Perlukah Sekolah Sehari Penuh ?

Beberapa waktu lalu menteri pendidikan mengeluarkan wacana mengenai full day School atau sekolah sehari penuh dimulai pukul 07.00 – 17.00, selain pendidikan formal kegiatan ekstra kulikuler pun dicanangkan. Diharapkan pendidikan lebih maju dan berkarakter, serta perbaikan kwalitas generasi penerus bangsa. Full Day School (FDS) ini dibentuk dengan tujuan untuk membendung berbagai bentuk kerusakan yang terjadi di luar sekolah disaat orang tua tidak bisa mengawasi atau masih dalam kondisi bekerja. Mungkinkah segala bentuk kerusakan yang terjadi diluapkan dengan memperbanyak jam belajar disekolah, atau hanya menambah beban siswa?. Dengan adanya FDS ini tentunya sudah dipersiapkan materi pelajaran yang tersistem. Tetapi bila tanpa dibarengi perubahan dari kurikulum yang sekuler, pola pikir yang liberal yang ditanamkan disekolah malah semakin memberi pengaruh yang buruk terhadap perkembangan generasi.
            Dalam hal ini bukan hanya anak didik saja yang perlu dipertimbangkan tetapi tenaga pendidik pun harus menjadi bagian prioritas mencerdaskan generasi bangsa. Selain itu fasilitas yang memadai pun harus dipertimbangkan abapila melakukan perubahan yang signifikan untuk mencerdaskan generasi bangsa, tidak hanya memperhatikan satu sisi saja. Selain itu hak-hak anak yang tumbuh dalam lingkungan yang baik, mendapatkan asupan yang baik pun termasuk dalam suatu proses pendidikan, karena setiap asupan yang masuk mempengaruhi kondisi fisik dan kecerdasan setiap siswa. Pendidikan dirumah serta hubungan siswa bermasyarakat pun sangat penting karena dapat membantu perkembangan mental dan karekter anak, serta orang tua juga sangat berperan membentuk akhlak dan kepribadian anak dimana hal tersebut tidak didapatkan dari pembelajaran yang terdapat dilingkungan sekolah.
            Sebagai orang tua anak adalah amanah, dimana orang tua wajib memberikan pembelajaran akhlak, serta memberikan pendampingan yang baik dimasa pertumbuhan dan perkembangan anak. Tetapi pada kenyataannya sekarang ini lebih banyak orang tua bekerja sehingga dikarenakan tuntutan ekonomi serta serta pemenuhan kebutuhan yang lainnya yang menunjang keberlangsungan kehidupan. Sehingga keadaan tersebut menggiring anak-anak mencari perhatian ditempat lain baik dengan cara cara yang positif ataupun dengan cara yang negative. Maraknya kasus-kasus yang terjadi dikalangan remaja juga bukan hanya karena kurangnya perhatian orang tua semata, masyarakat pun turut andil dalam mewujudkan hal tersebut, karena anak dan remaja terbentuk karakter hidupnya juga terpengaruh dari kondisi lingkungannya. Dan pada akirnya Negara sebagai pengayom kehidupan masyarakat dan bangsa pun seakan-akan memberikan gagasan yang tambal sulam, tidak menyelesaikan keakar permasalahan sehingga tidak akan terjadi masalah yang sama.
            Negara sangat berperan penting dalam membentuk generasi bangsa, menciptakan kondisi masyarakat yang berakhlak, memfasilitasi segala kebutuhan masyarakat dengan memberikan edukasi yang tepat mengenai pembentukan perkembangan anak yang baik, sehingga memahami apa saja yang harus dilakukan sebagai orang tua. Dengan terciptanya keimanan yang baik dan taan dengan syariat maka akan menciptakan anak-anak dan remaja yang berakhlak dan cerdas.(*)
Penulis : Ibu kamsiatun (pemerhati remaja dan aktivis MHTI Balikpapan)
             

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website