Toleransi Salah Kaprah

Minggu (31/7/2016), warga muslim menghadiri Misa katolik di tempat-tempat beribadah di Perancis dan Italia. Kehadiran kaum muslim tersebut  disebut solidaritas, setelah beberapa hari tragedi terbunuhnya seorang pastor. Para penyerang itu mengaku setia pada kelompok teror ISIS, menurut video yang dirilis oleh kelompok militan itu.
Imam tertinggi Nice, di Perancis selatan, memimpin sekelompok kaum muslim dalam menghadiri misa katolik. Nice sendiri adalah kota dimana seorang laki-laki membunuh 84 orang dan melukai 435 lainnya, temasuk banyak kaum muslim, pada hari Bastille dengan menabrak dan menggilas dengan truk pada saat massa sedang menikmati perayaan.Hadir pada misa di Rouen , salah satu biarawati dari dua biarawiati yang disandera di gereja tempat pastor dibunuh, ia bersama umat katolik lainnya setelah misa bersalamn dengan jemaah muslim dan memeluk mereka.
Dari keikutsertaan kaum muslim dalam perayaan misa di gereja-gereja tersebut tentu menyalahi makna dari toleransi. Makna toleransi sendiri adalah membirkan umat beragama lain untuk beribadah. Sikap kaum muslim dalam menghadiri perayaan agama lain sudah menyalahi aqidah kaum muslim. Dalam islam mengikuti ajaran suatu kaum,maka ia dikatakan termasuk kaum tersebut. Adanya skenario dibalik semua ini bisa jadi membuat kaum muslim disesatkan dalam makna toleransi itu sendiri. Makna toleransi kini telah banyak di perdebatkan dan banyak yang menyalahgunakan artinya. Sikap kaum muslim di Perancis dan Italia seharusnya membiarkan perayaan  tersebut dengan  tidak ikut serta dalam perayaannya. Saling menciptakan rasa aman pada tempat-tempat ibadah seluruh agama dan menciptakan rasan aman saat semua umat beragama beribadah.(*)
Penulis: Puspita Octaviani-Pemerhati Sosial

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website