Kriteria atau Kinerja Menteri, Menentukan Wajah Negeri

Polemik kewarganegaraan ganda dipersoalkan tersangkut mantan menteri Energi Sumber Daya Mineral ESDM “ Arcandra Tahar” yang kembali datang ke Indonesia, setelah menetap di Amerika selama 20 tahun. Kedatangannya kembali ke Indonesia memenuhi panggilan untuk mengisi posisi menteri ESDM pada saat Resuffel Kabinet jilid II dibulan juli lalu. Kasus ini sebenarnya berupa persoalan yang berbasis administrative karena ketidaktahuan individu dan kebijakan kewarganegaraan antar Negara. Ada yang membolehkan kewarganegaraan ganda bukan masalah loyalitas.
            Penerapan atas di Negara harus dipikirkan secara baik dan matang, dengan adanya ini membuat DPR mempertimbangkan untuk merevisi UU tahun 2006 tentang kewarganegaraan RI. Tentunya, pemberian kewarganegaraan untuk Arcandra sama seperti anak bangsa lainnya. Komitmen kebangsaan seharusnya menjadi pegangan semua anak bangsa apalagi para pemimpin Negara. Kebijakan pemerintah memaggil Arcandra Tahar tentu memiliki kinerja yang baik diluar negeri sebagai anak bangsa yang hebat, sehebat apakah dia? Membangun negeri yang sedang terpuruk dengan porsinya sebagai menteri ESDM bertahan selama 20 hari. Hanya sepekan sempat membuat kebijakan yang diijinkan oleh pemerintah. Kebijakan yang salah kaprah dengan izin mengeksplor konsentrat tembaga 6 bulan kedepan tanpa membangun smelter, memperpanjang dominasi Freeport hingga 2017, untuk kepentingan siapakah ini tentunya kepentingan kapitalis.
            Diberitakan pengakuan Presiden Jokowi kesalahan pemberian izin ekspor konsentrat PT.Freeport, tapi kenapa tidak ditindak lanjuti dengan koreksi terhadap kebijakan tersebut. Menurut pengamat ekonomi pemberian ijin kepada perusahaan asing mengelola kekayaan alam Indonesia seharusnya dicabut begitu juga tambang-tambang besar lainnya yang saat ini dikelola pihak asing. Seharusnya pengelolaan diserahkan kepada kepada BUMN dengan demikian keuntungannya dapat dinikmati secara optimal oleh rakyat negeri ini.
            Di dalam Islam tidak ada kewarganegaraan ganda status kewarganegaraan seseorang ditentukan wilayah tinggal dan loyalitas, kesetiaan terhadap system hukum yang berlaku, kebijakan-kebijakan pemerintah untuk mengelola sumber daya alam yang di sesuaikan dengan syariat Islam. Dalam sabda Rasulullah SAW “ Kaum muslim berserikat dalam tiga hal yaitu padang rumput, air dan api. HR. Muslim. Sebagi milik umum, Islam menetapkan sumber daya alam/ tambang sepenuhnya dikelola oleh Negara mewakili rakyat dan seluruh hasilnya digunakan untuk sebesar-besarnya kemaslahatan rakyat. Tentunya dikelola secara benar sesuai dengan syariah di bawah naungan khilafahAr Rasyidah Ala Minhaj An Nubuwwah, mewujudkan Islam Rahmatan Lil A’lamin.(*)
Penulis: Ibu Kamsiatun. (Pemerhati Remaja, lingkungan, aktivis MHTI Balikpapan)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website