Kongres Ibu Nusantara 3: Ajak Ibu Peduli Nasib Perempuan dan Anak

Balikpapan.JB.News-Sejaktahun 2010, Indonesia menjadi Negara darurat kejahatan seksual. Jumlah kekerasan seksual pada anak terus meningkat.Berdasarkan data dari KPAI, hinggabulanAgustus 2015 terdapat sebanyak 6006 kasus. KomnasPerempuan pun menyampaikanbahwasetiap 2 jam, terdapat 3 perempuan Indonesia mengalami kekerasan seksual. 


Ibu dan Anak dieksploitasi untuk mendapatkan keuntungan. Peduli akan hal itu, Muslimah HTI Kota Balikpapan menggelar perhelatan akbar yaitu, KongresIbu Nusantara (KIN) ke-3 dengan tema “Negara, Perisai Hakiki BagiI budanAnak” bertempat di Ballroom Hotel Gran Senyiur (24/12).


Kongres ini dihadiri lebih dari 1000 peserta berasal dari wilayah Balikpapan, PenajamPaser Utara (PPU), danKabupaten Tanah Grogot.  Adapunpeserta yang hadir terdiri dari kalangan intelektual, Mubalighah, MajelisTa’lim, Aktivis LSM, Ormas, Mahasiswa, Penggerak Masyarakat dan tokoh perempuan lainnya.

Juliana selakuKetua DPD II Muslimah HTI Balikpapan mengatakan Kongres ini dimaksudkan guna membangun kesadaran umum terhadap akar persoalan dan solusi atas persoalan kronis yang dialami oleh Ibu dan generasi bangsa.

Pembahasan dalam kongres ini selain menjadi masukan dan koreksi bagi pengambil kebijakan (pemerintah), juga diharapkan dapat meningkatkan semangat juang para Ibu untuk bersama-sama menegakkan Khilafah Islamiyah yang mampu mengakhiri kekerasan, mewujudkan perlindungan, kesejahteraan dan pemberdayaan yang hakiki.

Hanyadengan Negara yang menerapkan Islam lah yang mampu menjadi solusi perisai bagi Ibu dan anak. DenganKhilafah, suasana keimanan tercipta dilingkungan keluarga, masyarakatdan Negara.
Disampingitu, media-media yang ada juga menguatkan suasana keimanan, edukasi, dan masyarakat yang peduli karena sikap kritisnya dalam amar makruf nahi munkar, bukan menghasilkan produk media yang didominasi kekerasan, pornografi, seks bebas dan hiburan yang melenakan.


Perempuan menjadi obyek seksual melalui iklan, hiburan dan prostitusi online. Dan yang terkhir,  setiap tindakan kejahatan dan kekerasan akan dihukum dengan aturan syariat Islam.

“Untuk itu dalam kongre sini, Muslimah HTI mengajakIbu-Ibu untuk bersama-sama berada di garda terdepan untuk mengembalikan perisai hakiki untuk kehidupan manusia dengan menerapkan Islam secara total dalam naungan Khilafah” ucap Juliana lebih lanjut.

Adapun Kongres Ibu Nusantara (KIN) ke-3 ini juga diselenggarakan di59 kota-kota besar di seluruh Indonesia pada rentang 16 sampai 26 Desember 2015.(humas HTI Muslimah)



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website