Tolak LGBT untuk Selamatkan Generasi Bangsa

Simpati dan dukungan terhadap perilaku seksual yang menyimpang yaitu LGBT ternyata terus bergulir. Tidak hanya kelompok aktivis HAM tetapi sebuah lembaga fungsional PBB yaitu UNDP dan USAID memberi dukungan penuh dalam bentuk dana sebesar 108 Miliar untuk propaganda menghilangkan diskriminasi terhadap komunitas LGBT atas nama HAM . Sikap dukungan ini tentu saja hal yang aneh , karena selama ini PBB melalui lembaga WHO nya sangat getol menggulirkan program program pencegahan HIV AIDS tetapi justru mendukung prilaku seksual menyimpang yang menjadi sumber utama penularan HIV AIDS ? Maka perlu dipertanyakan apakah langkah ini adalah merupakan itikad baik PBB untuk melindungi generasi bangsa Indonesia atau sengaja ingin merusak generasi bangsa kita .. ?

LGBT membentuk pola pikir abnormal
Bila dicermati apa saja motivasi dan alasan para pelaku Lesbian, gay ,Biseksual dan Transgender yang termasuk didalamnya Intersex melakukan penyimpangan sexual mereka tentu masing masing memiliki latarbelakang dan alasan yang berbeda. Ada yang merasa jenuh dengan pasangan  lawan jenis, ada yang karena trauma masa lalu karena pernah disodomi saat masih kecil, ada yang karena merasa jiwanya berada pada tubuh yang salah bahkan tidak sedikit yang terdorong karena motif ekonomi sebagaimana ‘PSK’ demi mengejar gaya hidup hedonis masa kini . Semua alasan yang menjadi dasar pemikiran LGBT tidak dilandasi pada pengetahuan yang benar terhadap hakikat manusia itu sendiri. Penyimpangan prilaku dari dorongan kecenderungan seksual yang salah ini akan merubah tatanan susunan fungsi syaraf otak manusia menjadi abnormal.
Diana Damai

lmuwan Universitas California asal Indonesia, Dr. Taruna Ikrar, M.D. M. Pharm.,PhD menjelaskan perubahan yang terjadi pada otak pelaku homoseksual. Dengan menggunakan FMRI (Functional Magnetic Resonance Imaging), terlihat perbedaan pencitraan otak pelaku homoseksual dibandingkan orang normal.
Senior Specialist and Neuroscientist, Division Neurobiology pada University of California ini menjelaskan, otak adalah bagian paling kompleks dari tubuh manusia. Otak memiliki fungsi utama sebagai pusat kemampuan berpikir, kecerdasan, mengingat, inovasi, serta pusat penafsiran terhadap fungsi panca indra, inisiator gerakan tubuh, dan pengendali perilaku. Termasuk orientasi seksual yang ditentukan oleh cara berpikir seseorang terhadap lawan jenis.

Otak terdiri atas 100 miliar sel saraf atau neuron yang saling berhubungan. Hubungan antar sel saraf disebut sinaps yang terjadi melalui impuls listrik dan kimiawi dengan neurotransmiter sebagai perantara. Neurotransmiter berperan dalam pengaturan sistem kerja antarneuron. Jika terjadi gangguan pada neurotransmiter, neuron akan bereaksi abnormal. “Dalam ilmu saraf dikenal istilah plastisitas otak, yakni kapasitas sistem saraf untuk mengubah struktur dan fungsinya sebagai reaksi terhadap keragaman lingkungan,'' kata doktor Taruna
. Cara berpikir dan orientasi seksual tersebut, menurut doktor Taruna, sangat dipengaruhi oleh pola pikir seseorang, yang tentu saja menentukan hubungan antara sel sel saraf otak tersebut.

