IRT Pesta Sabu Bersama Empat Pemuda

Balikpapan- Badan Narkotika Nasional kembali mengamankan tiga orang Ibu Rumah Tangga (IRT) bersama empat pemuda dan membawa Balita sedang melakukan pesta sabu di Kawasan Jalan 21 Januari, Balikpapan Barat.

Ironisnya para ibu rumah tangga tersebut membawa anak anak mereka yang masih balita saat sedang mabuk narkoba.

Badan Narkotika Nasional Kota Balikpapan, Kalimantan Timur mengamankan tujuh orang warga, yang kedapatan  tengah melakukan pesta sabu, di sebuah rumah di kawasan jalan dua puluh satu januari, Kelurahan Baru Tengah Balikpapan Barat, Selasa (5/12/2017).
Poto pelaku pesta sabu (poto: abidin)
Tiga diantaranya merupakan berstatus Ibu Rumah Tangga. Para ibu muda tersebut membawa anak anak balita mereka, ketika tengah berpesta sabu dengan empat orang pemuda. sementara itu selain ketujuh warga ini juga turut diamankan empat buah korek api, serta satu alat penghisap sabu.

Sementara itu juga dari hasil pemeriksaan sementara, ketujuh pengguna narkoba tersebut rencananya akan menjalani proses rehabilitasi.(abd)


Agar Pembuangan Bayi Tidak Terjadi Lagi


Hingga saat ini, jajaran kepolisian masih bekerja keras mengungkap pembuangan bayi pantai RT 38, Kelurahan Damai Bahagia, Balikpapan selatan, Selasa (3/10) siang. Meski sejumlah saksi di lokasi penemuan sudah dimintai keterangan, namun belum ada yang mengarah kepada seseorang yang diduga sebagai pelaku pembuangan bayi tersebut.

"Belum ada perkembangan untuk mengarah siapa ibu yang  melahirkan, siapa yang membuang. Belum ada perkembangan," terang Panit Reskrim Polsek Balikpapan Selasa Ipad Payah, kemarin. Sementara itu jasad bayi laki-laki malang tersebut telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Telindung, setelah dilakukan visum di Rumah Sakit Umum Daerah Kanujoso Djatiwibowo.
Dari hasil visum menyebutkan, mayat bayi tersebut baru berumur tiga hari. Diduga setelah dilahirkan, bayi malang tersebut langsung dibuang ke laut.
Siti Nur Sofiyya Yani

"Hasil visum secara resmi belum keluar. Tapi dari keterangan dokter, bayi tersebut berumur tiga hari dan diduga setelah dilahirkan langsung dibuang. Kemudian saat dibuang, bayi itu langsun tenggelam, terseret arus selama tiga hari, kemudian terdampar di lokasi penemuan," bebernya.

Sejauh ini baru dua orang saksi yang dimintai keterangan secara tertulis. Namun, saksi-saksi yang dimintai keterangan secara lisan sudah banyak. Pihaknya juga berkoordinasi dengan masyarakat dan ketua RT setempat untuk memberikan informasi, jika mengetahui hal yang berkaitan dengan penemuan bayi tersebut.

"Kami juga menghimbau kepada  masyarakat, keluarga atau teman-teman yang mengetahui jika ada seorang wanita yang sebelumnya terlihat hamil, kemudian telah melahirkan namun bayinya tidak ada, bisa memberikan informasi kekami untuk segera kami telusuri. Jangan takut melaporkan, saksi akan kami lindungi," imbau Payah.

Untuk diketahui, warga yang bermukim di RT 38, Kelurahan Damai Bahagia, Balikpapan Selatan, geger. Bagaimana tidak, Selasa (3/10) warga dikejutkan dengan penemuan jasad bayi lengkap dengan ari-ari. Bayi tersebut ditemukan dalam posisi telungkup di pinggir pantai tanpa mengenakan pakaian. Jasad bayi tersebut kali pertama ditemukan seorang pemuda, Ivan  (14) yang kala itu tengah bermain gitar di teras rumahnya, sekira pukul 14.10 wita.

Sembari memetik senar gitar dan menikmati sepoi angin laut, pelajar SMP Negeri 10 Balikpapan ini melihat jasad bayi. Awalnya pemuda ini mengira sebuah boneka. Tetapi karena penasaran, Ivan memastikan.  

"Kukira boneka, sekalinya mayat. Habis lihat saya langsung lapor RT, lalu koramil. Awalnya kulihat dari jauh. Posisi saya di rumah. Lalu didekati, posisi bayi telungkup di bibir pantai," ujarnya saat memberikan keterangan di hadapan petugas.

