan lebih lanjut. "Yang jelas, kita akan usahakan hal ini," jelasnya.

Penulis: Ahmad Yani

DPRD Balikpapan Bersama Pemkot Balikpapan, Sepakati Bahas 47 Raperda di Tahun 2019

Selasa, 11 Desember 2018
BALIKPAPAN-DPRD Balikpapan bersama pemkot Balikpapan, menandatangani penetapan program peraturan daerah kota Balikpapan ditahun 2019, di ruang rapat paripurna DPRD Balikpapan, Selasa (11/12/2018).
Foto: Rahmad Masud bersama Sabaruddin Panrecalle.(ay/jb)
Wakil Ketua DPRD Balikpapan Sabaruddin Panrecalle mengatakan, kesepakatan bersama ini akan menjadi agenda bersama dalam pembahasan raperda tahun 2019.

Menurutnya, sedikitnya 47 raperda akan menjadi agenda tahun depan. 10 diantaranya merupakan inisiagif dewan Balikpapan. Selanjutnya, 37 raperda merupakan usulan eksekutif Balikpapan.

"Dalam pembahasannya nanti kita akan melihat skala prioritas. Yang jelas ini menjadk agenda kami tahun depan," ungkapnya.

Senada disampaikan Wakil Walikota Balikpapan, Rizal Effendi. Ia mengatakan, 37 raperda usulan pemkot Balikpapan merupakan agenda bersama. Adapun, realisasinya kita usahakan dapat terealisasi.

"Bagi kita, sudah agendakan, namanya aja usaha," ungkapnya.

Menurutnya, raperda ini nantinya, juga menjadi acuan bersama. Antara pemkot dan DPRD Balikpapan dalam prolegda (program legislasi daerah) dalam kinerja tahun depan.

Penulis: Ahmad Yani

DPRD Magetan dan Metro Lampung, Belajar di Balikpapan

Selasa, 11 Desember 2018
BALIKPAPAN-Kunjungan DPRD Kabupaten Magetan, Jawa Timur melakukan kunjungan ke DPRD Balikpapan, diterima Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Thohari Azis di ruang Wakil Ketua Kantor DPRD Balikpapan, Senin (10/12/2018).
Foto: DPRD Magetan di ruang Wakil Ketua DPRD Balikpapan.(ay/jb)

Turut serta Kabag Umum Persidangan DPRD Balikpapan, Makmur dan anggota Komisi II, Budiono serta Anggota Komisi III, Riri Saswita D.
Dalam pertemuan tersebut, anggota DPRD Magetan menyampaikan, keinginannya belajar beberapa perda di Balikpapan. Termasuk tatib DPRD Balikpapan menjelang akhir tahun anggaran 2018.

Menurut Thohari Azis, pembahasan anggaran 2018, sudah final bahkan realisasinya tidak ada masalah.
"Kami saat ini konsentrasi anggaran tahun depan 2019, hal inipun sudah disepakati bersama," ungkapnya.

Sementara, di ruangan Ketua DPRD Balikpapan berlangsung pertemuan DPRD Metro Lampung. Diterima Wakil Ketua DPRD Balikpapan Sabaruddin Panrecalle bersama Kasi. Persidangan Asgem dan Kabag Humas Protokoler DPRD Balikpapan Edi Susilo.

Ketua Komisi III DPRD Metro Lampung Anna Morunda mengatakan, tidak sinkronya pengelolaan pendidikan tingkat atas saat ini membingungkan pemerintah daerah.
Foto: DPRD Metro Lampung di ruangan Ketua DPRD Balikpapan.(ay/jb)
"Adanya pengalihan pengelolaan sekolah tingkat atas oleh pemerintah provinsi. Untuk pemkot dan pemkab tidak bisa berbuat banyak, namun saat ada masalah pemkot dan kabupaten akan menghadapi hal tersebut," ungkapnya.

Wakil Ketua DPRD Balikpapan Sabaruddin Panrecalle mengatakan, perlu ada sinkronisasi penglolaan sekolah tingkat atas, antara provinsi dan kabupaten dan kota," ungkapnya.

