Buka Bersama: Pluralisme Berbalut

Momentum ramadhan bukan hanya sebagai suatu bulan untuk meraih tingkat ketakwaan, tetapi juga bulan dimana banyak kegiatan amal dilakukan guna mendapatkan pahala sebanyak-banyaknya. Banyak hal-hal positif dilakukan dibulan ramadhan dari bersedekah kepada anak yatim, hingga menyediakan buka puasa bersama, saling berbagi kepada sesame lebih dari bulan-bulan sebelumnya dan berkumpul bersama keluarga, kerabat, sahabat maupun rekan kerja.

Indonesia merupakan Negara yang berpenduduk mayoritas muslim terbesar di dunia, selain itu jugaterdapat beberapa agama lain seperti nasrani, hindu dan budha. Karena itu bulan ramadhan bukan hanya menjadi symbol keagaaman bagi umat muslim saja melainkan umat yang lain pun telah membaur bersama dlam kegiatan ramadhan dalam ikatan toleransi.
Berdasarkan ikatan oleransi tersebut, maka banyak kegiatan buka puasa bersama, atau menyediakan buka puasa secara gatis yang rutin dilakukan bukan hanya oleh umat muslim tetapi beberapa umat agama yang lain. Seperti halnya yang dilakukan divihara yayasan Sukhawati Lawang. 
Dalam Republika, Jumat(10/6) seorang wanita berdarah tionghoa  ini bersama rekan-rekannya secara suka rela menyiapkan buka puasa gratis selama ramadhan. Winantea, rohaniwan di Vihara Yayasan Skhawati Lawang, asal mula tradisi buka puasa gratis ini. Menurutnya sumbangan buka puasa ini tak hanya datang dari umat Vihata di Lawang. Sumbangan ini berasal dari Paguyuban Metta Lawang. Atas dasar toleransi dan kebersamaan, tradisi tersebut akhirnya rutin digelar dari tahun ketahun hingga hari ini. Agar tak bosan menu yang disiapkan berganti setiap hari. Tak ada anggota yang merasa keberatan  dengan diadakannya acara ini, ungkap Winantea menjelaskan.
Dalam Republika.CO.ID, Bandung—Anggota DPR RI dari fraksi Partai Gerindra Sodik Mudjahid mengapresiasi toleransi antar umat beragama di Kota Bandung, bahkan Jawa Barat merupakan daerah provinsi yang paling baik toleransi agamanya.
“Kerukunan umat beragama di Indonesia ini yang terbaik di dunia dan mengalami kemajuan dari tahun ketahun, bahkan sebagai Negara percontohan untuk bidang toleransi beragama,”kata Sodik
Mudjahid dalam silaturrahim Ramadhan dan sosialisasi 4 pilar bersama guru-guru di kota Bandung, Ahad (12/6). Menurut dia, Pancasila sebagai falsafah dan Ideologi Negara, Landasan Dasar dan pandangan hidup bangsa Indonesia.
Bagaimana islam memandang toleransi antar umat beragama, tentunya seperti yang telah dicontohkan Rasulullah, menghargai umat yang lain, tidak memaksakan kehendak dan saling berbagi. Seperti halnya dizaman Rasulullah menjenguk yang sakit walaupun bukan muslim, memberikan hak haknya dan menjaga kerukunan beragama.
Tetapi bila berhubungan dengan Aqidah maka rasul sangat melarang bila umat muslim, meniru ataupun mengikuti hal hal yang dilakukan oleh umat yang lain maka mereka bukan termasuk golonganku, Allah pun menegaskan dalam Firmannya surah Al Kafirun : yang artinya.. Untukmu agamamu dan untukku agamaku. Jadi islam sangatlah toleran dalam beragama, menghargai agama lain tetapi tidak ikut serta dalam kegiatan keagamaan agama lain. Islam terdiri dari berbagai macam aturan hidup yang mengikat yang mana tujuannnya untuk menjadi benteng kehidupan membentuk akhlak yang baik dan mewujudkan kedamaian.(*)
Penulis: Ibu Kamsiatun

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website