Wajah Prostitusi Kini, Menghancurkan Masa Depan Generasi

Bisnis prostitusi semakin marak dan berkembang. Tidak hanya di Negara Barat, di Indonesia bisnis ini berkembang dari lokalisasi hingga bisnis prostitusi online yang dapat di akses hampis semua kalangan.  Di Indonesia, praktik pelacuran dilakukan secara gelap. Meski dianggap sebagai kejahatan moral, aktivitas prostitusi di Indonesia tersebar luas. Unicef memperkirakan, 30% pelacur perempuan di Indonesia berusia di bawah 18 tahun. Tak hanya itu, banyak mucikari yang masih berusia remaja. Akhir-akhir ini bahkan marak pemberitaan tentang artis-artis Indonesia yang juga bekerja di sektor prostitusi.
Dalam sistem sekuler kapitalis, sudah ada upaya untuk melakukan regulasi untuk menghapus praktek ini. Namun tak kunjung membuahkan hasil, alih-alih praktik prostitusi berkurang, justru malah berkembang berbagai sarana media sosial untuk memudahkan praktek prostitusi ini berkembang meskipun tidak di lokalisasi. Mengapa bisnis prostitusi ini tidak mampu diatasi, karena bisnis prostitusi sudah menjadi sebuah kebutuhan. Bisnis prositusi dianggap sebagai salah satu sumber penghasilan yang menguntungkan bagi para pelaku . Selain sebagai sumber penghasilan,  pada kenyataan bisnis ini justru menjadi trend dikalangan berbagai pihak karena pendapatan lebih banyak dan cepat, misalnya kalangan artis, ibu-ibu muda, hingga remaja. Begitu pula para pemakai jasa prostitusi ini dari kalangan tua bahkan remaja laki-laki sudah dapat mengakses bisnis prostitusi ini. Di indonesia meskipun telah dilakukan upaya untuk menghilangkan bisnis prostitusi, bisnis ini tidak mampu diatasi,malah justru berkembang. Bisnis prostitusi saat ini tidak dilegalkan secara hukum, akan tetapi memberikan kebebasan dan peluang kepada siapa saja dengan dalih HAM untuk mengakses bisnis prostitusi ini.
Saat ini Kebijakan ekonomi kapitalis dunia telah terbukti tidak mensejahterakan dan tidak menjamin kebutuhan hidup masyarakat telah mendorong pihak-pihak tertentu untuk melakukan bisnis haram,bisnis peredaran miras, pornografi dan pornoaksi hingga lokalisasi maupun prostitusi online. Ekonomi kapitalis memunculkan kesenjangan antara pemilik modal dengan rakyat biasa. Tingginya biaya pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat ditengah langkanya sumber-sumber penghidupan telah membuat masyarakat khususnya para perempuan terjun ke jaringan bisnis protitusi. Nilai-nilai kebebasan pada sistem sekuler kapitalis, menyebabkan hilangnnya batasan-batasan dalam bertingkah laku. Kebebasan kepemilikan harta, kebebasan pengelolaan harta,kebebasan komsumsi telah telah mengakibatkan budaya hidup hedonis dan disorientasi tujuan hidup hanya untuk mendapatkan kesenangan dunia  semata.
 Tidak cukup hanya dengan mengurangi , merehabilitasi pelaku seks komersial, atau sekedar menghukum konsumen prostitusi tetapi dengan menghentikan segala fasilitas dan faktor-faktor yang memicu terjadinya prostitusi. Misalnya kondomisasi, legalisasi aborsi, bisnis pornografi dan pornoaksi, ataupun pendidikan seks ala sekuler. Karena hal ini justru akan memunculkan dan membiarkan kemaksiatan serta melahirkan persoalan baru. Memelihara bisnis haram ini membawa pada bahaya dan kerusakan. Hilangnya kehormatan kaum wanita, rusaknya moral generasi, munculnya berbagai penyakit ditengah masyarakat, seperti HIV/AIDS dan penyakit berbahaya lainnya, rusaknya tananan keluarga hingga masyarakat.
Penerapan sistem Sekulerisme dengan ekonomi kapitalis dan kebebasan demokrasinya inilah yang menjadi penyebab marak dan berkembangnya praktek prostitusi. Sejatinya Gaya hidup liberal telah menjadikan manusia lebih rendah dari binatang. Kebebasan berperilaku dan bebas berekspresi, merendahkan derajat manusia. Padahal Allah Swt telah memberikan pilihan hidup terbaik bagi manusia, yaitu hidup sesuai tuntunan Aqidah Islam, untuk senantiasa terikat pada hukum Syariat yang bersumber dari Al Quran dan hadist.  Rasulullah telah memperingatkan dengan keras.
