Menutup Aurat Kewajiban, Bukan Melanggar HAM

Datangnya bulan ramadhan, menjadi momentum paling pas untuk pelaksanaan syariat. Dibulan inilah banyak kaum muslimin meningkatkan keimanan mereka, bulan ini pula pimpinan sekolah dapat menerapkan kebijakan untuk para siswinya berkerudung. Namun, kebijakan ini dianggap melanggar Ham oleh kelompok demokrasi kapitalis. Mereka beranggapan bahwa berkerudung adalah hak asasi manusia yang tidak boleh dipaksakan.

Ilustrasi
Seperti yang terjadi di Ibukota Jakarta Gubernur setempat, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) melarang sekolah-sekolah negeri untuk mewajibkan para siswinya untuk berkerudung selama bulan ramadhan.
Ahok menytakan, hal tersebut adalah sebuah pelanggaran, Karena menurutnya berkerudung adalah sebuah panggilan iman. Larangan ini disampaikan oleh Ahok pada saat memberi pengarahan kepada 1.700 kepala sekolah TK, SD, SMP, SMA, SMK dan penjabat struktural eselon lll serta lV di lingkungan Dinas Pendidikan DKI Jakarta, di Gedung Yayasan Budha Tzu Chi, sabyu (4/6).
Ternyata larangan ini bukan yang pertama kali, ketika menjabat menjadi Bupati di Belitung Timur pada 2006 Ahok pun tidak ingin sekolah mewajibkan para siswinya berkerudung. Ahok meminta, ini tidak dikait-kaitkan dengan anggpan bahwa ia anti terhadap agama Islam.
Kebijakan dari Ahok tersebut ternyata mendapat dukungan dari Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI). “Karena menngunakan Jilbab itu kesadaran, bukan keterpaksaan” ujar Retno Listyanti selaku Jenderal FSGI. 
Kebijakan tersebut tentu bertolak belakang dengan Islam. Mengenakan kerudung atau menutup aurat secara sempurna adalah sebuah kewajiban untuk para musalimah, bukan malah menunggu panggilan hati. Menutup aurat  juga bukan hanya dibulan ramadhan, tetapi sepanjang waktu ketika ia beraktivitas di luar rumah.
Dari sinilah seharusnya pemerintah dan pimpinan sekolah memiliki peran penting dalam mengambil kebijakan, mengingatkan bahwa ini adalah kewajiban untuk para siswi. Tanpa memandang apakah hal tersebut melanggar HAM.
Dalam Islam sendiri tidak ada HAM. Tidak ada kebebasan dalam bertindak karena semua peraturan hidup termasuk menutup aurat telah diatur oleh Allah SWT.(*)
Penulis: Puspita Octaviani (Pemerhati Sosial- MHTI PPU).   

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website