Imam Masjid Ditembak, Islamophobia Makin Marak

Beberapa waktu lalu Negara ini menghadapi masalah yang berhubungan dengan sara (Suku, Agama, Ras dan Aliran). Kejadian yang terjadi ditanjung balai memicu terjadinya tindakan kriminalitas yang berujung mengakibatkan kerusakan fasilitas umum yang mana pemicunya karena ada yang merasa terganggu dengan pengeras suara ataupun volume adzan yang berkumandang. Nah yang terjadi sekarang lebih menyedihkan lagi yaitu penembakan imam masjid dan rekannya seusai melaksanakan sholat dzuhur yang bertempat di kota New York.
Salah satu media menyebutkan, warga muslim di New York berkumpul di Masjid Queens beberapa jam setelah kasus penembakan yang menewaskan imam Masjid Queens Maulana Akonjee (55 Tahun) dan asistennya Thara Uddin (65) pada ahad 14 Agustus 2016 atau sabtu waktu setempat. Muslim wilayah Quenns menilai penembakan yang berasal dari kejahatan rasial islamophobia berlebihan, merebak di AS karena kampanye negative calon Presiden Partai Republik, Donald Trump.
Dalam kasus ini belum ada satu pihak pun yang menjadi tertuduh ataupun tersangka dalam kasus penembakan imam masjid ini, karena tidak adanya saksi mata dari kasus penembakan tersebut. Bahkan bisa dikatakan penanganan kasusnya terkesan sanat lambat dan kurangnya pemberitaan dari media mengenai peristiwa penembakan tersebut. Berbeda halnya dengan beberapa kasus sebelumnya yang pernah terjadi seperti bom yang terjadi di sebuah klub di paris yang mana media memberitakan besar-besaran sampai-sampai tagar #prayforparis beredar dimedia baik televise maupun internet. Sungguh miris memang pemuka agama yang dibunuh seolah tidak menjadi masalah.
Apa yang telah terjadi dengan dunia ini yang seolah-olah bungkam dengan yang terjadi. Pemberitaan media internasional yang sangat minim menegaskan standar ganda terhadap kasus-kasus yang menimpa muslim disana. Bukti Negara demokrasi adalah Negara diskriminatif bahkan membiarkan suburnya pemahaman islamophobia.
Dalam media online disebutkan, Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra ikut prihatin dengan insiden penembakan yang menewaskan dua orang imam masjid Queens di New York, menurut Yusril, pembunuhan imam Masjid Queens New York Maulana Akonjee dan Tara Uddin adalah kejahatan sadis yang harus diungkap FBI (Biro Intelejen Federal AS).
Begitu banyaknya peristiwa yang terjadi di dunia memojokan islam sehingga melahirkan Islamophobia dikalangan masyarakat dunia, seorang mukmin yang senantiasa berpegang pada Al-Quran dan Hadist tidak akan melakukan hal-hal yang bertentangan dengan ajaran islam, sebaliknya menjaga keutuhan umat beragama, seperti yang dicontohkan Khalifah Umar Bin Khatab yang melakukan penaklukan di Yerusalem tanpa ada pertumpahan darah, dimana khalifah memberikan kebebasan untuk beragama sesuai dengan keyakinan masing-masing, menjamin keamanan, kesejahtraan seluruh umat manusia tanpa terkecuali, semua itu dapat terwujud dengan menerapkan syariah islam dalam seluruh aspek kehidupan sehingga terwujudnya Islam Rahmatan Lil’Alamin yang dapat dirasakan oleh seluruh alam.(*)
Penulis : Warda (Pemerhati Lingkungan dan Remaja)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website