Jaya Mandiri Bersama Indonesia Balikpapan, Gagal Berangkatkan Calon Jamaah Umroh

Ratusan calon jamaah umroh dan haji plus, dikelola Jaya Mandiri Bersama Indonesia asal Kota Balikpapan kecewa, gagal berangkat tunaikan umroh dan uang setoran raib tak dapat dikembalikan.

Fais, Perwakilan JMBI Jakarta (poto:yani)
BALIKPAPAN.JB News-Pertemuan ratusan calon jamaah umroh dan haji asal Balikpapan dikelola Jaya Mandiri Bersama Indonesia (JMBI) di Hotel Bintang Minggu, 31 Mei 2015 pukul 15.00 (wita) berlangsung ricuh.

Kegaduan terjadi akibat perwakilan JMBI dari Jakarta Fais bersama Gunanto selaku Pengacara JMBI tidak dapat meredam suasana pertemuan. Akibatnya, keduanya dilarikan ke Polres Balikpapan untuk diamankan dan dimintai keterangan.

Pertemuan kembali lanjutkan antara calon jamaah umroh dimediasi pihak Satreskrim Polres Balikpapan. Setelah perwakilan JMBI dimintai keterangan, ternyata Fais sebagai perwakilan juga hanya selaku jamaah, menyatakan diri sebagai korban. 

Fais menyatakan, kasus ini baru terjadi di Balikpapan, untuk wilayah Jakarta semuanya berjalan lancar. Terjadinya penundaan keberangkatan calon jamaah umroh dikarenakan naiknya biaya, mengikuti kurs dollar. 

“Ditundanya keberangkatan jamaah ini dikarenakan biaya tarnsportasi dan lainnya mengalami kenaikan, sehingga dilakukan penundaan hingga Desember 2015, untuk menghindari pembengkakan biaya perusahaan,” ungkap Fais.
Gunanto, kuasa hukum JMBI (poto:yani)


Sementara Gunanto sebagai pengacara, akan melakukan negosiasi kepihak JMBI perwakilan Balikpapan Nurjannah, saat itu, tidak berada di tempat pertemuan. 

Dari pengakuan calon jamaah, Nurjannah saat dihubungi melalui telepon selulernya tidak diangkat (tidak dapat dihubungi, red). 

Salah seorang calon jamaah dan leader Balikpapan Susmira, meminta uang setoran sebesar Rp1,3 miliar segera dikembalikan. 

Jamaah lainnya Siti Maemunah (40) asal Sepinggan, Balikpapan menyatakan, sudah setahun dirinya dijanjikan berangkat hingga saat ini tak kunjung berangkat. Bulan April 2014 lalu bersama keluarganya mendaftar untuk menunaikan niatnya umroh. Pihak Jaya Mandiri Bersama Indonesia (JMBI) tak dapat mengabulkan niat suci Siti Maemunah.

Menurutnya, pihak JMBI selama ini, melakukan komunikasi yakni, Nurjannah selaku penanggung jawab JMBI Cabang Balikpapan, tak dapat dihubungi lagi. Sangat beda perlakuan sebelumnya, diawal para calon jamaah mendaftar umroh pihak JMBI dan Nurjannah selaku penanggung jawab sangat aktif dan familiar menyambut calon jamaah. Setelah kasus ini mencuat pihak JMBI Cabang Balikpapan dan Nurjannah seakan melepas tanggung jawab. 

Beberapa para leader dari JMBI ini juga tak tahu menahu mengenai kegagalan keberangkatan para calon jamaah ini. Karena selama ini para leader hanya berhubungan langsung dengan Nurjannah, baik masalah keuangan maupun keberangkatan jamaah. 

Sebelum para korban kembali kerumahnya, pihak Satreskrim Polres Balikpapan kembali melakukan mediasi bersama pengacara JMBI. Beberapa kesepakatan dituangkan, akan disampaikan ke Nurjannah selaku penanggung jawab JMBI Balikpapan diantaranya, adanya kepastian pengembalian uang calon jamaah, pengembalian passpor dan pencabutan berkas pembatalan keberangkatan jamaah. 

Sebelumnya pihak JMBI Balikpapan berkantor di Jalan Wahab Syahrani, Somber Balikpapan Utara, melalui kuasa hukumnya Gunanto, memberikan kesempatan kepada jamaah pencabutan berkas keberangkatan hingga Agustus pengembalian uang akan dilakukan Desember 2016. 

Sekedar diketahui PT. Jaya Mandiri Bersama Indonesia (JMBI) bukanlah perusahaan penyedia jasa perjalanan haji dan umroh. Melainkan, perusahaan jasa investasi keuangan, adapun penyelenggaraan haji dilakukan selama ini, bekerjasama dengan pihak beberapa perusahaan penyedia jasa perjalanan haji dan umroh di Indonesia.(ay)               


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website