Perppu Kebiri, Solusikah ?

Pada kenyataannya keadaan remaja sekarang semakin mengkhawatirkan, dimana sebelumnya pemerintah mengumumkan bahwa Indonesia Darurat Narkoba, dengan munculnya berbagai macam fakta tentang banyaknya remaja yang terjerumus dalam narkoba sampai kalangan artis sebagai public figure pun tak luput dari narkoba, yang mana kecanduan narkoba dapat merusak kesadaran, akal dan memicu berbagai tindak kekerasan. Selang beberapa waktu Indonesia Darurat Narkoba sekarang ini dengan munculnya berbagai macam fakta yang seolah menyadarkan public bahwa Indonesia Darurat Tindak Kekerasan Seksual dan oleh Presiden Jokowi menjadikan beberapa kasus yang muncul sebagai kejahatan seksual.

Ilustrasi

Melihat berbagai macam fakta yang terjadi dimasyarakat sebut saja tragedy yang dialami yuyun yang diperkosa oleh 18 orang remaja dimana 6 orang diantaranya masih dibawah umur, pembunuhan balita yang berusia 2.2 tahun, dan yang menghebohkan dan sangat memilukan yaitu pembunuhan eno yang mana pada alat vitalnya dimasukan gagang cangkul dan menembus pada rongga dadanya, sungguh sangat tragis dan sangat menyedihkan dan pelakunya pun masih remaja, kekerasanseksual terjadi diawali dengan menenggak miras, narkoba dan menonton film porno dimana pada saat melakukan pemerkosaan dan tindakan kekerasan tidak dalam keadaan sadar karena kehilangan akal akibat dari efek minuman dan film porno. Bahkan menonton film porno menurut beberapa penelitian dikatakan dapat merusak otak secara permanen dan kerusakannya pun sama dengan mengkonsumsi narkoba.
Adanya berbagai fakta yang terjadi akhir- akhir ini memunculkan banyaknya pro dan kontra tentang perppu kebiri, namun yang menjadi pertanyaannya apakah itu menjadi solusi dalam menyelesaikan masalah kekerasan seksual yang marak terjadi saat ini ? Psikolog forensik, Reza Indragiri Amriel mengatakan hukuman kebiri kimiawi tidak akan membuat pelaku jera. Menurut dia , ada kekeliruan asumsi yang melatari rencana tersebut. “Kejahatan seksual berarti pelaku seksual dipercaya niscaya dilatari motif seksual. Reza melanjutkan, hukuman kebiri kimiawijuga akan sangat merepotkan. Hal tersebut lantaran mengunakan metode suntikan dan harus dilakukan secra berkala. Reza pun menilai kebiri kimiawi tidak hanya tidak efektif jika ditujukan untuk menimbulkan efek jera. Namun menurut dia, akan sangat membahayakan sekaligus merugikan. Oleh karena itu, pemberatan hukuman kata dia, sudah sepantasnya dijatuhkan kepada para pelaku. Daripada menyuntik pelaku berulang kali sebatas untuk mematikan birahi, lebih baik berikan satu ampul injeksi yang membuat pelaku mati ujarnya, dalam Republika,CO.ID, Jakarta Kamis 12/05/2016.
Dapat dikatakan perppu kebiri ini sendiri tidak akan efektif bila factor pemicu belum dihilangkan secara  sekaligus, yang mana dengan adanya sanksi kebiri hanya merupakan sanksi sementara saja, sedangkan yang dibutuhkan untuk sanksi kekerasan adalah yang bersifat selamanya tidak sementara saja. Segala bentuk kekerasan yang terjadi tidak luput dari kehidupan social kemasyarakatan yang bebas mengekspresikan diri, contohnya : cara berpakaian yang tidak terkontrol sehingga memicu syahwat, pergaulan remaja yang bebas dan tidak terkontrol, dalam keluarga  pun kurang control terhadap anggota keluarga, pendidikan agama yang kurang serta tatanan masyakat yang mendukung kekerasan. Ibarat memotong pohon bila hanya memangkas ranting- ranting serta pucuk daun saja maka akan muncul cabang-cabang baru, yang terbaik adalah memotong segala pemicunya sampai ke akar-akarnya tidak hanya setengah-setengah saja.
Apabila penyelesaian masalah dikembalikan kepada solusi yang berasal dari manusia, maka aturan yang dihasilkan tidak memberi rasa aman, karena sanksi saksi yang diberikan bersifat sementara tidak memberikan efek jera. Sedangkan dalam islam setiap penyelesaian berlandaskan pada Al-Quran dan Hadist. Memberikan edukasi yang baik dan benar, memberikan pembelajaran mendasar bahwa Allah menciptakan manusia untuk beribadah kepada Allah, islam adalah agama yang memiliki aturan yang lengkap dalam seluruh aspek kehidupan. Sehingga setiap makhluk di bumi merasakan bahwa syariah islam mewujudkan Islam Rahmatan Lil-‘Alamin.(*)
Penulis : Ummu Aira Syifa
   

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website