Jatanras Direskrim Polda Kaltim ungkap Curanmor, Kukar

Sabtu, 14 Juli 2018
BALIKPAPAN-Jatanras Ditreskrimum Polda Kaltim  telah berhasil melumpuhkan pelaku kejahatan jalanan curat dan curanmor dikenakan pasal 363 KUHP, pada tanggal, 5 Juli 2018, lalu dengan tersangka M. Rudi, beralamat di Sungai Mariam, Anggana Kutai Kartanegara.
Foto: Pelaku curanmor (din/jb)
Tersangka melakukan kejahatan di wilayah hukum Bontang, Samarinda dan Balikpapan.

Residivis ditahan di lapas Samarinda 3 kali dan Balikpapan sekali.

Penangkapan dilakukan subdit Jatanras di jalan poros Balikpapan Handil 2, Kecamatan Samboja, Kab. Kukar depan RS. Aji Batara.

Dengan penangkapan tersebut, barang bukti dua sepeda motor disita dari tersangka.  Dengan Nugrah warga Samboja, versi Alfian warga Bontang, demikian dikatakan Yohanis Kasubdin Polda Kaltim.

Hasil ungkap pelaku tindak pidana curas dan curanmor antara, Kota Samarinda, Kutai Kartanegara dan Balikpapan.
Penulis: Abidin
Editor: Ahmad yani

Bakso Pecel, Mujiono Makin Laris

Jumat, 13 Juli 2018
BALIKPAPAN-Bagi pencinta kuliner khususnya, yang berada di Kota Balikpapan. Ada "Bakso Pecel Banyuwangi" tempatnya di depan Kantor Badan Pelatihan Kerja (BLK) Kota Balikpapan.
Foto: Mujiono (fadli/jb)
Baru buka, Kamis (12/7/2018) kemarin. Dihari pertama buka itu langsung laris manis dan dipadati pengunjung pencinta kuliner.

Pemilik rumah makan Bakso Pecel Banyuwangi Mujiono mengatakan, bakso pecelnya merupakan perpaduan antara dua rasa menjadi satu. Ada rasa Bakso dan pecelnya, Apalagi pecelnya khas Banyuwangi sehingga menjadi perbedaan dengan Bakso lainnya.

"Saya melihat bakso sudah beredar banyak di kota Balikpapan. Sehingga saya berani untuk berinovasi untuk membuat hal baru. Yaitu, Bakso Pecel Banyuwangi. 

Bakso ini menggunakan Kangkung, Kecamba, dan bumbunya sudah sepakat. Nama Banyuwangi saya tambahin, karena Kota Banyuwangi terkenal atau khasnya dengan Pecelnya dan sekaligus meperkenalkan Banyuwangi khususnya di Kota Balikpapan," ungkapnya.

Untuk Porsinya masih terjangkau dan Standar dengan Bakso lainnya. yaitu, 15.000 (lima belas ribu). 

"Bagi warga Balikpapan yang penasaran dengan Bakso pecel Banyuwangi bisa mengunjungi di rumah makan kami. Di depan BLK Kota Balikpapan, Sepinggan Balikpapan Selatan," tutur Mujiono.
Penulis: Fadli
Editor: A. Yani

Selalu Waspada, Penipuan Kembali Marak

Jumat, 13 Juli 2018
BALIKPAPAN-Maraknya penipuan terjadi akhir-akhir ini, bahkan berbagai cara dan modus dipakai. Seperti, yang dialami Mawar (nama samaran, red) yang tidak ingin disebut namanya. 

Kejadian itu terjadi dihari Rabu (11/7/2018). Bahkan Mawar sempat konsultasi ke Polsek Balikpapan Barat saat penipu masih beraksi.
Foto: Albert Manullang (fadli/jb)
Mawar mengatakan, Kejadian itu sepulang kerja. Asik berbaring di rumah, ada telpon tak dikenal menelpon diriku. Aku bilang, siapa ini. Dia mengatakan masa ngga kenal. Saya sempat berfikir bahwa itu salah satu Dosen saya dikampus, karena suara dan lagat bicaranya sama. 

