“Kekerasan Pada Guru, Negara Gagal Lindungi”


Akhir-akhir ini, kekerasan terhadap guru kerap banyak terjadi. Seperti kasus pemukulan terhadap Dasrul guru SMK Negeri 2 Makassar. Anggota komisi X DPR Reni Marlinawati menyebutkan pemukulan terhadap Dasrul menjadi trigger di dewan untuk mendorong pembahasan RUU Perlindungan Guru. Dengan RUU itu diharapkan ada aturan komprehensif yang mengatur peran guru dan sekaligus melindungi tugas pendidik. “Semoga dirapat paripurna nanti seluruh DPR menyetujui”. Ucap seorang politisi PPP ini. Reni mengakui saat ini sudah ada regulasi perlindungan guru, yakni peraturan pemerintah(PP) Nomor 75/2008.
Siti Nur Shofiyyah Yani

Namun, aturan berbenturan dengan UU perlindungan anak. Oleh karena itu, dalam UU baru nanti akan diatur mengenai batasan sanksi yang bisa diberikan guru kepada anak didik.” Di dalam UU Perlindungan Anak, membentak anak saja sudah termasuk kekerasan”. Ucapnya lagi. Kata Reni, pembahasan RUU Perlindungan Guru ini harus cepat diselesaikan jika tidak, maka kasus kekerasan dan kriminalisasi terhadap guru ini bakal terus terulang dan membawa efek buruk. Karena khawatir dikriminalisasi bisa membuat guru menjadi enggan menegur siswa dan akan terjadi pembiaran. Untuk kasus pemukulan terhadap Dasrul. Reni mendesak Mendikbud, Kapolri< JAksa Agung, Organisasi Profesi Guru dan Stakeholder lainnya duduk bersama untuk menyamakan persepsi dan mencari solusi.
Kasus kekerasan terhadap guru hanya ramai dibicarakan saat ada kasus yang heboh. Banyak dijumpai berbagai keluhan terkait kekhawatiran dari para guru atas fenomena kriminalisasi maupun aksi kekerasan fisik yang menimpa para guru. Hal ini justru jangan dianggap sepele. Karena, ini akan berefek pada kualitas belajar dan mengajar. Anggota komisi X Anang Hermansyah juga miris dengan kasus pemukulan terhadap Dasrul. Makanya musisi yang kini menjabat sebagai politisi PAN itu meminta Mendikbud Muhadjir Effendy untuk melakukan pembenahan strategis salah satunya dengan mengembalikan kehormatan dan meningkatkan kualitas tenaga pengajar.
Kita juga perlu bekerja secara maksimal untuk membenahi Pendidikan Nasional, agar persoalan kekerasan terhadap guru tidak terulang. Mari kita duduk bersama untuk merancang UU perlindungan Guru ucapnya.
Melalui UU itu, kata Anang DPR ingin mengembalikan dan melindungi hak-hak pada guru sebagai seorang pendidik. Pihaknya juga akan mengatur batasan sanksi yang bisa diberikan guru kepada siswa agar tidak berbenturan dengan UU Perlindungan Anak. Kita harus mengembalikan kehormatan dan wibawa guru yang saat ini semakin memudar, tegas dia. Direktur perlindungan guru kementrian pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud), Anas M Adam setuju dengan wacana pembentukan UU Perlindungan Guru, sebab saat ini terjadi kurang sinkron antara UU Perlindungan Anak dan PP Soal Guru. Tidak berimbangnya UU perlindungan anak, mencubit jadi masalah, menegur juga jadi masalah, maka harus dibuat aturan yang berimbang tentang apa yang boleh diperbuat guru, ucapnya.
Tentunya ketidak singkronan di dalam dunia pendidikan ini haruslah dievaluasi dan mendapat perhatian khusus oleh pemerintah yang berperan besar dalam memperbaiki kualitas belajar dan mengajar  antara guru dengan anak didik, yaitu pendidikan tidak hanya terfokus pada materi pengajaran saja, tetapi  juga harusnya guru focus pada pembentukan karakter siswa.
Dalam pendidikan kapitalisme dan sekularisme inilah, yang dijadikan sebagai asas dalam pembentukan kurikulum. Dunia pendidikan seharusnya menjadi tombak dalam membentuk karakter kepribadian dan ilmu kepada naka didik agar menjadi generasi yang unggul dalam segala hal tidak hanya pada segi perkembangan ilmu saja tapi juga pada perkembangan karakter kepribadian yang luhur. Di dalam Negara Khilafah berkewajiban untuk memenuhi kebutuhan pengajaran atas hal-hal yang dibutuhkan oleh manusia dalam kehidupannya. Metode pengajaran yang dilakukan oleh guru dirancang sesuai standar yang berbasis akidah islam.
Disamping itu juga tidak lepas dari melibatkan orang tua siswa. Dalam system pendidikan islam juta telah menetapkan bahwasanya kurikulum pendidikan wajib berlandaskan pada aqidah islam baik dari segi materi pelajaran maupun metodologi penyampaian mata pelajaran yang disusun atas dasar aqidah islam. Sebab pendidikan di dalam islam adalah membentuk manusia yang memiliki kepribadian islam, mengusai pemikiran islam dan memiliki keterampilan yang tepat dan berdaya guna. Dengan adanya kerja sama antara Negara , pihak guru sekolah dan orang tua anak didik ini, maka kehormatan dan wibawa guru akan kembali didapati serta akan menghasilkan anak didik yang penuh hormat kepada para guru.
Sesungguhnya Islam telah mengatur dalam segala aspek kehidupan secara sempurna yang pastinya akan membawa kebaikan pada lahirnya generasi yang unggul dalam bidang pendidikan. Karena itu sudah saatnya kita kembali merujuk pada sistem islam yang merupakan aturan yang berasal dari Allah SWT. Dengan menerapkan islam dalam seluruh aspek kehidupan maka akan terwujud Islam Rahmatan Lil’Alamiin.
Penulis : Siti Nur Shofiyyah Yani ( Pengajar, pemerhati Remaja dan Aktivis MHTI Balikpapan)  

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website