Jarak rumah Ivan ke bibir pantai sekira 5 meter ketika awal ditemukan jasad bayi tersebut. Warga setempat langsung berinisiatif menepikan jasad. Hal itu dilakukan  agar si bayi tidak terbawa arus pantai. Sontak atas peristiwa itu, warga setempat yang penasaran mendatangi lokasi penemuan mayat.
Salah satu warga, Lina menuturkan, jasad bayi tersebut sangat mengenaskan. Bagian tubuhnya terluka. Diduga karena dimakan oleh binatang laut.

Kasus pembuangan bayi tersebut bukan hal yang baru-baru saja terjadi, tingkat pembuangan bayi semakin hari semakin tinggi seperti yang telah banyak diberitakan. Baik pemberitaan di media lokal maupun nasional.

Di berbagai daerah tidak sedikit kasus pembuangan bayi ini terjadi, bahkan setiap tahunnya terus mengalami peningkatan setiap harinya hingga dari memasuki tahun ke tahun jumlahnya sudah tidak dapat dihitung lagi berapa banyak kasus tersebut. Bayi-bayi yang tidak berdosa disia-siakan, dibuang begitu saja. Beragam macamnya dari kasus-kasus tersebut ada penemuan bayi dalam keadaan masih hidup, masih hidup walau mulai sekarat dalam keadaan lemah, hingga bayi yang ditemukan sudah tidak bernyawa lagi. Bayi-bayi dibuang di sembarang tempat, baik di sungai, di tempat sampah, bahkan di pinggir jalan.

Tidak berpikir lagi dimana hati nurani pada saat hendak membuang bayi-bayi tersebut, dengan tega bayi itu dibuang begitu saja. Dari kasus-kasus pembuangan bayi tersebut  bisa dapati bermacam faktor yang menjadi penyebabnya, bisa karena masalah ekonomi, sosial dan perkembangan teknologi. Bisa difaktori karena himpitan ekonomi, kesenjangan sosial yang semakin menganga.

Mereka merasa tidak sanggup untuk merawat anak. Karena miskin, mereka khawatir tidak bisa memenuhi biaya kebutuhan hidup bagi anak yang sekarang semakin serba sulit sehingga mereka tega meninggalkan bayi di jalan pinggi jalan, emperan toko, di teras rumah orang atau di tempat yang dirasa ada seseorang  menemukan kemudian merawat anaknya.

Namun dari sini, masalah sosial lebih menonjol. Seperti fakta remaja yang hamil diluar nikah. Pemicunya ada pada pergaulan bebas, di indonesia sendiri seks bebas sudah menjadi hal yang lumrah terjadi dikalangan generasi remaja, belum lagi akses porno yang mudah untuk didapati sehingga kebablasan dalam berbuat dan timbul hal yang tidak diinginkan yakni hamil di luar nikah, dan akhirnya membuang bayi pun seakan menjadi jalan pintas untuk menghindari rasa malu dari perbincangan orang-orang sekitarnya, khawatir nama baik keluarga tercoreng, dll.

Meskipun harus membelakangkan hati nurani saat membuang atau membunuh bayi tersebut. Inilah fakta yang sampai saat ini masih terjadi di tengah-tengah kehidupan, yang mana kasus pembuangan bayi ini belum bisa terselesaikan.

Perlu disadari bahwa hal ini membutuhkan penangan serius, tidak bisa didiamkan. Lewat kesadaran ini dibutuhkan kerjasama untuk mencegah kasus ini agar tidak terjadi lagi. Mulai dari kerjasama antara pihak sekolah, menanamkan pembelajaran pendidikan Islam, menjaga iman dan taqwa nya juga para orangtua turut mengawasi agar tidak melakukan hal-hal yang negatif.

Menanamkan mendidik kepribadian islam pada anak, tentunya hal ini juga tidak lepas dari peran penting pemerintah menerapkan aturan Islam yang menjaga, menutup semua celah terjadinya pergaulan bebas serta menjaga masyarakat dari  kurangnya penanaman iman dan taqwa. Sebab, kurangnya penanaman iman dan taqwa kepada Allah, adalah hal yang mendasar penyebab labilnya remaja dalam berprilaku dengan keadaan lingkungan yang jauh dari peraturan Islam.

Bahwasanya Islam jauh-jauh hari telah menjelaskan bagaimana menjaga kemuliaan diri, menjauhkan dari hal-hal yang buruk termasuk hamil di luar nikah, kasus pembuangan dan penelantaran bayi.

