Kebijakan Setengah Hati, Bulan Ramadan

Datangnya bulan ramadhan, menjadikan tempat hiburan malam (THM) diberbagai daerah dikenakan kebijakan yang berbeda sesuai perda setempat. Ini dikarenakan pemerintah pusat yang menyerahkan kebijakan tersebut kepada setiap perda masing-masing. Disebagian daerah, perda memberikan kebijakan untuk menutup sementara tempat hiburan, seperti di Bogor, Bandar Lampung ,dll. Tetapi, tidak lain seperti kota Manado yang kebijakannya adalah selama bulan ramadhan, tempat hiburan malam diizinkan beroperasi dari pukul 22.00 hingga 01.00 wita.
 Tempat-tempat hiburan malam yang akan mendapat kebijakan-kebijakan tutup nya TMH adalah klub malam, kafe, rumah karaoke, tempat pijat,dan tempat biliar. Dan untuk tempat hiburan malam yang memiliki satu gedung dengan hotel tidak diwajibkan untuk mengikuti kebijakan tutupnya TMH.
 Di daerah yang terkena kebijakan untuk menutup sementara tempat hiburan malam, ditetapkan agar pihak pengelola hiburan malam tetap membayar gaji dan tunjangan hari raya (THR) kepada para pekerja atau karyawan tanpa mereka harus bekerja.
Dari kebijakan-kebijakan tersebut terlihat bagaimana pemerintah dengan setengah hati mengambil kebijakan untuk menyambutnya bulan ramadhan. Dengan mudah menyerahkan kebijakan kepada daerah masing-masing. Yang hasilnya tidak semua tempat hiburan malam ditutup dengan total, karna dibeberapa daerah masih dapat beroperasi dan tetap dibukanya hiburan malam yang berada di hotel-hotel. Semua ini menjadi wajar karna pemerintah sendiri ingin tetap meraup untung sebanyak-banyaknya dari pajak-pajak tempat hibura malam.(*)

Penulis: Puspita Octaviani (Pemerhati Sosial, MHTI PPU) 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website