Islam Dilecehkan

Islam lagi-lagi dilecehkan, pernyataan  yang mencegangkan datang dari seorang tokoh yang duduk di kursi Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau yang lebih dikenal dengan panggilan Ahok telah melecehkan Al-Qur’an kitab suci umat Islam. Wajar bila kemudian kaum muslim marah dan menuntut agar Ahok ditangkap.
Pasalnya ia telah menghina Al Qur’an dengan pernyataannya, bahwa kaum muslim telah dibodohi oleh surah Al-Maidah ayat 51. Sontak pernyataannya tersebut mendapatkan respon serta kecaman dari kaum muslim dan para ulama bukan hanya di Indonesia tapi di berbagai Negara. Banyak dari kelompok Islam yang akhirnya menuntut agar Ahok sang Penghina Al-Qur’an di tangkap dan di adili sesuai hukum yang berlaku. Karena sampai saat ini aparat  kepolisian masih belum bertindak dengan tegas.
Whinda Sari
Berkenaan dengan hal tersebut, umat Islam di Indonesia menyelenggarakan aksi untuk mengingatkan pada penguasa agar bertindak adil dan bijaksana pada setiap pelanggar hukum.
Di sisi lain media yang ada tidak menyorot akar permasalah yang menyebabkan umat Isam marah. Media justru beralih fokus pada masalah yang tidak penting, yang jelas tak ada sangkut pautnya terhadap pernyataan yang disampaikan oleh umat Islam di dalam aksinya.
Semisal yang dilakukan kaum muslim di DKI Jakarta, setelah aksi besar tangkap Ahok  oleh kaum muslim, media terus memberitakan tentang ‘sisi negatif’ aksi tersebut yang mengakibatkan kerusakan taman
Djafar kadis pertamanan DKI Jakarta ‘’baru saja kami selesai meninjau dan ternyata kerusakan tidak separah yang kami bayangkan,’’ biaya 60 juta tersebut telah mencakup keseluruhan taman beserta isinya.  ‘’tidak terlalu luas hanya sekitar 300 meter persegi.’’
Berita ini dibesar-besarkan melebihi berita tentang aksi tangkap penghina Al-Qur’an.  
Djafar Mukhlisin juga menegaskan bahwa kerusakan taman Balai Kota tidak perlu dibesar-besarkan karena kerusakannya tidak parah. Dia sendiri menyesalkan pemberitaan media yang membesar-besarkan kerusakan taman tersebut. Dia melihat media sengaja mengambil gambar dan men-zoom bagian taman yang rusak parah.
‘’sehingga  pikiran teman-tman di daerah separah itu. Apalagi dikaitkan dengan jumlah massa kemarin. Tapi ternyata hanya seperti ini [yang rusak]. Sementar area yang cukup panjang itu tidak bermasalah. Nanti teman-teman bisa memperlihatkannya.’’
Menurut sosiologi pakar media Noam Chomsky meenyatakan dalam media sekuler kapitalis, media selalu dijadikan alat oleh penguasa untuk mengalihkan perhatian publik dari persoalan penting diarahkan pada persoalan remeh, bahkan menjadikan publik menyalahkan diri sendiri.
Strategi gangguan [The Strategy of Distraction] elemen utama dari control social adalah strategi gangguan yang akan mengalihkan perhatian publik dari isu penting yang ditentukan oleh elite politik maupun elite ekonomi dengan cara membanjiri dengan informasi yang membingungkan atau informasi-informasi yang tidak penting. Strategi gangguan ini juga penting untuk mencegah perhatian publik dari pengetahuan-pengetahuan penting.
Di sistem Sekuler-Demokrasi bukan hanya melahirkan orang-orang yang berani melecehkan kaum muslimin dan Islam. Tapi media yang ada pun tak membantu mengungkap fakta. Hanya media tertentu yang benar-benar mau mengungkap kebenaran pada publik. Karna memang, banyak media dikuasai oleh asing. Sehingga berita-berita ataupun informasi yang disajikan pada umat adalah pesanan asing atau elite yang berkepentingan. Bukan sekedar menggalihkan umat dari  kebenarn yang ada, tak jarang media juga menginformasikan berita yang fiktif belaka.
Yang demikian terjadi karena tak ada lagi peran pemerintah dalam menggawasi penyebaran informasi kepada umat. Saatnya menjadi umat terbaik, umat yang saling peduli dengan keadaan umat yang lain. Umat yang mampu berfikir cemerlang dalam menghadapi fakta yang ada. Saatnya mengembalikan kemuliaan Islam. Saatnya umat sadar kebobrokan sistem Sekuler -Demokrasi  hanya dengan penerapan sistem Islam.(*)
Penulis: Whinda Sari

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website