Hal itu tidak akan terjadi jikalau aturan islam menjadi penerapan dalam sendi-sendi kehidupan. Untuk mencegah kasus-kasus tersebut islam telah menetapkan aturan mengenai pergaulan antara laki-laki dan wanita,sepertil menutup aurat, menundukkan pandangan, larangan berkhalwat, larangan untuk mendekati zina. Mendekatinya saja dilarang apalagi melakukannya, (QS. An Nur : 30-31) (QS. Al Isra : 32).

Sehingga untuk mengantisipasi hal serupa kembali terjadi diperlukan penanaman keimanan yang menghasilkan taqwa pada individu muslim (benteng keluarga muslim) khususnya masyarakat Balikpapan, masyarakat juga berperan aktif untuk melakukan kontrol sosial jika terjadi pergaulan bebas di lingkungannya,  dan yang tidak kalah penting adalah peran pemerintah dalam memberikan edukasi yang benar agar kejadian serupa tidak pernah terjadi lagi.
Penulis : Siti Nur Sofiyya Yani (Pemerhati Remaja)

Syafii Efendi: “Pemuda Indonesia Harus di Jaga Baik-Baik”

BALIKPAPAN- Seminar mahasiswa sekota Balikpapan berlangsung di Gedung Nasional Minggu, (26/11/2017) berjalan sukses. Seminar digelar tersebut untuk memacu paradigma mahasiswa untuk memiliki karakter dan mental usaha yang dapat menciptakan peluang sukses dimasa mendatang.

            Seorang mahasiswa tidak cukup bermodalkan ijazah sarjana untuk meraih sukses. Banyak cara dan jalan untuk meraih sukses diusia muda, tidak terpaku sebagai karyawan atau PNS saja.  

            Trainer muda No.1 Indonesia Syafii Efendi mengatakan, mulai sekarang kita harus sadar untuk berubah jangan sampai zaman yang akan memaksa kita untuk berubah.
Syafii Efendi bersama peserta seminar (poto: Dede)

            “Mahasiswa jurusan apapun dapat meraih mimpi mereka dengan melakukan langkah efektif menjadi pengusaha. Bangsa ini sebagai warisan leluhur harus diraih dengan kesuksesan,” jelas penulis buku best seller tersebut. 

            Menurutnya, Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) mulai terbuka banyak pengusaha luar akan masuk ke Indonesia membuka usaha dikarenakan dengan mudahnya mereka membuat usaha di negeri kita. Hal ini harus kita sadari bahwa bangsa kita harus meraih segala sektor tersebut dengan cara merubah mental bangsa yang berkarakter. 

            Dengan kehadiran mahasiswa dalam seminra tersebut menjadi titik awal para mahasiswa merubah mindset mereka untuk berjiwa patriot dan bermental pengusaha sukses. Dalam bidang apapun seorang mahasiswa dapat menciptakan usaha sesuai dengan disiplin ilmu mereka miliki. 

            Mindset menjadi seorang karyawan ataupun PNS harus dirubah, kalau bangsa kita ingin bersaing dengan negara lain, kesadaran berpikir mahasiswa mulai sekarang memiliki karakter yang berdaya saing dengan negara lain,” jelas Syafii dalam seminarnya.

Untuk diketahui kali ini, Syafii Efendi membawakan materi tentang Pentingnya Kemandirian di usia Muda, baik secara Mental, Wawasan maupun Keuangan.
Syafii Efendi bersama Dosen (poto: Dede)
Dalam paparannya Syafii Efendi yang juga seorang pengusaha muda berharap pemerintah bisa "menjaga pemuda baik-baik".. ini dimaksudkan dari banyaknya informasi dan tontonan-tontonan yang tidak baik untuk pemuda. Baginya ini adalah ancaman tak terlihat yang membuat mental dan karakter pemuda indonesia lemah.

Syafii Efendi menjelaskan dengan gamblang bahwa saat nya anak muda indonesia memimpin perubahan, menciptakan sejarah baru dan konsentrasi ke hal-hal produktif.

Dalam Seminarnya berlangsung selama 3 jam itu, Syafii Efendi menekankan bahwa anak muda jangan berpacaran dulu agar semakin kokoh dan konsentrasi. (*/red)

KPK Kerja Sama dengan FBI Kumpulkan Bukti Korupsi E-KTP

Komisi Pemberantasan Korupsi telah bekerja sama dengan Biro Penyelidik Federal (FBI) untuk mengumpulkan dan mencari bukti kasus korupsi pengadaan kartu tanda penduduk berbasis elektronik atau E-KTP, kata Febri Diansyah, Juru Bicara KPK kepada wartawan, Jumat (6/10).


