Ketahanan Keluarga Pilar Utama Ketahanan Nasional

Keluarga merupakan sebuah institusi terkecil dalam masyarakat. Dari keluarga lah awal sebuah generasi terbentuk. Itulah sebabnya, bangunan sebuah keluarga harus lah kuat supaya mampu menghasilkan generasi tangguh.
Ketangguhan keluarga ditentukan oleh landasan pembangun keluarga. Landasan pembangun itu adalah aqidah. Aqidah Islam-lah yang menjadi dasar pemikiran semua anggota keluarga, yang akan menguatkan ketahanan keluarga.
Dalam Islam keluarga merupakan tumpuan yang utama dan pertama dalam mempersiapkan generasi penerus peradaban. Setiap individu yang berkeluarga pasti mendambakan keluarga yang sakinah. Keluarga sakinah adalah keluarga yang mampu memberikan ketenangan, ketentraman dan kesejukan yang dilandasi oleh iman dan taqwa, serta dapat menjalankan syariat Islam dengan sebaik-baiknya.
Ilustrasi
Setiap keluarga muslim berkewajiban memperkuat ketahanan keluarganya masing-masing. Allah berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman ! peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan“  (at-Tahrim : 6).
Ketahanan keluarga adalah konsep dalam menjaga kehidupan rumah tangga islami dari nilai-nilai liberalisasi dan sekuler yang dapat mengancam eksistensi keluarga tersebut dalam mengamalkan nilai-nilai yang islami.
Era globalisasi yang terjadi saat ini banyak yang mempengaruhi ketahanan keluarga muslim. Ada beberapa faktor yang melatar belakangi lemahnya ketahanan keluarga muslim. Pertama, lemahnya komitmen terhadap nilai-nilai keislaman. Nilai-nilai keislaman adalah pondasi dalam membangun ketahanan keluarga.  
Rendahnya pengetahuan akan nilai-nilai yang islami membuat komitmen terhadap nilai keislaman menjadi rendah. Akibatkan ketahanan keluarga akan mudah rapuh. Kedua, sikap hidup yang matrealistis. Kehidupan yang lebih mementingkan materi membuat orangtua hanya berpikir untuk mencari uang yang banyak.
Anak hanya dicukupi secara materi namun mengabaikan aspek kasih saying dan perhatian. Akibatnya anak banyak mencari perhatian di luar rumah, sehingga cenderung melakukan perilaku menyimpang.
Ketiga, berkembangnya nilai-nilai jahilliyah yang dapat dengan mudah diakses melalui kemajuan teknologi yang terjadi saatini. Nilai tersebut akan mudah diserapi diisi nilai-nilai keislaman keluarga rendah. Keempat, minimnya komunikasi antara anggotakeluarga.
Tuntutan ekonomi terkadang membuat kedua orangtua harusbekerja. Kesibukan dalam bekerja seringkali membuat komunikasi antara anggota keluarga terhambat. Komunikasi yang terjadi lebih banyak yang bersifat sekunder, yaitu menggunakan alat-alat komunikasi seperti smart phone. Padahal komunikasi primer antara anggota keluargaakan lebih meningkatkan keharmonisan keluarga. Kelima, Lemahnya tarbiyah ’ailiyah  (pembinaan keluarga). Tanpa adanya pembinaan keluarga maka ketahanan keluarga adalah hal yang mustahil untukdicapai.
Aspekideologi merupakan salah satu aspek yang harus dipenuhi dalam mencapai ketahanan nasional. Penguatan ketahanan nasional bias dilakukan mulai dari penguatan ideology suatu bangsa. Jika semua warga Negara Indonesia memiliki ideology pancasila sebagai pandangan hidup, maka proses penguatan ketahanan nasional akan tercapai. Indonesia akan mampu menghadapi gempuran globalisasi tanpa harus kehilangan jati diri bangsa. 
Oleh karena ituhal yang pertama kali harus dilakukan dalam mencapai ketahanan nasional adalah menciptakan ketahanan keluarga. Keluarga adalah bagian terkecil darisuatu masyarakat yang dapat memberikan pengaruh yang signifikan. Kemudian Keluarga muslim haruslah dibangun berdasarkan ketaqwaan kepada Allah SWT, sehingga setiap anggota keluarga senantiasa berupaya menjalankan hak dan kewajiban menurut syariat Islam.
Disamping itu keluarga muslim adalah keluarga yang punya tanggung jawab dan kepedulian untuk amar makruf baik ditingkat masyarakat maupun terhadap penguasa.(*)
Penulis: Sitti Radima Tsulmah (Mahasiswi PASER, Tanah GROGOT)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website