Lahan Belum Dibebaskan, proyek Jembatan Nenag Terbengkali

Ket Foto : Logo Pemkab PPU
PENAJAM.JB- Proyek pembangunan Jembatan yang menghubungkan kelurahan Nenag dan Kelurahan Nipahnipah hingga saat ini belum dapat di fungsikan. Pasalnya para pemilik lahan serentak malakukan aksi penutupan dimana warga belum menemukan kata sepakat terkait biaya pembebasan lahan warga. Terpisah Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kembali akan melakukan negosiasi harga ganti rugi kapada pemilik lahan.

Karena yang bersangkutan memasang harga sekira Rp 250 ribu per meter2. Harga tersebut dianggap terlalu mahal oleh Dinas PU. Sementara harga yang ditetapkan pemerintah untuk pembebasan lahan coastal road sekira Rp 180 ribu per meter persegi. ”Kami masih akan melakukan nego harga kepada pemilik lahan,” ujar Kabid Bina Marga Dinas PU PPU, Supardi pada jurnal balikpapan.com, kemarin.selasa (15/6)

Lahan yang belum dibebaskan seluas 50x50 meter, kata Supardi, harga yang telah diputuskan oleh pemerintah, nantinya akan diberitahukan kepada pemilik lahan dan akan melakukan negosiasi. Karena, harga yang dibandrol oleh pemilik lahan, jauh lebih besar dari harga yang ditawarkan oleh pemerintah. “Kita berharap pemilik lahan menyetujui harga yang ditawarkan oleh pemerintah,” terangnya.

Supardi mengatakan, lahan yang diportal tersebut berada di kawasan coastal road Pantai Nipahnipah, sehingga pengerjaan proyek jembatan di Kelurahan Nenang RT 8 tersebut sampai saat ini masih terbengkalai. Karena kendaraan pengangkut material tidak memiliki akses menuju lokasi proyek jembatan tersebut.

“Proyek jembatan itu belum bisa dilanjutkan, dan kurang lebih lima bulan PT Idde Murni Jakarta tidak melakukan pekerjaan, karena akses menuju lokasi masih ditutup oleh pemilik lahan,” katanya.

Dia menuturkan, kontrak kerja dengan PT Idde Murni Jakarta sebagai pemenang tender pembangunan jembatan tersebut, akan habis akhir Juni 2014. “Akhir bulan ini kontraknya kana berakhir. Tapi, besar kemungkinan kontrak akan diperpanjang,” tuturnya.

Dirinya berharap, proyek pembangunan jembatan rampung seratus persen tahun ini. Itupun, kalau ada hasil kesepakatan dengan pemilik lahan terkait dengan harga yang ditawarkan oleh pemerintah. jika, pembebasan lahan selesai, kontaktor bisa langsung bekerja kembali. “Kalau pembebasan lahan tuntas, kontraktor bisa mulai melanjutkan pekerjaan itu,” harapnya.

selain itu, Dis PU akan melakukan perbaikan jalan di sepanjang coastal road di kawasan Pantai Nipahnipah. Karena kondisi jalan mulai berlubang, pada hal jarang dilalui kendaraan berat. “Jalan sekarang masih kelas kategori tiga, kedepan kita rencanakan desain jalan berkapasitas kendaraan bermuatan 8 ton,” pungkas Supardi.(Bps/Af)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website