Jelang Ramadan Pertamina Bentuk Satgas Awasi Penggunaan BBM





BALIKPAPAN.JB - Jelang Bulan Puasa Ramadan yang diperkirakan jatuh pada akhir bulan ini, konsumsi Permintaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi terus  meningkat. Itu ditandai dengan sejumlah SPBU di Kota Minyak yang belakangan dipenuhi antrean panjang. Kendati demikian, Pertamina memastikan stok premium dan solar aman hingga Idulfitri.

External Relation PT Pertamina Fuel Retail Marketing Operation Region VI Kalimantan, Dhika Edwina Fajrini N memaparkan, penggunaan solar bersubsidi tahun ini hingga Mei tercatat sebanyak 30.311 kiloliter (KL) dari kuota APBN sebesar Rp 73.282 KL. Jatah yang sudah keluar itu dinilainya masih di bawah 30.317 KL.

“Artinya, stok kita masih aman. Kalau hingga Mei yang sudah digunakan lebih 30.317 KL, nah, ini baru kuota BBM di Balikpapan terganggu hingga akhir tahun,” paparnya.

Demikian juga dengan premium, kata dia, hingga Mei tahun ini sudah terpakai 55.024 KL dari kuota sebesar 151.638 KL. Jatah bensin terganggu bila penggunaannya melewati 62.732 KL hingga Mei.

Ia menyebut, sebelum Ramadan, Pertamina akan membentuk Satgas BBM Bersubsidi dan Nonsubsidi yang akan memantau rutin penyaluran rutin solar bersubsidi dan premium ke warga. Begitu pula selama Ramadan dan Lebaran depot-depot Pertamina akan buka 24 jam termasuk hari libur. “Ini untuk mengantisipasi kenaikan permintaan BBM bersubsidi,” jelasnya.

Sebelumnya, External Relation PT Pertamina Fuel Retail Marketing Operation Region VI Kalimantan, Rudi Biantoro menyebut, penggunaan BBM tahun ini di Kaltim relatif terkendali. Hingga April berdasar data Pertamina, jatah BBM bersubsidi di Benua Etam masih terpakai sekira 29 persen. BUMN itu optimistis kelangkaan bahan bakar milik rakyat yang terjadi tahun lalu, tak akan terulang tahun 2014.

Meski terbilang aman, pihaknya masih menyiapkan beberapa skenario bila kuota BBM bersubsidi itu mulai menyusut. Menurutnya, skenario itu akan diberlakukan bila pertengahan tahun ini kuota bensin dan solar yang terpakai melebihi angka 55 persen.

“Kami akan terapkan aturan pengurangan jatah BBM bersubsidi yang didistribusikan tiap harinya. Pengendalian ini supaya kuota itu terpenuhi hingga akhir tahun,” paparnya.

Bila pengendalian ini diterapkan, kata dia, maka akan berdampak pada BBM bersubsidi di SPBU akan cepat habis. Sehingga konsumen menganggap bahan bakar langka. Padahal tak demikian. “BBM itu enggak ada langkanya. Stok ada. Tapi yang subsidi ada batasnya. Yang nonsubsidi baru tak terbatas,” jelas dia.(Kt/Af)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website