Toleransi tidak Berlandaskan Ilmu

Tidak dipungkiri bahwasanya saat ini, sebagian besar manusia mengalami krisis toleransi.Krisis toleransi yang dimaksud adalah salahnya pemahaman mengenai toleransi itu sendiri.
                TOLERANSI adalah membiarkan orang lain berpendapat lain,melakukan hal yang tidak sependapat dengan kita,tanpa kita ganggu ataupun intimidasi.Toleransi tampak terlihat jelas salah satunya sering kita jumpai di masyarakat khususnya dalam toleransi beragama.Namun saat ini,masyarakat telah salah dalam memahaminya,karena mencampuradukkan antara bertoleransi dengan sikap solidaritas,seperti yg diberitakan http://global.liputan6.com/read/2566028/muslim-di-prancis-hadiri-misa-solidaritas-insiden-teror-gereja.
                Dalam pemberitaan tersebut dikatakan bahwa muslim disejumlah tempat di Perancis dan Italia menghadiri misa khatolik pada minggu,31 Juli 2016.Sebagai bentuk solidaritas setelah seorang pendeta bernama Fr Jasques Hamel di Normandia tewas dibunuh oleh militan ISIS,pada saat sedang memimpin misa di Gereja Saint-Etienne-Du-Rouvray.Solidaritas tersebut dilakukan sebagai bentuk mengekspresikan simpati mereka kepada umat Khatolik.
                Pemahaman toleransi beragama yang salah kaprah inipun pernah pula terjadi di negara kita Indonesia.seperti yang diberitakan pada saat ramadhan bulan lalu,tentang buka puasa bersama di Gereja,Istri Gus Dur diusir FPI (news.okezone.com)
                Semua ini terjadi dikarenakan kurangnya pemahaman dan ilmu terutama oleh kita umat islam saat ini.
Allah berfirman dalam surat al-kafirun :“Katakanlah: ”Hai orang-orang kafir,Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.Dan kmu bukan penyembah Rabb yang aku sembah.Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Rabb yang aku sembah.Untukmu agamamu dan untukkulah,agamaku.”(QS.Al-Kafirun:1-6).
Maksud dari ayat ini adalah bahwa kita beribadah kepada Allah swt dengan cara yang Allah cintai dan ridhoi dengan tidak mengikuti cara ibadah agama lain,karena akidah tidaklah dapat diperdamaikan.Tauhid dan syirik tidak dapat dipertemukan,dan yang Hak tidaklah dapat dipersatukan dengan yang bathil.
                Islam sangat menjunjung tinggi toleransi.Namun toleransi yang dimaksud adalah dalam bidang berinteraksi dan bermuamalah secara baik dengan non-muslim.Toleransi tanpa merayakan perayaan mereka dan ikut campur sertadalam ibadah mereka.Agama Islam sudah memiliki prinsip yang tegas mengenai masalah ini.Selain dalam surah Al-Kafirun:6,surah Al-Isra:84,surah Al-Qashshash:55.Dengan demikian Islam mempunyai konsep yang jelas “Tidak ada paksaan dalam agama,”Bagi kalian agama kalian,dan bagi kami agama kami” adalah contoh nyata dari toleransi dalam islam yang disebut didalam Al-Quran.
                Tidak ada yang salah dengan solidaritas antar sesama manusia,namun haruslah dipahami bahwa antara solidaritas dengan toleransi agama adalah 2 hal yg berbeda.Toleransi beragama adalah masalah yang menyangkut eksistensi keyakinan manusia terhadap Allah SWT.Ia begitu sensitif,primordial,dan mudah membakar konflik sehingga menyedot perhatian besar dari islam.Persaudaraan antar sesama manusia adalah bentuk toleransi yang diajarkan Islam.Fakta historis juga dapat ditunjukkan oleh Rosulullah SAW melalui Piagam Madinah.Sejarah Islam adalah sejarah tentang Toleransi.Ekspansi Islam ke wilayah diluar Jazirah Arab sperti Spanyol,Mesir,Syiria,Persia,Asia,dan seluruh pelosok dunia yang begitu cepat menunjukkan bahwa agama Islam mudah diterima oleh umat manusia di dunia ini.Karena agama Islam merupakan agama rahmatan lil’alamin (kasih sayang untuk semua manusia dan alam semesta).Allah SWT berfirman : “Kami tidak mengutus kamu (Muhammad) kecuali untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam.” (TQS.Al-Anbiya’[21]:107).
                Kita sebagai umat Nabi Muhammad SAW sudah seharusnya memahami dan wajib menuntut ilmuNYA agar dikemudian hari tidak lagi terjadi toleransi yang salah kaprah,dimana toleransi beragama menurut islam bukanlah untuk saling melebur dalam keyakinan,bukan pula untuk saling bertukar keyakinan diantara kelompok-kelompok agama yang berbeda itu.Melainkan toleransi yang dimaksud adalah toleransi dalam pengertian mu’amalah (interaksi sosial) yaitu menyediakan ruang untuk saling menghormati keunikan agama masing-masing tanpa merasa terancam keyakinan maupun hak-haknya.Karena itu menjadi tanggung jawab dan kewajiban kita semua untuk mewujudkan penerapan syariah Islam secara menyeluruh.Hal itu hanya bisa terwujud dibawah naungan Khalifah Rasyidah yang mengikuti manhaj kenabian.Ketika itu terwujud,kehidupan seluruh umat beragama akan damai dan tentram.Allah SWT berfirman:
“Wahai kaum beriman,masuklah kalian ke dalam islam secara keseluruhan,dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan.Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagi kalian (TQS.Al-Baqarah [2]:208.

Wallahu a’lam bi ash-shawab.
Penulis: Liana Yulita MHTI Gunung Samarinda, Balikpapan

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website