Hujan itu Berkah, Kok Malah Jadi Musibah

Hujan lebat disertai angin kencang akhir-akhir ini sering terjadi. Seperti halnya yang terjadi di kota Bandung beberapa waktu yang lalu, minggu 13 November 2016. Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan banjir dan pohon tumbang dibeberapa tempat, berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir terjadi di 20 titik di kota bandung yang meliputi jl. Pagarsih, jl. Pasirkaliki, jl. Wastukancana, jl. Lodaya, jl. Pasirkoja, jl. A Yani, jl. Sukagalih, jl. Sudirman, jl. Waringin (pasar andir). Selain itu banjir jugaterjadi di jl. Laswi, jl. Burangrang, jl. Stasiun Timur, jl.  Kebon Jati, jl. Caringin, jl. Otista dan jl. Dr. Djunjunan, jl. Kopo, jl. Manado, jl. Serayu dan rumah sakit Cicendo. Tak hanya karena curah hujan yang tinggi, banjir juga disebabkan karena luapan sungai Cibeureum dan sungai Cikakak yang tak mampu menampung aliran permukaan. Selain itu juga disebabkan karena saluran drainase yang burukk dan tidak mampu untuk mengalirkan aliran air ke permukaan.
Siti Nur Shofiyyah Yani

Tinggi banjir sekitar 30-60 cm dengan arus yang kencang seperti yang terjadi di jl. Wastukancana. Sementara itu, beberapa pohon tumbang terjadi di daerah jl. Otista dan stasiun kereta api bandung. Dua unit mobil rusak berat dan beberapa rumah rusak sedang, satu bangunan rusak sedang, arsip pasien di Rs. Cicendo rusak berat dan operasional kereta api jadi terhambat selama dua jam. Hujan turun banjir melanda, yang akhirnya berdampak pada pohon tumbang, bangunan yang rusak, sampai aktivitas yang terhambat.
Dampak banjir yang terjadi itu hanya sebagian dari problem kecil yang dihasilkan dari tata kelola bangunan lingkungan yang semestinya lebih diperhatikan oleh pemerintah daerah yang berperan besar dalam mengelola pembangunan kota. Apabila pemerintah salah dalam mengelola pembangunan kota, bagaimana tidak terjadi banjir akibat kurang terperhatinya lingkungan. Tidak ada keperdulian secara komitmen dalam memperhatikan lingkungan, dan masyarakat tidak ada system kerja sama dalam mengelola dan menjaga lingkungan daerah.
Di sisi lain yang juga seharusnya lahan itu dipegang sepenuhnya oleh pemerintah daerah untuk dikembangkan dalam mengelola hasil SDA, tapi malah mengalami ekploitasi yaitu terjadi penggusuran lahan demi bangunan oleh para kapitalis yang berkepentingan dalam wilayah lahan tersebut.
Hujan itu sebenarnya berkah dan manfaat , kenapa malah jadi musibah, penyebabnya karena kesalahan dalam mengelola tata kota, pengelolaan lahan, eksploitasi lahan dan SDA tidak sesuai fungsinya. Dalam Islam memiliki segenap peraturan dan system yang mengatur berbagai aspek kehidupan. Negara (Khilafah) akan sangat memperhatikan sekecil apapun itu, termasuk dalam pengelolaan bangunan daerah yang tentunya tidak hanya memperhatikan pembangunannya saja tapi juga memperhatikan pemetaan kota serta tata lingkungan sehingga menciptakan ekosistem yang saling berkesinambungan dan saling mendukung satu sama lain. Penerapan syariah islam secara menyeluruh dapat menciptakan masyarakat yang taat aturan sehingga akan memperbaiki dari seluruh segi kehidupan sehingga mewujudkan Islam Rahmatan Lil’Alamin dapat terwujud.(*)
Penulis : Siti Nur Shofiyyah Yani (Pengajar, Pemerhati Remaja dan Lingkungan)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website