Hari Pertama Sekolah (HPS), Jangan Sekedar Seremonial

Tahun ajaran baru yang menyibukkan cukup merepotkan. Para orang tua menginginkan agar anak-anaknya mendapatkan sekolah yang terbaik dan tentu saja terjangkau, sehingga memacu semangat belajar di sekolah. Dengan di awalinya kegiatan belajar dihari pertama sekolah setelah liburan panjang, hari pertama sekolah (HPS) menjadi trending topic setelah menteri pendidikan memberikan arahan agar orang tua selaku wali murid mengantarkan/mendampingi anak kesekolah bisa menjadikan support ataupun dukungan kepada anak untuk memulai aktifitas sekolahnya. Tetapi, apakah dengan adanya kebijakan  HPS ini bisa menjadi suatu ikatan berkesinambungan antara orangtua dan pihak sekolah ?
Kamsiatun
Semua orang tua mengharapkan anaknya menjadi orang yang sukses, demikian pula pemerintah berharap dengan system pendidikan yang diterapkan oleh Negara dapat membentuk bibit-bibit pemuda pembangun bangsa sebagai ujung tombak estafet kepemimpinan yang cerdas dan handal. Tetapi, melihat banyaknya fakta yang terjadi saat ini, jika ingin menyekolahkan anak disekolah yang baik dan bermutu di zaman sekarang sangatlah mahal, dan kebanyakan hanya para orang tua yang memiliki kelebihan harta yang dapat menyekolahkan anak-anak mereka disekolah bergengsi bahkan sampai keluar negeri. Belum lagi bimbel yang adakan diluar sekolah sebagai tambahan untuk menambah pemahaman kepada para siswa akan materi pelajaran tertentu.
Mau tidak mau orang tua berusaha untuk menyesuaikan dengan semua kebutuhan sekolah nak-anak mereka dengan jalan bekerja lebih giat lagi untuk mendaptkan dana yang cukup untuk biaya sekolah anak mereka. Di tambahkan dengan berbagai macam kebutuhan kehidupan yang lain yang mana setiap harinya semakin meningkat. Dan kebanyakan karena kesibukan orang tua maka perihal pendidikan dan meriayah anak lebih menitik beratkan kepada sekolah untuk mendidik mereka. Berkaca dengan fakta yang ada sekarang ini apakah bisa menjadi ukuran keberhasilan pendidikan seorang anak apabila orang tua menyerahkan sepenuhnya pendidikan kepada sekolah karena mereka sibuk mencari nafkah? Tentu saja tidak karena orang tua memiliki peran utama untuk membentuk anak menjadi pribadi yang lebih baik dan berakhlak mulia sementara disekolah merupakan tempat anak untuk mendapatkan ilmu pengetahuan sebagai salah satu penopang kehidupan kelak.
Bagaimana solusi pemerintah menyelesaikan masalah yang selalu terjadi dan berulang ? bukankah mencerdaskan kehidupan bangsa menjadi tugas pemerintah seperti yang tertera dalam UUD 45. Semua pihak turun andil jadi bukan semata menjadi tugas orang tua saja pemerintah pun harus menjamin kehidupan rakyatnya. Bila kita berkaca dimasa keemasahan kekhilafahan islam dimana banyak para cendikiawan muslim yang menjadi ilmuan dunia dan menjadi ahli dibidangnya, sebut saja yang terkenal yaitu ibnu sina yang menyumbangkan banyak penemuan dibidang kedokteran, ibnu Al Jabar yang berdistribusi sangat besar dalam bidang matematika, ada ibnu baitutta yang melakukan perjalanan keseluruh dunia dan memetakan dunia dan masih banyak lagi, para penemu muslim tersebut dapat melakukan segala hal dan menggali banyak ilmu tidak lain karena ketakwaan mereka kepada Allah SWT, mengkaji Al-Quran dan ada nya Negara yang memfasilitasi segala kebutuhan mereka dibidang pendidikan, dimasa kekhalifaan banyak dibangun perpustakaan yang tersebar di dunia banyak dibangun sekolah-sekolah dan universitas yang berdasarkan pada pemikiran dan sikap yang sesuai dengan Al-Quran sehingga setiap umat yang menimba ilmu mendapatkan kemudahan dari segi dana karena dijamin oleh pemerintah disamping itu menambah pemahaman Al-  Quran semakin menambah keimanan seseorang sehingga setip penemuan yang didapatkan digunakan untuk sebaik-baiknya kemaslahatan umat sehingga terasa dari setiap segi kehidupan islam rahmatan Lil’alamin.(*)
Penulis : Ibu Kamsiatun

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website