Pendidikan Islam Menjaga Peradaban Mulia

Pendidikan adalah tiang penyangga tegaknya sebuah peradaban. Tak dapat dipungkiri, pendidikan pulalah yang menjadi unsur penentu tinggi rendahnya kualitas suatu entitas masyarakat. Sebab dengan adanya pendidikan, koloni kehidupan bermasyarakat dapat terlihat corak dan wujudnya. Menjadi mulia atau hina.

Pendidikan dalam rangka memperoleh seluas-luasnya ilmu juga merupakan bagian vital bagi umat manusia. Oleh karena itu, pendidikan mengambil peran sentral dalam membentuk identitas dan kepribadian suatu bangsa. Tidak hanya itu, pendidikan suatu bangsa juga menentukan eksistensi dan kontribusinya di panggung dunia.

Mata pena sejarah telah menuliskan berbagai peradaban yang pernah hidup di muka bumi. Sejarah telah mencatat dengan tinta emas tentang kegemilangan peradaban di bawah naungan pemerintahan Islam. Era tersebut membuktikan bahwa tsaqafah Islam berhasil membangun peradaban tak kurang dari tiga belas abad lamanya dalam masa kejayaan.
Peradaban yang ditegakkan atas landasan akidah Islam inilah yang memancarkan sistem peraturan menyeluruh dan cemerlang. Sebuah sistematika muara yang melahirkan keimanan, problem solving, serta kajian ilmu pengetahuan yang menjadi material dasar bangunan bagi umat Islam untuk mengokohkan peradabannya. Kekhasan Tsaqofah Islam ini juga mengandung pandangan hidup yang mampu menyatukan generasi yang jamak. Sebab di dalamnya terdapat aturan kehidupan yang sama di mana pun umat hidup dan tinggal.
Sayangnya, sejak Khilafah Islam dihapuskan dari catatan sejarah oleh antek Inggris bernama Mustafa Kemal Ataturk pada 28 Rajab 1342 Hijriyah, atau tepat 3 Maret 1924, umat Islam menjadi terpecah-belah. Seluruh aturan kehidupannya kini tak lagi diterapkan dengan syariat Islam. Menjadikan kaum Muslim kehilangan taringnya dan lemah, nyaris pudar dari kancah peradaban dunia.
Setelah tiadanya institusi pemersatu umat tadi, oleh sistem Kapitalisme sekuler pendidikan justru dijadikan alat menanamkan keraguan terhadap Islam. Serta-merta mencabut keyakinan terhadap keagungan dan kelayakan syariat Islam untuk mengatur kehidupan. Akibatnya, generasi Islam bukan lagi semakin bertambah kuat kepribadian Islamnya dan semakin tinggi intelektualitas penguasaannya terhadap tsaqafah Islam. Mereka malah menjadi duta liberalisme dan condong menyerukan untuk menyingkirkan syariat dari kancah kehidupan.
Kondisi nestapa ini bisa diakhiri hanya dengan jalan menegakkan kembali Khilafah Islam. Memperjuangkan kemuliaan Islam tegak, agar perbaikan kualitas entitas generasi penerus peradaban dapat terjadi. Maka sudah sepatutnyalah kaum Muslim melek dan menjadi intelektual peradaban tinggi dan mulia. Seperti fitrah identitas dan jati dirinya semula.
Perlu diketahui, hanya Negara Khilafahlah satu-satunya sistem pemerintahan yang akan menjamin wujudnya kemaslahatan hakiki. Dengan demikian, akan terealisasi pula sistem pendidikan yang  mengajarkan nilai-nilai dasar bersumber aqidah Islam dan menjelaskan secara menyeluruh ketentuan syariat. Untuk terbentuknya generasi berkepribadian Islam yang siap menjadi duta-duta penyampai penjelasan syariat Islam yang solutif mengatasi beragam persoalan.(*)

Penulis: Murni Arpani (Ko. Tim Media MHTI Penajam Paser Utara)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website