Awas, Darurat Pedofil Internasional Terus Mengintai !!

Komisioner Komnas Perempuan, Khariroh Ali mengungkapkan  pengaduan kekerasan seksual terhadap perempuan, khususnya anak-anak semakin meningkat. Salah satu factor adalah kurangnya literasi media.

"Komnas perempuan juga menemukan bahwa, kejahatan lewat cyber semakin hari meningkat. Pengaduan korban terutama perempuan meningkat, terkait anak juga bisa lebih rentan, apalagi literasi media kita rendah," ujar Khariroh, Rabu malam (15/3/2017).

Siti Nur Shoffiyah Yani


Khariroh menilai, perlu pengawasan secara efektif di internet untuk mencegah kejahatan pedofil. Pemerintah juga diimbau harus cepat tanggap menangani kejahatan pedofil berbasis online. "Setiap orang memiliki akses ke media social, tetapi tidak bisa secara bijak. Terkait adanya pedofil, memang orang tua atau masyarakat perlu memberi perhatian secara serius seperti pengawasan internet secara efektif. Semua pihak harus kerja sama, dan pemerintah harus cepat menangani pedofil berbasis siber," imbuh Khariroh.

Sebelumnya, Subdirektorat Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya membongkar jaringan pornografi anak melalui grup Facebook, yang terhubung dengan sindikat internasional dari Sembilan negara. Grup dengan nama Official Loly Candy's Group 18+ ini berdiri sejak September 2016. Grup tersebut beranggotakan 7.497 orang, anggota mereka bukan hanya WNI, tetapi juga warga negara asing yang memiliki orientasi seksual yang sama. Grup facebook tersebut dioprasikan oleh empat pelaku, para pelaku adalah pemilik akun facebook Snorlax yakni tersangka wawan (25), tersangka Illu Naya (27) dengan akun facebook Alicexandria, tersangka SDW (16) dengan akun facebook Siha Dwiti, dan DF (17) dengan akun facebookT-Day. Keempatnya sudah ditangkap Polda Metro Jaya. (dkp/nkn).

Marak kasus pelecehan atau kejahatan seksual terhadap anak semakin banyak, dan kasus ini akan terus bertambah. Pedofilia, adalah kasus yang masih menjadi tugas panjang, yang belum ada keseriusan untuk ditangani. Para pedofilia senantiasa terus mengintai mangsanya dengan banyak akun grup, bahkan akun-akun grup tersebut terhubung disejumlah negara. Faktor-faktor yang menyebabkan pedofilia semakin bermunculan, adalah karena minimnya pemahaman ajaran agama, pengawasan yang minim baik dalam keluarga maupun masyarakat, perilaku yang liberal, juga masyarakat yang bersikap individual, sehingga abai terhadap potensi pelecehan seksual tersebut, ditambah lagi dengan tayangan pornografi yang saat ini belum teratasi.

Kurangnya perhatian para orangtua terhadap anak untuk mencegah kejahatan pelecehan seksual, juga faktornya adalah karena pengaruh besar budaya asing yang merajalela masuk. Sebenarnya kasus kejahatan seksual terhadap anak ini, ada banyak faktor yang saling berkaitan, bukan hanya pada satu faktor saja penyebabnya. Tetapi factor-faktor tersebut munculnya bersumber dari sekularisme dan liberalism, yang menjadi acuan bagi tingkah laku mereka yang ditularkan ke dalam masyarakat. Pelaku kasus prostitusi anak di bawah umur (pedofil), yang menyebar video dan gambar melalui akun Facebook Official Candy's Group yang memiliki member dari berbagai macam negara di dunia itu, mendapatkan keuntungan sebesar USD15 dari setiap gambar dan video yang diunggah.

Kejahatan pelecehan seksual yang semakin marak ini, pastinya menjadi kekhawatiran yang tak berujung, jika tidak dapat ditangani dengan keseriusan.
Kasus kekerasan seksual terhadap anak dalam beragam bentuknya, pemerintah semestinya tidak hanya menindak kasus, tapi harus ada upaya sistemik untuk mencegah munculnya kasus serupa atau bentuk-bentuk lain dari sesuatu yang memunculkan potensi kekerasan seksual. Negara demokrasi yang berfondasi kebebasan merupakan lahan subur berkembangnya kekerasan. Pendidikan sekuler, media liberal dan  ekonomi liberal harus dihentikan untuk menghentikan total kekerasan seksual termasuk terhadap anak.

Umat membutuhkan tegaknya khilafah untuk mengakhiri beragam darurat persoalan generasi. Karena hanya Khilafahlah yang akan menjaga, dari  hal-hal yang memungkinkan untuk munculnya potensi pedofilia, serta memutus hubungan dari ancaman pemikiran liberal secara total oleh negara. Syariah Islam mewajibkan negara untuk menanamkan akidah Islam dan membangun ketaqwaan pada diri masyarakat. Negara memagari masyarakat dengan menanamkan nilai-nilai norma, moral, budaya, pemikiran dan sistem islam kepada masyarakat. Hal ini di lakukan dengan penerapan yang menyeluruh, dengan berasaskan akidah Islam, melalui seluruh sistem dalan penerapan aturan kehidupan.

Dengan begitu, masyarakat akan memiliki kendali internal yang melindungi mereka dari ragam tindak kriminal, termasuk kejahatan seksual dan pedofilia. Ringkasnya, penerapan sistem Islam, akan meminimalisir factor-faktor yang bisa memicu kejahatan seksual, pedofilia, sodomi dan perilaku menyimpang lainnya, yang akan menjaga dengan pengawasan yang sangat ketat. Namun, jika ternyata masih tetap ada yang melakukan itu semua, maka *sistem 'Uqubat Islam* akan menjadi benteng terakhir yang bisa melindungi masyarakat dari semua kejahatan itu.

Yakni sanksi hukum syar'i yang berat, bisa memberikan efek jera bagi pelaku dan mencegah orang lain untuk melakukan kejahatan. Pelaku pedofilia dalam bentuk sodomi akan dijatuhi hukuman mati. Begitupun pelaku homoseksual, hal ini sesuai dengan sabda RasulullahSAW. *"Siapa saja yang kalian temukan melakukan perbuatan kaum Luth (homoseksual) maka bunuhlah pelaku (yang menyodomi) dan pasangannya (yang disodomi)."* (HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibn Majah, Ahmad, al-Hakim dan al-Baihaqi).
 Sehingga jiwa, kehormatan dan aqidah umat akan terjaga dari sesuatu yg berbahaya, dan itu semua hanya akan dapat dijumpai dalam naungan Khilafah Islam.(*)

Penulis : Siti Nur Shoffiyah Yani

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website