Krisis Sikap Hormat Terhadap Guru

Menodai Dunia Pendidikan

Guru adalah salah satu elemen terpenting didalam pendidikan. dari merekalah kita mendapatkan banyak ilmu. Tanpa guru pendidikan tidak akan pernah berjalan dengan baik.Sehingga menghormati mereka adalah  suatu keharusan.
Ilustrasi

Namun ironisnya Dunia Pendidikan saat ini Dinodai dengan semakin krisisnya sikap hormat terhadap guru, kasus pak Dasrul contohnya

Anggota Komisi X DPR Reni Marlinawati menyesalkan tindak kekerasan terhadap Dasrul, guru SMKN 2 Makassar, oleh Adnan Achmad, orang tua siswa. "Kondisi ini menjadi preseden tidak baik. Guru yang semestinya menjadi teladan dan panutan menjadi tidak memiliki marwah (karena sering menjadi korban aksi kekerasan)," kata Reni di Jakarta, Jumat (12/8) lalu.

Kasus kekerasan tidak hanya menimpa guru setingkat SLTA , Dosen sekalipun ada yang mengalami tindakan kekerasan yang serupa dan  berujung pada kematian

Pembunuhan terhadap tenaga pendidik terjadi di Medan, tepatnya saat Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Senin (2/5). Seorang dosen Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) tewas ditikam mahasiswanya.(merdeka 2016)

Undang-undang yang ada justru membuat dunia pendidikan makin dilema, Di satu sisi  ada UU No 14 tahun 2005  tentang perlindungan Guru dan Dosen. Di sisi  lain ada UU No 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Kedua UU ini biasa  dan  menimbulkan dilema dalam proses pendidikan.

Pada satu sisi Guru dihadapkan pada situasi  sulit dalam menghadapi kondisi siswa yang sulit diatur, tidak disiplin, sikap tidak hormat dan berani kepada guru. Jika tidak  diberikan tindakan yaang tegas, akan membuat siswa semakin  bebas dan berani. Jika diberikan tindakan tegas (sangsi), guru digugat bahkan dikriminalkan oleh siswa maupun orang tua.

Jika dicermati lebih dalam , Sebenarnya Akar persoalan yang mempengaruhi prilaku siswa yang semakin sulit diatur  disebabkan karena:
1.        Adanya  sekulerisasi pendidikan yang  memisahkan jalur pendidikan Islam dengan jalur pendidikan umum di bawah dua kementrian yang berbeda. Pendidikan Islam di bawah Kementerian Agama, dan pendidikan umum di bawah Kementerian Pendidikan Nasional, ini berlaku untuk semua jenjang dari dasar hingga tinggi. Hal ini membuat pendidikan agama disekolah umum tentu saja tidak sebanding dengan pendidikan disekolah agama.
2.                  Sebenarnya telah terjadi sebuah proses liberalisasi secara sistematis terhadap dunia pendidikan, perguruan tinggi contohnya, Simaklah sebuah buku berjudul: IAIN dan Modernisasi Islam di Indonesia, (Jakarta: Logos, 2002). Buku ini diterbitkan atas kerjasama Canadian International Development Agency (CIDA) dan Direktorat Pembinaan Perguruan Tinggi Islam (Ditbinperta) Departemen Agama. Dalam buku ini diceritakan sejarah perubahan kampus IAIN, dari lembaga dakwah menjadi lembaga akademis yang berkiblat ke Barat.


Didunia barat ketika seorang ilmuan tidak berbakti kepada orang tuanya, melakukan berbagai kemaksiatan,  Ia  akan tetap dihargai dan dibanggakan karena pengetahuanya.

Berbeda halnya dengan islam, ketika amal seseorang tidak sesuai dengan akidahnya maka ia termaksud orang munafik, walau secerdas apapun dia. seorang ilmuan ahli sejarah seperti periwayat hadis sekalipun tidak akan pernah diterima hadisnya ketika ia pernah melakukan kebohongan walupun hanya sekali.

Disinilah kita dapat melihat betapa islam tidak hanya mengajarkan untuk menguasai ilmu tapi yang tak kalah pentingnya adalah adanya akhlak yang mulia. Islam juga mewajibkan  orang tua dalam mendidik anak-anaknya agar menjadi anak yang sholeh dan sholehah  sehingga dapat memberikan dukungan moral kepada  guru  sebagai mitra dalam mendidik  anak-anak  mereka. Islam juga memastikan peran negara dalam memberikan tuntunan, dukungan dan penghargaan bagi guru sehingga dapat mendidik secara optimal sesuai tuntunan syariah.

Dan agar pendidikan dapat melahirkan siswa yang tidak hanya cerdas dalam segi akademik atau intelektual tapi juga dalam segi akhlak. Maka dibutuhkan kerjasama yang baik antara keluarga, lembaga pendidikan dan negara yang menerapkan islam secara kaffah (menyeluruh).(*)
Penulis: Rusmiatun

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website