Ada Apa dengan Islam Moderat?

Akhir-akhir ini sering kita mendengar istilah Islam moderat, baik dalam seminar, diskusi, dan ceramah-ceramah. Istilah ini booming setelah  peristiwa 9/11.

Apa sebenarnya Islam moderat?
Menurut para ahli Moderat memiliki makna sedang yaitu tidak kecil maupun besar dalam suatu ukuran, jumlah, derajat, atau kekuatan . di dalam kamus The American Heritage Dictionary of The English Language mendefinisikan moderat sebagai not excessive or extreme ( tidak berlebihan dalam hal tertentu). Moderat yang berasal dari bahasa  Latin moderare       ini memiliki arti mengurangi atau mengontrol. Kesimpulan awal dari   makna     etimologi ini adalah bahwa moderat mengandung makna obyektif dan tidak ekstrim,   sehingga definisi akurat Islam moderat adalah nilai-nilai Islam yang dibangun atas dasar  pola  pikir   yang lurus dan pertengahan.
Ilustrasi

Pada prinsipnya paham Islam moderat tidak jauh berbeda dengan paham   Islam   liberal,   Islam nusantara, dan paham lain yang mencoba menggandengkan istilah Islam dengan   istilah     asing. Bahkan istilah tersebut bertolak belakang secara diametral dengan islam. Hakikat dari semua ini adalah mencoba memalingkan ummat Islam dari pemahaman   Islam     yang        sesungguhnya.
Selain ingin memalingkan dari pemahaman Islam yang sesungguhnya, ummat juga dihantui dan didikotomikan dengan paham Islam radikal ( menurut versi barat ) dan paham    Islam-terorisme.

Semua upaya ini memiliki tujuan satu menjauhkan ummat dari hakikat Islam yang sesungguhnya yang akan membawa rahmat lil alamin dengan penerapan syari’ah dan khilafah.

Ide Islam yang moderat sesungguhnya bukan berasal dari dan tidak memiliki histori keilmuan di kalangan fuqaha (ahli fiqih). Mereka yang menggagas ide ini adalah  manusia-manusia     plagiat yang terpengaruh dengan pemikiran Liberal barat.

Sejumlah strategipun disusun untuk memberdayakan kelompok moderat       yang ada di tengah-tengah ummat demi memuluskan opini Islam moderat dan menjadikan ummat     Islam     tidak mampu melaksanakan Islam secara kaffah, dan mengubah dunia Islam    agar  sesuai      dengan demokrasi dan tatanan internasional. Strategi tersebut antara lain mempublikasikan    pemikiran mereka di media massa, mengkritik berbagai pandangan Islam fundamentalis,        memasukkan pandangan mereka ke dalam kurikulum pendidikan dari tingkat dasar    hingga perguruan tinggi dan mengentalkan kesadaaran budaya dan sejarah mereka yang    non Islam           dan pra Islam ketimbang Islam sendiri.  Hal ini diperparah lagi dengan statement Wakil Presiden Jusuf Kalla yang mengatakan Islam di Indonesia merupakan Islam jalan tengah.        Islam    moderat    yang memiliki ciri-ciri pergaulan hidup yang berbeda dengan Islam di Timur Tengah..dengan kata lain Indonesia adalah  penganut Islam moderat.
Menganalogikan gagasan Islam moderat dengan materi jelas bathil. Ini dikarenakan objek keduanya berbeda, yang satu benda sementara yang lainnya pemikiran yang ukuran penilaian keduanya berbeda. Apalagi tidak semua bagian tengah suatu benda lebih baikdari ujungnya.

Ujung pulpen misalnya tentu lebih bermanfaat dan berguna dari pada bagian tengahnya.dengan demikian dapat dimengerti bahwa Islam moderat merupakan pemahaman yang tidak dikenal dalam Islam. Pemikiran Islam moderat berkembang pasca diruntuhkannya negara khilafah oleh negara-negara barat. Tujuannya tak lain dan tak bukan adalah agar nilai-nilai dan praktek Islam khususnya yang berhubungan dengan politik Islam dan berbagai hukum-hukum Islam lainnya dapat dieliminasi dan pupus dari pemikiran ummat muslim dan diganti dengan pemikiran kufur dan budaya barat. Dengan demikian penjajahan dan hegemoni barat atas kaum muslim dapat langgeng dan abadi. Wallahu a’lam  bishawab.(*)

Penulis: Neny Tiro, aktivis Hizbut Tahrir dan Pendidik

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Design by Free WordPress Themes | Re Design by Raditya Designer Art - Jasa Buat Website