Keluargaku Surgaku, Bukan Terminal

Sekelumit permasalahan dalam keluarga kerap terjadi di era sekarang, banyak problem keluarga yang terjadi bahkan tidak dapat terselesaikan. Diantara problem yang terus meningkat hari demi hari yaitu kemiskinan, perceraian, kekerasan terhadap anak, pelecehan seksual dan masih banyak lagi. Seperti apapun penyelesaiannya tetap saja tidak menyelesaikan problem keluarga tersebut.

Siti Shofiyyah Yani
Derasnya arus globalisasi yang hakikatnya adalah kapitalisme dan liberalisme inilah penyebabnya. Arus kapitalisme sekuler inilah yang mendorong dan mendominasi pada rusaknya ketahanan keluarga. Elemen keluargapun menjadi termasuk yang terkena imbasnya, dimana ketidaktenangan itu sudah sangat sulit untuk diperoleh dalam tatanan keluarga, semua itu terjadi karena dalam system kapitalisme menjadikan materi sebagai pandangan dasar dalam sebuah institusi keluarga.
Pandangan materi inilah yang membuat sebuah keluarga kadang menjadi saling acuh tak acuh satu sama lain, masing-masing hanya mencari kepentingannya sendiri, menjadikan keluarga hanya sebagai tempat persinggahan untuk melepas penat sejenak, tidak adanya rasa aman dan harus tetap waspada karena bukan tidak mungkin kejahatan itu dapat terjadi di tengah-tengah keluarga. Memotret bagaimana kondisi keluarga Indonesia hari ini hanya berisi individu anggota keluarga yang menjadikan keluarga hanya tempat untuk mampir, beristirahat sebentar untuk kembali lagi dengan rutinitas yang sangat padat akibat himpitan system ekonomi kapitalisme, gaya hidup hedonis dan system pendidikan yang menyita banyak jam, namun tidak mampu menghasilkan insan kamil.
Keluarga bagi seorang muslim semestinya menjadi surga “baitii jannatii” Rumahku adalah surgaku. Rumah yang memenuhi standar kebutuhan anggota keluarganya untuk melepas penat setelah aktifitas di luar rumah, melindungi anggota keluarga dari terlihat aurat, bisa menjadi tempat pembinaan ibadah dst. Semua sulit diwujudkan karena kondisi ekonomi buruk (rumah tidak memenuhi syarat syar’i, tidak bisa memisah tempat tidur anak orangtua sehingga rawan incest/kekerasan seksual). Saat ini menjaga keutuhan keluarga itu adalah perjuangan yang keras, dikarenakan Negara yang berlepas tangan dari itu semua.
Semua malapetaka yang menimpa keluarga muslim bermuara pada tidak dijadikannya hukum islam sebagai pedoman dalam kehidupan keluarga muslim. Nilai-nilai pemahaman islam sedikit demi sedikit luntur, kapitalisme dengan ide materialismenya secara nyata telah merusak dan menghancurkan bangunan keluarga, sehingga menjauhkan keluarga dari pandangan bahagia yang hakiki, karena menjadikan materi sebagai satu-satunya standar kebahagiaan dan nilai yang harus diperjuangkan dengan cara apapun, tidak perduli dengan halal haram semua diterobos hingga gambaran keluarga yang aman, nyaman dan bahagia yang hakiki itu menjadi sesuatu yang kian langka.
Untuk menyelamatkan keluarga dari rusaknya arus kapitalisme maka diperlukan perubahan menyeluruh secara sistemik. Islam punya seperangkat aturan yang jika diterapkan maka akan membawa maslahat di dalam menjaga keluarga dari bahaya ide liberalism kapitalisme yang menjadikan materi sebagai asas kehidupan. Penjagaan keluarga lewat aturan islam yang diterapkan oleh khilafah.
Khilafah yang menerapkan syariah islam secara keseluruhan dalam kehidupan dengan melibatkan semua pihak baik individu, keluarga maupun Negara, dengan meningkatkan pemahaman yang benar tentang hakikat keluarga, yakni visi dan misi dari mewujudkan keluarga pejuang peradaban islam, memahami tanggung jawab masing-masing dalam keluarga, melibatkan masyarakat dalam kerjasama menjaga keluarga yang didukung dengan peraturan syariah islam yang diterapkan oleh pemerintah dalam khilafah islam, karenanya kini sudah saatnyalah kita mengganti system yang rusak dan merusak ini dengan penerapan syariat islam dalam system khilafah islamiyah yang akan menjamin kebahagiaan dan kesejahtraan hidup dalam keluarga yang sakinah mawaddah warahmah, tentunya dengan terwujudnya Islam Rahmatan Lil A’lamin.(*)
Penulis: Siti Shofiyyah Yani

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website