Kriminalisasi Makin Sadis

Kembali mengemuka berbagai bentuk tindak kriminalitas, pemberitaan akhir-akhir ini di media. Salah satunya yaitu kasus penodongan dan penyanderaan di jalan I Gusti Ngurah Rai, Jakarta Timur sekitar pukul 19.45 WIB, Minggu (9/4). Tidak tanggung-tanggung korbannya adalah seorang ibu dan anaknya yang hendak naik angkot T25 jurusan Klenjer-Pondok Kopi. Kasat Reskrim Polres Jatim AKBP Sapta Maulana mengatakan, pelaku melayangkan celurit kepada ibu dan anak tersebut. Beruntung, ada anggota polisi yang melintas sehingga langsung dilakukan tindakan.
Siti Nur Shofiyyah Yani

Saat Sapta dihubungi beliau mengatakan, “ iya tadi ada penjambret di jalan I gusti ngurah rai. Pelaku ini kalungi ibu-ibu pakai celurit. Ada petugas lantas akhirnya ditembak,” Minggu (9/4).
Pelaku sempat menyandera ibu dan anaknya di dalam sebuah angkot. Pelaku terlihat terdesak, karena hendak  menjambret namun mengundang perhatian dan dikejar oleh massa. Kabib Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, saat ini polisi masih melakukan olah TKP. Korban penyanderaan saat ini tengah ditangani di rumah sakit Islam Pondok Kopi.
kita juga masih periksa saksi-saksi, kata argo menambahkan”.

Kriminalitas makin sadis akibat tekanan hidup, ekonomi dan moralitas dalam system sekuler yang makin bobrok. Lemahnya system keamanan, tidak memberikan rasa aman bagi rakyat. Sampai saat ini aksi kriminalitas menjadi sesuatu yang terus mengintai setiap jiwa, kapan pun dan dimanapun kita berada. Dalam aksi-aksi criminal yang dilakukan oleh  para pelaku kriminalitas, kerap kali mereka lakukan dengan aks kekerasan, bahkan mereka tidak segan-segan menghabisi nyawa para korbannya. Maraknya aksi kriminalitas yang terjadi saat ini, akibat penerapan aturan kapitalisme sekularisme dalam tatanan system kehidupan.

Jika diteliti, kasus aksi kriminalitas itu dipicu oleh kondisi kehidupan yang tidak memadai dari segi ekonomi. Kesenjangan sosial yang menghasilkan kemiskinan, pengangguran, lapangan kerja yang sulit,dll. Semuanya adalah sebagian akibat-akibat yang menjadi factor terjadinya mereka mencari rezeki, menggunakan jalan pintas yakni dengan cara – cara yang tidak benar, sekalipun hal itu dapat menghilangkan nyawa orang-orang yang menjadi sasaran dari aksi kriminalitas tersebut. Kesempitan ekonomi yang dihasilkan oleh kapitalisme sekuler, semakin besar merupakan salah satu hal yang mendasari mengapa kasus kriminalitas di negeri ini terus berkembang.

Hanya demi memenuhi kebutuhan hidup yang kian sulit, para pelaku kejahatan menjadi hilang akal sehat, serta tidak memperdulikan rasa manusiawinya pada saat melukai hingga menghabisi nyawa korbannya secara sadis. Bahkan, saking sudah umumnya aksi kriminalitas tidak memandang kepada siapa, kapan, dan dimana aksi kriminalitas itu akan terjadi, bisa jadi juga aksi kriminalitas itu ada di sekitar kita. Sungguh ironis, ketidakmampuan pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi, dan mengurangi kesenjangan sosial di tengah masyarakat dalam system kapitalisme demokrasi yang saat ini diterapkan, merupakan bukti nyata rusaknya system ini.

Karena kerusakan system itulah, sehingga memang tidak ada jaminan terjaganya nyawa, juga sulitnya memperoleh keamanan jiwa disistem kapitalisme. Maka jelaslah, kasus kriminalitas ini adalah penyebab dari kegagalan yang dihasilkan system kapitalisme untuk bisa member rasa aman. Bagaimanapun kasus kriminalitas tersebut tetap tidak akan bisa dicegah, ia akan tetap terus berkembang karena system inilah mendorong manusia berpikir dangkal, hingga ia melakukan jalan apa saja demi memenuhi kebutuhan hidup semata.

Sungguh, sepanjang sejarah masa abad khilafah islamiyah, setiap jiwa itu sangat berharga. Keamanan jiwa itu adalah satu hal yang sangat diperhatikan. Oleh karenanya di dalam khilafah, sangat jarang dijumpai aksi kriminalitas. Terjaganya stabilitas ekonomi, khilafah ketika mengurusi kepentingan dan kebutuhan rakyatnya, sangat teliti menjaga dari ketidakseimbangan ekonomi yang mana menghasilkan sesuatu yang berdampak pada kemiskinan, hingga aksi criminal yang menghilangkan jiwa seseorang.

Tidak boleh sedikitpun Negara abai dalam mengurusi kebutuhan rakyatnya, sekecil apapun itu, hingga setiap individu terjamin kesejahtraan hidupnya. Seperti itulah peradaban khilafah, ketika mengurus dan menjaga rakyatnya, dengan menerapkan seluruh syariat islam dlam setiap aspek kehidupan. (*)
Penulis : Siti Nur Shofiyyah Yani.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website