Menurut Febri, ada indikasi aliran dana dari Direktur Biomorf Lone, Johannes Marliem kepada sejumlah pejabat di Indonesia.Febri enggan berkomentar soal adanya intervensi dari seseorang kepada Marliem yang menyebabkan bos Biomorf Lone beberapa waktu lalumengurungkan niatnya untuk memberikan kesaksian kepada KPK.
Gedung KPK

“Dengan Amerika kita melakukan kerjasama dengan pengumpulan dan pencarian bukti karena ada bukti-bukti yang juga ada di Amerika. Ini juga semakin menguatkan bahwa bukti-bukti yang ada terkait korupsi KTP elektronik ini sangat kuat,” kata Febri.

Direktur Biomorf Lone, Johannes Marliem selaku vendor sistem identifikasi sidik jari otomatis E-KTP meninggal bunuh diri di rumahnya pada 9 Agustus lalu.

Beberapa waktu lalu, FBI mengusut aset Johannes Marliem. Laporan FBI tersebut terungkap dalam sidang upaya perampasan aset Johannes Marliem di Pengadilan Minnesota, Amerika Serikat, akhir September.

Menurut laporan itu, Biomorf menerima lebih dari 50 juta dolar untuk pembayaran subkontrak proyek E-KTP. Uang sebesar 13 juta dolar atau 175 milliar rupiah mengalir ke rekening pribadi Marliem. Berdasarkan penelusuran FBI, uang tersebut dipakai untuk membeli rumah, mobilhingga jam tangan mewah.

Ketika diperiksa di Konsulat Indonesia di los Angeles pada Juli lalu, seperti dikutip Tempo,Marliem mengatakan pernah membeli jam tangan seharga 1,8 milliar rupiah untuk anggota DPR yang diduga Setya Novanto. Marliem juga mengaku mentransfer 700.000 dolar ke mantan Ketua Komisi II DPR, Chairuman Harahap.

Dalam sejumlah kesempatan, Ketua DPR Setya Novanto membantah terlibat menerima uang korupsi e-KTP dan membantah mengenal Marliem.

“Tidak pernah menerima apapun dana dari E-KTP. Itu jelas dan semuanya itu telah saya serahkan pada waktu saya dalam penyidikan KPK, dan saya sudah klarifikasi sejelas-jelasnya,” kata Setya Novanto

Chairul Harahap pun telah menyatakan tidak menerima uang sepeser pun dari proyek E-KTP.
Presiden Joko Widodo meminta KPK untuk segera menuntaskan kasus korupsi proyek E-KTP ini. Jokowi, mengatakan masalah e-KTP ini telah membuat Kementerian Dalam Negeri ragu-ragu dan resah dalam melakukan pekerjaannya.

“Supaya diketahui di Kemendagri yang dipanggil KPK ada 32, bolak balik. Jadi kalau ada masalah kekurangan blanko, masalah keterlambatan itu imbas dari masalah E-KTP ini,” kata Jokowi. “Jadi kita minta maaf kalau ada problem-problem seperti itu karena memang peralatannya mesti rampung, dan segalannya rampung. Ini habisnya 6 trilliun jadinya hanya sebuah KTP yang dulu kertas, ini plastik, itu saja,” kata Jokowi menambahkan.

Kasus korupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk berbasis elektronik atau E-KTP senilai 5,9 trilliun rupiah telah merugikan negara 2,3 trilliun rupiah.(voa)

Resmi Ditahan, Bupati Kukar Rita Widyasari Huni Rutan Baru KPK

Jakarta - Tersangka dugaan gratifikasi Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari ditahan KPK selama 20 hari pertama. Rita akan menghuni rutan KPK yang baru diresmikan pagi tadi.


"Tersangka RIW (Rita Widyasari) ditahan di Cabang Rutan KPK Gedung Merah Putih di Kavling K4," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah memberi konfirmasi kepada wartawan, Jumat (6/10/2017).

Rita ditahan setelah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka penerima suap dan gratifikasi. Salah satu materi pemeriksaan oleh KPK juga soal peningkatan harta kekayaan Rita.
"Materi pemeriksaan terkait dengan penerimaan gratifikasi oleh dua tersangka dan peningkatan kekayaan di LHKPN RIW (Rita Widyasari) selama menjabat," ungkap Febri.
Bupati Kukar Rita Widyasari


Rita keluar dari gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (6/10/2017) sekitar pukul 20.50 WIB. Saat keluar, Rita mengenakan rompi oranye tahanan KPK. Dia sempat berkata tetap yakin tidak bersalah.
"Pokoknya saya akan tetap merasa tidak bersalah," tegas Rita saat akan memasuki mobil tahanan.

Bukan hanya Rita yang ditahan. Sebelumnya, pada pukul 16.49 WIB tersangka lainnya dalam kasus ini, Khairudin, juga keluar. Rompi oranye tersemat di atas baju koko putih yang dikenakannya. Saat ditanya soal suap kepada Bupati, Khairudin enggan menjawab.

