Sudahkah Kita Merasakan Kemerdekaan Indonesia Seutuhnya ??

17 Agustus 1945 diperingati sebagai hari kemerdekaan Negara Indonesia, dimana diproklamirkan kemerdekaan yang selama 3 ½ abad dijajah oleh Belanda dengan kekerasan fisik dan militer. Tentu saja banyak memakan korban seperti halnya tokoh-tokoh dan para pejuang yan telah gugur. Para mujahidin dan para tokoh mubaliq yang ikut andil dengan semangat jihadnya membakar semangat rakyat untuk terjun kemedan perang memperjuangkan kemerdekaan 71 tahun sudah Indonesia merdeka apakah sudah seutuhnya?
Kasmiatun

Cita-cita kesejahtraan, keadilan, kerukunan dan merdeka dari segala kerusakan apakah sudah terwujud?. Melihat banyaknya ujian dan peristiwa memprihatinkan menimpa bangsa ini, renggangnya rasa persatuan dipicu dengan kesenjangan social ekonomi, politik, krisis kepercayaan masyarakat kepada yang berwajib maupun penguasa, tipisnya pemahaman aqidah yang memicu kriminalitas semakin meningkat. Adanya separatism yang ingin memisahkan diri dari Negara Indonesia. Tercatat pendapatan perkapita Indonesia pada tahun 2015 hanya menempati urutan ke 115 dari 185 negara, dengan jumlah US$ 3,62 pertahun dimana angkat tersebut sepertiga dari Malaysia dan sepersepuluh dari Amerika.
Sesungguhnya Indonesia dikaruniai kekayaan alam yang melimpah di daratmaupun di lautan, permukaan maupun di  perut bumi sangat luar biasa kekayaan kandungan sumber daya alamnya. Sayangnya kekayaan yang melimpah itu tidak dapat mensejahtrakan rakyat, tetapi lebih banyak dinikmati oleh pihak asing serta pihak-pihak yang mempunyai kepentingan khusus d dalamnya. Kondisi ini lebih parah dari zaman VOC, yang pada kenyataannya kita masih terjajah tidak secara fisik melalui pertempuran tetapi dengan penjajahan gaya baru yaitu penjajahan Neoliberalisme dan Neoimperalisme dimana Negara dipinggirkan atau dilumpuhkan dalam peran ekonomi. Neoimperalisme penjajahan cara baru yang ditempuh oleh Negara kapitalis untuk tetap menguasai Negara-negara yang memiliki kekayaan alam melimpah seperti hanya Indonesia.
Liberalisme ekonomi tak akan sukses tanpa adanya liberalisasi politik. Dalam situasi ini partai politik akhirnya ditantang berkompetisimelalui jalan demokrasi dan lahirlah partai politik dan politikusyang pragmatis.  Perusahaan multinasional ikut andil memberikan dukungan financial kepada partai politik maupun wakil rakyat. Tidak ada makan siang yang gratis, tentunya menitipkan kebijakan dalam rangka menjaga eksistensi usaha mereka, inilah konsekuensii dari system liberal. Kemerdekaan yang hakiki yaitu saat manusia bebas dari segala bentuk penjajahan, eksploitasi dan penghambaan kepada sesama manusia mewujudkan kemerdekaan yang hakiki. Seperti dalam firman Allah SWT “Siapa saja yang berpaling dari peringatanku sesungguhnya bagi dia pengidupan yang sempit (TQS. Thoha (20) : 124)”.
Dalam system islam, seorang Khalifah berkewajiban memperhatikan kesejahtraan masyarakat, memberikan/  menjamin keamanan manusia hingga batas yang luar biasa besarnya bagi kerja keras mereka. Memberikan peluang kepada siapa saja yang membutuhkannya dan memberikan kesejahtraan selama 14 abad dalam wilayah yang sangat luas yaitu 2/3 dari luasnya dunia. Hal ini diakui oleh para penulis yang non muslim salah satu diantaranyaWill Durant dalam bukunya The Story Of Civillization Vol XIII. Fakta sejarah yang membentang selama lebih dari 1300 tahun bukti nyata kemampuan islam untuk memberikan kebaikan untuk manusia. Saudaraku marilah kita menerapkan kehidupan islami yang wajib dilanjutkan kembali dengan penerapan hukum-hukum syariah. Dengan menerapkan syariah diseluruh aspek kehidupan akan mewujudkan Islam Rahmatan Lil’Alamin yang akan membawa keberkahan dari langit dan bumi serta seluruh alam.
Penulis : Kamsiatun (Pemerhati Lingkungan, Remaja dan Aktivis MHTI Balikpapan)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website