Pendidikan Indonesia, dibawa Kemana

Pendidikan merupakan hal terpenting untuk meningkatkan SDM terutama di  Indonesia sebagai Negara berkembang. Kemarin tepat pada tanggal 2 mei kita baru saja memperingati hari pendidikan Nasional, pada tahun 2016 ini Diknas dan masyarakat mengangkat tema pokok yakni nyalakan pelita, terangkan cita”  tentu saja harapan dari memperingati Hardiknas ini untuk menumbuhkan rasa patriotsime dan tercapainya apa yang menjadi harapan bersama.

Sebagaimana pendidikan adalah harapan untuk membangun generasi yang berkualitas  dan juga untuk memajukan Negara,karena negara yang maju di pengaruhi dari anak bangsanya yang cerdas,seperti ungkapan Bapak presiden RI Jokowi “pendidikan tidak hanya membuat manusia sekedar cerdas dan pintar saja akan tetapi juga memanusiakan manusia” tentu saja harapannya agar anak bangsa tidak hanya sekedar cerdas dan pintar dalam akademis tapi memiliki pula budi pekerti yang baik.Begitu banyak harapan kita terhadap pendidikan untuk membangun generasi bangsa dan memajukan negara Indonesia ini.
Akan tetapi, jika kita lihat fakta dari pendidikan di Indonesia sepertinya belum sesuai dengan harapan kita untuk membangun bangsa. Ada banyak hal yang mempengaruhinya contoh saja setiap pergantian kabinet kebijakan pendidikan pun berubah arah, sehingga kebijakan yang satu belum tuntas tapi harus di ganti lagi dengan kebijakan yang baru sedangkan untuk menjalankan suatu kebijakan  itu tidak mudah semua butuh adaptasi dan proses.Sehingga ini berakibat fatal bagi pendidikan Indonesia Karna ketidak fokusnya kebijakan pendidikan yang ada di Indonesia ini.Meskipun kita faham bahwa kebijakan yang mereka buat untuk mencerdaskan bangsa. Hanya saja yang menjadi pertanyaan apakah kebijakan tersebut sudah tepat dan apakah sudah dilaksanakan secara maksimal?
Karna jika kita lihat dari kebijakan yang telah berulang ulang di ganti tapi belum memberi pengaruh yang besar bagi bangsa dari hasil pergantian kebijakan tersebut. Tujuan untuk mencerdaskan bangsa sepertinya belum terlihat dari kebijakan yang ada saat ini. Dan dapat kita lihat kualitas anak bangsa yang ada saat ini.
Kebijakan yang di ambil dari sistem kapitalis membuat anak bangsa lebih berkiblat kepada kapitalisme sehingga menjauhkan mereka dari agama terutama Islam.Mereka ibarat lebih menghambakan diri terhadap kapitalis di banding kepada Allah sehingga mereka terlalu mudah untuk terbawa arus pergaulan yang juga membuat rusaknya negara dengan keadaan bangsa yang seperti ini. jika saja mereka tidak melupakan Islam dalam kehidupannya tentu saja mereka tidak mudah terbawa arus yang sudah tentu dapat merusak anak bangsa.
Pendidikan yang ada seharusnya membangun bagaimana agar anak bangsa tidak hanya sekedar tamat sekolah melainkan memiliki tujuan untuk memiliki peran dalam memajukan negara. Sudah tentu seharusnya mereka tidak hanya sekedar pandai melainkan harus bermanfaat bagi masyarakat dan negara.
Tapi saat ini jika kita lihat itu semua belum tercapai bagaimana pendidikan hanya mentargetkan agar bisa lulus 100% kemudian dapat kerja dengan perusahaan milik  asing. Bahkan terkadang ketika mereka cerdas mampu menciptakan penemuan justru mereka di bawa keluar negri di beri penghargaan bahkan di pekerjakan disana. Padahal jika mereka diperkerjakan di dalam negri kita sendiri sudah tentu dapat membantu SDM yang ada di Indonesia hanya saja mereka kurang dihargai dalam berkarya.
Di Indonesia angka buta huruf pun masih lumayan tinggi, masih banyak anak-anak yang berada di desa terpencil yang belum merasakan bangku sekolah. Sebagian besar alasan mereka adalah terhimpit oleh biaya atau bisa jadi jarak tempu perjalanan yang tidak memadai untuk ke sekolah. Seharusnya bagaimana pemerintah mampu menangani permaslahan ini,belum lagi masalah fasilitas sekolah yang seadanya.(*)
Penulis: Fika Asma

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website