Perempuan pun, Bisa Jadi Politisi

Kamis, 19 April 2018
BALIKPAPAN- Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengatakan, zaman sekarang banyak perempuan ikut berpolitik. Bahkan, sudah ada yang mengisi posisi dalam struktur DPRD Balikpapan, tetapi masih banyak yang pro dan kontra terhadap pandangan perempuan yang ikut berpolitik. Salah satunya orang tua, Orang tua menilai perempuan lebih cocok di dapur daripada ikut berpolitik, itulah asumsi orang tua kepada anaknya.
Foto: Sandy Ardian (fadli/jb)
Menurutnya, tidak ada alasan bagi perempuan untuk tidak ikut berpolitik. Ia mendorong untuk kaum perempuan untuk memaksimalkan pontensinya dan terus mengembangkan potensinya kemudian bisa memberikam sumbangsih pemikiran.

Karena biar bagaimanapun perempuan memiliki tempat atau porsi untuk menyalurkan juga aspirasinya. Artinya, jangan sampai ada pembatasan bagi perempuam untuk tidak berpolitik, terus belajar, meningkatkan kompentensi sehingga bisa saling sinergi dengan politis-politisi senior atau yang laki-laki,” kata Hetifah dalam seminar pendidikan politik perempuan dengan Tema Sukses Agenda Demokrasi Pilkada Serentak Tahun 2018 Dan Pemilu Serentak Tahun 2019 di hotel Aston Balikpapan, Selasa (17/4/2018).

Menyikapi seminar tersebut, Sandy Ardian Sekretaris komisi II DPRD Balikpapan, pihaknya menilai, hal itu positif dan sangat bagus harus ditumbuhkan semangat dan kemampuan bagi perempuan. Dalam mempertahankan Hak-hak politiknya dan menjadi penelitian politik.

“Karena pasti ada hal-hal yang kemudian bagi sudut pandang laki-laki justru berbeda. Bagusnya, ada perempuan yang memahami politik sehingga,  dia memahami apa yang bisa diperjuangkan hak bagi perempuan. Jangan sampai juga ada anggapan kalau politik itu untuk Laki-laki,” katanya.

Bagi kami siapapun bisa laki-laki maupun perempuan harus menumbuhkan pemahaman politisi-politisi perempuan. Sehingga, bisa mewarnai dan berkontribusi untuk kota Balikpapan," jelasnya saat ditemui di ruangan komisi II DPRD Balikpapan, Rabu (18/4/2018).(fadli)


Komisi III DPRD Balikpapan: Angkot Masih Terasa Nyaman

Kamis, 19 April 2018
BALIKPAPAN-Ekspitasi angkutan kota (Angkot) di Balikpapan kini mulai menurun. Semenjak adanya angkutan online yang sudah menjamur di kota minyak, kurangnya minat masyarakat di Balikpapan naik angkot mulai menurun. Namun, akungtan kota tidak perlu khawatir karena kualitasnya masih terbaik dibanding daerah lain.

Bahkan, Anggota Komisi III  DPRD Balikpapan, naik angkot le Pelabuhan Semayang guna sidak ke pembangunan dermaga pihak Pertamina, Rabu (18/4/2018).
Foto: Mauluddin anggota Komisi III DPRD Balikpapan (fadli/jb)
Menurut Mauluddin, anggota komisi III  DPRD Balikpapa, angkot di Balikpapan terbilang nyaman ketimbang angkot daerah lain. Di Balikpapan angkot dikhususkan buat angkut penumpang, dibanding daerah lain biasanya, banyak dipakai untuk angkutan sayur mayur dan hasil bumi lainnya. 

“Apalagi trayek angkot rencananya akan dihapus, jadi mereka bebas mengantar penumpang, untuk mengantisipasi kurangnya minat masyarakat untuk naik angkot. Termasuk adanya kebijakan angkutan online. Jadi berilah mereka peluang yang online juga bisa menjangkau masyarakat bahwa, angkot masih tetap favorit masyarakat Balikpapan," ungkapnya.