Akhirnya dia bilang iya. Dia bilang nemu dompet dijalan, Ada 2 (Dua)  orang warga melihat dan ingin ambil dompet tersebut. Penipu yang saya anggap Dosen saya, ditahan dan meminta Pulsa 100.000 (seratus ribu) 2 (dua) nomer berbeda sebagai atur damai. Karena saya anggap Dosen akhirnya saya turuti permintaan penipu itu karena kasihan, tapi katanya jangan bilang siapa-siapa. 

"Setalah beli Pulsa 200.000 (dua ratus ribu) 2 (dua) Nomer. Pelaku penipuan itu menelpon untuk menambah kembali dan katanya untuk lebih mudah bisa melalui ATM direkening Bank. Tapu tidak terjadi, karena saya merasa tertipu ternyata, Benar. Tak jauh dari Polsek Barat, singgahlah saya kesana untuk menceritakan semua kejadian," ungkapnya.

Albert  Manullang salah satu Anggota Polisi di Polsek Barat mengatakan, memang modus penipuan seperti itu kerap terjadi, bahkan banyak modelnya. 

"Waktu itu ada yang sampai jual motor. Kami juga merasakan kasihan kepada korban tersebut, tetapi kami tidak dapat melacaknya, karena nomer seperti itu ngga bisa dilacak," jelasnya.

"Untuk antisipasi terulang kembali, kami beserta jajaran kepolisian di Polsek Barat sudah memberi saran ke konter-konter pulsa. Seperti, mengingatkan pembeli apabila membeli Pulsa secara tidak wajar, apalagi sampai nambah berulang kali. 

Tegur pembeli, kasih arahan untuk istigfar dan lain-lain. Supaya pembeli tersebut sadar. Antisipasi ini sudah kami sebarkan konter pulsa Balikpapan Barat. 

Saran kami, Untuk lebih berhati-hati lagi jika ada telpon masuk di telepon seluler anda. Tanyakan, siapa orangnya, kalau perlu buat kata sandi atau ciri-ciri orang yang dimaksud dengan terbalik. 

"Contoh, asilinya gendut bilang aja kurus, kalau dia bilang iya, berarti dia salah dan itu bisa dugaan penipuan," jelasnya.
Penulis: Fadli
Editor: A. Yani

Perlunya Penanganan Kekerasan Terhadap Perempuan

Jumat, 13 Juli 2018
BALIKPAPAN-Kajian Focus Gruop Discussion (FGD) gelaran Komisi IV DPRD Balikpapan, dilaksanakan di Hotel Platinum, Kamis (12/7/2018). Terungkap, Kota Balikpapan merupakan salah satu Kota tertinggi tingkat kekerasan terhadap Perempuan.
Foto: Mieke Henny (fadli/jb)
Oleh sebab itu DPRD Balikpapan melalui Komisi IV menggelar FGD bersama Universitas Brawijaya Malang, dengan melibatkan tokoh masyarakat dqn lembaga lain untuk secara beraama-sama mencari solusi penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Seorang narasumber FHD, ahli pakar kejiwaan dari Universitas Brawijaya Malang Abdullah Said mengatakan, salah satu penyebab kekerasan kepada Perempuan adalah rumah tangga. Karena pendidikan dalam rumah tangga adalah Basic atau utama dalam rumah tangga.

"Pendidikan dalam rumah tangga sangat penting. Kalau terdidik akan lebih mudah mengatur generasi selanjutnya. Bisa dengan akhlak, kalau Islam dengan Akidahya. Kebanyakan sekarangkan tidak ada pendidikan, pendidikan bagi mereka cuma di luar rumah tangga. Sehingga itulah salah satu penyebab kekerasan terhadap Perempuan," ungkapnya.

Ketua Komisi IV DPR Balikpapan Meike Heny mengatakan, adapun hasil data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPMP2KB)  Kota Balikpapan. Mencatat pada 2012 kasus kekerasan 36, Meningkat menjadi 38 kasus di 2013. Lalu pada 2014 meningkat lagi menjadi 67 kasus, dan pada 2015 mencapai 114 kasus. 

Kemudian di 2016 meningkat tajam 127 kasus. Selain itu mei 2017, kasus kekerasan pada perempuan dan anak sudah mencapai 44 kasus. 