وَيَبْقَى شِرَارُ النَّاسِ يَتَهَارَجُونَ فِيهَا تَهَارُجَ الْحُمُرِ فَعَلَيْهِمْ تَقُومُ السَّاعَةُ
 “Dan ingatlah manusia-manusia yang buruk yang seenaknya saja melakukan hubungan suami isteri layaknya binatang keledai. Maka pada zaman mereka inilah kiamat akan datang.” (HR Muslim).
Prostitusi adalah perilaku terlarang dan diharamkan di dalam islam. Sehingga menyikapi prostitusi ini bukan dengan melegalkan atau justru mengatur bisnis haram ini dengan berbagai regulasi pemerintahanSolusi yang dibuat dengan mengadopsi pemikiran barat dan kebebasan akal manusia dalam membuat  aturan tidak mampu menyelesaikan problem prostitusi. Barat tidak pernah berhasil menyelesaikan problem protitusi, justru aturan dan ide-ide kebebasan dari pemikiran barat menghancurkan sendi-sendi penopang sebuah negara, individu, masyarakat dan tatanan kehidupan. Penyelesaian masalah ini membutuhkan solusi yang komprehensif yang dibangun berdasarkan ruh keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT sebagai al khaliq al mudabbir sebagai pengatur urusan manusia.
أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ
”Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (QS Al Maidah ayat 50
Islam Rahmatan lil alamin tidak hanya mengatur aspek spiritual semata, Islam sebagai sebuah ideologi memiliki seperangkat aturan dalam berbagai aspek kehidupan lainnya. Dalam mengatasi praktek bisnis prostitusi Islam memberikan solusi yang menyeluruh. Paradigma sistem islam sebagai sebuah ideologi, menyelesaikan bisnis prostitusi bukan sebatas pada aspek hukum saja. Menyelesaikan bisnis prostitusi membutuhkan pengaturan pada aspek kehidupan yang lain, ekonomi, politik, pendidikan dan lainnya.
Sistem ekonomi yang mensejahterakan dengan memberikan jaminan pemenuhan kebutuhan dasar bagi masyarakat,pengaturan kepemilikan dan pengelolaaan harta, pengelolaan sumber daya Alam tanpa liberalisasi dan eksploitasi , terbukanya peluang kerja yang halal dan berkesinambungan. Pendidikan dengan kurikulum berbasis aqidah islam yang mampu menumbuhkan bekal ketakwaan kepada Allah Swt dan mencetak generasi berkepribadian Islam yang memiliki skill dan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan cara yang halal. Pendidikan mudah diakses dan terjangkau bagi seluruh masyarakat.  Secara politik maka penguasa wajib menerapkan kebijakan dan aturan berdasarkan syariat Islam. Pemerintah wajib mengharamkan bisnis prostitusi, dan segala yang menyuburkan bisnis prostitusi. Sistem Sanksi yang tegas bagi para pelaku kemaksiatan, para pelaku yang terlibat dalam bisnis prostitusi wajib dihukum sesuai dengan hukum syariat, bagi mucikari dan pihak-pihak yang telah membuka peluang prostitusi maka diberikan sanksi yang berat, begitupula para pezina maka di hukum cambuk dan di rajam. Solusi menyeluruh untuk menyelesaikan persoalan prostitusi hanya mampu direalisasikan oleh sebuah negara yang  menjalankan sistem aturannya berdasarkan Syariat Islam kaffah. Hanya Khilafah yang memiliki konsep dan mampu merealisasikan aturan hidup berdasarkan aturan yang bersumber dari AL Quran dan Hadist.
﴿وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللهُ وَلاَ تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ وَاحْذَرْهُمْ أَنْ يَفْتِنُوْكَ عَنْ بَعْضِ مَا أَنْزَلَ اللهُ إِلَيْكَ﴾

“Dan hendaklah kamu semua memutuskan hukum di antara mereka menurut apa yang telah diturunkan oleh Alloh (Al-Quran) dan jangan menuruti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah jangan sampai mereka mempengaruhimu untuk meninggalkan sebagian apa yang diturunkan oleh Alloh kepadamu” (QS.Al-Maidah: 49)
       
                        Wallahu a’lambishowab.(*)
Penulis:  Faizah Rukmini, S.Pd

       



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website