Pendidikan Menjaga Tsaqofah dan Identitas

Pendidikan di era gobalisasi saat ini menjadikan setiap orang tua memiliki tantangan tersendiri dalam menyikapinya. Teknologi modern telah menjadikan mudahnya setiap berita dan informasi menyebar secara lintas benua, lintas Negara, lintas daerah hanya dalam waktu sepersekian detik. Berbagai konten pun tidak bisa lagi di bendung. Semua menyebar begitu cepat, tanpa filter yang mampu melindungi. 

Belum lagi asas kebebasan berpendapat, serta kebebasan pers menjadikan semua konten dengan mudah di upload kemudian di unduh oleh siapapun, tak terkecuali generasi muda. Sebagai akibatnya, media  dapat dijadikan alat yang sangat ampuh di tangan sekelompok orang atau golongan bahkan ideology tertentu untuk menanamkan atau, sebaliknya, merusak nilai-nilai moral, untuk mempengaruhi atau mengontrol pola fikir seseorang oleh mereka yang mempunyai kekuasaan terhadap media tersebut.
 
Akhirnya ketika pendidikan berbasis sekuler, efeknya adalah hilangnya identitas dan kepribadian muslim yang harusnya dimiliki dan menjadi output bagi generasi. Kenapa?? Karena pendidikan berbasis sekuler, nyata telah menafikan keberadaan agama dalam kurikulumnya, sehingga segala sesuatunya hanya lah berlandaskan kepada akal dan pola pikir manusia, tanpa melihat standart halal – haram menurut syariat. Generasi yang di cekoki pendidikan berbasis sekuler cenderung menjadi generasi bebek, yang sekedar mengikuti apa yang menjadi arus dan trend setter saat ini. Padahal telah nyata arus dan trend setter saat ini sangatlah berpihak kepada kebebasan dan gaya hidup hedonis. Hura-hura, pergaulan bebas, bertindak tanpa berpikir (dengan islam) sudah menjadi style yang lumrah. 

Jadi, pendidikan yang ada saat ini tidaklah mampu menjadi penjaga atas identitas sebagai seorang muslim. Terlebih lagi jika berharap pendidikan saat ini menjadi penjaga atas tsaqofah, maka itu ibarat panggang jauh dari api. Pendidikan sekuler telah gagal mewujudkan tujuan dari sebuah pendidikan.

Tujuan pendidikan adalah mewujudkan output yang memiliki kepribadian islam, dengan pola pikir dan pola sikap islam, serta menjadikan generasi sebagai pihak yang menguasai ilmu dunia (sainstek), dan mampu menjadi pemimpin atas orang-orang bertakwa. Dan dalam mewujudkan tujuan pendidikan ini, maka di butuhkan sebuah politik pendidikan dari suatu Negara yang di pengaruhi oleh ideology islam. Faktor inilah yang menentukan karakter dan tipologi masyarakat yang dibentuknya. Dengan demikian, politik pendidikan dapat dipahami sebagai strategi pendidikan yang dirancang negara dalam upaya menciptakan kualitas human resources (sumberdaya manusia) yang dicita-citakan. Dalam pandangan Islam, pendidikan adalah tanggung jawab negara. Sebagaimana sabda Rasulillah Saw:

Imam (Khalifah) laksana penggembala dan dia bertanggung jawab atas rakyatnya (HR. Al-Bukhari, no. 844).
Pendidikan di dalam Islam kelak akan mampu menjadi penjaga atas tsaqofah dan identitas seorang muslim. Generasi yang lahir dari sebuah pendidikan Islam adalah generasi yang tidak lagi mengalami problem konflik identitas. Dia akan menjadi sosok yang paham akan tujuan hidupnya, paham posisinya sebagai hamba, dan kuat dalam mengarungi medan kehidupan dengan profil dirinya yang menguasai sainstek serta menjadi muslim sejati.
Dan dalam hal penjagaan tsaqofah, politik pendidikan islam menjadikan tsaqofah sebagai bahan materi ajar, mulai dari jenjang pendidikan TK sampai dengan Perguruan Tinggi. Negara Islam dalam hal ini akan melakukan penjagaan kurikulum pendidikan dari masuknya tsaqofah asing yang bertentangan dengan islam. Karena paham nya Negara Islam (khilafah) bahwa tsaqafah islamiyyah merupakan perkara urgen (dlaruri) yang tidak boleh diabaikan oleh kaum Muslim.  Negara Khilafah—yang  tidak lama lagi akan berdiri dengan izin Allah SWT—wajib memperhatikan masalah ini dengan perhatian yang tinggi dan sempurna. Wallahu a’lam bish showab.(*)
Penulis: Tri Maya (Aktivis Muslimah HTI Balikpapan)


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website