Sumber Daya Alam Dikelola Swasta, Rakyat bisa apa?

Indonesia, bergitulah kerap orang memanggilnya, negeri yang terhampar luas dalam zambrut khatulistiwa. Indonesia dengan segala kekayaan alamnya tapi, mengapa rakyat masih penuh derita??.  Kiranya, kalimat itulah yang terbesit dinurani setiap penduduk negeri ini kekayaan alam melimpah ruah tapi, hanya segelintir orang yang merasakan keberadaannya. 


Berharap merasakannya, rakyat lebih banyak mendapatkan kerugian dari keserakahan para pemilik modal yang justru tidak  bertanggung jawab terhadap rakyat dan lingkungan sekitar. Contohnya, saja tragedi lumpur Lapindo yang berawal dari pengeboran minyak  yang berujung pada tenggelamnya desa-desa di Sidoarjo.

Belum lagi masalah tersebut selesai,  mereka kembali akan melakukan pengeboran sumur gas baru di desa Kedung Banteng yang lagi- lagi jaraknya hanya dua kilo meter  dari pusat semburan lumpur panas. Astaghfirullah...!Hal itu pun menuai pro dan kontra dari warga desa Kedung Banteng warga mengaku masih trauma  pasca  bencana lumpur sembilan tahun silam.


PILIH NURANI ATAU MATERI
Para staf pengajar teknik geologi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Agus Hendratno mengungkapkan, pengeboran sumur gas tersebut seharusnya mengedepankan pengetahuan, akurasi dan juga nurani agar Lapindo Brantas tidak mengulangi kesalahan untuk kedua kalinya. Dengan dalih telah mendapatkan izin dari SKK MIGAS  maka ketua humas PT Lapindo Brantas melakukan perluasan lahan yang  justru sekali lagi kita katakan sangat merugikan rakyat.

Sungguh aneh tapi nyata, begitulah negeri ini mempertontonkan kepada kita bahwa, siapapun pihak yang memiliki modal maka ia berhak menguasai kekayaan Alam. Termasuk sekalipun swasta didalamnya, astaghfirullah…..Hal ini tentunya sejalan dengan kebebasan kepemilikan yang didewakan oleh Bangsa ini.
ISLAM MEMANDANG
Sebagaimana yang dikatakan, Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wasallam dalam haditsnya "Kaum muslim berserikat dalam 3 hal yaitu padang rumput, air dan api. Titik fokus kita dalam hal ini adalah api  terkait pengeboran sumur gas tersebut masuk kedalam bahan yang bisa memancarkan api juga merupakan kepemilikan umum karena hak umat ada didalamnya. Sejatinya didalam islam negara lah yang mengelola.

SDA demi kemaslahatan ummat  bukan swasta apalagi asing seperti saat sekarang ini. Kemakmuran pun terlihat  pada kekhalifahan Umar bin Abdul Azis  sampai serigala sekalipun tidak lagi memburu domba karna kebutuhan makannya sekali lagi telah terpenuhi. Itu saja hewan anda bayangkan bagaimana kemakmuran manusia pada saat itu, masyaa Allah...Itulah keadaan dimana  ketika semua hal dilandaskan kepada Islam maka hakikat rahmatan lil alamin benar- benar terwujud… 
Waallahu A'lam bish Shawab.(*)
Penulis: Nida Fitri Azizah (Aktivis, Pelajar MHTI)

 


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website