"Upaya kami bersama pemerintah Kota Balikpapan, dengan jumlah yang sangat tinggi itu. Untuk Bekerja sama menyelesaikan jumlah kekerasan terhadap Perempuan salah satunya melalui kerjasama penguatan komitmen antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Dalam upaya perlindungan hak perempuan serta terciptanya koordinasi, integrasi dan sinkronisasi kebijakan pemerintah pusat dan daerah," tambahnya.

Salah satu, menjadi hambatan dalam perlindungan perempuan terhadap tindakan kekerasan di Kota Balikpapan. Yaitu, Belum adanya Gender Budgeting, Kurangnya sosialisasi pemahaman masyarakat tentang fungsi P2TP2A, Kurang kuatnya sisi regulasi dari setiap diri masyarakat. 

"Semoga dengan pembahasan di FGD ini, dapat menjadi solusi dan PR kita kedepan. Minimal bisa menimalisir angka kekerasan terhadap Perempuan khususnya," tandas Mieke.
Penulis: Fadli
Editor: Ahmad yani

HUT 72 Tahun Polri Dapat Pujian

Rabu, 11 Juli 2018 
BALIKPAPAN-Kapolda Kaltim Irjen Pol Priyo Widyanto menyampaikan amanat Presiden Republik Indonesia pada upacara  Hari Hut Bhayangkara ke 72, Rabu (11/7/2018).

Dalam sambutannya Kapolda Kaltim  pada Upacara peringatan HUT ke 72 Bhayangkara, Presiden mengapresiasi kinerja Polri menjaga situasi kamtibmas yang kondusif.
Poto: Irjen. Pol. Priyo Widyanto (din/jb)
Merupakan pengabdian polri terbaik bagi bangsa, Kebanggaan negara indonesia menjadi 10 negara teraman di dunia yang dilakukan lembaga  internasional turut diserukan dalam amanat presiden ke 7 pada HUT ke-72 Polri tahun 2018.

Untuk diketahui, lembaga riset internasional Gallup's Law and Order 2018 menempatkan Indonesia sebagai satu dari 10 negara teraman di dunia.

Indonesia menempati urutan ke-9 dengan skor 89, satu tingkat di bawah Kanada 90 dan setingkat di atas Denmark 88.

"Kabar gembira dari dunia internasional, Indonesia termasuk 10 negara teraman di dunia. Ini membanggakan indonesia  jaga dan pertahankan," tandas Kapolda Kaltim Irjen. Pol. Priyo Widyanto.
Penulis: Bidin
Editor: Ahmad yani

Polda Kaltim Peringati HUT Bhayangkara 72 di Lapangan Merdeka

Kamis, 12 Juli 2018
BALIKPAPAN-Upacara HUT Polri ke-72 oleh Polda Kaltim dilaksanakan di Lapangan Merdeka Balikpapan, Rabu (11/7/2018).

Sejumlah pejabat tinggi dan tokoh masyarakat Kaltim dalam acara tersebut diantaranya, Gubernur Kaltim Awang Farouk Ishak, Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto.
Foto: Irjen. Pol. Priyo Widyanto (din/jb)
Kapolda Kaltim Irjen Pol Priyo Widyanto selaku inspektur upacara mengatakan, Kapolri memberikan apresiasi kepada jajaran Kepolisian, mulai yang bertugas di kota kota besar hingga di pelosok-pelosok tanah air.

Polri telah memberikan dedikasi, loyalitas dan integritas yang tinggi untuk mendukung jalannya pembangunan nasional dan pemerataan ekonomi yang berkeadilan. 

“Polri juga mampu menciptakan situasi Kantibmas yang stabil dan kondusif. Polri sukses melakukan pencegahan konflik, Penjagaan demontrasi, Penanganan terorisme, dan Pemberantasan narkoba. Menekan angka kejahatan konvensional, seperti premanisme dan kejahatan jalanan,” tandas Kapolda.
Penulis: Bidin
Editor: Ahmad yani

Perlunya Perhatian, Terhadap Disabilitas

Kamis, 12 Juli 2018
BALIKPAPAN-Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Balikpapan, Sugianto menyatakan pihaknya ingin menyalurkan aspirasi dan memerlukan perhatian lebih dari pemerintah.
Foto: Sugianto (fadli/jb)
 "Jangan cuma saat pemilu kami dibutuhkan dan dicari. Tapi setelah itu siapa kamu?," kesalnya.

