Pesantren Target Safari Pemimnpin Kafir

Pondok Pesantren merupakan lembaga studi Islam yang punya nilai historis terhadap gerakan sosial keagamaan. Pada dasarnya pondok pesantren bukan hanya sekedar lembaga pendidikan.Pesantren juga merupakan medium budaya dalam kehidupan masyarakat. 
Namun demikian, sebagaimana dikemukakan oleh KH. Abdurrahman Wahid, jarang sekali orang yang berpandangan demikian. Pondok pesantren bukan hanya lembaga pendidikan intelektual, akan tetapi juga, pendidikan spiritual, pendidikan  moral, dan sebagai lembaga pendidikan sosial kemsyarakatan.

Faujiah
Disini pesantren mendidik masyarakat kehidupan praktis di masyarakat dan bagaimana seorang santri menjalankan peran sosial (social role) dalam masyarakat. Sebagai lembaga pendidikan dan medium kebudayaan masyarakat, pondok pesantren dapat berperan aktif dalam kehidupan sosial masyarakat termasuk peran politik. Karena, sebegitu pentingnya peran pesantren, maka pesanten seolah menjadi buah yang manis sasaran politik.
Hal ini sepertinya disadari oleh sosok Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Hary Tanoesoedibjo (Hary Tanoe). Dari sumber celebrity.okezone.com menyatakan bahwa Hary Tanoe melakaukan kunjungan kebeberapa pesantren seperti pondok Pesantren Al-Ikhlas, Lubuklinggau, Sumatera Selatan dan Pondok Pesantren Al Fadlu Wal-Fadillah di Kampung Jagalan, Desa Kutoharjo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.
Dalam kunjungannya Hary Tanoe disambut hangat oleh ribuan santri untuk bersilaturahmi sekaligus berbagi pengalaman dan wawasan kepada para santri dan dalam kesempatan safari Ramadan kali ini, Hary Tanoe memberikan bingkisan berupa Alquran untuk  pengembangan pendidikan Islam di Pondok Pesantren Al Fadlu Wal Fadillah.
Dari sini terlihat aset politik yang terkandung dalam pondok pesantren yang besar menjadi sesuatu yang menggiurkan bagi para partai politik dan kandidat kepala daerah, DPR dan bahkan calon presiden untuk membawa misi politik dengan imbalan mendapatkan dukungan, lebih-lebih jika pesantren tersebut mempunyai santri yang banyak, maka bisa menjadi komoditas dan aset politik yang sangat berharga.
Sebagaimana pandangan islam terhadap politik menurut Bj.bollen (1982) ”Ketertarikan umat islam terhadap politik bukan saja karena kemampuan partai politik dalam memperjuangkan dan membela kepentingan islam,tetapi karena adanya tipologi islam dalam memandang hubungan politik dengan islam” .
Tipologi islam dalam memandang hubungan politik dengan islam bisa dikategorikan sebagai idiologi dimana politik dipandang sebagai hal yang penting dan sikap politik seseorang sama halnya dengan seperti memeluk islam sebagai keharusan.
Melihat dinamika peran dan fungsi pesantren sebagai basis kekuatan politik yang mampu membawa suatu keuntungan bagi sebuah partai maka seharusnya para santri dapat  jeli melihat suatu pemimpin yang akan membangun Negara ini.
Para santri seharusnya tidak mudah hanyut dalam sebuah rayuan atau iming-iming imbalan, untuk sebuah kebutuhan fasilitas pesanten yang dijanjikan, namun harus kembali kepada peraturan Alquran dan As sunnah yang harus diterapkan salah satunya tidak bolehnya suatu Negara dipimpin oleh pemimpin kafir.(*)
Penulis:  Faujiah

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website