Pasang CCTV Bukan Solusi

Beberapa waktu lalu media cetak maupun elektronik nasional digegerkan oleh kasus tewasnya 6 dari sebelas orang yang tersekap di dalam kamar mandi di Pulomas, Jakarta. Baru-baru ini dilaporkan pula pembunuhan sadis 2 mahasiswa cantik di Jakarta. Kasus keduanya pun tengah diselidiki hingga kini.
Murni Arpani
Kasus demi kasus pembunuhan kian marak terjadi. Motifnya pun kian beragam, baik positif motif perampokan, asmara, hingga konflik keluarga. Tingginya angka kasus pembunuhan tersebut rupanya selaras dengan meningkatnya kualitas kejahatan yang semakin sadis. Hal ini ditunjukkan oleh sikap media yang tanpa sungkan menayangkan berita kriminal dan tak kenal waktu. Hampir setiap jam kriminalitas menjadi sajian yang membuat lidah berdecak dan kepala geleng-geleng.
Hari ini, wujud manusia seakan hilang sudah, luntur sudah rasa kemanusiaannya akibat diperas sistem kapitalisme yang banyak menghasilkan tekanan. Urusan perut dan bawah perut manusia jadi soal benang kusut yang tak kunjung bertemu pangkalnya. Bersamaan dengan itu, media kapitalis sekuler justru ikut berperan mempercerdas kejahatan dengan bumbu tayangan-tayangan berunsur kekerasan dan kesadisan.
Bukan hanya media, sistem sanksi yang diterapkan pun tidak menjerakan dan tidak juga mencegah orang berbuat jahat. Justru menjadikan kasus-kasus penghilangan nyawa semakin menjamur dan menggerogoti akhlak masyarakat. Orang baik bisa jadi penjahat di negeri ini, dan orang yang berniat jahat bisa bertambah jahat karena dikompori dan diajari oleh televisi. Sementara penegak hukumnya tidak bisa berbuat apa-apa untuk menghentikan lonjakan kasus.
Sebaliknya, Islam dan negara Khilafah akan menjaga dan memelihara fitrah kemanusiaan dengan mewujudkan nilai-nilai Syariat dalam setiap sendi kehidupan. Islam dan negara Khilafah akan mencegah terjadinya pelanggaran serta perampasan hak dan hajat hidup manusia. Pemberian sanksi yang tegas akan dilaksanakan. Bukan hanya itu, sanksi tersebut merupakan bentuk tindakan preventif dan kuratif bagi orang yang berlaku jahat.
Lucunya di negeri yang menerapkan sistem hukum buatan manusia alias sistem kapitalisme, solusi itu datang dari orang-orang pragmatis yang mencoba memperbaiki negaranya dengan alat dan bahan seadanya. Kebanyakan orang-orang pragmatis tersebut justru memperbaiki sebagian kecil saja, dan hanya pada sisi yang di sorot kamera saja. Sementara di lahan yang tak terendus kamera, bisa jadi nasibnya tak digubris.
Maka pada hakikatnya, problematika negeri ini tidak bisa ditambal sulam dengan revisi undang-undang dan gonta-ganti rezim. Atau solusi parsial lainnya. Dengan demikian, problem solving atas maraknya kasus pembunuhan tidak bisa hanya dengan memasang CCTV secara massif di wilayah yang terduga rawan. Sementara akar masalahnya dibiarkan berkembangbiak bak jamur di musim hujan. Secara tersirat, hal tersebut makin mengesahkan betapa mahalnya harga keamanan dan murahnya nyawa manusia.
Umat yakni masyarakat bersama Pemerintah harus mau mencabut sistem bobrok kapitalisme ini hingga ke akar-akarnya dari kehidupan bernegara. Umat harus mau mengawal perubahan sistemik ini dan menggantinya dengan sistem Islam agar ada penataan ulang konsep kehidupan bermasyarakat. Dengan tegaknya institusi Khilafah Islam, maka akan tegak pula penerapan sistem sanksi yang bersumber dari Al-Qur’an. Wallahu’alam bisshawab.(*)
Penulis: Murni Arpani (Ko. Tim Media MHTI PPU)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website