Iapun mengatakan, rombongan Komisi III, naik angkot tanpa ada rasa miris dan malu dalam rangka sidak ke Pertamina.”Ternyata angkot kita ini nyaman juga, Cetus seorang anggota Komisi III DPRD Balikpapan, kepada Jurnal Balikpapan.

Menurut Mauluddin, Asosiasi angkot juga harus membenahi diri para anggotanya. Mulai dari maintenen kendaraan. Tamu dari luar daerah termasuk beberapa artis yang pernah ke-Balikpapan merasa bangga dengan angkot di Balikpapan.
 
“Katanya, angkota kita lebih baik daripada di daerah lain. Mulai dari kebersihan dan keramahan Supirnya. Lagi-lagi yang perlu diantisipasi jangan sampai banyak supir tembak (tanpa SIM) hanya, mengatasnamakan supir resmi. Apalagi sekarang banyak kejadian yang melakukan kejahatan dampaknya dapat menghancurkan nama supir,” jelasnya.

Maka perlu memasang identitas sopir, Nama supir, nomer HP, asosiasi atau koperasinya apa. Agar saat terjadi masalah, mudah untuk mengetahuinya. Kami berpesan agar pengusaha angkot, terus berinovasi dan memberi pelayanan lebih baik, ke-penumpang agar penumpang merasa nyaman dalam naik angkot,” pungkasnya.(fadli)

Komisi III DPRD Balikpapan, Sidak Pengerukan Dermaga Pertamina

Kamis, 19 April 2018
BALIKPAPAN-Rombongan anggota Komisi III DPRD Balikpapan, bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perizinan (BMP2T) Balikpapan serta pihak dari pertamina terjun ke lokasi pengerukan jetty (dermaga). Gun melakukan penyidakan pengurungan dilakukan Pertamina RU V Balikpapan, Rabu (18/4/2018).
Foto: Nazaruddin Ketua Komisi III DPRD Balikpapan (fadli/jb)
Lokasi  sidak,  Dermaga Kampung Baru dan Dermaga milik Pertamina RU V Balikpapan. Komisi III DPRD Balikpapan menilai, beberapa masalah perlu disikapi dalam sidak tersebut. Khususnya, dermaga Pertamina di Kampung Baru, Balikpapan Barat. Adanya penyempitan muara sungai akibat reklamasi, penebangan mangrove dan pengadaan bahan batu suplai yang belum memiliki izin.

Ketua Komisi III DPRD Balikpapan Nazaruddin mengatakan, pengawasan pemerintah kota Balikpapan dinilai tidak maksimal, sehingga dalam pekerjaan  dermaga pihak pertamina, adanya kejanggalan yang perlu dikoordinasikan.

Kita lihat saja di situ ada penebangan manggrove karena setiap penebangan satu pohon mangrove,  harus ada izin minimal koordinasi biar nanti ada kompensasi," ungkap Nazar.

Nazaruddin menambahkan, langkah dewan akan memberhentikan pekerjaan dermaga tersebut. Agar pihak management Pertamina memenuhi izin. Penyempitan sungai akibat kegiatan reklamasi seharusnya memenuhi izin amdal.

Saat dikonfirmasi pihak DLH (dinas lingkungan hidup) Balikpapan, mengamini kegiatan reklamasi dermaga dilakukan Pertamina belum mengantongi izin.

Nazaruddin menegaskan, dampak negatif ditimbulkan reklamasi itu, adanya penyempitan Muara Sungai. Masyarakat nelayan di sekitar wilayah itu, tidak dapat melaut, karena terjadinya pendangkalan.  