"Selain diperhatiakan, kami juga ingin difasilitasi dan dilindungi. Karena itu sudah menjadi kewajiban pemerintah, Khususnya Kota Balikpapan. Perlu di Garis Bawahi, melindungi kami bukan berarti kami manja. Karena itu menjadi kewajiban dan memfasilitasi hal seperti itu," ungkapnya.

Disinggung masalah akses ketenagakerjaan dibidang Pegawai Negeri Sipil, Sugianto menilai, pihaknya juga sangat sulit untuk mendaftar CPNS. Karena disitu ada klausul sehat jasmani dan rohani, Dan itu masih diperdebatkan. Dalam artian jasmani dan rohani itu seperti apa, itu yang perlu dikaji kembali. 

"Kalau dibilang sehat, kami pun sehat. Baik Jasmani maupun Rohani. Contohnya saya pribadi, sudah 3 (tiga) kali mendaftar CPNS selalu gugur dan sampai terbatas Usia. Tapi adik-adik kami banyak ingin masuk di PNS, ya mungkin karena klausul tersebut jadi tergugurkan," katanya dalam forum diskusi gelaran Komisi IV DPRD Balikpapan, di Hotel Platinum Rabu (11/7/2018).

Kalau untuk ketenagakerjaan di Balikpapan kami berharap, seperti yang disampaikan narasumber, Pelayanan Rehabilitas Sosial Bagi Penyandang Disabilitas, Tuna Sosial dan Korban perdagangan anak di luar panti tersebut. 

"Dinyatakan perusahan-perusahaan harus mendapat panismen atau rewad apabila mereka memperkejakan kaum disabilitas," pungkas Sugianto
Penulis: Fadli
Editor: Ahmad yani

DPRD Balikpapan Pertajam Disabilitas

Kamis, 12 Juli 2018
BALIKPAPAN-Focus Grup Discussion (FGD) digelar Komisi IV DPRD Balikpapan dengan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang. Tengah melakukan kajian akademis mengenai, Pelayanan Rehabilitas Sosial Bagi Penyandang Disabilitas, Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang, Anak serta lanjut Usia Di Luar Panti.w
Foto: Mieke Heny (fadli/jb)
Salah satu pembahasan dan butuh Perhatian dalam discussion itu adalah "Kaum Disabilitas."

Beberapa tamu Undangan pun hadir dalam FGD diantaranya, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Balikpapan, Dinas Sosial, Forum Anak, Perkumpulan penyandang disabilitas, di Hotel Platinum Balikpapan, Rabu (11/7/2018).

Ketua Komisi IV Meike Heny mengatakan, hasil dari Focus Grup Discussion (FGD) yang sudah kita kaji dan bahas bersama. Menghadirkan Stackholder yang ada di Kota Balikpapan. Lebih tertuju perhatiannya kepada Kaum atau Penyandang Disabilitas.

"Disabilitas itu adalah keterbatasan diri, Dapat bersifat fisik, Kognitif, Mental, Sensorik, atau beberapa kombinasi seperti ini. Kalau dalam maknanya itu agak berkelainan," ungkapnya.

"Ada beberapa kategori dan konten-konten yang kita masukan dalam penyusunan ini dan itu semua tidak terlepas dari Fasilitas dan kemudian perlindungan. Karena kajian ini dibuat untuk menjamin dan perlindungan masyarakat yang lebih tertuju kepada Penyandang Disabilitas, Anjal, Lansia dan sebagainya," tambahnya.

"Nanti kita akan lengkapi dulu semua sarana dan prasana yang diminta seluruh steckholder yang hadir," jelasnya.

