Ketakutan tak Beralasan

Cukup lekat ditelinga kita bahwa belakangan ini negeri kita tercinta, Indonesia dihebohkan  dengan berbagai kasus terorisme  yang sangat mengganggu pendengaran dan perhatian kita sebagai seorang muslim. Bagaimana tidak, sorotan media secara kompak dan serempak mengabarkan bahwa kriteria seorang teoris  banyak merujuk kepada  pribadi seorang muslim contohnya saja dari sisi pakaian, buku berbahasa arab, bahkan sampai kepada Al qur'an sekalipun dijadikan barang bukti atau diidentikan dengan para pelaku terror, Astaghfirullah.


Hal inilah yang juga terlihat  dalam dunia pendidikan yang mengajarkan kepada  kepada siswanya agar selalu waspada terhadap buku pembelajaran yang didalamnya memuat konten radikal.
Diperparah lagi dengan penuduhan muatan konten radikal pada buku adab-adab Islam oleh tingkatan TK sederajat. Sikap siaga pun terlihat jelas dari upaya KEMENDIKBUD yang mengeluarkan panduan bagi guru  dan  orang tua  untuk menyikapi terorisme tersebut. Sekarnag masyarakat seolah ketakutan dengan agamanya sendir.
Nida  Fitri Azizah

Nyata Atau Sekadar Tipuan?
Kiranya hal itulah yang terbesit dibenak kita terhadap kasus teroris yang terjadi. Apa  benar nyata ataukah  sekadar tipuan belaka? Isu sensitif berbau klasik kerap dikeluarkan manakala negeri  kita tercinta ini  sedang dirundung permasalahan, contohnya saja pada saat kasus bom  tersebut terjadi  bersamaan dengan berita pelepasan saham oleh Freeport. Tentunya sebagai masyarakat yang cerdas  kita akan  berfikir  bahwa permainan politik juga turut melatar belakangi naik daunnya isu tersebut,  yang sampai pada saat ini pun data penetapan tersangka dan barang bukti  masih menjadi tanda tanya besar. Manusia mana yang tidak geram apabila pemberitaan tersebut justru merugikan  bahkan mencemarkan nama baik suatu agama.

Makna teroris seolah disematkan  kepada siapa saja yang beridentitaskan  muslim, bahkan sampai ketakutan ini pun menjalar kepada generasi  penerus bangsa,  didalam otak mereka  telah terekam  bahwa teroris sesungguhnya adalah penduduk agama mayoritas dinegeri ini Astaghfirullah… Islamophobia pun semakin menjadi-jadi.

Islam Bukan Agama Kekerasan
Sesungguhnya tidak ada paksaan bagi siapa saja untuk masuk Islam, hal ini jelas menunjukkan kepada kita bahwa Islam bukanlah  agama yang mengajarkan paksaan atau bahkan  kekerasan, justru Islamlah yang kemudian mengajak manusia untuk berfikir dalam mencapai keimanan yang benar. Namun kebanyakan kaum muslim saat ini dilanda ketakutan tak beralasan, takut kepada agamanya sendiri. Padahal Islam adalah agama rahmatan lil alamin, sungguh indah bila kita terapkan secara sempurna dalam kehidupan ini. Maka sepatutnyalah kita mencari informasi terlebih dahulu agar tidak mengalami ketakutan tanpa alasan. Wallahu A'lam bish Shawab
Penulis: Nida  Fitri Azizah (pelajar dan aktivis MHTI Balikpapan)



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website