Belum lagi dimusim penghujan air dari atas (darat/ perbukitan), akan terjadinya penyumbatan jika terjadi air pasang. Kami meminta sebelum proyek dermaga dilanjutkan pihak Pertamina diminta legalitasnya terlebi dahulu, selanjutnya kami juga akan melakukan RDP (rapat dengar pendapat), pungkasnya.(fadli)

Disambut Warga Miau Baru, Rusmadi Jadi Keluarga Dayak

Kamis, 19 April 2018
KONGBENG- Calon Gubernur Kaltim urut nomor 4, Rusmadi Wongso sudah jadi bagian keluarga suku Dayak di Desa Miau Baru, Kecamatan Kongbeng, Kabupaten Kutai Timur. Sambutan itu terasa ketika ada prosesi tarian dan ada Dayak pada penyambutan kedatangannya, Rabu (18/4/2018).

Prosesi di Lamin itu diisi juga dengan tarian bersama. Rusmadi yang mengenakan rompi dan peci khas bermotif Dayak, mendapat sambutan antusias warga Dayak di sana. Ternyata, bagi keluarga Dayak di sana Rusmadi bukan orang asing lagi, bahkan telah menjadi keluarga karena salah seorang anaknya menikah dengan orang Dayak.
Foto: Rusmadi bersama warga Miau Baru (dok/jb)
"Saya punya kakak. Dia memiliki dua putri yang salah satunya menikah dengan anak Bapak Rusmadi," ujar Agus Pai, paman dari menantu Rusmadi di Lamin Adat Desa Miau Baru. 

Agus Pai lalu bercerita setelah Rusmadi mendorongnya agar menjelaskan hubungan kekerabatan mereka. "Ayo Amai Agus Pai tolong diceritakan. Supaya, jangan sampai ada anggapan Bapak Rusmadi mengaku-ngaku punya hubungan suku Dayak Kayan," kata Rusmadi sambil bercanda.

Rusmadi yang orangtuanya Jawa Blitar mengungkapkan anak pertamanya Heru Pratama memang menikahi perempuan suku Dayak. Sedangkan, istrinya adalah orang Kutai dari Loa Raya Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara yang juga punya hubungan dengan orang Bugis dan Banjar.  

"Dalam keluarga kami, lengkap sudah dari berbagai suku-suku di Indonesia," kata Rusmadi. 
Dihadapan masyarakat suku Dayak Kayan, Rusmadi mengajak agar bijak memilih pemimpin daerah Kaltim dengan mengetahui seluk beluk pengalaman calon pemimpin yang akan dipilih.

"Bapak-bapak ibu-ibu harus tahu benar siapa dia (calon Gubernur). Apa saja pengalamannya dan patutkah jadi seorang Gubernur," kata Rusmadi.
Foto: Rusmadi Wongso (dok/jb)
Rusmadi mengucap syukur jalan di Kecamatan Kongbeng sudah mulus. Adapun, terdapat kerusakan jalan di beberapa titik. Itu karena kendaraan pengangkut sawit milik petani dan perusahaan. 

"Kenapa saya cerita jalan yang sudah baik di Kongbeng dibandingkan 10 tahun lalu. Karena, saya ingin bapak ibu tahu apa-apa saja yang sudah saya lakukan sebagai Kepala Bappeda dan Sekda membantu Gubernur Kaltim Awang Faroek," kata Rusmadi. 

Bersama Gubernur Kaltim Awang Faroek, Rusmadi turut membangun proyek-proyek besar seperti pusat kawasan industri Kariangau yang modern telah beroperasi, memulai bangun jalan tol, pelabuhan dan Bandara Samarinda Baru yang tahun ini beroperasi. 

"Proyek besar ini dikerjakan pemerintah untuk membuka lapangan kerja. Dan, selanjutnya  pemerintah yang bangun jalan-jalan, telah hadir pertokoan, perbankan dan warung," kata Rusmadi.

Rusmadi menjanjikan akan ada Rumah Sakit Pratama dibangun untuk melayani wilayah Muara Wahau, Kongbeng dan Telen. Sebelumnya, dirinya bersama Gubernur Awang Faroek telah berhasil bangun Rumah Sakit Pratama di Talisayan.

