Persoalan Pemudik

Mendekati hari raya Idul Fitri, mudik adalah salah satu tradisi yang banyak dilakukan kebanyakan masyarakat. Kemendub mempredeksi akan ada 26 juta pemudik di lebaran tahun ini. Dari sini PT.Kereta Api Indonesia membuat gebrakan peningkatan pelayanan, PT.Kai memberluaskan sistem boarding pass dan penjualan tiket sesuai kapasitas tempat duduk. Dan di klaim PT.KAI mendapat pendapatan lebih tinggi. Tetapi dari kebijakan ini ternyata 5.000 orang biasa menggunakan kereta api tidak tertampung.

            Selain itu alat transportasi merakyat,bus juga menyediakan tambahan daya angkut besar. Tetapi yang menjadi masalah adalah tarif angkutan ini menjadi dua kali lipat lebih tinggi. Ditambah waktu jarak tempuh yang lebih lama.
            Dari kedua alat transportasi tersebut, masyarakat akhirnya lebih memilih kendaraan pribadi. Dan sepeda motor menjadi primadona. Melihat populasi sepeda motor di Indonesia tembus sekitar 70 juta unit menurut Bambang Susantono,Wakil Menteri Perhubungan. Banyaknya pemudik yang menggunakan sepeda motor, tidak heran banyak kecelakaan  sepeda motor  yang muncul.
            Persoalan transportasi ini tentu menjadi tanggung jawab negara. Karana transportasi adalah kebutuhan masyarakat yang seharusnya di penuhi oleh negara yang tentu transportasi tersebut aman, nyaman dan murah. Sehingga masyarakat tidak lagi terbebani dengan tarif angkutan yang mahal, dan tidak lagi harus bertarung dengan nyawa dijalan raya. Keamanan dijalan juga sangat dibutuhkan, karna banyak sekali kejadian penipuan, pencopetan,dll saat perjalan mudik.(*)
Penulis:  Puspita Octaviani (Pemerhati Sosial,MHTI PPU).

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website