Karena pola pikir seseorang dipengaruhi oleh lingkungan, pengalaman terhadap jenis seks tertentu ataupun akibat trauma tertentu, maka secara neuroplastisitas akan terstruktur hubungan tertentu di otak. Struktur hubungan yang terbentuk di otak itulah yang membedakan citra otak antara pelaku homoseksual dengan orang normal pada umumnya. 
Doktor Taruna menambahkan, secara fungsional umum, disorientasi seksual itu akan meregulasi sistem hormonal tertentu atau neurotransmitter tertentu yang menetap dalam pikiran, keyakinan, ketertarikan, serta gairah seperti yang dialami oleh orang-orang LGBT.
Sebelumnya, Dr. dr. Fidiansjah, Sp.KJ membantah pernyataan pendukung LGBT yang menyebut bahwa perilaku seksual itu bukanlah gangguan. Psikiater itu juga mengungkap kebohongan klaim LGBT dalam buku saku mereka. Karena
sudah sangat jelas terbukti secara medis bahwa LGBT adalah sebuah gangguan jiwa, tetapi ia juga bisa disembuhkan ungkapnya.  ( tarbiyah.net) Bila pola pikir abnormal sudah terbentuk dan dibiarkan berkembang, maka bisa dipastikan generasi bangsa ini akan lemah dan sakit tidak akan bisa diharapkan menjadi pemimpin
Propaganda Global LGBT serangan budaya dibawah payung HAM
Gerakan global mendukung penuh komunitas sesat LGBT ini melibatkan berbagai organisasi lokal dan internasional. Di tahun 2013 terdapat 119 organisasi atau komunitas LGBT di 28 dari 34 provinsi di Indonesia. Secara nasional ada 2 jaringan organisasi yaitu LSL Indonesia ( GWL – INA ) dan Forum Lesbian, Gay , Biseksual, Transgender, Intersex dan Queer (LGBTIQ) . Di tingkat regional dan Internasional jaringan LGBT adlah The Global Alliance for LGBT Education ( GALE) , ILGA, dan Island of south East Asia Network of Male and Transgender Sexual Healt ( ISEAN ) . Mereka mengusung pembelaan dan perlindungan dari perlakuan diskriminasi terhadap pelaku LGBT dan bernaung dibawah HAM. Sangat jauh berbeda bila yang menjadi korban diskriminasi adalah kaum muslimah yang berhijab dan bercadar untuk menjaga kemuliaan diri mereka tidak ada yang membela atas nama HAM , justru pendukung mereka dicap radikal dan ekstrimis oleh Barat. Kampanye kampanye HAM diberbagai media mereka lakukan untuk menarik simpati dunia. Kucuran dana yabg tidak sedikit membuktikan keseriusan mereka untuk memperjuangkan hak hak bagi LGBT. Sebagaimana yang menjadi janji Ban ki-Moon sebagai sekjen PBB pada Oktober 2015 lalu.
Prilaku sex bebas adalah budaya impor dari negara sekuler Amerika, Australia dan negara yang menganut faham kebebasan. Budaya rusak ini telah menggerus budaya bangsa dengan nilai nilai yang luhur dan perasaan Islami masyarakat Indonesia . Penyimpangan orientasi sexual menunjukkn semkin rendahnya kualitas kehidupan manusia. Manusia yang sejatinya adalah makhluk Allah tidak lagi dipandang sebagai makhluk mulia karena potensi akalnya yang luar biasa. Faham kebebasan dari aqidah sekuler membuat manusia mengebiri fitrahnya sendiri dan menyimpang dari prilaku norma manusia bahkan berani melakukan perbuatan yang tidak pernah dilakukan oleh binatang sekalipun.
Apakah kita masih berdiam diri terhadap fenomena ini , Dan membiarkan lembaga Asing bebas mengkampanyekan LGBT dan merusak tatanan normal masyarakat dan keluarga kita ? Kampanye ini harus ditolak ,mmemberikan toleransi kepada kaum LGBT sama saja menggadaikan nasib generasi muda bangsa ini mengikuti gaya hidup sesat menuju kehancuran . Penyadaran masif kepada masyarakat dan pelaku LGBT khususnya harus terus dilakukan bersama bila kita masih perduli dengan nasib generasi negri ini.(*)
Penulis : Diana Damai P (Aktivis Muslimah Hizbut Tahrir Balikpapan)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website