"Pembangunan rumah sakit di Kecamatan daerah pelosok. Agar tak banyak lagi masyarakat yang berobat meninggal dunia di jalan ketika keadaan darurat," jelas Rusmadi.(#4TimMedia)

Jalan Mulus, Rusmadi Temui Warga Kelay

Kamis, 19 April 2018 
KONGBENG-Melintas di jalan poros Trans Kaimantan dari Tanjung Redeb – Kelay Kabupaten Berau, Calon Gubernur Kaltim Nomor urut 4, Rusmadi Wongso, mengakui merasa senang karena kondisi jalannya sudah mulus. 

“Jalannya sudah mulus. Penumpang mobil bisa tidur nyenyak,” komentar Rusmadi, sesaat menyinggahi Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, Selasa (17/4/2018) malam.
Foto: Rusmadi bersama warga Kelay (dok/jb)
Singgah di Kecamatan Kelay, membuat kaget warga ketika melihat sosok Rusmadi dan rombongan berada di kampung mereka. Warga tidak menyangka mantan Sekdaprov Kaltim itu mau bersusah-susah menempuh perjalanan darat dari Tanjung Redeb. 

"Ini baru calon Gubernur Kaltim yang pertama ke sini (Kelay-red)," kata Panebun, salah satu warga Kelay.

Panebun juga memuji kekuatan fisik Rusmadi meski usia sudah tak muda. "Bapak Rusmadi ini kuat," katanya. 

Selama perjalanan menuju Kelay, tak sedikit kendaraan besar melintas. Rombongan Rusmadi sebanyak 6 unit mesti hati-hati melewati tikungan tajam disertai tanjakan dan turunan. 
"Alhamdulillah, jalanan Kelay sudah mulus. Dan, banyaknya kendaraan besar di jalan menunjukan perekenomian Kaltim itu tumbuh dan bergerak," kata Rusmadi. 

Rusmadi tiba di Kelay, sekitar pukul 22.00. Sejak sore, pria memulai karir PNS sebagai staf pengajar di Universitas Mulawarman ini berangkat dari Tanjung Redeb menuju Kelay dan singgah di Desa Bukit Makmur Segah. 

Di Desa Bukit Makmur Kecamatan Segah, Rusmadi menjanjikan jika diberikan amanah memimpin Kaltim, pada tahun pertama memberikan dana desa mandiri Rp 5 Miliar untuk daerah tersebut. 

"Pemberian dana desa ini bukan bagi-bagi uang. Tapi, dana desa ini sebagai tantangan. Agar masing-masing desa berkompetisi, siap untuk membangun daerahnya," kata Rusmadi di Segah.

Pagi harinya, Rusmadi dan rombongan sudah ada di Desa Marga Mulia Kecamatan Kongbeng Kabupaten Kutai Timur. Di tengah menikmati hidangan Coto Makassar, Rusmadi diajak warga setempat meninjau fasilitas khusus perlombaan burung. 

Ketika melihat bangunan gantungan sangkar burung, Rusmadi mengakui tak mampu seperti penghobi burung. Alasannya, penghobi burung harus punya waktu khusus untuk merawat burung, sedangkan dirinya tak bisa karena kepadatan kerja sewaktu masih Sekdaprov Katim. 
"Saya sudah 10 kali mau merawat burung, tapi nggak bisa. Masalahnya saya sering bertugas (keluar kota)," kata Rusmadi saat melihat burung Cucakrowo milik warga. 

Jabatan terakhir Rusmadi sebagai Sekretaris Daerah Pemprov Kaltim selama 3 tahun dan 7 tahun sebagai Kepala Bappeda Kaltim menuntut dirinya harus berpergian ke luar daerah baik itu ke Jakarta maupun keliling Kaltim. 

Rusmadi berada di Kecamatan Kongbeng, dalam rangka silaturahmi dan memperkenalkan diri ke masyarakat desa Miau Baru yang sebagian besar warganya suku Dayak Kayan dan lainnya suku Kutai, Jawa, Bugis. 

