KPK dan Era Baru Pemberantasan Korupsi


Ilustrasi

Jakarta.JB- Terpilihnya Abraham Samad, seorang pengacara dan aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) sebagai Ketua Komisi ImagePemberantasan Korupsi oleh Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat menandai era baru pemberantasan korupsi di Indonesia. Bersama Abraham Samad, terpilih juga tiga pimpinan baru KPK lainnya yakni Bambang Widjojanto, Adnan Pandu Praja, dan Zulkarnaen. Busyro Muqoddas, ketua KPK sebelumnya melengkapi jumlah komisioner yang akan memimpin KPK hingga 2015.

Terlepas dari berbagai kontroversi dan spekulasi politik yang berkembang dalam proses pemilihan tersebut, ada harapan besar dari masyarakat yang diletakkan di pundak para komisioner yang baru. Hal ini berkaitan dengan menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap kredibilitas KPK. Masih segar di ingatan masyarakat, berbagai kasus hukum yang menimpa pimpinan KPK sebelumnya dan konflik kepentingan dengan lembaga penegakan hukum lain yang berbuntut pada lemahnya posisi KPK dalam menangani kasus-kasus besar yang memiliki nilai strategis. Belum lagi KPK dinilai sudah sarat dengan berbagai muatan kepentingan politis dan tidak dapat menjaga independensinya sebagai lembaga penegakan hukum.

Tentu tidak sedikit pihak yang pesimis terhadap hasil pemilihan pimpinan KPK yang baru. Banyak anggapan bahwa pimpinan KPK terpilih tidak akan membawa perubahan yang cukup signifikan nantinya. Abraham Samad dkk, belum memiliki track record yang teruji secara nasional. Abraham sendiri diusianya yang tergolong masih muda hanya dikenal sebagai aktivis antikorupsi berskala lokal. Sama halnya dengan Abraham Samad, dua komisioner lainnya, Adnan Pandu Praja dan Zulkarnaen juga dinilai belum memiliki taji dalam penanganan kasus korupsi. Berbeda dengan Bambang Widjojanto. Nama terakhir ini sebenarnya menjadi favorit untuk memimpin KPK. Bambang dinilai sebagai tokoh pegiat antikorupsi yang berani dan independen.

Tapi bagaimanapun, apresiasi pantas diberikan kepada para pimpinan KPK terpilih atas setiap janji, semangat, dan komitmen memberantas korupsi yang dilontarkan dalam fit and proper test Capim KPK. Tak tanggung-tanggung, Abraham Samad bersedia mengundurkan diri jika dalam setahun tidak menunjukkan hasil karyanya. Nilai positif yang dapat dijadikan pijakan harapan masyarakat adalah pimpinan KPK terpilih tergolong bersih dari pengaruh kepentingan dan tekanan politik manapun. Jika tetap menjaga independensi dan integritas, bukan tidak mungkin Abraham Samad dkk, mampu membuktikan janji dan komitmen mereka. Artinya, gong perang terhadap korupsi akan semakin menggaung.

Masih banyak kasus korupsi yang belum terselesaikan di negara ini. Kasus Bank Century misalnya dan kasus mega skandal lainnya. Selain langkah represif terhadap setiap kasus yang terjadi, perlu juga diperhatikan langkah-langkah preventif untuk meminimalisir tindakan korupsi. Tantangan semakin berat ke depannya. Modus korupsi pun beraneka ragam. KPK harus lebih cerdas dan tegas dalam penanganannya tanpa pandang bulu. Disinilah para pimpinan KPK yang baru dapat teruji.

Tugas pemberantasan korupsi sejatinya bukan hanya tugas KPK. Semua elemen bangsa memiliki tanggung jawab untuk itu, termasuk di dalamnya adalah masyarakat. Masyarakat berperan mengawal pimpinan KPK terpilih sambil terus memantau kinerja lembaga super tersebut agar tetap transparan dan akuntabel. Pemberantasan korupsi sudah menjadi salah satu agenda paling penting di masa reformasi. KPK sebagai lembaga yang dibentuk untuk cita-cita luhur itu perlu mendapat dukungan. Sebab keberhasilan KPK adalah cerminan keberhasilan bangsa pada umumnya. Selamat berkarya Abraham Samad dkk.(Laporan, AHMAD YANI)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website