Krisis Karakter di dunia Pendidikan

Berbicara mengenai pemuda tentu tidak ada habisnya terlebih bagi mereka yang menempuh pendidikan formal pastilah menjadi dambaan  juga harapan agar kelak mereka menjadi penerus astafet pembangunan dan menjadi Agen of change . Namun apa jadinya bila mereka tergerus jahatnya arus globalisasi yang kian deras . Telah menjadi rahasia umum dengan sederet fakta yang menyebar di media social maupun cetak terkait dengan kasus  penyalahgunaan narkoba,seks bebas,tawuran, dll menjadi bukti kegagalan sistem Kapitalisme yang diterapkan diantaranya melalui sistem pendidikan generasi saat ini .
Tengok saja selebgram Awkarin yang melambung namanya diakhir 2016 lalu dengan tersebarnya berita peraih prestasi dengan  nilai UN tertinggi di sekolahnya
menjadi citra buruk disebabkan tingkah pose foto dan video fulgar yang ia posting terlihat berubah drastis dengan disandingkan foto saat ia masih duduk di bangku SMP Dengan ditemani oleh sang ibu awkarin yg nampak di foto dengan mengenakan kerudung serta kaca mata itu tersenyum saat diwawancarai.
Bila menggarah pada islam maka Tujuan pendidikan Akan terarah dengan menciptakan manusia indonesia seutuhnya yang beriman dan bertakwa, begitupun selayaknya out put dari proses pembelajaran adalah melahirkan sosok yang memiliki syaksiyah islam/kepribadian Islam yang terpancar dari pola fikir islam.
 tetapi banyak kebijakan dalam dinamika dunia pendidikan justru kontradiktif. Misalnya: aktivitas yang mengarah pada liberalisasi perilaku difasilitasi, sementara kegiatan rohis dan keagamaan dicurigai bahkan dilarang. Padahal itu bagian dari edukasi yang bermutu tinggi serta sebuah konsep pembelajaran yang bisa memepengaruhi pola fikir juga pola sikap mereka ke arah positif namun Konten pelajaran yang mengarah pada pemahaman islam kaffah ini justru  dihilangkan, sementara konten liberal dan merusak moral secara vulgar dibiarkan. 
Bigitulah Upaya pembungkaman rohis dan aktivis dakwah di sekolah, pesantren dan masjid kampus dilakukan secara masif, sementara kegiatan-kegiatan hedonis disemarakkan.
Akhirnya dengan hanya bermodalkan kurikulum yang diadopsi dari negeri sekuler kapitalistik, para pelajar kian terbentuk menjadi pribad iyang kering jiwanya, keras mentalnya, bahkan jumud dari mencari solusi atas berbagai persoalan  yang menimpanya . Terbukti kata Iman dan taqwa hanya menjadi pemanis kata , tidak lebih dari itu.

 Islam yang tidak hanya sekedar agama tapi juga peraturan hidup menyediakan solusi kkarna rahmatnya tidak hanya bagi kaum yang memeluknya saja tapi bagi seluruh Alam mengarahkan pada kurikulum dan kebijakan pendidikan berpijak pada pengokohan akidah, penguatan kepribadian islam, fakih dalam agama dan tinggi dalam saintek. Sosok pribadi yang dihasilkan adalah pribadi yang berkarakter ulama sekaligus ilmuwan.  Kebijakan negara didukung oleh kurikulum, kegiatan sekolah dan ektrakurikuler serta liingkungan yang kondusif. Bukankah itu hanya akan terwuduh pabila institusi yang menaunginya juga haruslah berasal dari islam? Mari berubah. Terapkan Islam kaaffah.(*)
Penulis: Sitti Radima Tsulmah

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website