Ulama Bukan Profesi, kok Disertifikasi?

Rencana menetapkan standar kualifikasi bagi para penceramah agama baru saja dipermaklumkan oleh Kementerian Agama, Lukman Hakim Saifuddin. Sertifikasi tersebut diharapkan dapat mengurangi sikap-sikap intoleran antar umat beragama. (Detiknews.com, 26/1).
Murni Arpani

Berbagai kecaman pun menjurus langsung dari sejumlah Pengamat Politik. Diantaranya, Ketua Lembaga Dakwah Khusus Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta, M. Naufal Donggio. Tokoh muda muslim asal Maluku Utara, Darwis. Termasuk mantan staf khusus Mendagri, Gunawan Fauzi, yang menganggap ide tersebut dinilai aneh. Sikap yang tidak jauh berbeda juga dikeluarkan oleh Jubir Hizbut Tahrir Indonesia, M. Ismai Yusanto, tegas menolak rencana sertifikasi tersebut.
Selidik punya selidik, langkah ini agaknya diambil Pemerintah guna mengakali maraknya peredaran pensyarah yang menyampaikan ceramah bernada provokatif. Dengan adanya ancang-ancang ini, kelak seorang penceramah baru bisa diakui sebagai penceramah yang qualified jika sudah lulus standar kualifikasi. Lantas, standar kualifikasi seperti apa yang hendak dirumuskan Pemerintah? Apakah menyampaikan ceramah berisi kritikan terhadap kinerja Pemerintah dinilai bermuatan provokatif, lalu ulama-ulama ini dianggap tidak lulus standar kualifikasi?
Pada dasarnya, kebijakan ini hanya akan membungkam sikap kritis ulama. Dengan adanya sertifikasi, Pemerintah yang berkuasa dapat mengendalikan konten ceramah. Sertifikasi ulama dan Penceramah tidak lain bertujuan untuk membatasi ruang gerak dan isi ceramah hanya demi kepentingan di satu pihak. Sehingga besar kemungkinan akan menutup peluang Ulama mengoreksi penguasa.
Padahal, Ulama bukanlah profesi. Ulama Bukan pekerjaan setara guru, karyawan, tenaga medis, ahli konstruksi, dan sebagainya. Ulama tidak bisa disetarakan dengan profesi apapun, dan tidak pula terkategori pemberi jasa spiritual. Tokoh Agamawan bukan profesi untuk disertifikasi.
Dalam pandangan Islam, berdasarkan penukilan yang syar'i, pengertian ulama adalah seorang muslim yang berilmu. Jika seorang muslim telah memiliki cukup ilmu, maka wajib baginya mensyiarkan kepada saudara muslimnya yang belum memiliki ilmu hingga terpahamkan dengan ilmu tersebut. Walaupun satu ayat. "Sampaikanlah dariku walau satu ayat ” (HR. Bukhari).
Begitupun halnya, tidak ada satu riwayat yang menuturkan keharusan pelegalisasian atau sertifikasi ulama oleh Pemerintah berkuasa. Bahkan sepanjang 13 abad ketika kaum muslim dipimpin dengan satu kepemimpinan di bawah institusi Daulah Khilafah Islam seluas dua pertiga dunia . Sosok ulama adalah peran vital dalam pemerintahan sebab keberadaannya untuk memuhasabahi pemerintah.
Al-Mubarakfuri juga mengutip al-Muzhhir yang mengatakan, “Siapa saja yang menemui penguasa dan bermanis muka kepada penguasa tersebut, niscaya dia jatuh di dalam fitnah. Adapun orang yang tidak bermanis muka, menasihati penguasa dan melakukan amar makruf nahi mungkar kepada penguasa tersebut maka itu merupakan jihad yang paling afdhal.”
Hadis ini menunjukkan besarnya perhatian Islam agar kekuasaan tetap akuntabel, juga agar umat bisa menjalankan kewajibannya dengan baik dalam mengawasi dan mengoreksi kekuasaan. Hal itu akan terealisasi dengan baik jika umat tetap independen jauh dari pengaruh kekuasaan dan penguasa sehingga tetap awas terhadap praktik kekuasaan dan mampu mengoreksi penguasa.
Ulama dan tokoh umat merupakan aktor penting dalam hal itu. Karena itu ulama dan tokoh umat haruslah menjaga jarak dari kekuasaan dan penguasa sehingga tetap independen, bebas dari pengaruh dan tidak terkooptasi oleh kekuasaan dan penguasa. (Hizbut-tahrir.or.id)
Mengurai benang kusut problem antara pemerintah dan ulama kritis tersebut hanya terjadi di dalam sistem pemerintahan Kapitalisme sekuler. Pemerintah tergesa-gesa dan tampaklah kepanikannya atas agresivitas ulama yang hendak memuhasabahi penguasa. Wallahu'alam bisshawab.(*)
Penulis: Oleh : Murni Arpani ( Aktivis MHTI Penajam Paser Utara)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website