Rekomendasi IMF Jebakan bagi Kaum Perempuan

Pertemuan direktur IMF Christina Lagarde dengan tokoh-tokoh perempuan Indonesia beberapa hari yang lalu mengatakan bahwa peran perempuan disektor keuangan masih sangat minim, olehnya itu Christine meminta agar peran perempuan di sector keuangan dapat ditingkatkan lagi. Perempuan harus didorong untuk ikut ambil bagian dalam perekonomian nasional. Dalam pertemuan lebih lanjut membahas peran perempuan di Indonesia untuk terlibat lebih jauh dalam menentukan kebijakan di sektor keuangan. Peningkatan akses perempuan ke layanan keuangan memiliki manfaat ekonomi yang luar biasa. Hal ini dapat memacu pertumbuhan ekonomi yang sedang mengalami pelemahan.
 Jebakan Mematikan
Melihat rekomendasi IMF tersebut, sungguh upaya-upaya tersebut merupakan jebakan. Penulis terutama ingin mengkritisi terkait kebijakan pembangunan ekonomi Inklusif IMF. Dimana, perempuan digiring untuk eksis di ranah publik terutama bidang keuangan dan perbankan. 

Perempuan dipuji-puji agar keluar bahu membahu memperbaiki kondisi ekonomi Indonesia, terlebih juga dunia. Padahal posisi utama perempuan adalah sebagai Umm wa Rabb al-Bayt (ibu dan pengatur rumah tangga), bukan sebagai pencari nafkah, apalagi harus bertanggung jawab memperbaiki ekonomi bangsa dan dunia. Sungguh ini sebuah pemikiran yang sesat dan menyesatkan.

Ketika perempuan diberikan beban untuk bisa berkontribusi memperbaiki ekonomi bangsa dengan keluarnya mereka untuk bekerja, meninggalkan kewajiban utamanya, sungguh ini merupakan sebuah design strategy penghancuran generasi di masa depan. Bagaimana tidak? Ibu adalah seorang pendidik pertama dan utama, jika mereka disibukkan bekerja, diberikan beban berat memperbaiki ekonomi bangsa, tentulah mereka tak memiliki waktu yang cukup untuk mengurus rumah, keluarga dan anak-anak. Jika pun mereka memiliki waktu luang untuk memperhatikan anak-anak, tentulah tidak akan optimal. Lantas bagaimana bisa akan melahirkan generasi pemimpin yang akan melanjutkan kepemimpinan bangsa ini di masa yang akan datang, jika ibu-ibu nya disibukkan dengan bekerja di luar rumah? Lalai dari tanggung jawabnya sebagai pendidik generasi?

Esensi peran perempuan

Perempuan memang meiliki peran penting dalam kehidupan suatu bangsa. Namun, dalam bingkai ideology kapitalisme perempuan justru fokus pada peran public dan peran ekonomi pada hal peran sesungguhnya bagi perempuan adalah sebagai ibu dan pendidik generasi.Tentu kita tidak ingin bangsa ini hancur, tidak memiliki generasi pemimpin yang akan membawa bangsa ini menuju kegemilangan peradaban. Oleh karena itu, kita tidak boleh terjebak dengan pujian yang digelontorkan oleh mereka, orang-orang Barat, yang mengusung ide kesetaraan gender, mengusung ide feminisme. Ide-ide feminisme atau kesetaraan gender sesungguhnya merupakan racun yang sangat mematikan. Kehancuran generasi tidak terelakkan ketika para wanita digiring keluar rumah, meninggalkan kewajiban mereka mendidik generasi penerus. 

Maka, kembalikan fungsi utama perempuan sebagai Umm wa Rabb al-Bayt. Biarkan para wanita sibuk mengurus, mendidik generasi yang kelak akan membawa bangsa ini menuju peradaban yang gilang gemilang, sebagaimana dahulu pernah lahir para generasi tangguh, pemimpin peradaban. Sejarah telah mencatat dengan tinta emas, bagaimana Imam Syafi’i telah meletakkan dasar-dasar bagi penggalian hukum. Siapa tak kenal Imam Syafi’i? Dunia mengakuinya sebagai ulama yang faqih. Tentu keberhasilan seorang Imam Syafi’i tidak bisa dilepaskan dari pendidikan ibunya. 

Dunia juga telah mengenal para ilmuwan dan pemikir muslim yang telah berkontribusi bagi kemajuan umat manusia, seperti Ibnu Sinna, al-Khawarizmi, al-Biruni, al-Farabi, Ibnu Rusyd, Ibnu Khaldun, al-Ghazali, Ibnu Hayyan, Al Kindi, Ibnu Qurroh,  Al Battani, Ar Razi, Az Zahrawi, Al Buzjani, Ibnu Al Haitham, dan lain-lain. 

Maka, para perempuan masa kini pun akan mampu mencetak generasi-generasi yang akan membangun bangsa dan dunia jika mereka serius mendidik generasi, tidak disibukkan bekerja keluar rumah.(*)
Penulis : Murniati, S.Si ( aktivis Muslimah Hizbut Tahrir Balikpapan)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website