Banyak Prostitusi di Tengah Kota, Pemkot Diminta Jangan Tebang Pilih


Ilustrasi

"Terkait Penutupan KM17"

BALIKPAPAN.JB- Pasca penutupan Lokalisasi KM17 DPRD Balikpapan. Para pemerhati sosial di kota Balikpapan mengingatkan Satpol PP Balikpapan untuk mengantisipasi kegiatan prostitusi yang nantinya merembet ke tengah kota.

Pasalnya, dengan adanya penutupan ini diharapkan kegiatan prostitusi di Kota Balikpapan bisa semakin ditekan jumlahnya.

Yani salah satu aktivis pemerhati sosial di kota Balikpapan ini mengatakan, dengan ditutupnya Lokalisasi KM17, jangan harap Balikpapan terhindar dan bebas dari kegiatan prostitusi liar, sehingga diperlukan langkah antisipasi agar pelaku prostitusi tidak bertindak terlalu luas dan berkembang di Balikpapan, ujarnya kepada jurnal balikpapan.com. Kamis (8/5)

Menurutnya, banyaknya prostitusi yang ada di pinggir jalan, rumah sewa, serta rumah kos harus segera ditindak. Pasalnya kegiatan ini harus diwaspadai, mengingat jaringan yang ada saat ini cukup terorganisir.

Ida menambahkan, berdasarkan hasil pantauan lembaga legislatif dan laporan dari masyarakat, saat ini masih ada prostitusi terselubung yang mengatasnamakan rumah kos dan rumah sewa.

Selain itu, pada pukul 3 dinihari masih dijumpai wanita tuna susila yang berdiri dan berjejer di sepanjang jalan protokol di Balikpapan. Diantaranya di Pasar Baru, Markoni hingga Balikpapan Permai.

Sehingga tindakan prefentif perlu dilakukan sebelum menjadi sesuatu yang konstan. Selain itu, jaringan yang ada harus dicari dan dipangkas sebelum kegiatan prostitusi ini semakin menyebar di Balikpapan.(andy fathir)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website