Kelompok yang Meraih Kemenangan

Judul diatas adalah judul salah satu bab dari buku yang hingga detik ini selalu menjadi inspirasi saya. Buku berjudul "pengemban dakwah, kewajiban dan sifat sifatnya, karya Mahmud Abdul Latif Uwaidhah ini seolah menjadi bacaan wajib bagi para aktivis dakwah. Bagaimana tidak, buku tersebut menurut saya adalah suplemen bagi aqliyah dan nafsiyah bagi jiwa jiwa yang merindukan pertolongan Allah.
Buku yang saya dapatkan dari hasil hibab seseorang ini (semoga senantiasa menjadi amal jariyah bagi orang tersebut), semakin melengkapi koleksi buku saya yang jumlahnya tidak samapao menyentuh angka 100 (motivasi untuk menambah koleksi buku). 
Kembali kejudul tulisan tadi, kelompok yang meraih kemenangan, dalam sebuah hadits melalui penuturan Abu hurairah, ra, Rasulullah saw bersabda:
 "Akan selalu ada sekelompok orang dari umatku yang senantiasa mengawasi dan menjaga urusan Agama Allah, tidak.akan.memudaratkan mereka orang orang orang yang menentang mereka (HR Ibnu Majah). 
Selain itu, juga ada hadist dari penuturan Salamah bin naufal yang menyatakan bahwa Rasullullah saw bersabda : " telah berkecamuk peperangan, akan senantiasa ada sekelompok orang dari umatku yang selalu menang atas seluruh manusia, Allah akan membangkitkan rasa benci dalam hati berbagai kaum atau bangsa (terhadap kelompok tersebut), tetapi Allah tetap memberikan rizki (berupa harta rampasan), yang diperoleh dari kaum kaum itu ( negara atau bangsa yang memerangi mereka), hingga tiba keputusan Allah azza wa jalla (hari kiamat), sementara mereka tetap dengan keadaan demikian. Perhatikanlah, sesungguhnya pusat negeri negeri orang mukmin sedunia adalah syam.
Bagi kuda kuda (yang dilibatkan dalam peperangan) kebaikan akab tetap tertambat dengan tali kendalinya sampai hari kiamat ". ( HR Ahmad).
Dalam berbagai hadist yang lain, Rasulullah tidak menyebutkan nama kelompok (tha'ifah) yang meraih kemenangan tersebut. Namun, Rasulullah menyebutkan sifat sifat dari kelompok tersebut, yaitu berperang demi menegakkan kebenaran, berpaling demi menegakkan urusan agama Allah, telah berkecamuk perang, berbagai bangsa akan memerangi kelompok tersebut menunjukkan secara jelas bahwa kelompok yang dimaksud akan mendirikan sebuah negara islam (khilafah islamiyah) yang akan memaklumkan jihad dan perang serta akan meraih kemenangan dan kejayaan atas musuh musuhnya.

Selanjutnya masih ada lagi sifat terakhir yang menurut kita tidak akan terwujud kecuali pada kelompok yang selalu membela agama islam dan menegakkan urusan agama Allah, yaitu sifat keterasingan dan pengucilan terhadap mereka ditengah tengah masyarakat yang di dalamnya merajalela kemaksiatan dan kerusakan, persis kondisi negeri negeri islam pada saat ini.
Sebagaimana kita lihat, musuh musuh islam baik dari kalangan musyrik, kafir maupun munafik, tampak jelas berdiri bergandengan tangan menyerang islam dan para pengemban dakwah islam dengan penyerangan yg membabi buta. Baik penyerangan fisik,propaganda negarif, maupun pemboikotan.

Ketika kita bicara tentang kondisi Indonesia, kita dapati dengan kasat mata, berbagai cara dihalalkan untuk mencitraburukkan islam, mengkriminalisasikan ulama, memenjarakan syariah, semakin menunjukkan betapa besar kebencian di lisan dan hati mereka tentang ajaran Islam yang mulia bahkan sampai terkontar kata kata yang menunjukkan kedangkalan berfikir (kalau tidak mau disebut kebodohan), ketika mereka berupaya memisahkan arab dengan Islam, dengan slogan gak usah sok kearab-araban atau pergi saja ke negeri onta.
Mana mungkin islam dipisahkan dari arab, karena sejatinya Islam dan arab adalah satu tarikan nafas, satu hembusan kehidupan. Bahkan, jauh sebelum aksara latin masuk ke Indonesia, masyarakat negeri ini lebih dulu mengenal aksara arab jawi. Sehingga memisahkan islam dengan arab adalah satu hal yang bertentangan dengan fitrah kehidupan masyarakat indonesia. Mungkin penguasa negeri ini ingin meng-copy paste kesuksesan Kemal Ataturk (laknatullah alaihi) yang sukses menjadi penghancur Daulah Ustmani bahkan terus menjaga agar turki mereformasi menjadi negara sekuler idaman negara barat.
Alla kulli hal, janji Allah selalu benar, lisan Rasulullah tak pernah dusta. Buktinya, hingga hari ini, islam tetap ada. Islam tak pernah kehabisan pejuang. Walaupun ada yang berguguran di tengah jalan ( hampir bisa dipastikan, yang berguguran adalah mereka yang tidak terwujud sifat pengemban dakwah dalam dirinya), Allah segera menggantinya dengan tunas tunas baru. Dan yang tetap istiqomah hingga detik ini (semoga Allah menjaga ke-istiqomah an kita hingga maut memisahkan raga), akan mampu melihat, merasakan denyut nadi kebangkitan dan hawa panas pergerakan ideologi islam. Sesuatu yang telah lama kita rintis,kita upayakan dan kita nantikan. Kebangkitan taraf berfikir umat (irtifa'ul fikr) dan makin menggeliatnya kesadaran umat.
Lihatlah kini, umat tidak hanya ada dibelakang ulama, tapi mereka berdiri bersama ulama, bersama para asatidz dan pejuang islam yang mukhlis wal kholish. Berjuang untuk kemulian islam, bersama menegakkan panji panji tauhid, demi kemuliaan islam dan kaum muslimin. Dibawah naungan syariah dan khilafah. (*)
Penulis:  Ari nur ainun, SE (Aktivitis MHTI Balikpapan)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website