"Tanya penyidik saja," tuturnya sambil memasuki mobil tahanan.

Khairudin ditahan di rutan berbeda. Dia menghuni Rutan Kelas I Jakarta Timur Cabang KPK yang berlokasi di Pomdam Jaya Guntur.
Khairudin
Dalam kasus ini, Rita terjerat pasal berlapis, yakni soal suap dan gratifikasi. Dia diduga menerima suap Rp 6 miliar dari Hery Susanto Gun selaku Direktur Utama PT Sawit Golden Prima (PT SGP).

Uang itu disebut diterima pada Juli dan Agustus 2010 untuk pemberian izin lokasi guna keperluan inti dan plasma perkebunan kelapa sawit di Desa Kupang Baru, Kecamatan Muara Kaman, kepada PT SGP.

Sementara itu, dalam dugaan gratifikasi, Rita bersama Khairudin, selaku Komisaris PT Media Bangun Bersama (MBB), diduga menerima uang USD 775 ribu atau setara Rp 6,975 miliar. Gratifikasi itu diduga berkaitan dengan sejumlah proyek di Kukar.(*)
Sumber: detik.com

Wiwin Gantikan Jeffri Jabat Kapolres Balikpapan

Mantan Kapolres Malinau AKBP Wiwin Firta resmi menjabat sebagai Kapolres Balikpapan, menggantikan kapolres sebelumnya AKBP Jeffri Dian Juniarta, Jumat  (6/10/2017)

Balikpapan-Wiwin resmi menjabat sebagai pimpinan Polres Balikpapan usai upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kapolres Balikpapan dan Kapolres Malinau yang dipimpin Wakapolda Kaltim Brigjen Pol. M Naufal Yahya di Ruang Rapat Utama Polda Kaltim, jalan Syarifuddin Yoes, pukul 10.00 (Wita). 

Rotasi atau pergantian kapolres tersebut dilakukan berdasarkan Keputusan Kapolri Nomor Kep/947/Sembilan Romawi/2017 tanggal 9 September 2017.
AKBP Wiwin Firta saat Sertijab (poto: abidin)
 

Usai sertijab, Wiwin menjelaskan, kedepannya dia akan melanjutkan program-program yang telah dijalankan Jeffri selama menjabat. Meski sebelumnya memimpin polres yang wilayah hukumnya tak lebih ramai dari Kota Balikpapan, namun Wiwin optimistis dirinya dapat menjalankan kewajiban-kewajibannya sebagai pimpinan di Polres Balikpapan. 

"Kami akan melanjutkan kebijakan dari Pak Jeffri, dan prioritas kami adalah menciptakan Kamtibmas Kota Balikpapan yang tertib aman dan kondusif. Tentu juga dengan memberantas kasus-kasus seperti narkoba, korupsi, kejahatan siber dan kejahatan kejahatan konvensional lain ntuk menciptakan kondisi yang aman. Semua membutuhkan pendekatan ke masyarakat untuk menciptakan hal tersebut," jelas Wiwin. 

Sementara itu, usai digantikan Wiwin, Jeffri akan bertugas ke Bareskrim Mabes Polri di Jakarta. 

"Beliau (Jeffri) dapat promosi menjadi Kasubbagopsnal Dittipidsiber di Mabes. Itu bagian siber. Dan memang beliau expert di bidang siber," kata Wakapolda Kaltim M Naufal Yahya di ruang yang sama. 

Untuk diketahui, jabatan Kapolres Malinau yang sebelumnya dijabat Wiwin akan diisi oleh AKBP Bestri Hamonangan Harahap, mantan Kapolres Bombana, wilayah hukum Polda Sulawesi Tenggara.(din/*)

Tak Terima Diancam Badik, Tiga Pemuda Membegal

Balikpapan-Tiga orang pemuda masing masing berinisial Ar /21/ MI /19/ JC /17) terpaksa harus berhadapan dengan hukum, gara-gara tersangkut kasus pencurian dengan kekerasan alias curas, beberapa waktu lalu. 

Mereka kini diamankan di Mapolres Balikpapan, jalan Jenderal Sudirman, dengan status tersangka kasus curas yang dilakukan kepada salah satu pengendara berinisial Dic (20).

Awal cerita bermula kala Dic yang mengendarai sepeda motor dan menbonceng 2 orang temannya mengancam Ar, MI dan JC yang saat itu berpapasan dengannya dan juga mengendarai sepeda motor. Dic mengancam ketiganya dengan memperlihatkan badik yang digenggamnya, sembari mengeluarkan kata dengan nada terkesan menantang.
Pelaku bekal motor (poto: abidin)
 

Tak terima dengan perlakuan Dic, Ar beserta dua kawannya itu langsung berbalik arah dan mengejar Dic dan kawannya tersebut. Pasalnya Ar, MI dan JC juga saat itu membawa badik. 

