Umat Islam Menuntut Kasus Ahok Segera Diusut

Dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama masih terus bergulir. Gabungan organisasi kemasyarakatan (ORMAS) islam yang melakukan aksi turun ke jalan pada tanggal 4 November kemarin merupakan puncak dari kekecewaan kaum muslim dimana kasus penistaan agama yang dilakukan oleh ahok seolah diulur waktu untuk melakukan tindakan hukum yang sepantasnya didapatkan oleh ahok. Dalam aksi damai kemarin diikuti oleh sejumlah tokoh dan ulama yang turun kejalan menuntuk agar ahok segera ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku. Ulama yang berpartisipasi dalam aksi damai tersebut sebut saja pendiri pondok pesantren Daarut Tauhid, Kh. Abdullah Gymnastyar, tokoh Muhammadiyah, Amien Rais, keduanya mendorong aparat bersikap adil menuntaskan kasus Ahok.
Siti Nur Shofiyyah Yani

Menutur Aa Gym, umat islam sangat menaruh harapan pada Presiden Jokowi agar kasus ini menjadi tuntas. Terlebih sebelum Ahok mendatangi Bareskrim, dia bertemu dulu dengan kepala Negara di istana. “Presiden RI yang ditemui Ahok sebelum datang ke polisi pasti memahami bahwa ini ukan perkara sederhana, cukup satu ayat saja, ayat Allah pemilik jagad semesta diremehkan maka dampaknya seperti ini, “tegas pendiri pondok pesantren Daarut Tauhid itu. Sama dengan Aa Gym, Amien juga menyarankan Jokowi dan para penegak hukum untuk menyelesaikan kasus ahok. Pak Jokowi dan para penegak hukum segera mencari penyelesaian permasalahan Ahok ujar Amien, baginya kasus penistaan agama yang dilakukan oleh ahok ini sudah sangat kritis.Amien menambahkan bahwa diperlukan pemikiran jujur diperlukan supaya Jokowi tidak salah langkah dalam mengambil keputusan, “Yang penting jangan sampai 250 juta penduduk Indonesia akhirnya berantakan karena seorang Ahok.
Ketua umum front pembela Islam (FPI) Habib Rizieq meyakini adanya intervensi dari Presiden Jokowi terhadap kasus dugaan penistaan agama yang menjerat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Rizieq meminta agar gelar sidang istimewa MPR. Riezieq mengaku menangkap sejumlah sinyal bahwa Jokowi melakukan intervensi dalam kasus Ahok. Pertama dia menyebut sebelum klarifikasi ke Bareskrim, Ahok terlebih dahulu menemui Jokowi di Istana Kepresidenan. Diam menjadi indikasi kuat sekali presiden punya intervensi dikasus tersebut tandasnya. Bertepatan di hari  Jumat 4 november 2016 massa yang dihadiri oleh berbagai ormas menghadiri aksi damai secara serentakdari berbagai daerah di Indonesia, aksi damai tersebut dalam rangka menuntut agar ahok ditindak secara hukum atas kasus penghinaan terhadap Al-Qur’an yang sampai saat ini belum ada penanganan presiden Jokowi. Penghinaan terhadap Allah, Al-Qur’an, Nabi Muhammad saw dan symbol islam lainnya sering kali terjadi tetapi tidak mendapatkan  tanggapan yang berarti oleh aparat penegak hukum dan pemerintah setempat.
Penghinaan tersebut tidak akan muncul jika tidak ditopang oleh keberadaan Negara secular, yakni Negara menjadikan sekularisme sebagai asasnya yang menjauhkan kehidupan rakyat dari islam. Sekularisme yang melahirkan perilaku yang menyimpang atas nama toleransi, pluralisme,  selain itu arus liberalism yang menumbuhkan sudut pandang yang bebas dalam berbuat sehingga kasus-kasus penghinaan itu muncul dan tumbuh subur. Permasalahan baru akan tuntas jika akar masalahnya yakni sekularisme yang harus segera dihilangkan. Kemudian kembali pada system syariat Islam yang diterapkan dalam kehidupan yang menjalankan seluruh aturan Allah SWT, yaitu system Khilafah. Khilafah akan menerapkan peraturan syariat Islam secara keseluruhan yang menutup semua sela-sela yang akan memunculkan kasus penghinaan tersebut agar kesucian dan keharmonisan islam dan umat menjadi terjaga, sehingga penghinaan itu tidak akan terjadi.
Penulis : Siti Nur Shofiyyah Yani ( Pengajar, pemerhati Remaja dan Lingkungan)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website