“Qurban” dari Sang Arogan

Semangat berlomba dalam kebaikan tampak jelas dalam perayaan Hari Raya Idul Adha 1437 H tahun ini. Seluruh kaum muslim menyambutnya dengan suka cita, hewan qurbanpun disiapkan guna menyempurnakan ibadah setahun sekali ini. Hampir seluruh masjid mengadakan pemotongan hewan qurban. Tak ingin ketinggalan, beberapa sekolah pun melakukan hal serupa, meskipun harga hewan qurban selalu naik setiap tahunnya tetapi tidak mengurangi semangat umat muslim untuk berqurban.
Momentum ini juga dimanfaatkan Basuki Tjahja Purnama atau yang lebih dikenal “Ahok “ Gubernur DKI Jakarta untuk mengambil bagian, sebagaimana yang dilansir media online tanggal, 10 September 2016, bahwa ahok telah menyiapkan 55 ekor sapi.
“55 ekor sapi, kira-kira 7 ribu kilogram” Ucap Ahok di Balai Kota Jakarta, Jumat (9/9/16).
Bahkan tahun ini Ahok menyiapkan lebih banyak dari tahun laluyang hanya 30 ekor sapi. Salah satu daerah yang mendapatkan sapi dari Ahok adalah Masjid Keramat Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara. Namun sangat mengejutkan dua ekor sapi dari Ahok ini justru sengaja ditolak oleh DKM (dewan keluarga masjid) Keramat Luar Batang, dengan alasan Ahok dinilai berperilaku tidak baik terhadap warga Jakarta. Sebagaimana yang diungkapkan Mansur pada Detik.com (Senin, 12/9/16).
“ Sebagaimana kita ketahui bersama, ada syarat atau ketentuan mengenai kurban. Dan selama ini, Ahok banyak menyakiti dan menzalimi umat, rakyat, baik berupa kebijakan serta ucapannya”
Penolakan itu lanjut mansur, dilakukan demi harga diri. Dua ekor sapi tersebut kini telah dipulangkan ke Ahok.
“Demi harga diri umat islam, maka kami menolak sumbangan sapi tersebut dan sudah dibawa kembali oleh pengantarnya”, ungkap Mansur.
Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa hukum asal berkurban adalah sunnah, bagi orang Islam, namun tidak bagi orang kafir. Meskipun sunnah, ada adab bagi orang yang berqurban yaitu tidak boleh melukai perasaan orang yang diberi, baik dengan perkataan maupun perbuatan. Hal ini dijelaskan di dalam firman Allah. “ Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti ( perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih(tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan, dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir”. ( TQS. Al-Baqarah : 264 )
Pertanyaannya adalah jika orang islam yang bersedekah tetapi menyakiti hati orang yang disedekahi saja tidak diterima, bahkan disamakan dengan orang kafir, lalu bagaimana jika dia kafir yang perkataan dan tindakannyasuka menyakiti orang islam?
Maka bijaklah keputusan yang diambil oleh DKM (Dewan Keluarga Masjid) Keramat Luar Batang, karena selain tidak masuk kriteria berqurban, hal yang dilakukan Ahok ini sarat dengan kepentingan politik, seperti yang kita ketahui Ahok akan maju mencalonkan diri sebagai Calon Gubernur atau DKI 1 pada Pemilihan Gurbernur periode mendatang. Tetapi sayangnya akhir-akhir ini berbagai elemen masyarakat justru menolak penyalonannya dengan berbagai alasan dan pertimbangan.
Turut sertanya Ahok dalam “berqurban” bisa jadi dilakukan demi meraih simpati dan perhatian warga Jakarta, tentu saja sangat disayangkan jika hal ini benar demikian. Bukannya menoreh kebahagiaan justru tindakan Ahok ini dinilai sebagai bentuk penghinaan dan sikap merendahkan harga diri umat islam. Melakukan “qurban” di daerah yang digusurnya sendiri bagai menabur garam di atas luka.
Hal ini tentu saja tidak perlu dirasakan kaum muslim di hari yang sangat spesial, seandainya negeri ini tidak menganut paham kebebasan, yang membiarkan siapa saja melakukan apapun asalkan itu bermanfaat, meski harus melukai banyak pihak lainnya. Sudah saatnya kita kembali pada hukum Allah yang jelas-jelas akan melindungi setiap hak-hak bahkan kemuliaan kaum muslim.(*)
Penulis: Wahyu Puji Lestari (Aktivis Muslimah HTI Balikpapan)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website