Sejak 10 April 2018, Rusmadi telah lakukan perjalanan mulai dari kota Samarinda menuju Panajam Paser Utara (PPU) melalui Kecamatan Sepaku. Lalu, ke Kabupaten Paser. Rusmadi keliling desa untuk mendekatkan diri kepada masyarakat pedesaan agar mengetahui persoalan di lapangan dan situasi kondisinya.(#4TimMedia)

Relawan Seknas Jokowi “Turun Gunung” Sukseskan Rusmadi-Safaruddin

Kamis, 19 April 2018
SAMARINDA-Relawan Sekretariat Nasional (Seknas) Jokowi memastikan seluruh tim relawannya yang pernah mensukseskan Joko Widodo menjadi Presiden turun gunung untuk mensukseskan pasangan nomor 4 Rusmadi-Safaruddin. Gabungan relawan se-Kaltim ini optimistis bakal mendulang 58 persen suara pada Pilgub Kaltim tanggal 27 Juni.

Barometer kemenangan paslon ini terlihat dari banyaknya dukungan masyarakat golongan akar rumput dan menengah ke bawah yang menginginkan adanya perubahan di Kalimantan Timur.
Foto: Rossi Akhmadi (dok/jb)
“Tim gabungan relawan Kaltim di kabupaten dan kota, terus bekerja keras dan hasilnya mayoritas masyarakat menengah ke bawah menginginkan adanya pemimpin baru yang memiliki kompetensi membangun Kaltim lebih baik," ujar kepala sekretariatan Rosid Akmadi kepada wartawan ketika ditemui di posko relawan gabungan Kaltim, Jalan Gitar, Samarinda Ulu, Selasa (17/4/18) sore.

Menurut Rosid, selaku tim Relawan Sekretariat Nasional (SEKNAS) Jokowi yang berkedudukan ditingkat pusat, saat ini ada 24 relawan resmi yang bergabung untuk memenangkan Rusmadi- Safaruddin. 

Mereka inilah yang bekerja secara masif, door to door mendatangi masyarakat se-Kalimantan Timur untuk mensosialisasikan dan memperkenalkan figur paslon gubernur dan wakil gubernur Kaltim, Rusmadi-Safaruddin dengan program kerjanya.

Setelah memperkenalkan figur Rusmadi-Safaruddin  yang dinilai mampu memimpin Kaltim lima tahun kedepan, banyak masyarakat yang menyatakan bersedia memberikan dukungan.
Dukungan ini sebut Rosid, tidak ada embel-embelnya apalagi paksaan, mereka secara tulus dan ikhlas menyatakan bersedia mendukung, dengan ditandai pemberian stiker tanda dukungan.

Stiker tersebut kata Rosid, ditempelkan di rumah-rumah warga yang memang bersedia ikut berpartisipasi memberikan hak suaranya kepada paslon Rusmadi Safaruddin pada Pilgub Kaltim 2018.

Rosid mengaku salut atas kerja tim relawan, sekalipun mereka tidak dibayar, para relawan ini terus bergerak dari kampung ke kampung guna mencari dukungan masyarakat. 

Dari sosialisasi paslon Rusmadi-Safaruddin selama kampanye, mendapat respon bagus dari masyarakat. “Malah ada tim relawan yang kehabisan stiker dukungan saking banyaknya permintaan dan akhirnya rela mencetak dengan dana sendiri,"sebut Rosid.

Dikatakan Rosid, puluhan ribu stiker dukungan telah habis dibagikan relawan di Kabupaten dan Kota, Untuk saat ini stiker dukungan yang baru masih dalam proses percetakan ulang.
Sedangkan stiker yang sudah dibagikan kepada masyarakat yang bersedia mendukung, sedang dalam proses perhitungan oleh masing-masing relawan.

"Data sementara yang masuk, baru Kota Samarinda dengan jumlah dukungan 5000 orang. Inipun masih akan terus bertambah dengan target yang tidak ditentukan”. 