"Pastinya kita kaji seperti tempat tinggal dan Anggarannya. Ketika lansia mau ada perlindungan seperti jaminan kesehatan. Perhatian rumah ke rumah dan itu semua yang akan kita masukan dalam Konten-Konten yang akan kita sampaikan kepada konsultan dari Universitas Brawijaya Malang," tandasnya.
Penulis: Fadli
Editor: Ahmad yani

DPRD Balikpapan Programkan Kesbangpol menjadi Badan

Selasa, 10 Juli 2018
BALIKPAPAN-DPRD Balikpapan bersama pemerintah kota Balikpapan berencana membuat Badan Kesatuan Bangsa dan Politik. Hal ini terungkap dalam Focus Grup Discussion (FGD), di Grand Tjokro, Selasa (10/7/2018.
Foto: Abdollah Ketua DPRD Balikpapan (fali/jb)
Forum Group Discussion (FGD) bagian dari kegiatan Komisi I DPRD Balikpapan, merupakan hari kedua dari pelaksanaan kegiatan tersebut.

Rencana pembentukan badan kesatuan bangsa dan politik menjadi, Direktorat jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri atau disebut Kesbangpol.

Sejumlah aparatur hadir dalam kegiatan ini seperti, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Unsur Muspida dan sejumlah OPD lainya.

Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh mengatakan, seyogyanya DPRD dan Pemerintah Kota pada tahun 2017, telah merencanakan pembentukan Badan Kesatuan Bangsa an Politik. 

"Tetapi pada saat 2018 pada saat di Jakarta dan dihadiri Presiden Republik Indonesia, Jokowi Dodo. Bahwa setelah dikupas di PP 18 dalam forum tersebut, menghasilkan tidak jadi untuk pembentukan Badan Kesatuan Bangsa dan Negara," ungkapnya

"Itulah yang menjadi Salah satu hambatannya," jelasnya.
Foto bersama peserta FGD (fali/jb)
"Kami (DPRD) dan beserta Walikota Balikpapan berfikir dan seharusnya ada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Khususnya di Balikpapan. Salah satunya dengan merubah Kantor Kesbangpol Balikpapan harus menjadi Badan. Dan mudah-mudahan bisa disepakati bersama dan rekomendasi ini akan kami sampaikan ke Pemerintah Kota untuk bisa dibuatkan rekomendasi sebagai proyek berikutnya," harapnya.

"Kalau tahun ini kajian bisa selesai  jadi bisa masuk proyek, Ini sifatnya khusus. Apalagi Kota Balikpapan sebagai salah satu kota menjadi contoh, di Kalimantan Timur dan mendapat perhatian khusus," pungkasnya.
Penulis: Fadli
Editor: Ahmad yani

STAI Gelar Ospek, Pendaftaran Mahasiswa Tetap Buka

Senin, 9 Juli 2018
Balikpapan - Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) masih menerima Masa penerimaan Mahasiswa Baru (Maba).
Meskipun saat ini tengah berlangsung masa Orientasi Kampus (OSPEK), di Kampus STAI, Minggu (8/7/2018).

Ketua panitia ospek Yudi Nugraha mengatakan, Ospek ini sebagai pembukaan dan salah satu syarat untuk masuk diperekuliahan. Dalam ospek tersebut, sebagai pengenalan kampus, saling kenal, belajar pengetahuan dan bahkan melatih mental.
foto: Mahasiswa peserta ospek (fadli/jb)

"Melatih mental dalam artian, kita harus punya mental keberanian untuk terjun kemasyarakat bagaimana cara berkomunikasi dan lainya. Karena kita tinggal di Nusantara pasti ada adabnya, seperti sopan santun, cium tangan kepada yang lebih tua dan itulah yang tidak boleh dihilangkan di Nusantara kita ini,” tambahnya.
Hal senada juga disampaikan Ketua BEM STAI Ahmad Zaini, ospek ini akan dilaksanakan dari 16 Juli 2018 -  22 Juli 2018. Tapi kami tidak menutup pendaftaran mahasiswa baru, karena masih ada gelombang ke-2 (dua).

“Gelombang ke 2 (dua) akan berlanjut Agustus 2018. Siapkan persyaratan dan cepat bergabung bersama kami. Kami selalu menunggu mu disini (kampus STAI),” tandasnya.
Penulis: Fadli
Editor: Ahmad Yani

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website