Toleransi Salah Kaprah

Indonesia merupakan Negara berpenduduk muslim terbanyak di dunia, selain itu di Indonesia juga terdiri dari bebarapa agama Islam, Kristen, Hindu dan Budha. Di samping itu keberagaman kultur budaya, bahasa, yang dimiliki tiap daerah menambah khasanah di Indonesia itu sendiri. Dengan banyaknya perbedaan suku, Agama, Ras dan budaya menjadikan sikap toleransi antar umat menjadi salah satu sikap yang berperikemanusiaan dan berbudi pekerti luhur yang menyatukan seluruh bangsa Indonesia dalam satu bahasa persatuan, yaitu bahasa Indonesia. Toleransi adalah sikap saling menghargai antara satu dengan lainnya dimana walaupun berbeda tetapi disatukan oleh peraturan yang ada diindonesia.
Kamsiatun
Tetapi terkadang ada sebagian umat yang belum memahani arti toleransi itu sendiri, sehingga mengakibatkan perselisihan dan perpecahan yang mengakibatkan kerugian baik secara individu, masyarakat dan Negara. Seperti yang terjadi baru-baru ini di daerah Tanjung Balai sehingga mengakibatkan banyaknya fasilitas umum yang rusak. Toleransi itu sendiri dalam pandangan islam artinya islam memberikan kemudahan bagi siapa saja yang menjalankan apa yang ia yakini sesuai dengan  ajaran masing-masing tanpa ada  tekanan dan tidak mengusik ketauhidan (dikutip dari Al-wa’ie edisi No. 192 Tahun XVI, 1-31 Agustus 2016/1437 H hal. 10). Tetapi yang terjadi sekarang toleransi dijadikan standar baik buruknya seseorang ataupun agama itu sendiri, mencampurbaurkan dan kolaborasi jaman, yang tentunya digaungkan oleh kaum liberal yang secara perlahan melencengkan pemikiran umat islam mengenai toleransi itu sendiri.
Bagaimana mungkin umat islam bisa mengikuti misa bersama digereja pasca insiden terror yang menewaskan pendeta di gereja Saint Entenne di paris. Ini adalah suatu pesan persatuan umat beragama. Imbunya. Faktanya otoritas dinegara paris itu sendiri tidak mentoleransi umat islam yang ingin menjalankan ketaatan yaitu mengenakan kerudung dan jilbab malah dilarang penggunaannya. Toleransi yang dipahami dalam pandangan islam tidak mengusik aqidah pada kenyataannya torensi yang dipahami adalah toleransi yang bebas beragam , kebebasan berekspresi,dan persamaan agama (pluralism). Rasulullah saw bersabda : barang siapa mengikuti suatu kaum, maka iya termasuk dalam golongan kaum tersebut. HR. Muslim.
Toleransi pada masa khalifah Umayyah tercatat dalam sejarah pasca perang 655 M, waktu memasuki kepulauan Cyprus, berlangsung dengan harmonis memperlakukan penduduknya dengan baik bebas melaksanakan berbagai ritual keagaman. Jadi bisa dilihat islam sangat toleran terhadap umat manapun tidak membatasi dan mengekang kebebasan mereka. Sejarah para Khalifah yang mengikuti ajaran Nabi Muhammad saw sesuai dengan syariat yang diajarkan yang berpedoman pada Al-Quran. Banyaknya paham-paham yang dihasilkan dari pemikiran liberal sedikit demi sedikit mengantarkan pemikiran umat islam semakin jauh dari syariat islam. Seperti dalam firman Allah yaitu Orang yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka  (T.Q.S Al Baqoroh (2) : 120). Itulah salah satu peringatan bagi umat muslim. Sebagai umat muslim kita harus jeli dalam memahami setiap persoalan yang kemudian membawa-bawa istilah toleransi. Dengan menerapkan arti toleransi yang sebenarnya sesuai dengan syariat Islam akan mewujudkan Islam Rahmatan Lil’Alamin.(*)
Penulis: Ibu Kamsiatun Pemerhati Remaja dan Aktivis MHTI Balikpapan

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website