Islam Punya Solusi Jitu atas Kematian Yuyun


Dari sekian banyak kasus yang tak tersorot, ada salah satu kasus yang memilukan sekitar 1 bulan lalu menimpa dunia remaja, namun baru saja mendapat perhatian khusus dari publik. Kabarnya seorang remaja putri bernama yuyun yang berumur 14 tahun, siswi kelas VIII SMP Satu Atap di Padang Ulak tanding provinsi Bengkulu itu diperkosa dan dibunuh oleh 14 orang lelaki. Para netizenpun turut prihatin dan melakukan aksi di dunia maya dengan hashtag #NyalaUntukYuyun. Namun keprihatinan itu pun juga tidak membuahkan solusi yang nyata.
Sayang seribu sayang, kasus memalukan itu terjadi di tanah air kita, itu artinya Negara kita telah gagal membentuk generasi yang beriman dan unggul dalam berbagai bidang, bahkan sampai gagal memberikan rasa aman pada masyarakat. Tak perlu heran, kondisi yang miris di negeri ini bukan karena pemerintahnya yang salah, namun akar permasalahannya adalah “sistem demokrasi” itu yang melahirkan berbagai macam masalah.
Ilustrasi
Karena demokrasi itu sendiri merupakan paham kebebasan yang diusung oleh ide-ide dari peradaban barat, sehingga agamapun tak perlu ikut campur tangan dalam masalah hukum sosial sampai bernegara. Alhasil, kondisi yang rusak akan semakin rusak seperti hembusan angin.
Negara yang berbasis sekularisme ini  akan terus mengulangi kasus yang serupa, beragam bahkan mungkin setiap harinya angka kriminalitas terus meningkat. Kondisi yang memprihatinkan ini diperparah dengan kurikulum pendidikan yang bersifat kapitalistik, sehingga kualitas para peserta didik pun mengenyam di dunia pendidikan hanya untuk memuaskan kebutuhan atau keinginan semu belaka dan mengesampingkan kewajiban yang harus dilaksanakan sebagai seorang muslim. Tak hanya itu, saat sekolah mengajarkan kepada siswanya untuk menjauhi seks bebas, negarapun membiarkan pusat-pusat hiburan malam yang menyuguhkan pornoaksi dan pornografi berkembang.
Saat remaja dilarang melakukan gaul bebas, Negara membebaskan media massa khususnya televisi menayangkan tayangan yang mengandung pornografi dan pornoaksi. Dan masih banyak lagi bukti perlakuan Negara yang justru mempersilahkan para remaja untuk bebas dalam berfikir dan berprilaku.
Dan walaupun Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah memfatwakan Minuman keras itu haram, bahkan di Al-Qur’an pun yang tidak ada keraguan di dalamnya menyatakan keharaman makan/minum yang memabukkan, namun justru di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini telah mempersilahkan, bahkan persediaannya pun semakin meraja lela. Itu artinya hukum Allah tidak berarti apa-apa di Negara kita. Sampai-sampai para remaja pun saat ini telah berhasil mengkonsumsinya, hal itu dapat merusak akal sehatnya yang berakibat sangat fatal. Astaghfirullahal’adzim.
Hukum di Indonesia menyatakan bahwa para tersangka Yuyun dijerat dengan Pasal 76D Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Selain itu, diantaranya mereka menghadapi pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, ancaman 15 tahun penjara dan pasal 536 KUHP tentang Mabuk-mabuk di tempat umum dengan ancaman kurungan tiga hari.
Namun tetap saja di luar kasus ini masih banyak bergelimangan kasus lagi yang terus bermunculan. Mau sampai kapan nasib Negara kita terus seperti ini? Saya merupakan perwakilan dari sekian banyaknya suara rakyat yang menyatakan bahwa sanksi hukum  yang diterapkan di negeri tercinta ini tidak akan menimbulkan efek jera bagi para pelakunya.
Di penjarapun mereka bisa bersantai ria menikmati kenyamanan fasilitas disana. Apalagi sanksi yang diberikan terkadang tidak adil, hukuman orang yang mempunyai banyak harta dan jabatan tertentu justru tidak sebanding dengan orang yang tingkat ekonominya menengah ke bawah. Banyak bukti yang menunjukkan hal demikian, Allah lah yang mengetahui segalanya.  
     Di dalam Al-Qur’an telah tertulis:  Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan hukum siapakah yang lebih baik daripada hukum Allah bagi orang-orang yang yakin?” (TQS Al- Maidah:50). Ayat tersebut menunjukkan kondisi saat ini yang mana banyak orang yang mengambil dan menerapkan hukum selain daripada hukum Allah. Sungguh, Allah akan murka dengan orang-orang tersebut.
Islam itu mempunyai konsep yang komprehensif untuk mengatur seluruh kehidupan manusia. Sungguh, islam punya solusi jitu untuk menyelesaikan kasus Yuyun, bahkan segala permasalahan yang menimpa seluruh umat sedunia termasuk Indonesia. Seluruh permasalahan pelik ini akan tuntas jika ada perubahan mendasar terhadap sistem yang berlaku sekarang.
Islam memiliki perangkat yang komprehensif dalam menangani masalah manusia, termasuk urusan remaja. Dan ini sudah pernah diterapkan di masa pemerintahan dulu. Sistem islam mampu menghasilkan generasi yang cemerlang di segala bidang.
Sistem ini pun mampu mencegah berbagai pelanggaran sosial oleh warga negaranya. Kok bisa? Sebab, sistem ini dijaga oleh tiga pihak sekaligus, yakni individu, masyarakat, dan Negara. Semua level mengikatkan dirinya dengan akidah islam. Inilah rahasianya. Nah, yang menjadi pertanyaan, bisakah sistem ini berlaku dalam sistem kapitalisme-demokrasi sekarang? Jawabannya, tidak! Karena sistem islam justru bertentangan dengan sistem ala barat tersebut.
Maka tidak lain tidak bukan, jalan satu-satunya adalah mengubah sistem yang berlaku di negeri ini dengan sistem islam dalam naungan Khilafah ’ala Minhajin Nubuwwah. Dengan demikian, tak perlu takut, hanya dengan itulah akan lahir generasi cemerlang yang berakal sehat dan menjadi mercusuar dunia serta Islam Rahmatan Lil’alamin akan terwujud.(*)
Penulis: Nurul Fauziah (Mahasiswi/ Aktivis MHTI Balikpapan)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website