PKL Balikpapan Tersisihkan di Balikpapan Fair


Balikpapan Fair dirangkai HUT Kota ke-118 tidak dapat dinikmati masyarakat Balikpapan khususnya pedagang kecil (PKL)

Sekretaris I Asosiasi PKL Balikpapan (poto:dok.)

Balikpapan- Sebelumnya iven tahunan ini dilaksanakan pemerintah kota (pemkot) Balikpapan, semua elemen masyarakatpun dapat terlibat setiapkali acara ini digelar. Tahun ini Balikpapan Fair diambil alih EO (Event Organizer) tanpa alasan jelas. 

Masyarakat kecil dalam hal ini pedagang kecil (PKL) tidak dapat terlibat dalam kegiatan ini dikarenakan harga stan kuliner dijual Rp.3.500,000,- pedagang kecil tergabung dalam Asosiasi PKL Balikpapan tidak dapat menjangkau harga tersebut. 

Sekretaris Asosiasi PKL Balikpapan Ahmad Yani menilai, kegiatan ini sudah menjadi ajang bisnis dengan memanfaatkan HUT Kota. Ditambah Disporabudpar dan BPMP2T ikut andil dalam kegiatan tersebut juga tidak dapat membantu pedagang kecil.

Sementara, jauh sebelumnya acara digelar, pihak Asosiasi PKL telah menyurat agar bisa diikutkan dalam acara ini tampaknya tidak berarti apa-apa. Pihak panitia HUT Kota juga tidak dapat membantu pedagang kecil dalam hari jadi Kota ini. 

“Kami telah menyampaikan hal ini kepada dua instansi terlibat dalam kegiatan ini, demikian juga dengan pihak Ketua Panitia HUT Kota. Mereka hanya menyampaikan bahwa, iven itu adalah murni dilaksanakan pihak penyelenggara atau EO, panitiapun tidak dapat ikut campur,” ungkap Ahmad Yani.

Lucunya, dua instansi ikut dalam iven ini memakai anggaran APBD dengan ratusan juta rupiah tanpa melalui tender. 

“Asumsinya, Rp3.500.000,- perstan, jika pedagang ikut dalam iven ini, minimal memiliki keuntungan Rp500.000,- perhari,” jelas Sekretaris Asosiasi, Ahmad Yani.

Lanjut Ahmad Yani, persoalan ini sudah disampaikan dengan pihak panitia, pemerintah kota namun, hingga saat ini tidak ada jawaban pasti bagi pedagang kecil dalam HUT Kota tahun ini. 

“Buktinya, teman-teman PKL selalu tersisihkan di pinggir jalan setiapkali iven digelar,” tegasnya. “Hal ini sudah menjadi ajang bisnis bagi pihak tertentu dengan memanfaatkan nama HUT Kota”.  

Ironisnya lagi, dua bulan sebelum iven Balikpapan Fair digelar semua stan sudah habis terjual. Pihak penyelenggara tidak memberikan peluang dan mengucilkan pedagang kecil, sementara HUT Kota ini adalah iven tahunan harus dirayakan dan dirasakan masyarakat Balikpapan secara luas. 

“Kami melakukan pembinaan bagi PKL melalui paradigma yang baik, sehingga kesan PKL tidak sama diluaran sana,” pungkas Ahmad Yani.(ay) 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website