Apakah gabungan relawan ini nantinya juga akan dipersiapkan untuk pemenangan Jokowi pada Pilpres 2019 nanti? 

Sejauh ini Rosid belum bisa memastikan, konsentrasi relawan saat ini bagaimana memenangkan paslon Rusmasi-Safaruddin.

"Ini bisa saja terjadi bilamana Rusmadi-Safaruddin menang dalam Pilgub nanti, " ujar Rosid lebih lanjut.(#4TimMedia) 

Ini Dia Gabungan Relawan Rusmadi Safaruddin
1. Koalisi ornof
2. Forum lintas Mahakam (Folim)
3. Borneo Bhineka Tunggal Ika
4. Kelompok Masyarakat Batak
5. Sahabat Safaruddin
6. Wis Wayahe
7. Permata Rasa
8. Wongge Dewe
9. Aku Rapopo
10. Relawan penggerak ekonomi (Rapek)
11. Bara JP
12. Pandawa Kaltin
13. Guru bermartabat
14. Relawan Buton
15. Kutai Banjar Dayak (KBD)
16. Sukowati
17. Rukun Binangun
18. Muda bermartabat
19. Garda suriani
20. Baru Glinding
21. Cia-Cia
22. Semut Rejo 
23. Wakatobi
24. SEKNAS JOKOWI

Sisi Lain Inspektur Jenderal Safaruddin

Rabu, 18 April 2018

Pengakuan Rita Widyasari bahwa bukan Irjen Pol (Purn) Safaruddin sebagai aktor di balik kasus pidana yang menjeratnya, membuat publik kian penasaran tentang sosok mantan Kapolda Kaltim itu. Walau dia seorang perwira tinggi Polri berpangkat Inspektur Jenderal, tak banyak yang mengetahui kalau dia adalah sosok yang sederhana.

Pria kelahiran Sengkang, Sulawesi Selatan, 10 Februari 1960 ini sama dengan warga lainnya. Dia sangat tersentuh ketika melihat warga kesulitan dalam bertaruh hidup. Hatinya bergolak saat warga tidak bisa tidur lelap karena ‘ketakutan’ akan datangnya banjir ketika hujan turun lebat.
Foto: Rita Widyasari (dok/jb)

Barangkali banyak yang menjadi sinis ketika Safaruddin dengan gamblang mengatakan; “Samarinda kota tidak layak huni”. Atau ketika dia turun ke sawah menolong petani yang sedang menanam padi di sebuah desa Kutai Kartanegara.

Suatu waktu, Safaruddin dengan santai menikmati nasi pecel di Pasar Rahmat Samarinda. Atau ngopi bersama warga di warung kaki lima. Sesekali dia juga mengambilalih pekerjaan penjaja gorengan pisang.
Foto: Safaruddin (dok/jb)

Soal ucapannya tentang Samarinda kota tidak layak huni, disampakan oleh Safaruddin bukan tanpa data. Itu hasil sebuah survei sebuah lembaga nasional tentang kota-kota di seluruh Indonesia. Safaruddin tidak punya niat untuk memojokkan pemimpin kota Samarinda, namun lebih membela kepentingan warga kota yang terus menerus dihantui rasa waswas ketika banjir tiba.

Itu sekilas sisi lain Safaruddin. Lulusan Akpol 1984 ini ternyata juga punya rutinitas saban Jumat, yakni menjadi khatib atawa penceramah. Kepercayaan umat itu kerap diberikan kepadanya jauh sebelum Pilgub Kaltim. Bukan hanya pada saat kampanye yang mengesankan kegiatan itu sebagai pencitraan.

Safaruddin juga punya sisi humanis yang baru diketahui segelintir masyarakat. Contohnya, ketika ia mendatangi Faizal Reza, warga Balikpapan yang menderita kanker stadium 4. 