"Dia liatkan badiknya sambil teriak bilang 'apa kamu' ke kami. Waktu itu kami mau ke Mall BB untuk nonton balap liar. Kami berpapasan di kawasan Gunung Guntur. Akhirnya kami kejar sampai ke kawasan Lampu Merah Gunung Malang, jalan Mayjen Sutoyo,"  

Saat berada di kawasan lampu merah tersebut, sepeda motor yang dikendarai Dic jatuh karena menabrak trotoar jalan. Sepeda motor yang dikendarai Ar, MI dan JC pun ikut terjatuh. 

"Saat terjatuh, Ar dan MI langsung mengambil badiknya untuk menyerang Dic dan kawan-kawannya. Dic dan kawannya lari sembunyi di rumah warga. Lalu sepeda motor Dic diambil oleh mereka para tersangka," kata KBO Reskrim Polres Balikpapan Iptu Nyoman Darmayasa. 

Usai dibawa kabur, tersangka dalam hal ini Ar, MI dan JC kemudian menjual sepeda motor milik Dic dengan harga Rp1 juta di Kecamatan Sanga-Sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara. Menurut ketiga tersangka, uang tersebut digunakan untuk memperbaiki sepeda motor yang rusak saat malam kejadian itu. 

"Mereka (tersangka) dikategorikan sebagai begal. Kita sangkakan pasal 365 KUHP, dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara," kata perwira perpangkat balok dua dipundaknya itu.(din/*) 

Panglima TNI Jelaskan Soal 5.000 Senjata Kepada Presiden Jokowi

Seiring dengan merebaknya isu pembelian 5.000 senjata oleh institusi non-militer, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo telah menghadap Presiden Joko Widodo untuk menjelaskan hal tersebut.

Pertemuan pertama berlangsung pada Selasa malam (26/9), di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, sepulang kunjungan kerja Presiden dari Provinsi Bali. Yang kedua, pada Rabu sore (27/9) di Istana Merdeka Jakarta, bersama Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto.

Namun, baik Gatot maupun Wiranto, usai pertemuan itu tidak bersedia memberikan penjelasan sedikitpun seputar hasil pertemuan dengan Presiden, kepada awak media.
Presiden Joko Widodo di Jakarta Convention Center, Rabu, 28 September 2017. (Foto courtesy: Biro Pers Kepresidenan RI)

Sebelumnya bertempat di Jakarta Convention Center Rabu (28/9), Jokowi menjelaskan pertemuannya dengan Gatot Nurmantyo di Halim adalah seputar pernyataan Gatot selaku Panglima TNI tentang isu pembelian 5.000 senjata api yang kini menjadi perbincangan dalam masyarakat. Namun demikian Jokowi enggan menjelaskan secara rinci materi pembahasan dengan Gatot Nurmantyo.

"Ya, tadi malam, setelah saya dari Bali, (Panglima TNI) sudah bertemu saya di Halim. Sudah dijelaskan. Saya kira penjelasan dari Menko Polhukam sudah jelas. Saya kira tidak usah saya ulang lagi," kata Presiden Jokowi..

Presiden mengatakan tidak semua hasil pertemuan dapat ia sampaikan kepada media. Namun ia menyampaikan bahwa pernyataan Menkopolkam Wiranto melalui siaran pers tentang isu politik terkini tanggal 24 September 2017 sudah jelas.

"Ya, tidak bisa semua saya sampaikan," lanjut Presiden.

Sementara itu Gatot Nurmantyo kepada wartawan di Gedung DPR Rabu (27/9) mengatakan, penjelasan soal pembelian 5.000 pucuk senjata oleh institusi non-militer di hadapan purnawirawan TNI di Mabes TNI Cilangkap, bukanlah informasi intelijen. Gatot mengatakan informasi intelijen hanya boleh ia sampaikan kepada Presiden Jokowi selaku Panglima Tertinggi TNI.

"Informasi intelijen yang saya dapat hanya boleh diberikan pada Presiden. Pernyataan saya kepada Purnawirawan itu bukan informasi intelijen. Karena informasi intelijen harus mengandung siapa, apa yang dilakukan, bilamana kapan waktunya, di mana dan bagaimana. Jadi itu yang saya sampaikan kepada pak Presiden (di Halim). Yang saya sampaikan jangan tanyakan ke saya, karena 'gak boleh saya jelaskan. Saya hanya akan menyampaikan kepada Presiden," tegas Gatot Nurmantyo.