Senada dikatakan Kabid PSD Disdikbud Balikpapan, Danung Pratikno, pengelolaan sekolah tingkat atas sebagaimana dalam UU telah dijalankan di Balikpapan.

"Meski beberapa hal, memang perlu dilakukan perbaikan," jelasnya.

Penulis: Ahmad Yani

KPU Balikpapan Gelar Pleno Rekapitulasi Penyempurnaan Data Pemilih Tahap Dua

Selasa, 11 Desember 2018
BALIKPAPAN- KPU Balikpapan menyelenggarakan rapat pleno dihadiri, PPK Kecamatan, PPS Kelurahan dan instansi terkait, di Novotel Balikpapan, Senin (10/12/2018).
Foto: Pleno KPU di Novotel Balikpapan.(ron/jb)
Rapat pleno ini dilaksanakan, sesuai data evaluasi KPU Pusat terdapat 31 juta pemilih dinilai aktif belum masuk daftar pemilih.

Khusus Balikpapan, 72 ribu dinilai belum masuk daftar pemilih pilpres dan pileg 2019, dengan itu dilakukan penyempurnaan dan diteliti satu persatu data yang dianggap aktif.

Ketua KPU Balikpapan, Noor Thoha mengamengatan, tidak masuk DPT sehingga setelah dilakukan penelitian ada sebagian yang masuk DPT dan yang tidak masuk.

"Setelah ditelusuri melalui RT data tersebut ada yang sudah meninggal, pindah tanpa lapor. Kendalanya, setiap TPS hanya dibatasi 300 pemilih.

Saat ini KPU Balikpapan memberikan tugas kepada rekan rekan operator untuk mencarinya diselingi dengan yang namanya pencocokan dami atau contoh surat suara.

"Suara akan dicetak sesuai namanya gelarnya agar tidak terjadi masalah dan rapat pleno ini membutuhkan waktu yang cukup untuk diteliti bersama dengan hasil pencermatan yang baik.

Penulis: Roni
Editor: Ahmad Yani

Pihak Pertamina Tidak Beri Solusi Kelangkaan Solar di Balikpapan

Sabtu, 8 Desember 2018
BALIKPAPAN-Kelangkaan BBM jenis solar di Balikpapan, masih dirasakan para sopir truck. Sudah dua bulan ini, kelangkaan solar belum dapat teratasi. Membuat pihak sopir geram melihat kondisi ini.
Foto: Antrian panjang truck di SPBU Kampung Baru.(ay/jb)
Tidak hanya itu, pihak asosiasi pengusaha trucking juga sangat khawatir kondisi ini bisa terjadi dan berlarut-larut. Pihak Pertamina seakan melakukan pembiaran. 

Ketua asosiasi trucking dan logistik Balikpapan, Saifuddin sebelumnya mengeluhkan keadaan kelangkaan BBM ini. Kondisi ini membuat pengusaha trucking mengalami kerugian.

"Mestinya pihak pertamina sebagai regulator harus memberikan solusi mengenai kondisi kelangkaan solar saat ini. Tidak melimpahkan tanggung jawab ke distributor atau agen saja," ungkapnya.

Menurutnya, pihak pertamina jangan menutup mata, dan melakukan pembiaran. Hampir semua tempat pengisian BBM solar mengalamj antrian panjang dan harus menunggu antrian selama 24 jam. 

Kondisi ini, sangat merugikan para sopir dan pemilik barang khususnya, di pelabuhan.

Tidak hanya itu, akibat kelangkaan solar ini juga berdampak pada komunitas kapal speed boad wilayah kampung baru.

Seorang sopir Udin menuturkan, kelangkaan solar menyulitkan kita untuk melakukan bongkar muat di pelabuhan.

"Kami juga sangat dirugikan, mestinya kami harus muat lima kali. Saat ini paling kami bisanya muat dua kali saja," ujarnya.

Ia berharap, pihak pertamina harus buka mata. Jangan melakukan pembiaran. Seakan tidak mau tahu, kondisi ini, sangat menyengsarakan sopir angkutan.

Sebelumnya, media ini melakukan konfirmasi ke pihak pertamina namun, hingga saat ini, pihak pertamina belum memberikan jawaban resminya.

Penulis: Ahmad Yani

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website