Penjara tak Memberi Efek Jera



Rutan bengkulu di lalap si jago merah pada jumat malam (25/3/2016). Akibatnya ratusan napi di evakuasi ke Lapas Bengkulu dan lima napi tewas terbakar. Rusuh itu pecah karena rutan di bakar oleh para napi yang melakukan perlawanan saat aparat menangkap seorang napi yang terlibat jaringan narkoba.
Saat ini Polri, bersama TNI dan BNN, memang sedang menggelar Operasi Bersinar dalam rangka perang terhadap narkoba. Ini merupakan Operasi terpusat yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Di kutip dari beritasatu, (26/03), operasi itu digelar mulai Senin (21/3) lalu hingga 30 hari kedepan. Pelaksanaan operasi ini sebagai tindak lanjut terhadap perintah Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu yang menyatakan bahwa Indonesia darurat narkoba.
Peristiwa yang terjadi di Rutan tersebut semakin membuat kita  ingin mengerutkan alis seraya mungkin mengajukan berbagai  pertanyaan didalam benak mengapa penjara yang mestinya menjadi tempat untuk melaksanakan hukum bagi pelaku terpidana justru semakin tidak mampu dikontrol aksinya, terbukti, bahwa setelah ditelusuri rutan terbakar akibat ulah para nara pidana
Kita tentu mengetahui bahwa kasus narkoba telah sering terjadi, maraknya peredaran narkoba di Negri Muslim terbesar kini masuk dalam kategori darurat narkoba. Mengapa ? pertama , jumlah pengguna narkoba saat ini sudah mencapai 4 juta orang lebih. Angka meninggal dunia tecatat 30-50 orang setiap hari.  Kedua banyaknya pelaku yang berhasil di tangkap menjadikan penjara makin penuh. Bahkan berdasarkan data, separuh dari lembaga pemasyarakatan dan rutan diisi oleh para pelaku narkoba.
Sudah berbagai upaya yang dilakukan untuk memberantasnya namun persoalan ini belum juga tuntas, dan yang telah menjadi rahasia publik adalah bahwa seorang terpidana hukuman mati ternyata masih bisa mendapatkan fasilitas istimewa di dalam penjara, bahkan bisa mengendalikan bisnis narkobanya di balik jerurji besi.
Inilah hukuman produk sistem kapitalisme yang solusinya dihasilkan dari pemikiran manusia yang jelas keterbatasannya. Sistem yang berkampanye membrantas narkoba tapi  hukum-hukumnya memfaslitasi penyebarluasan narkoba dan miras. Zatnya tidak di anggap haram, pelakunya tidak di hukum  mati selama tidak menjadi pengedar. Pelaku yang tertangkap direhablitasi, miras boleh di jual asal tidak di dekat sekolah, rumah sakit, tempat ibadah, pemukiman, dll. Karnanya penjara bukannya menjadi efek jera bagi para pelaku tindak  krimilal sebaliknya menjadikan penjara justru menjadi sarang penjahat yang terus melakukan tindak kriminal secara bebas. Seperti halnya yang terjadi di Bengkulu penjara malah di bakar oleh para penjahat narkoba yang juga bagian dari nara pidana.
Dalam hal ini, Islam yang tidak hanya sebuah agama yang mengatur urusan ibadah ritual belaka melainkan lebih dari itu Islam juga  adalah  peraturan yang didalamnya terdapat solusi untuk memberantas masalah yang terjadi di negri ini karnanya hanya penerapan syariat Islam secara total lagi sempurna yang akan mampu membrantas tuntas hal-hal yang melemahkan bahkan merusak akal seperti narkoba, miras, dan lain-lain , dengan cara mengharamkan zat (barang)nya, melarang menkonsumsi dan mendistribusikannya, serta memutus semua pintu untuk menjadikannya komoditas yang diperdagangkan dengan alasan apapun dan memberi sangsi tegas berupa  untuk semua pelanggarnya. Inilah makna penerapan syariah yang mewujudkan rahmatan lil ‘alamin berupa hifzul aql (menjaga akal) .
Bagamana negri ini penduduknya merasakan kebahagiaan hidup jika banyak orang di sekitarnya rusak akalnya, apalagi semua orang sudah tau bahwa orang yang rusak akalnya cenderung melakukan tindak kejahatan berikutnya. Oleh karna itu saatnya lah kita meninggalkan sistem kapitalis demokrasi ini yang sanksi hukumnya tidak memberi efek jera kepada pelaku kriminalitas terutamanya adalah pengedar dan pengguna narkoba, dan  mengganti sistem kapitalis demokrasi tersebut dengan sistem Islam yang aturannya lahir dari sang  Pencipta.(*)
Penulis: Sitti Radima Tsulmah (Mahasiswi)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website