Gatot membantah ada teguran dari Presiden terkait masalah ini. Gatot menekankan hanya Presiden yang bisa menilai apakah ada salah komunikasi dalam masalah ini.

"Siapa yang bilang ditegur? Saya laporkan ke Presiden, gitu aja. Tanggapannya Presiden 'gak boleh saya sampaikan dong. Karena hal itu menjadi kewenangan Presiden. Nah kalau mis komunikasi atau tidak tanya Presiden. Dan itu saya pegang," lanjutnya.

Sementara itu Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK) Universitas Padjadjaran, Bandung Muradi kepada VOA menilai, Jenderal Gatot selaku pejabat negara tidak semestinya membuat pernyataan terbuka mengenai sesuatu hal yang belum tentu kebenarannya.

"Yang pertama bicara soal etika, ya. Dia 'gak etis, ketika dia menyatakan ke publik. Yang kedua, secara konten itu bukan bagian dari informasi yang bisa diserap oleh publik secara umum. Yang ketiga, Gatot tau betul mana yang harus dia sampaikan ke publik mana yang enggak. Nah, yang ke empat, Gatot mencoba memancing di air keruh, ya!," kata Muradi.

Muradi menambahkan, Gatot Nurmantyo telah melakukan sejumlah manuver politik dalam setahun belakangan ini. Muradi menyebut tiga contoh manuver Gatot, yakni saat momentum aksi demo 4 November (411) atau 2 Desember alias 212. Kedua, dengan mendorong momentum, misalnya melalui perintah nonton bareng film G30S/PKI. Ketiga, menciptakan momentum baru melalui pernyataan pembelian 5.000 senjata.

"Yang bersangkutan sedang melakukan manuver politik. Dia tidak sedang menjalankan posisinya sebagai seorang Panglima. Dia beberapa kali menunggangi momentum ya. Seperti aksi 411, aksi 212 dan sebagainya. Lalu selama Agustus kemarin dia mendorong menonton bersama film G30S. Dan sekarang soal ini. Dalam teori militer dan politik (pelibatan tentara dalam politik) yang bersangkutan sudah menjalankan fungsi itu secara sadar," imbuh Muradi.

Sebelumnya pada Minggu (24/9), Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto membantah informasi yang disampaikan oleh Panglima TNI Jenderal, Gatot Nurmantyo mengenai adanya institusi yang membeli 5.000 senjata dari luar negeri. Wiranto menjelaskan, jumlah senjata adalah 500, bukan 5.000, dan dipesan dari PT Pindad, bukan diimpor.

Pengadaanya juga diperuntukkan bagi kepentingan pendidikan intelijen yang diadakan Badan Intelijen Negara (BIN). [aw/lt]
sumber: Voa


Penipuan Investasi Bodong 1,4 Miliar Diamankan Mapolda Kaltim

Balikpapan-Polda Kaltim melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) berhasil mengungkap kasus penipuan dan penggelapan uang berkedok investasi,  pelaku perempuan asal Samarinda berinisial RP. Pengungkapan bermula dari laporan korban yang dirugikan atas kegiatan investasi bodong pada Juni 2017 lalu.

Kapolda Kaltim Irjen. Pol. Safaruddin dalam konferensi persnya, kasus tersebut yang digelar di Mapolda Kaltim, di Balikpapan,  Kamis (28/09/2017), modus yang digunakan tersangka RP untuk meyakinkan korbannya agar ikut berinvestasi  dengan menjanjikan bunga 20 persen dari uang yang diinvestasikan.

“Ini penipuan yang direncanakan dari awal dan modusnya investasi bodong, karena pelaku menjanjikan bunganya sebesar 20 persen. Itu akan diterima dalam jangka waktu 35 hari. Memang benar, untuk setiap investor korban baru, pelaku memberikan bunga beserta uang yang telah diinvestasikan. Sehingga, investor itu tertarik dan percaya, lalu menginvestasikan uangnya lebih banyak lagi,” jelas Kapolda Kaltim Irjen Safaruddin.
Kapolda Kaltim Irjen.Pol Safaruddin (ke 2 dari kiri)
 

Para korban melaporkan kasus tersebut ke polisi setelah uang beserta besaran bunga yang dijanjikan tak kunjung diterima oleh mereka, tak seperti pada awal berinvestasi.

Dari hasil penyelidikan kepolisian, investor atau korban yang dirugikan dalam kasus ini berjumlah 213 orang, dengan rata-rata besaran investasi berkisar Rp.25 jutaan per orang.

“Yang ikut berinvestasi ini adalah kaum menengah ke atas. Sebagian besar orang Balikpapan,” kata Kapolda Safaruddin.

