Muslimah HTI Serukan Perjuangan Mengakhiri Penderitaan Rohingya

Rupanyakesedihanatasmusibah yang menimpa muslimrohingya hingga saat ini mengambil perhatian dari MuslimahHizbut Tahrir Indonesia (MHTI) khususnya di daerah Balikpapan untuk kemudian memberikan kontribusi yang dapat menyelamatkan mereka dan semua penderitan serupa di negeri-negeri muslimlainnya Sabtu4 Juli 2015, lalu.
Narasumber diskusi MHTI Balikpapan (poto:dok.)

BALIKPAPAN.JB News-MHTI menggelar sebuah acara diskusi terbatas tokoh muslimah dimana acara tersebut merupakan bagian dari kampanye internasional yang di selenggar akan muslimah Hizbut Tahrir di seluruh ASEAN termasuk di Indonesia dengan mengusung tema“Rohingya, tanpanegara di lautanataubagiandariumatterbaik”.

Bertempat di Ballroom The New Hotel Benakutai acara diadakan padapukul 09.00 sampai 12.00 WITA ini di hadiri, sekitar 100 tokoh muslimah Balikpapan dari berbagai kalangan, mulai dari mubalighah, praktisi, pendidikan, ketua majelis taklim, jurnalis, dan lainnya.

Disela-sela saat acara berlangsung MHTI juga membuka konfrensi pers kepada rekan media untuk semakin menyebarluaskan opini kampenye ini terkait masalahRohingya.

Acara berlangsung dengan khidmat dan peserta dengan serius mendengarkan pemaparan demi pemaparan baik dari beberapa tokoh maupun video-video yang di tayangkan.

Ibu Juliana sebagaiKetua DPD II Muslimah HTI Kota Balikpapan mengatakan, nasib muslim Rohingya sungguh memprihatinkan, mereka dibakar dan diperkosa.

Kondisi ini mendorong mereka untuk lari mencari tempat suaka dan bantuan, khususnya kenegera-negara muslim. Namun yang terjadi ternyata muslim Rohingya seperti ping-pong, dilempar dari satu negara-kenegara lain. Ada yang diterimaya itu di aceh tapi hanya satu tahun. Alasannya karena memberatkan Negara, padahal mereka adalah saudara muslimkita. Hal ini karena kita terjang dengan paham nasionalisme dimana paham tersebut membuat muslim yang satu tidak peduli dengan muslim dinegara yang lain.

“Seharusnya penguasa dapat melindungi mereka, apalagi melindungi orang yang lari karena membelaagamanya. Tentu hal ini tidak hanya terjadi pada muslim rohingya tetapi juga terhadap muslimlainnya, dan hal ini akan terus terjadi selama tidak ada daulah khilafah yang akan melindungi kaummuslim.” Lanjut Juliana.

Dalam acara tersebut menghasilkan sebuah kesimpulan bahwa, solusi praktis tentu tidak bisa mengakhiri penderitaan rohingya tapi perlu ada peran negara ASEAN atau dunia internasional untuk memberikan tekanan kepada negara Myanmar.
Poto bersama peserta diskusi MHTI Balikpapan (poto:dok.)

Masalah atas penderitaan yang dialami oleh muslimrohingya saat ini karena paham-paham nasionalisme dan tiadanya benteng kaum muslimya itu daulah khilafah islamiyyah, sebuah negara yang merangkul seluruh kaum muslimin di bawah kepemimpinan yang satu atas dasar akidah Islam.

Di akhir acara Muslimah HTI menyerukan kepada para peserta untuk mengokohkan komitmen dalam mengakhiri penderitaan muslim Rohingya dengan perjuangan menegakkan khilafah halaman hajnubuwwah. 

Penyeruan tersebut disampaikan dalam pembacaan deklarasi oleh ketua DPD II MHTI Balikpapan, Juliana dan dilanjutkan dengan penandatangan deklarasi oleh seluruh peserta untuk memberikan dukungan atas kampanye perempuan dan anak rohingnya dan bersama Hizbut Tahrir merapatkan barisan untuk kembali menegakkan Khilafah.(*/dew)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website