Hati Safaruddin bergetar saat mendengar kabar ada salah seorang warga yang tengah dirawat di rumahnya. Sontak kondisi ini membuat Safaruddin terenyuh. Secara spontan, setelah mendapat informasi melalui telepon genggamnya ia bergegas mendatangi rumah Faisal Reza.
Alamat detail pun ia minta dengan tim relawan yang mengabarkan kepadanya. Belakangan diketahui merupakan warga kawasan Beje-Beje, Jalan Asnawi Arbain  RT 34, Balikpapan Selatan.

“Saya apresiasi kerja kawan-kawan dari tim relawan ketika bertemu dengan masyarakat. Harus peka dengan kondisi yang ada. Misalnya ini, ada penderita kanker stadium 4 langsung mengabarkan melalui telepon ke saya,” ucap Safaruddin.

Tiba di lokasi rumah Faisal yang sempit, dan ternyata berstatus rumah kontrakan. Jenderal polisi bintang dua yang baru memasuki masa pensiun itu melihat Faisal tergolek lemah di pembaringan. Menurut keterangan keluarganya, dia menderita kanker cukup lama hingga terus menggerogoti fisik tubuhnya.

Kanker itu menyerang tengkorak kepala bagian depan, dekat matanya sebelah kiri. Adanya pembengkakan membuat pandangan pengelihatan kedua mata terganggu, bahkan sudah tidak bisa melihat. Dia lebih banyak menghabiskan waktu di pembaringan.

Padahal, Faisal merupakan kepala keluarga yang menjadi tulang punggung bagi istri dan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Karena saat ini sudah tidak bekerja lagi, kehidupan sehari-hari keluarga ini bergantung dari isterinya yang berjualan jajanan anak-anak di rumah.
“Insya Allah masalah seperti ini jadi perhatian kita. Tidak boleh lagi ada warga tidak mampu yang takut berobat seperti Pak Faisal ini,” kata Safaruddin. 

Ketika menjadi Rusmadi-Safaruddin menjadi Gubernur dan wakil gubernur, iuran BPJS bagi warga yang tidak mampu akan ditanggung pemerintahannya.

Safaruddin banyak bercerita tentang tuduhan minor terhadap dirinya. Dalam kasus Rita Widyasari, Bupati Kukar (non aktif), dia dipojokkan oleh isu bahwa dirinya berada di balik tertangkapnya Rita oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi).

Satu lagi kelebihan Safaruddin. Walau isu itu begitu kencang dan semakin menjadi ketika dijadikan bahan ‘gorengan’ lawan politiknya menjelang Pilgub, tapi dia tidak berusaha membantahnya. Sampai akhirnya Rita Widyasari sendiri yang memberi bantahan atas isu tersebut. 

Rita dalam wawancara dengan Wartawan mengakui memang ada isu tentang “aktor” di balik kasus yang menimpanya. Namun dia memastikan, semua itu adalah fintah yang ditujukan kepada mantan kapolda Kaltim Safaruddin.

“Tidak. Itu isu. Saya tidak melihat secara gamblang. Namanya isu, ya itu fitnah yang tidak bisa dibuktikan,” ucap Rita, ketika dikonfirmasi wartawan usai menjalani sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Atas pernyataan penting itu, Safaruddin yang dikejar Wartawan untuk diminta tanggapannya mengaku lega atas klarifikasi langsung dari Rita yang menyebut namanya tidak terkait atas kasus tersebut. 

“Saya bersyukur, kebenaran itu akhirnya terbuka juga dan tidak akan pernah dikalahkan oleh fitnah. Sekalipun kebenaran itu kadang terpinggirkan untuk sementara,” ucapnya.

Begitu sisi lain Safaruddin yang belakangan ini popularitas dan elektabilitasnya bersama Cagub Safaruddin semakin baik. Pasangan ini sudah sepakat, bahwa menjadi gubernur dan wakil gubernur kelak bukan untuk mengejar ambisi politik, tapi sebagai ladang ibadah.(#4TimMedia)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website