Ketika Seorang Jurnalis menjadikan Dirinya Wasit Pilpres

Ket Foto : Ilustrasi
JAKARTA.JB,-Tabloid Obor Rakyat memanaskan suasana pemilihan presiden dengan edisi perdana yang menggambarkan calon presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai beretnis Tionghoa dan beragama Kristen.

Peredaran tabloid itu tidak terlalu elegan, dengan menyasar kaum Muslim yang beribadah solat Jumat di masjid-masjid, atau ke pesantren-pesantren, dengan kata lain menunggangi tempat ibadah untuk motif politik yang ditengarai penuh bumbu fitnah karena tidak jelas nara sumber atau bukti yang menjadi dasar artikel.

Edisi pertama membuat heboh dan kecaman terutama dari kubu Jokowi, namun ternyata masih ada edisi kedua, meskipun terlihat tidak lagi memperalat masjid.Tak satu pun dari dua edisi itu yang menyebut kandidat presiden satu lagi, Prabowo Subianto, jadi jelas siapa musuh dan korban tabloid ini.

Lalu tiba-tiba, seorang jurnalis mengaku sebagai salah satu yang berada di balik produksi tabloid itu, namun kali ini dengan bahasa yang dikemas canggih dan berusaha menimbulkan kesan berpendidikan.

Dan bisa ditebak seperti biasa diucapkan banyak penentang Jokowi -- dia tak lupa menyebutkan kalimat "saya dulu sebetulnya pendukung Jokowi, tapi...".

Darmawan Sepriyossa, redaktur Inilah.com, menulis di portal website Inilah Jumat (13/06) bahwa dia setuju bekerja-sama dengan Setiyardi, mantan rekan kerjanya di Majalah Tempo dulu untuk memproduksi tabloid tersebut.

Setiyardi, komisioner dari PT Perkebunan Nasional XIII, dulunya adalah anggota tim kampanye mantan gubernur Fauzi Bowo.

Darmawan mengatakan dia setuju untuk bergabung di tabloid Obor Rakyat karena dia menganggap media mainstream di Indonesia cenderung berpihak pada Jokowi, tanpa menyebut media mana.

Motivasinya terdengar hebat, bahwa dia hendak menjadi wasit media, berdasarkan kesimpulannya sendiri bahwa media terlalu sayang ke Jokowi.

“Kami melihat media massa mainstream justru tengah mabuk euforia. Mereka seolah hanya bisa bertepuk tangan dan tak lagi mampu menyemprit, terutama kepada Pak Jokowi. Pak Jokowi dekat dengan media, bahkan menjadi kesayangan,” tulis Darmawan.

Namun dari penjelasannya itu, tidak disebutkan dasar kenapa Jokowi digambarkan adalah keturunan Tionghoa dan beragama Kristen, dan kenapa sebagai awak media memenuhi dua unsur itu adalah hal buruk.(*)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website