Sementara Dir. Reskrimsus Polda Kaltim Kombes Pol Yustan Alpiani yang juga hadir dalam konferensi pers tersebut menambahkan, jumlah kerugian dari seluruh korban mencapai Rp20,4 miliar. Uang yang berhasil diamankan sebesar Rp1,4 miliar itu diambil dari pihak salah satu asuransi di Samarinda.

“Pelaku ini menggunakan uang korban untuk kepentingan pribadinya. Jadi uang milik korban diikutkan asuransi. Yang berhasil kami amankan itu adalah uang yang telah diikutkan asuransi. Sementara uang yang lainnya masih kami dalami kemana larinya. Tapi saat ini ada yang sudah digunakan untuk kepentingan pribadi, salah satunya seperti dipakai untuk Down Payment (DP) mobil, terus cicilannya mandek dan akhirnya mobil itu ditarik oleh dialer,” tambah Yustan.

Saat ini RP telah diamankan di Mapolda Kaltim. Berdasarkan penyelidikan sementara, dirinya merupakan pelaku tunggal dalam kasus ini. Selain mengamankan uang Rp1,4 miliar, polisi juga mengamankan sejumlah print out rekening, polis asuransi, satu unit CPU komputer, satu unit Ipad dan satu unit laptop sebagai barang bukti.

Akibat kasus tersebut, perempuan berparas cantik itu kini disangkakan pasal 3 UU No. 8 Tahun 2010 tentang  Pencegahan dan  Tindak  Pidana Pencucian Uang junto pasal 378 KUHP dan atau pasal 46 ayat 1 UU No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 20 tahun.(Abidin)

Bupati Rita Diduga Menerima Suap

Balikpapan-Kasus hukum yang menerpa Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari mulai terungkap. Komisioner KPK Basari Panjaitan mengatakan, Bupati Rita diduga menerima suap saat memberi izin perkebunan kelapa sawit untuk PT Sawit Golden Prima. Namun sangkaan KPK langsung dibantah Rita, demikian dikutip dari Tribun Kaltim.

BUPATI Rita membantah tudingan KPK yang menyebut dirinya telah menerima gratifikasi berupa uang Rp 6 miliar dari Hery Susanton Gun (Abun), Direktur Utama PT Sawit Golden Prima (PT SGP) terkait pemberian izin lokasi untuk keperluan inti dan plasma perkebunan kelapa sawit di Desa Kupang Baru, Kecamatan Muara Kaman.
Bupati Kukar Rita Widyasari

KPK menyebut suap diduga penerimaan uang Rp 6 miliar ini diterima sekitar bulan Juli dan Agustus 2010, dan diindikasikan ditujukan untuk memuluskan proses perizinan lokasi PT SGP. Namun Rita menyebut yang terjadi sebenarnya adalah proses jual beli emas.

"Kalau masalah Abun, saya (yakin) 1.000 persen bukan gratifikasi, ini jual beli emas, ada kwitansi, ada yang angkat emas, ada nomor emas, kalau masalah (mall) Citra Gading 1.000 persen juga gak terima, insyaallah , keadilan harus ditegakkan, dan saya percaya saya gak seperti disangkakan," ujar politisi Golkar yang saat ini menjabat Ketua DPD I Golkar Kaltim.

Kejadian yang dialami Rita ini mirip dengan apa yang dialami ayahnya Syaukani HR sekitar 11 tahun yang lalu. Pasca dilantik sebagai Ketua Golkar Kaltim dan ditetapkan sebagai calon Gubernur Kaltim, KPK menetapkan dirinya sebagai tersangka. "Iya persis. Tapi saya yakin dan percaya (saya) tidak bersalah," ujarnya.

Rita memandang jabatan yang ia emban sebagai bupati adalah bentuk pengabdiannya kepada masyarakat. Rita tak mau menyia-nyiakan kepercayaan masyarakat dengan melakukan berbagai penyimpangan, seperti korupsi.

Kata korupsi menimbulkan trauma baginya. Karena itulah, Rita selalu berusaha menjaga nama baik keluarganya. Ia meyakini apa yang dihadapinya kini akan segera berakhir. "Badai pasti berlalu," ucap Rita.

Saat ini Rita berkumpul bersama keluarganya di rumah Silvi, kakaknya yang tinggal di Jakarta. Pihak keluarga, kata Rita baik-baik saja. "Kak Benny (suami) baik-baik saja. Anak-anak juga sudah tahu. Ibu (Dayang) juga. Mereka memang sedih tapi gak dramatis, karena mereka tahu saya kerja selama ini," ujarnya. (*/berbagai sumber)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website