Alay Kembali Lecehkan Agama

Entah sejak kapan terbentuknya kelompok yang disebut dengan alay, alay mempunyai gaya bahasa yang berbeda dengan bahasa Indonesia yang baku yang merupakan bahansa nasional dari bangsa Indonesia. Dengan perkembangan tekhnologi saat ini maka kelompok alay pun makin berkembang dan terus bertambah jumlahnya disetiap pelosok negeri, dengan gaya bahasa yang mereka gunakan memudahkan para alay mudah untuk dikenali dimanapun. Alay itu sendiri merupakan para remaja yang suka berkumpul membentuk kelompok. Remaja-remaja ini pun juga merupakan seorang pelajar, seorang anak dan bagian dari masyarakat. 
Selain alay banyak lagi hal-hal yang berhubungan dengan remaja, sebut saja diantaranya tindakan kekerasan yang sering terjadi yang berhubungan dengan remaja, pergaulan bebas yang banyak menjerumuskan remaja dalam perzinahan seperti banyaknya pemberitaan yang dapat disaksikan melalui media tv, maupun internet. Dan yang menyedihkan para remaja dengan sengaja melakukan pelecehan agama seperti yang beredar dimedia social, yaitu para pemuda yang melecehkan sholat berjamaah dan hal tersebut terjadi di Bandar lampung. Seperti pemberitaan Republika.co.id, Bandar Lampung-Beredarnya postingan dimedia social remaja yang berasal dari Metro saat memperagakan shalat dengan membuka aurat di sebuah masjid dinilai sangat melecehkan syariat Islam. Kepolisian harus mengejar dan mengusut kasus penistaan agama Islam tersebut agar tidak meresahkan umat dan ormas Islam, “ Saya dan umat Islam menyesalkan postingan lima remaja tanggung tersebut shalat membuka aurat yang diperlihatkan kepada jutaan orang. Apapun alasannya itu pelecehan dan penistaan agama Islam, polisi harus mengejar dan mengusut kasus tersebut,”kata imam Asyrofi, pengurus MUI Lampung kepada Republika, Ahad (24/7/2016).
Seperti kasus sebelumnya seorang pemuda yang menginjak kitab suci umat Islam Al-Quran di dalam masjid dan ditonton oleh jutaan orang karena disebar melalui media social. Yang menjadi pertanyaannya adalah ada apa dengan pemikiran remaja sekarang? Apa yang terjadi dengan mental remaja sekarang ini, sangat miris dan sangat menyedihkan, bukankah generasi muda adalah tombak penerus bangsa ada apa dengan remaja?. Begitu banyaknya persoalan remaja yang muncul setiap waktu harusnya disikapi dengan serius tidak dapat diabaikan begitu saja. Melihat dari peran keluarga harus memberikan contoh yang baik kepada anak tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, lingkungan pun berperan dalam membentuk karakter anak Karena perilaku anak pun berpengaruh dengan siapa anak tersebut bergaul, selain itu yang utama adalah pemerintah yang harus menjaga atau meriayah remaja, menyediakan fasilitas untuk menimba ilmu agama, menjaga remaja dengan cara menerapkan syariat islam yang berhubungan dengan pergaulan, seperti tidak berdua-duaan dengan yang bukan mahrom atau bercampur baur antara laki-laki dan perempuan. Memberikan pemahaman aqidah yang sesuai dengan syariat Islam dengan demikian maka akan terbentuk remaja yang bermental Islam yang menyadari bahwa manusia hanyalah hamba yang wajib taat tunduk dan patuh pada semua peraturan yang telah Allah tetapkan, seperti dalam Al-Quran surah Ad-dzariat ayat 56 “ Dan tidak kuciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah Kepadaku.” Penggalan ayat tersebut menunjukan bahwa kita tujuan kita hidup di dunia semata-mata beribadah kepada Allah.
Menerapkan syariat islam secara kaffah menyeluruh dalam kehidupan sehari-hari mengambil apa-apa yang diperintahkan untuk dilaksanakan dan segala sesuatu yang dilarang oleh Allah maka kita akan merasakan hasilnya yaitu akan terbentuk islam yang sesungguhnya seperti yang telah dicontohkan Rasulullah saw, sehingga menerapkan Syariah Islam Mewujudkan Islam Rahmatan Lil,Alamin akan menjadi wujud nyata kebangkitan Umat Islam.(*)
Penulis: Warda

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website